Short Story: Our World

Par NonaVeeka

838K 36.4K 1.3K

Kumpulan cerita pendek warning!!! area dewasa #1 Short Story 4/4/2023 #1 Short Story 5/4/2023 #1 Short Story... Plus

My Ex-1
My Ex-2
My Ex-3
My Ex-4
My Ex-5 end
Bastard Man-1
Bastard Man-2
Bastard Man-3
Bastard Man-4 (end)
Posesif Girl-1
Posesif Girl-2
Posesif Girl-3
Posesif Girl-4
Posesif Girl~ End
My Bestfriend-1
My Bestfriend-2
My Bestfriend-3
My Bestfriend-4
My Bestfriend-5(end)
Be Your Wife~1
Be Your Wife~2
Be Your Wife~3
Be Your Wife~4
Be Your Wife~5(end)
Twilight in The Sky~1
Twilight in The Sky~2
Twilight in The Sky~3
Twilight in The Sky~4
Twilight in The Sky~5 end
My Fierce Lecturer~1
My Fierce Lecturer~2
My Fierce Lecturer~3
My Fierce Lecturer~4
My Fierce Lecturer~6(end)
Secret Admirer~1
Secret Admirer~2
Secret Admirer~3
Secret Admirer~4
Secret Admirer~5 end
Naughty Maid~1
Naughty Maid~2
Naughty Maid~3
Naughty Maid~4
Naughty Maid~5
Naughty Maid~6 end
Soulmate~1
Soulmate~2
Soulmate~3
Soulmate~4
Soulmate~5 end
Crazy Girl~1
Crazy Girl~2
Crazy Girl~3
Crazy Girl~4
Crazy Girl~5 end
Be Your Wife(Reborn)~1
Be Your Wife(reborn)~2
Be Your Wife(reborn)~3
Be Your Wife(reborn)~4
Be Your Wife(reborn)~5
Be Your Wife(reborn)~6 end
Sweet Karma~1
Sweet Karma~2
Sweet Karma~3
Sweet Karma~4
Sweet Karma~5 end
Hate to Love~1
Hate to Love~2
Hate to Love~3
Hate to Love~4
Hate to Love~5
Hate to Love~6 end
Cupid~1
Cupid~2
Cupid~3
Cupid~4
Cupid~5
Cupid~6 end
Suddenly Indigo~1
Suddenly Indigo~2
Suddenly Indigo~3
Suddenly Indigo~4
Suddenly Indigo~5
Suddenly Indigo~6 (end)
My Universe~1
My Universe~2
My Universe~3
My Universe~4
My Universe~5
My Universe~6 end
Young Husband~1
Young Husband~2
Young Husband~3
Young Husband~4
Young Husband~5 end
Cinderella Metropolitan~1
Cinderella Metropolitan~2
Cinderella Metropolitan~3
Cinderella Metropolitan~4
Cinderella Metropolitan~5 end
The Only One~1
The Only One~2
The Only One~3
The Only One~4
Holaa
The Only One~5 end
🤗🫠😭
Shortstory jilid duwaa
✨️
Istri Simpanan Sang Juragan~Comeback
Love in the Time of Dust~1
Love in the Time of Dust~2

My Fierce Lecturer~5

5.5K 294 18
Par NonaVeeka

Vote sama komen dulu!

~

"Lu udah telat sepuluh menit, Lyn! Dan lu masih enak-enak di sini!" Rose menepuk pipi Velyn, temannya itu menjadikan paha putih mulus yang setiap bulan mendapat perawatan belasan juta sebagai bantal.

"Gue mau ganti dosen pembimbing aja!" Mata Velyn terbuka, sorotnya begitu menggebu.

"Heleh! Yakin bisa ganti! Lu udah ganti beberapa kali, itu juga karena belas kasih pihak kampus, sama power keluarga lu, dan sekarang lu mau ganti lagi. Plis deh, enggak usah halu, Lyn!"

"Hua! Terus gue harus gimana? Si dosen galak malah mau dijodohin sama gue!" Velyn terduduk, rambutnya dia acak sebagai bentuk frustrasi.

"Muke gile! Yang bener lu!"

Ups! Velyn sontak menutup mulutnya yang lemes. Etdah, makin runyam nih kalau si Rose tahu.

***

"Masuk!" Suara dari dalam membuat Velyn berbalik.

"Eh, udah disuruh masuk juga!" Rose membalik badan sahabatnya itu. Saat ini, dia menjadi yang paling bersemangat setelah mendengar kalimat keceplosan dari Velyn tadi.

"Gue, balik aja dah. Pasti nanti di dalem gue dimarahin karena telat, terus disuruh pulang. Udah yakin gue alur ceritanya kayak begitu." Velyn menyandarkan kepala pada pintu kayu di depannya.

Beberapa mahasiswa yang lewat menatap mereka dengan pandangan penuh tanya. Meski begitu mereka juga tahu jika kakak tingkat mereka sedang berada di ujung tanduk apabila berurusan dengan Weda, si dosen yang terkenal tegas.

"Yakin sama gue, tuh penelitian lu pasti bakal diacc."

***

Untuk pertama kali, Velyn duduk di kursi hitam yang ada di depan meja Weda. Gadis itu menatap Weda yang serius membaca dan meneliti laporannya.

Sebuah keajaiban seperti menerpa Velyn hari ini, meski dia telat lebih dari sepuluh menit, Weda yang biasanya galak to the max, tidak menampilkan kegarangannya itu. Justru, Velyn disuruh duduk, dan menunggu laporannya diteliti.

"Ini, dibagian ini kamu tinggal menarik kesimpulan dari objek penelitian kamu. Kesimpulannya dibuat ringkas saja karena kamu sudah menjelaskan di awal."

"Hah?"  Velyn mengerjap. Bukan kertas putih penuh ketikan yang dia lihat, tapi wajah Weda yang serius memberi arahan.

"Lihat laporan kamu, Velyn! Bukan lihat saya!"

"Ah, iya, Pak. Maaf." Velyn berusaha fokus, dia mulai mendengarkan arahan yang Weda berikan.

"Selebihnya sudah tidak ada yang perlu dirombak."

"Berarti, penelitian saya bisa di-ACC Minggu depan, Pak." Mata Velyn berbinar.

"Mungkin-"

Aish! Bahu Velyn sontak merosot.

"Kerjakan dulu yang saya arahkan! Urusan ACC atau tidak itu kuasa saya! Sekarang kemasi barang-barang kamu!"

Velyn mengangguk. Gadis itu memasukkan bolpoin dan makalah yang beberapa bagian dicoret-coret oleh Weda.

"Ikut saya setelah ini!"

Gerakan tangan Velyn terhenti, gadis itu menatap Weda. "Ada apa, Pak?"

"Kita perlu bicara soal perjodohan-"

"Tidak ada yang perlu dibicarakan, Pak! Saya menolak dijodohkan dengan Wisnu, apalagi sama Bapak!" tolak Velyn lantang.

"Baik, kalau itu mau kamu. Kemungkinan laporan kamu harus dikaji ulang Minggu depan."

Alah jambu! Velyn meremas pinggiran tas punggungnya. "Kenapa Bapak jadi mengancam seperti itu? Bedakan dong, mana urusan kerja dan pribadi!"

"Itu salah kamu sendiri, kenapa harus menghindari saya sejak pengakuan saya waktu itu." Weda menyorot tajam ke arah Velyn.

"Mana ada orang suka tapi suka bikin orang yang disuka kesusahan!"

"Semua saya lakukan karena kamu tidak disiplin! Pokoknya saya tidak mau tahu, kamu harus terima perjodohan ini!" putus Weda.

"Ogah! Saya enggak mau punya pasangan galak kayak situ! Saya cuman mau jalin hubungan serius sama orang yang saya cintai." Tangan Velyn bersedekap.

"Cinta?" Tawa Weda terdengar.

"Oke, kalau yang kamu inginkan seperti itu. Saya akan membuat kamu jatuh cinta."

Velyn mendelik. Belum tahu saja ini dosen, berapa banyak lelaki yang sudah patah hati karena dia tolak.

"Idih, enggak segampang itu kali jatuh cinta!"

"Kita lihat saja nanti." Weda tersenyum kecil.

Velyn menarik napas pelan, dia tidak boleh sampai jatuh ke pelukan dan pesona lelaki di depannya. Jangan sampai!

***

Dan semenjak kalimat deklarasi Weda untuk mendapatkan cinta Velyn, lelaki itu gencar mendekati Velyn. Hampir setiap hari Weda selalu berkunjung ke rumah Velyn.

"Itu loh ada Weda!" Oma memukul pelan lengan Velyn dengan tongkat.

"Aduh, Oma!" Velyn yang membungkus badan dengan selimut terpaksa keluar dari tempat ternyamannya.

"Salah sendiri kenapa ke sini! Velyn, kan enggak suruh dia ke sini, Oma!"

"Heh! Enggak sopan! Dia ke sini itu niatnya baik, ajak kamu olahraga."

Modus apalagi ini woi! Kemarin datang untuk mengajaknya pergi ke mall, lusa kemarin jadi pengantar makanan, dan saat ini ajak olahraga!

Emang gigih banget tuh dosen ya!

"Sana siap-siap! Cepat!"

"Iya, Oma!"

Velyn turun dari ranjang. Bersiap seraya ditunggu oma. Duh, berasa tahanan yang diawasi setiap pergerakannya.

Lima belas menit, akhirnya Velyn telah siap dengan baju olahraganya. Dia turun dari lantai dua dengan Oma yang ada di depan sebagai penuntut jalan.

Velyn bisa melihat Weda tersenyum ke arahnya. Astaga dragon! Itu senyum yang sangat amat langka! Selama mengenal dan menjadi mahasiswa bimbingan, tidak sekalipun Weda tersenyum seperti itu.

"Nah, silakan dibawa olahraga ini, Nak Weda. Tolong dijaga ya!"

"Siap. Oma, Tante, saya permisi ajak Velyn dulu."

Sebelah tangan Velyn diraih. Gadis itu ngelag beberapa saat, baru sampai di teras rumah, Velyn menyentak pegangan tangan itu.

"Enggak usah banyak drama deh, Pak! Bapak enggak capek apa, modus terus!" Velyn mendelik. Masa bodo skripsinya ngandat.

"Apa sih, marah-marah terus kamu!" Weda mengambil posisi jongkok yang tentu membuat Velyn mundur beberapa langkah.

"Dasar anak kecil! Tali sepatu aja enggak bisa!"

Velyn mengerjap, gadis itu menunduk. Dia hanya bisa terdiam saat Weda memperbaiki ikatan tali sepatunya.

"Selesai!" Weda berdiri, kini lelaki itu kembali menjulang di depan Velyn.

"Ayo!" Weda berusaha meraih pergelangan tangan Velyn, tapi gadis itu menolak.

"Saya bukan anak kecil, Pak Weda! Bahkan saya sudah bisa buat anak kecil!"

Weda tertawa mendengar kalimat itu. "Oke, nanti buatnya sama saya ya!"

Bugh! Weda menghentikan tawanya, dia sibuk mengelus lengan yang menjadi sasaran Velyn.

"Mimpi!"

***

Dua bulan sudah Weda terus melakukan gencatan senjata. Lelaki itu tidak pantang menyerah meski Velyn beberapa kali menolak kehadirannya.

"Kamu besuk sidang! Enggak usah makan es bisa?"
Weda menarik minuman dingin yang siap masuk ke tenggorokan Velyn.

"Hih! Kenapa harus ada Bapak di sini!"
Perasaan Velyn sudah menepi dari keramaian kampus, dia malah memilih taman belakang yang sepi untuk menghabiskan makanan yang dia beli di kantin.

Weda menyodorkan sebotol air mineral pada Velyn. "Jangan banyak protes! Besuk kamu sidang! Enggak usah aneh-aneh!"

Dengan cemberut, Velyn menerima botol itu.

Keheningan terjadi beberapa saat, hanya ada suara kendaraan di seberang tembok pembatas kampus. Angin yang semilir menerbangkan anak rambut Velyn, gadis itu asyik menyantap jajanannya.

"Dasar anak kecil! Makan aja belepotan!" Tangan Weda terulur untuk membersihkan noda selai vanila di sudut bibir Velyn.

Deg!

Astaga, Velyn kembali merasa jantungnya berdetak kencang.

"Biar, saya saja!" Velyn meraih tisu yang ada di dalam tas.

Ingin melanjutkan makan, tapi si pak dosen terus menatap ke arahnya.

"Pak, pergi sana napa! Saya rada seret nelannya kalau lihat muka, Bapak!"

"Kan, sudah saya bilang, Lyn. Kalau cuman berdua, panggil saya, Kak!"

Velyn mencibir. Lelaki ini seperti tidak menghiraukan kalimatnya yang tadi. "Bapak! Bapaaaak Weda! Bapak Weda, dosen galak!"

Weda menggeleng pelan. Suara cempreng Velyn yang duduk di sampingnya membuat Weda terpaksa membungkam mulut gadis itu.

"Sekali lagi kamu main-main, saya bikin kamu tepar, Lyn!"

Velyn mendelik. Dia menggigit tangan Weda yang membungkam mulutnya. Gadis itu bangkit dan menjauh dari Weda yang kesakitan.

"Tepar! Tepar! Sorry, semua itu hanya halusinasi Anda saja!" Setelah mengatakan itu, Velyn langsung berbalik, dia tidak menghiraukan panggilan dari Weda.

Weda tersenyum kecil melihat tubuh Velyn berlari kecil menjauhinya. Sedetik kemudian dia langsung memasang wajah datar kembali.

"Jangan gila, Weda! Masa jadi senjata makan tuan!"

~

Ternyata satu bab ending tidak cukup kawan-kawan....

Komen kalian pada tenggelam di mana? Sepi amat! Typo? Harap maklum, nulis malam sambil ngantuk😭

Kalau gitu, aku minta 10 komen untuk bab endingnya🤣

Kabari kalau udah ada 10 komen yaaa

Bye bye

Terima kasih

Pikachu 💓

Continuer la Lecture

Vous Aimerez Aussi

432K 9.7K 14
21+ Short story with 2-3 and more parts. NOT FOR CHILDREN AS WELL ❗ Rank 🎖️ #5 in Cerpen {2023/12/07} #4 in Pendek {2024/05/17} #3 in Pendek {2024...
1.8M 94.7K 58
🍁Kisah tentang perpindahan jiwa musim 2🍁 *Cerita belum direvisi, harap maklum jika ada typo maupun kesalahan kalimat* Bagaimana jika Feli gadis den...
Application Wattpad - Déverrouiller des fonctionnalités exclusives