Aku roy, umur 16 tahun dan tinggiku 187cm, dan kakak ku rina, umur 18 tahun, tingginya 164cum, dia cantik, baik, dan sexy, kami tinggal berdua di rumah warisan orang tua kami yang meninggalkan kami
(Rina)
Suatu hari pada saat liburan sekolah, kami yang hanya tinggal berdua memilih untuk diam saja dirumah, hingga perlahan lahan aku memiliki nafsu pada kakak ku Sendiri
Kami duduk di sofa berdua, dan diem dieman Doang hingga kakakku bertanya
"Dek? Kamu udah maem belom?" ucap kakak dengan ramah dan tersenyum
"Udah, tapi aku masih laper, mau makan bareng?"
Kakak ku langsung memegang tangan ku dan menariknya ke dapur, lalu aku duduk di meja sementara kakak ku pergi memasak
Aku duduk di meja dan tidak sengaja melihat tubuh kakak ku yang sexy dari belakang
Makanan sudah siap, dan kami makan di meja makan
"Dimakan ya" ucap kakak
Aku tidak fokus karena melihat payudara yang dimiliki kakak begitu besar
"Heh! Kamu ngeliat kemana?" ucap kakak dengan wajah kakak yang berubah menjadi merah muda
"Ng-ng-nggak kok! Aku ga ngeliat apa apa, ayok makan" ucapku dengan senyum tak bersalah
Pada sore harinya, aku berjalan ke kamar mandi dan tak sengaja melihat bokong kakak ku yang menggoda
"Heh! Jangan liatin bokong kakak" ucap kakak sambil memerah
"Mana ada, ini ga sengaja doang tau! " ucapku semakin tegang
"Udah buruan mandi dek" memerah
Aku yang sudah tegang tidak bisa menahannya karna sudah dari dulu sering mengalami kejadian seperti ini
"Ssstt" ucapku sambil mendekat
"Dek! Jangan deket deket! Kamu mau ngapain!?" ucap kakak semakin memerah
"Sini, aku.." ucapku sambil menarik kakak dan menjatuhkannya di selimut tebal
"Dekk!! Stop! We can't do this! " ucap kakak ketakutan
"Kakak udah pernah ciuman belom?"
"Rahasia! Pokoknya hentiin ini semua!"
Lalu aku menindih nya dan mendekatkan wajah
"Kayaknya kamu belom pernah ciuman ya"
Dengan cepat aku menciumnya dengan brutal dan menjilati lehernya
"Mmmmh! Geli... Dek! Jangan! Jang-"
Ucapan kakak terhenti seketika ketika tanganku masuk ke roknya dan memainkan klitoris nya dengan jariku
"AHHHH!! EMMMMH! SHHH AH!! " desah kakak
"Youre mine" ucapku sambil memainkan klitoris nya dan memasukkan jadi ku ke vaginanya dalam dalam
"SST- STOP!! Kakak.. Kakak udah... "
"Crot"
Tanganku dibasahi oleh cairan memeknya
Lalu aku lanjut membuka resleting ku dan mengeluarkan milikku yang sangat besar
"Dd-dek? Udah yah? Kakak udah cape, hehe" ucap kakak sambil ketakutan melihat milik roy
"Kak.. Aku udah tegang sampe sebesar ini, aku gabakal berhenti"
"Kk-ka-kakak bakalan kocokin aja deh, ya??? " sambil memasang ekspresi ketakutan yang besar
"Kakak takut? "
"Gg-gak! Kita juga sebenernya gaboleh ngelakuin ini! Kita saudara loh"
"Ch. Udah kocokin buruan"
Kakak pun memasang posisi duduk sedangkan aku berdiri dan dikocokin
" argh. Kakak pernah ngelakuin ini ya? "
"Ngga! Kakak ga pernah kok"
"Kok jago gini? " ucap ku dengan curiga
Tanpa menjawab kakak ku mempercepat kocokannya hingga membuat ku keluar di muka kakakku sampai menetes ke lantai
"Udah dek., cukup, please udahan dong"
"Iya iya, makasih ya sayang" Sambil menepuk rambut kakak ku
"Heh! Apa kamu bilang!? "
"Oh iya, kakak belum jawab pertanyaan ku tadi, kakak kok bisa jago gitu soal tadi? "
"Buruan tutup resleting adek, dari tadi belum dimasukin"
Aku dengan cepat memegang kedua tangan kakak ku dan menempelkan nya di tembok
"Jawab, gausah ngalihin pembicaraan"
"I-iya iya, a-a aku.. dek, maafin kakak, kakak pernah liat film ****" ucap kakak ku sambil memalingkan pandangan dengan wajah nya yang sangat merah
"Serius? Kakak ku ternyata cabul ya! Hahaha"
"Heh! Mana ada, kakak ga gtu"
"Trus, kakak udh pernah ciuman belum"
"Belum. Udah ah banyak nanya, lepasin kakak"
"Oh jadi first kiss kakak udh aku ambil yah" ucapku sambil tertawa
"Bacot! Kamu emg nakal!"
Lalu aku melepas kakak ku dan menyuruhnya mandi
"Buruan mandi, spermaku jg bersihin tuh di muka kakak"
"Iya iya... "
Saat kaka berjalan menuju kamar mandi ke arah belakang ku, aku berbisik
"Besok lagi ya sayang"
Kakak lanjut berlari setelah mendengarnya
Lanjut eps 2