My Mate | MLBB | Aamon Natan...

By FaizaNada3

105K 7.7K 579

Natan, siapa yg tidak kenal dengan Natan? Seorang Dokter yg sangat dihormati oleh semua orang. Karir nya didu... More

perkenalan+penjelasan
1. Doctor...
2. nice to meet you...Mr.paxley
3. Felixtress on Enigma? ...
4. I hate this...
5. My bestfriend...
6. i'm so happy today!
7. nightmare I will never forget...
8. its...Hurt.
9. i really need you now
10. i miss you
11. i think i'm sick...
12. new day, new problem
13. it's over, right?
14. who?...
16. oh my dear ♡
[END]
Epilog [END]

15. No...this not real

4.3K 348 90
By FaizaNada3

Semenjak hari itu, Natan selalu menolak kiriman makanan yg datang kerumah nya, ia mencoba berbagai alasan untuk menolak kurir itu, mulai dari cara yg sopan sampai berpura-pura bahwa ia sedang tidak ada dirumah.

Lapor kepolisi? Apa yg harus ia laporkan? Ini akan sangat aneh jika dilaporkan kepolisi.
Apalagi ini tidak bisa disebut kejahatan, bisa saja ini menjadi kasus stalker, namun perlu bukti yg kuat untuk melaporkan nya, ia tak hanya bisa mengandalkan kurir itu sebagai bahan laporan.

.
.
.

"Apa dia sudah mengetahui nya?"

"Sepertinya dia sudah mengetahui nya tuan, saya sempat melihat tuan Walker mampir kerumah nya, dan sejak saat itu dia terus menolak kiriman dari saya"

"Bedebah itu ya...apa aku harus menjadikan nya target berikutnya? Tapi...akan sulit jika harus berurusan dengan Vance... jika begini...aku terpaksa memakai cara itu"

.
.
.
Beberapa minggu telah berlalu.

Pagi yg cerah disebuah gedung.

Natan sedang menghadiri sebuah acara alumni sekolah nya dulu.
Gedung itu sudah disewa untuk perkumpulan para alumni.

Saat Natan memasuki gedung, sudah banyak orang disana, tersedia banyak meja yg bebas diduduki, ia juga disapa oleh beberapa teman lamanya.

"Natan!" Seorang pria dengan surai blonde panjang yg diikat memanggil nama Natan dan memeluknya dari belakang.

Natan yg dipeluk terasa sesak karna pelukan pria itu yg terlalu erat, "YIN!, kasian Natan nya woy!".
Untunglah seorang pria dengan surai coklat dan belahan putih langsung menarik kerah pria blonde itu, membuat pelukan mereka terlepas dan Natan akhirnya dapat bernafas.

"Kau ini, udah dewasa masih aja kelakuan kayak anak 15 tahun" ucap pria bersurai coklat sembari memukul kepala pria berambut blonde itu.
Tentu yg dipukul langsung meringis kesakitan sambil mengusap kepala nya yg dipukul.

Natan yg melihat itu hanya dapat terkekeh kecil melihat kelakuan kedua teman lama nya.
"Sudahlah Granger, kasian"
Ucap Natan.

Pria dengan surai blonde panjang itu bernama Yin, seorang Alpha resensif yg memiliki sifat yg lumayan kekanak kanakan.

Sementara pria dengan surai coklat sengan belahan putih itu bernama Granger, meski terlihat menyeramkan dan galak, namun aslinya dia adalah seorang Omega resensif yg bergender pria.

"Ngomong-ngomong, dimana Xavier? Kupikir kau akan datang bersamanya" tanya Granger yg masih setia menarik kerah Yin.

"Dia sedang ada urusan, beberapa hari setelah menemui ku dia pergi lagi karna ada urusan yg belum selesai" jawab Natan
.
.
.

"Bagaimana dengan tawaran ku?"

"Kau memang sudah gila...bagaimana jika ada yg mengetahui nya? Aku tidak akan segan untuk menyeret nama mu jika ini sampai ketahuan"

"Kau ini lucu ya...tuan, bukankah anda sendiri yg mengatakan bahwa anda tidak menyukainya, lagi pula...ini bukan pertama kalinya anda melakukan ini bersama saya kan"

"Kau memang sudah gila...lakukan saja sesuka mu, aku hanya akan melakukan bagian ku dan mendapat bayarannya"

"Aku tau pada akhirnya kau akan menerima nya"

"DASAR BIADAB, MATILAH KALIAN BERSAMA DOSA-DOSA KALIAN"

"ah...penutup mulutnya terlepas...tenanglah manis, akan ku pastikan...kita bertemu dineraka nanti"

.
.
.

Jam sudah menunjukan pukul 18:00

Natan sudah pulang kembali kerumah nya, ia segera mengganti baju nya serta memakai celemek karna ia ingin memasak makan malam
Setelah selesai memasak, Natan segera menyiapkan beberapa alat makan.

Kringgg

Natan yg baru saja mengambil gelas, mendengar bahwa handphone nya berdering, ia mengambil handphone nya yg tergeletak dimeja, dan tertera nama yg tidak asing disana.
°Julian Walker

Natan mengangkat telpond itu, dengan tangan kiri yg masih memegang gelas.
"Halo? Julian ada apa? Tumben sekali menelfond ku"

"........"

Prang

Gelas yg dipegang oleh Natan seketika jatuh dan pecah, ia terduduk lemas saat mendengar berita dari Julian.

Wajahnya pucat, ia tidak peduli dengan kakinya yg berdarah karna serpihan kaca, tubuhnya lemas,
Shock...

.
.
.

Natan berada disebuah rumah sakit, jam sudah menunjukan pukul 21:30.

Ia diantar kesebuah ruangan, didepan ruangan itu, terlihat pria bersurai merah gelap yg sedang duduk dikursi tunggu, tatapan nya terlihat kosong, namun tidak dapat disembunyikan bahwa air mata terus mengalir membasahi pipi nya.

Natan mendekati pria itu, ia menatap pria itu, tatapan seakan meminta penjelasan akan semua ini, dan berharap...bahwa ini tidak nyata.
"Julian...its...not real, right?"
Bibir Natan bergetar saat menanyakan nya.

Pria yg ditanya hanya menatap kearah Natan, wajah tanpa ekspresi itu terus mengeluarkan air mata.
"I'm sorry...but no"

Natan dipersilahkan masuk, ia melihat secara jelas, disalah satu kabin pembeku yg telah dibuka, mayat yg sangat pucat...
Surai berwarna biru muda
Wajah yg terlihat memar namun masih dapat dikenali oleh nya...
"Xavier"

Natan benar-benar tidak dapat bersuara, tubuhnya tercekat, mata nya seakan berhenti mengeluarkan cahaya.

Sahabat terbaiknya, satu-satu nya orang yg dapat membuatnya merasa nyaman, satu-satu nya orang yg selalu setia berada disisinya...
Telah pergi meninggalkan nya... untuk selamanya.

.
.
.

"Kasus pembunuhan, korban adalah seorang pria berinisial X, berusia 26 tahun, dengan status seorang Delta. ditemukan meninggal diapartement nya dalam keadaan babak belur dan kehilangan anggota tubuh nya, yaitu, pergelangan tangan kanan serta telinga sebelah kanan."

"Korban adalah tunangan dari penerus perusahan besar Vance, sampai saat ini polisi terus mencari bukti mengenai kasus pembunuhan ini, kasus ini dinyatakan memiliki kemiripan dengan kasus pembunuhan seorang Omega yg ditemukan hanyut disungai beberapa bulan yg lalu, polisis memperkirakan bahwa dalam dari pembunuhan kedua orang ini adalah orang yg sama"

.
.
.

Kasus kematian Xavier dinyatakan sebagai kasus pembunuhan, hal ini dikarenakan banyaknya kejanggalan atas kematian Xavier.

Kasus ini menjadi kasus yg sangat hangat diperbincangkan oleh media, bukan hanya karna Xavier adalah tunangan keluarga Vance, namun karna kehadiran dokter Natan yg juga menjadi salah satu orang yg di introgasi oleh polisi.

Namun karna Natan memiliki alibi yg kuat bahwa ia sama sekali tidak bertemu dengan Xavier beberapa minggu terakhir, maka ia lepas dari inttogasi itu.
Sementata seluruh keluarga Vance beserta adik angkat Xavier yg bernama Julian, juga turut diintrogasi oleh polisi.

Namun hasilnya sama saja, tidak ada perkembangan mengenai kasus ini, tidak ada bukti, hasil introgasi juga menyatakan bahwa semua orang bersih.

Hasil atopsi juga tidak mendapatkan hasil yg siknifikan, tidak ada bekas DNA, sidik jari, atau apapun itu yg dapat membantu penyeledikan.
Hasil yg ditemukan hanyalah bagian tubuh yg terpotong dipastikan telah dipotong menggunakan gergaji mesin.

.
.
.

Pagi hari, pukul 09:10

Semua orang telah mengenakan pakaian hitam, pihak keluarga Vance sepakat untuk mengubur mayat Xavier, tidak baik jika dibiarkan terlalu lama...ini sudah bukan tempatnya.

Acara pemakaman dipimpin oleh seorang pendeta bernama Estes, gereja itu sangat penuh, banyak sekali orang yg menghadiri pemakaman Xavier, mulai dari teman-teman sekolah lama nya dulu, para teman-teman dosen nya, bahkan beberapa mahasiswa dari Universitas tempat Xavier bekerja juga turut berhadir dalam acara pemakaman itu.

Satu persatu, orang-orang mulai meletakan bunga dipeti Xavier, mereka memberikan berbagai ucapan selamat tinggal pada pria itu... suara isakan tangis terus terdengar didalam gereja.

Saat Natan meletakan bunga milik nya, ia menatap kearah mayat yg terbaring didalam peti itu, air mata nya tak bisa ia bendung lagi.

Manik biru itu terus meneteskan air yg kemudian membasahi seluruh pipinya, sakit...kehilangan.

Natan kembali duduk disalah satu bangku gereja, air matanya masih terus mengalir membasahi pipi putih nya, bibirnya bergetar, semua memori nya bersama Xavier seakan terulang kembali.

Saat pertama kali mereka bertemu.
Saat pertama kali mereka berjalan bersama.
Saat kelulusan mereka.
Saat dimana mereka mencari pekerjaan dikota yg sama.

Semuanya seakan terputar kembali.

Sakit...satu-satu nya orang yg memberikan kenyamanan dan kehangatan pada Natan, kini pergi.

Untuk selamanya.

"Aku...Mencintai mu Xavier.
Maaf...maaf kan aku tidak dapat mengetahui perasaan ku sebelumnya"

.
.
.

Peti Xavier kini diangkut ke halaman belakang gereja, peti itu mulai dikubur diliang tanah yg memang sudah disediakan.

Air mata dan isakan tangis terus terdengar, Estes mulai kembali membacakan doa untuk kepergian Xavier.
Ia menuangkan air dari sebuah gelas yg sudah diberikan berbagai doa, air itu dituangkan tepat diatas batu nisan Xavier.

R.I.P🥀

Xavier Walker
**/**/19** sampai **/**/20**

.
.
.

Pemakaman selesai pada siang hari.
Semua orang telah pulang termasuk Natan.

Dirumah, Natan benar-benar stres, ia tak berhenti menangisi kepergian Xavier, matanya sampai bengkak karna tak berhenti menangis.

Serangan panik nya kembali muncul... nyeri terasa didada nya, pandangan nya buram, pikiran nya benar-benar kacau... mati, mati, mati.

"Tidak ada gunanya kau hidup, kau tidak akan bisa hidup tanpa dia"

"INI SALAH MU! Sejak awal dia menyukai mu dan kau tidak pernah mengerti perasaan nya!"

"Tidak ada lagi...tidak ada lagi"

Semua suara itu seakan meneriaki dirinya, tatapan nya kini kosong, pikiran nya dipenuhi oleh rasa bersalah.

Ia seakan sudah tidak peduli lagi dengan bayi yg ada dikandungan nya.
Pikirannya kini dipenuhi oleh keinginan untuk bunuh diri.

Namun baru saja berjalan kearah dapur untuk mengambil pisau.

Srett
Grebb

Sesuatu seakan menarik nya, pandangan nya makin buram, sampai pada akhirnya semuanya menjadi gelap.

"Kupikir ini akan berjalan baik, tapi ternyata malah memengaruhi pikiran mu...tenanglah, setelah ini, semua rasa sakit itu akan hilang..."

_To Be Continued_

Chapter kali ini agak panjang, semoga tabah dan kuat ya para pembaca :)

Continue Reading

You'll Also Like

325K 4.9K 23
[HIATUS] Dunk Natachai seorang Alpha yang dikenal angkuh, dingin, dan tidak tersentuh di lingkungannya. Sebagai pewaris keluarga kaya yang berpengaru...
136K 9.1K 43
Mick, seorang mahasiswa seni berbakat, hidup dengan satu rahasia besar-ia adalah seorang Omega yang menyamar sebagai Beta. Dalam dunia yang menilai s...
49.6K 3.7K 24
-Destinara Universe- Di dunia di mana takdir pasangan telah ditentukan oleh Moon Goddess, Theo Dirgantara, seorang Alpha yang keras kepala dan aroga...
271K 28.8K 48
COMPLETED. Wang YiBo, Alpha terkuat dan sangat dihormati oleh banyak orang, tetapi ia sudah menikah dengan Omega yang juga bernama baik, tapi ada sat...
Wattpad App - Unlock exclusive features