AFTER DEATH [GeminiFourth]

By biuabib

782K 50.9K 3.2K

TAMATIN DULU BARU REVISI!! Yuhuuuu... After Death! Aku datang!!! #geminifourth More

[01]
[02]
[03]
[04]
[05]
[06]
[07]
[08]
[09]
[10]
[11]
[12]
[13]
[14]
[15]
[16]
[17]
[18]
[19]
[20]
[21]
[22]
[23]
[24]
[25]
[26]
[27]
[28]
[29]
[30]
[31]
[32]
[33]
[34]
[36]
[37]
[38]
[39]
[40]
[41]
[42]
[43]
[44]
[45]
[46]
[47]

[35]

14.8K 979 89
By biuabib

Sinar rembulan menerobos masuk lewat jendela kamar yang sedikit terbuka. Memperlihatkan bayangan seorang pemuda yang tengah menatap gelapnya malam dengan segelas cairan merah kehitaman yang bertengger manis di tangan kanannya. Tatapan mata nya berubah menjadi gelap saat ingatannya menerawan ke masa lalu.

Gemini kecil sudah menjadi sosok dingin di usianya yang baru menginjak 10 tahun. Dimana dirinya tidak merasakan kehangatan dari seseorang yang telah melahirkannya_Gracia.

Mamanya itu sering mengabaikan dan mengacuhkan Gemini di mansion ataupun di luar mansion. bahkan tidak segan-segan memarahi dan membentak Gemini untuk melampiasakan kekesalan yang ada pada diri Gracia.

Sampai di perayaan ulang tahun Gemini yang ke 11 tahun. Gracia tidak menghadirinya dan memilih pergi bersama teman-temannya.

Di umurnya yang sudah menginjak 12 tahun. Gemini sering melihat Gracia pulang malam dan di antar oleh seorang pria dalam keadaan mabuk. Pada Saat itu pula Gemini menanamkan ke-tidak sukaannnya pada Gracia.

Tahun berganti tahun. Rasa ketidak sukaan Gemini berubah menjadi kebencian. Puncaknya disaat Gemini memergoki Gracia sedang bercumbu didalam mobil dengan pria yang sering mengantarnya. Gemini yang sudah muak dengan kelakuan Gracia memutuskan untuk memberitahu Papanya_Pond Naravit.

Sosok Papanya itu memang tidak terlalu dekat dengan dirinya. Namun Naravit yang selalu sibuk dengan pekerjaannya itu masih bisa meluangkan waktunya dengan Gemini ataupun dengan Xavier dan Viona hanya untuk sekedar bermain. Berbeda dengan Gracia yang sudah menelantarkan anak-anaknya.

"Papa!." Panggil Gemini saat menemui Naravit ditaman yang berada di belakang mansion.

Naravit menoleh melihat Gemini yang  mengenakan baju tidur. Mengapa anaknya itu belum tidur dan malah mendatanginya ketaman. Pikir Naravit saat itu. "Kenapa Gem?."

"Mama sudah berselingkuh dari papa dengan pria perkedel itu." Ucap Gemini lantang.

Bukannya terkejut, Naravit malah terkekeh kecil dengan pernyataan anaknya barusan. Meski ia sudah tahu Pria yang Gemini maksud adalah Tomi. Namun julukan yang diberikan Gemini untuk pria itu terdengar lucu.

"Papa sudah mengetahuinya." Naravit berjalan mengampiri Gemini dan menatap lekat putranya itu.

"Lalu kamu ingin papa melakukan apa terhadap mama-mu.?" Naravit memainkan alisnya sambil tersenyum.  hanya melihat dari tatapan dingin putranya itu, Naravit sudah bisa menebak bahwa keinginan Gemini bukan hal yang biasa.

"Membunuhnya. Aku sangat membenci penghianatan."

"Bahkan itu orang yang melahirkan mu?."

"Aku tidak peduli." Jawab Gemini datar.

Dan tanpa menunggu lama. Di pagi harinya Naravit membawa Gemini kesebuah ruangan bawah tanah yang terketak tidak jauh dari mansionnya, Naravit meng-eksekusi Gracie di depan mata anaknya itu. Sungguh hal yang menyenangkan. Bahkan Gemini tidak menunjukkan reaksi apapun selain ekspresi wajahnya yang kelewat datar dengan tatapan yang menghunus Gracia dengan kebencian.

Tepat setelah kematian Gracia. Gemini mendatangi mansion De luca untuk menghabisi nyawa Tomi. Seorang pria tolol yang memilih berselingkuh dengan Gracia tanpa memikirkan akibat yang akan dia terima. Gemini melakukan aksinya disaat Tomi sedang terlelap didalam tidurnya. Gemini menusukkan belati pada dada pria itu berulang-ulang kali melampiaskan kebenciannya pada Gracia. Gemini menyeret mayat Tomi dari kasur hingga kamar mandi.

Untuk pertama kalinya Gemini mambunuh seseorang di usianya yang ke 15 tahun itu.

Namun selama itu, Gemini tidak sepenuhnya menjadi sosok yang dingin. Terkadang dirinya menjadi sosok yang hangat jika sedang bersama dengan pengasuhnya. Karina_ibu dari Catrine.

Karina sudah menjadi pengasuh di keluarga Naravit sedari Gemini masih bayi. Merawat Gemini menjadi sosok pengganti dari seorang ibu untuk Gemini, Dan karina lah yang selalu siap siaga ketika Gemini membutuhkan sandaran. Menyayangi Gemini layaknya anak sendiri Bahkan Karina pernah membawa Gemini dan catrine bermain bersama. Dan saat itulah kedua anak itu menjadi dekat.

Flashback off.

Deringan ponsel membuyarkan lamunan Gemini. Terlalu larut dalam kisah masalalu membuatnya hampir lupa kalau dirinya sedang menunggu informasi dari orang suruhannya.

"Lapor tuan!." Suara tegas diseberang sana.

"Katakan."

"Menurut informasi yang di dapat. Krist De Luca sudah bergabung dengan organisasi bawah tanah sejak tahun lalu. Mereka menyeludupkan obat-obatan terlarang dan menjadi oknum penjual organ tubuh manusia. Tidak hanya itu, Krist de luca juga bekerja sama dengan perusahan Centaz pesaing Naravit Company dua bulan lalu. " Ucapnya panjang lebar.

Genggaman tangan Gemini pada ponselnya sedikit mengerat tetkala mendengar informasi yang diberikan oleh orang suruhannya itu.

"Itu saja?."

"Hanya itu informasi yang saya dapat tuan."

Tut.

Gemini membuang napas panjang sambil menggoyangkan gelas yang masih berisi setengah itu sampai cairan di dalamnya berpusar.

Ternyata De Luca sudah sejauh itu bangkit dari kehancurannya dua tahun yang lalu. Pantas saja perusahaan yang sudah dinyatakan bangkrut bisa berkembang pesat dalam jangka pendek.

Dan yang membuat Gemini sedikit terkejut adalah De Luca yang bekerja sama dengan pesaing Naravit Company. Secara tidak langsung De Luca juga akan berniat menyerang perusahan papanya. Meski Naravit tidak berkecimpung dengan bisnis gelap atau organisasi bawah tanah, namun kekuasaan yang dimiliki oleh papanya itu tidak dapat diragukan lagi. Koneksinya tersebar luas dibebagai negara dan bahkan menjadi backingan gembong mafia paling berkuasa di dunia. Maka salah besar jika De Luca bermain-main dengan Naravit yang hanya akan mengantarkannya pada jurang kehancuran untuk yang ke dua kalinya.

Kukira targetmu hanya diriku saja. Ternyata keluargaku juga eh?.

Gemini menyesap Wine nya sampai tuntas lalu menyimpan gelas itu di atas nekas tanpa mengalihkan pandangannya dari cahaya rembulan dibalik kaca besar. Entah Naravit sudah mendeteksi pergerakan mereka atau belum, namun jika Naravit sudah turun tangan maka sangat di sayangkan dengan kebangkitan De luca yang akan hancur dalam sekejap.

Kita lihat saja, apa kau akan kelimpungan dengan tindakan kecil yang kubuat.

Seringai Gemini mulai terbit kepermukaan. Sedangkan jemarinya mulai aktip bermain dengan ponselnya.

Jakorn

Ada tugas yang harus kau kerjakan.

Mungkin saat ini hanya tindakan kecil yang akan dimainkan oleh Gemini. Ini juga sebagai balasan karena De Luca telah mengirim pria tolol disaat dirinya bersama dengan orang yang sedang ia dekati. Dan selebihnya Gemini hanya akan menonton sejauh mana De Luca itu bertindak.

Tanpa menunggu balasan pesan dari sebrang sana, Gemini beranjak dari singgasananya dan berjalan keluar dari kamar. Namun alisnya dibuat terangkat saat mendapati suasana hening dan tamaram dari ruang tengah. Pandangannya mengedar kesekitar ruangan lalu berhenti saat netranya terpaku pada sosok yang sedang berbaring di atas sofa.

Kepala batu

Gemini mendekati sosok itu dan berjongkok di depannya. Sejenak penglihatan nya terpaku pada sosok Fourth yang tidur begitu lelap meski posisi nya terlihat tidak nyaman. Dengkuran halus dengan mulus keluar dari mulutnya yang sedikit terbuka.

Ini adalah wajah asli lo yang polos dan tenang.

Gemini terkekeh pelan saat mengingat sosok polos ini akan berubah menjadi sosok yang keras kepala ketika berada didekatnya.

Fourth seperti menganggap dirinya ini virus yang harus dia hindari.

Jari Gemini merangkak menjelajahi pipi Fourth dan mengusapnya lembut. Sentuhannya dibuat seringan mungkin agar tak mengusik Fourth yang asik memejamkan mata. Tak lama senyum Gemini terukir jelas.

Setidaknya gak ada perlawanan ketika lo tidur.

Gemini mamajukan kepalanya agar lebih dekat dengan wajah Fourth, menempelkan bibirnya dengan bibir Fourth yang terbuka. Melumatnya pelan lalu memasukkan lidahnya menyusuri rongga mulut dengan sedikit bernafsu.

Manis, Hanya itu yang terlintas dalam akal sehat Gemini saat ini.

Ughh.

Mendengar Lenguhan kecil dari sosok yang tengah tertidur membuat Gemini menghentikan aksinya. Namun tatapan matanya masih terpaku pada bibir Fourth yang lembut, kenyal dan......basah.

"Ciuman pertama gue jatuh pada bibir lo yang sering mengumpat itu. Gue anggap lo beruntung.....bukan." Gemini menghentikan ucapannya lalu beralih menatap wajah Fourth.

"Bukan cuma lo yang beruntung tapi gue juga." Gemini menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman tulus yang hanya ia tunjukkan kepada orang tertentu. Namun sayangnya Fourth tidak melihat itu.

Gemini beranjak dari jongkoknya dan menyimpan tangan kanan dibawah kaki dan tangan kiri di punggung Fourth berniat untuk mengangkat tubuhnya.

"Aishh." Ringis Fourth dengan mata yang masih terpejam. Gemini yang mendengar ringisan itu segera merebahkan kembali tubuhnya dengan pelan.

"Kenapa hm?."

Fourth mengelus punggungnya. "Sakit."

"Dimana yang sakit?."

Tidak ada jawaban. Menandakan Fourth sudah kembali terlelap dalam tidurnya. Sekarang Gemini lebih berhati-hati saat mengangkat tubuh Fourth menggendong ala bridal style dan membawanya kedalam kamar.

Gemini merebahkan tubuh Fourth diatas ranjangnya secara perlahan. Setelahnya menarik selimut hingga menutupi tubuh Fourth sebatas dada. Bahkan Gemini sempat mencium kening Fourth sebelum mengusap pelan surainya.

"Good night my Prince."


***


Ditempat lain, seorang pemuda berdiri di pembatas tembok yang tingginya mencapai tiga meter. Pemuda itu berancang-ancang untuk melompat kebawah namun ia sedikit ragu.

"Cepetan yo!." Sentak temannya yang berada dibawah.

"Bentaran goblok!. Lo kira ngelompat kesana hal yang mudah. Bisa-bisa kaki gue patah kalo gada persiapan." Ucap pemuda itu masih dengan ancang-ancang nya.

"Nanti keburu- "

Bugh.

"Anjrit!. Sakit pinggang gue." Pekik pemuda itu setelah menjatuhkan dirinya kebawah dengan posisi yang tidak memungkinkan.

"Ya salah lo sendiri. Siapa juga yang nyuruh lo nekat masuk ke sana!."

"Berisik!. Bukannya bantuin gue berdiri."

Temannya segera membatu pemuda itu untuk berdiri sambil menyingkirkan daun kering dan tanah yang menempel pada baju dan celana pemuda tersebut.

"Emangnya lo ngapain sih masuk tuh ke sekolahan malam-malam begini?. Mana pake topi, masker, kacamata, kaya rampok aja lo." Celetuk temannya sembari meneliti gaya pemuda itu.

"Diem!. Gue mau ngabarin yayang gue dulu." Ucap pemuda itu membuat temannya mengerling jengah.

Pemuda itu mengeluarkan flashdisk dari dalam saku Hoodienya yang berhasil ia curi. Ia juga mengotak-atik ponselnya sebentar dan berakhir mengirim VN ke kontak yang ia sematkan di Aplikasi WhatsApp-nya.

"Barang bukti sudah aman."

Send.

Tanpa menunggu balasan. Pemuda itu langsung mengantongi ponselnya dan mengajak temannya untuk segera pergi. Kalau bukan karna perintah seseorang mana mau dirinya pergi tengah malam begini ke sekolah.

Mana tuh sekolah serem banget lagi.

"Yo! Tunggu gue yaelah." Temannya langsung ngacir mengejar pemuda itu yang sudah berlari jauh didepannya.
















Next.

Continue Reading

You'll Also Like

77.3K 5K 66
Cerita ini bener bener aku buat pake ide aku sendiri dengan imajinasi dan motivasi dari banyak penulis. Jadi aku bener² banyak memohon maaf jika ada...
786K 9.9K 4
Berpindah ke dalam novel? Bagaimana bisa? Megan, mahasiswi semester akhir yang hidupnya pas-pasan. Orangnya berisik, random, dan yang paling penting...
10.2K 457 17
•BL •END cerita ini lebih ke auausave aja just for fun doangg yaa kalo ada yang salahh mohon dikoreksii selamat membacaa 🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️
1.6M 108K 58
Rain merasa hidupnya hancur setelah menikah dengan Travis, pria yang sejak dulu ia kejar mati-matian. Pernikahan mereka dingin tanpa cinta, dan semua...
Wattpad App - Unlock exclusive features