Don't Feel

By diamond_life5

1.6M 148K 6.4K

Saat membuka mata Luhan sudah berada di tengah hutan. Tidak usah memikirkannya lagi, sudah pasti ia di buang... More

SIJI (1)
LORO (2)
TELU (3)
PAPAT (4)
LIMO (5)
ENEM (6)
PITU (7)
WELU (8)
SONGO (9)
SEPULOH (10)
11
12
14
15
16
ayo liat
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
ada yang baru lho
Sarannya Yuk
Bantu pilih cover
OPEN PO
2.2
OPEN PO-2
OPEN PO AGAIN.

13

40.5K 3.6K 158
By diamond_life5

Halooo readers kesayangan Inay.
Jangan lupa vote dan komen oke,
Typo tandai ya supaya bisa langsung diperbaiki.






Leandra mendudukkan Luhan di pinggir kasur. Ia dengan pelan melepas celana yang di pakai sang anak. Luhan memakai celana pendek lagi di dalam celana panjang jadi ia tidak merasa malu saat sang ayah melepaskan celana panjangnya.

Saat celana di lepas, terlihatlah ruam biru di kedua lutut Luhan. Ruam itu terlihat sangat mengerikan saat di lihat.

"Baby ini kenapa?"

"Jatuh saat bermain basket."

"Kenapa tidak bilang dengan kak Via dan Vier?" Ucap Xavia.

"Karena tidak sakit."

"Tidak sakit?" Ucap Kristian.

Luhan menganggukkan kepalanya. Semuanya tampak terdiam dan merasa ada yang tidak beres. Leandra langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Kemari cepat."

'ada apa?'

"Jangan banyak bertanya, cepatlah kemari atau aku akan menyeretmu"

'ck, iya.'

Panggil terputus dan semuanya sedang menatap ke arah si bungsu.

"Tidak sakit, Luhan tidak bohong." Luhan berusaha menyakinkan semuanya.

Tapi semuanya tetap diam, tidak mau membalas ucapan si bungsu. Semakin Luhan mengatakan tidak sakit, mereka merasa semakin ada yang salah dengan si bungsu.

Tak lama pintu terbuka, masuklah pria yang terlihat seumuran dengan Leandra, yang terlihat dengan wajah lelahnya.

"Ada apa? Aku baru sampai sore ini. Aku sedang tidur saat kau menelponku."

"Diam, periksa anakkku."

Pria yang bernama Alex itu mendengus sebelum berjalan ke arah Luhan yang sedang terduduk di pinggir kasur.

Ia mengernyitkan dahinya saat melihat lebam yang sudah berubah menjadi biru keunguan. Dan tangan kanan remaja ini terlihat seperti melepuh.

Alex pertama mencoba memeriksa luka yang ada di lutut Luhan. Ia menyentuhnya dengan pelan.

"Sakit?"

"Tidak."

Alex menambah kekuatannya saat menyentuh luka itu. Luhan tetap terlihat tenang, tidak menunjukkan raut kesakitan sedikit pun. Jelas Alex merasa ini tidak normal.

"Lean, luka ini terlihat baru," tunjuk Alex pada luka kemerahan yang ada di tangan Luhan.

"Anakku menangkap cangkir yang berisi kopi panas dengan tangan kosong."

"Yang ini juga tidak sakit?"

Luhan menganggukan kepalanya. Alex sepertinya mempunyai tebakan. Ia berdiri lalu mengelus kepala Luhan dengan lembut.

"Lean, aku sepertinya punya tebakan tapi kita harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Besok kita akan pergi ke rumah sakit."

Semuanya terlihat tidak tenang setelah mendengar ucapan Alex.

"Apakah serius?"

"Jika tebakanku benar, ini sangat serius."

Luhan tetap diam tidak bersuara. Ia merasa jika ia membuka suara, malah akan menambah suasana menjadi lebih tidak nyaman.

"Oleskan salep ini pada luka di tangannya dan yang ini untuk di lututnya."

"Oke."

"Dan ngomong-ngomong anakmu sangat manis, boleh jadi anakku juga?"

"Jangan bicara omong kosong, buatlah anakmu sendiri."

"Aku saja tidak punya pasangan bagaimana aku bisa mempunyai anak."

"Terserahmu saja tapi jangan ganggu anakku."

"Huh, pelit."

Setelah itu Alex pamit untuk pulang. Besok ia sudah membuat janji untuk pergi ke rumah sakit. Leandra mengoles salep yang diberikan Alex pada anak bungsunya. Setelah itu ia menyuruh anak-anaknya yang lain untuk pergi istirahat.

Si kembar tentu saja merasa tidak puas dengan ucapan sang ayah. Mereka juga ingin menemani adik mereka. Tapi Kristian menyeret keduanya keluar sebelum membuat keluhan yang tidak perlu.

Leandra tidak memakaikan celana baru untuk sang anak karena luka di lututnya. Ia meminta Luhan untuk berbaring dan menutup matanya. Luhan pun dengan patuh menutup matanya. Ia terbilang orang yang mudah tertidur jika berbaring jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk Luhan tertidur.

Leandra melihat anak bungsunya dengan pandangan yang rumit. Hatinya juga tidak tenang. Ia juga sepertinya punya tebakan tentang kondisi bungsunya. Tapi ia berharap tebakannya salah.

Keesokan harinya Luhan dan si kembar ijin tidak masuk sekolah. Leandra dan Kristian pun tidak bekerja. Mereka semua ikut menemani Luhan menjalani pemeriksaan.

Di sana Alex sudah menunggu kedatangan mereka.

"Takut?" Tanya Alex pada Luhan.

"Tidak."

"Wah Luhan pemberani." Puji Alex sebelum menuntun Luhan masuk ke dalam ruangan untuk menjalani pemeriksaan.

Luhan cukup lama menjalani pemeriksaan. Leandra dan anak-anaknya menunggu Luhan selesai menjalani pemeriksaan.

Alex keluar dan menyuruh Leandra dan lainnya untuk masuk mengikutinya. Saat mereka masuk Luhan duduk diatas ranjang rumah sakit.

"Bagaimana?" Ucap Leandra tidak sabar

"Hahh, seperti dugaanku." Alex menghela napas terlebih dahulu sebelum berbicara.

"Maksudmu? Jangan bertele-tele!"

"Dalam istilah medis, ini disebut dengan CIPA atau Congenital insensitivity to pain with Anhydrosis. CIPA merupakan penyakit yang sangat langka, di mana seseorang mengalami ketidakpekaan bawaan terhadap rasa sakit. Pengidapnya tidak bisa merasakan panas atau dingin. Ada kemungkin penderita tidak bisa hidup sampai umur 25 tahun. Tapi jika pola hidupnya dijaga dengan baik, bukan tidak mungkin penderitanya bisa hidup normal seperti lainnya."

Semuanya diam membeku sesaat, ketika tahu jika si bungsu menderita penyakit yang amat serius. Luhan sendiri masih terlihat tenang. Seolah tidak terpengaruh berita yang baru saja Alex sampaikan.

"Apa kau sedang bercanda?"

"Lean, Apa aku terlihat sedang bercanda? Lagipula ini sangat serius, bagaimana mungkin hal seperti ini dibuat untuk bahan percandaan. Hal ini tidak bisa dianggap sepele sama sekali."

"Lalu apa yang harus aku lakukan?"

"Penyakit ini membutuhkan perhatian ekstra. Karena tidak bisa merasakan sakit, kita tidak akan tau jika saja penderita terkena bakteri ataupun virus. Karena sebenarnya rasa sakit merupakan alarm tubuh yang memberitahu tubuh bahwa ada sesuatu yang salah."

"Apakah seserius itu?"

"Bahkan mengucek mata saja bisa beresiko karena bisa saja terkena bakteri. Sekarang kau tau bagaimana serius penyakit ini."

Leandra terdiam mencerna informasi yang baru saja ia dengar. Ternyata tebakannya benar. Si kembar duduk di samping masing-masing sisi Luhan. Keduanya memegang satu tangan Luhan dan mengelusnya pelan. Bahkan Via yang biasanya heboh saat ini hanya bisa terdiam. Kristian masih berusaha tenang dan menata emosinya.

Berita ini sangat tiba-tiba untuk mereka. Tapi mereka juga bersyukur saat penyakit si bungsu terungkap lebih cepat. Meskipun harus melalui beberapa insiden yang tidak terduga.

"Tidak usah khawatir. Kalian hanya perlu memperhatikan dan menjaga pola hidup Luhan tetap sehat. Luhan memerlukan perhatian khusus karena ia tidak bisa merasakan sakit, dingin ataupun panas. Tentu ini sangat bahaya jika tidak diawasi dengan benar. Sebagai contoh lihatlah luka di tangan dan lututnya. Itu terlihat sakit dan mengerikan tapi Luhan sendiri tidak bisa merasakan sakit sama sekali. Bahkan jika Luhan berdarah-darah sekalipun ia tetap tidak akan merasakan sakit."

Semuanya terdiam, mereka merasa ini benar-benar sangat serius. Dan tidak bisa dianggap remeh sama sekali.

"Kau bilang kemungkinan tidak akan hidup lebih dari 25 tahun?"

"Itu menurut penelitian karena penyakit ini sangat langka dan kasusnya tidak banyak. Tapi aku sudah bilang tadi, bukan tidak mungkin untuk bisa hidup normal seperti orang pada umumnya. Tapi satu hal yang pasti, penyakit ini tidak bisa disembuhkan."








Penjelasan diatas bersumber dari google tapi mungkin ada yang tidak  sesuai karena Inay sesuaikan dengan cerita yang Inay buat. Jadi Inay mohon maaf.

Buat kalian yang nebak benar, kalian hebat dan kita semuanya hebat.

Dan memang benar, ini juga alasan kenapa judulnya don't feel.




23 Juni 2023



Continue Reading

You'll Also Like

249K 16.3K 24
'Di Antara Para Monster' Di balik topeng sempurna, para monster itu menyembunyikan jati diri mereka yang sebenarnya. Mereka adalah bayang-bayang mena...
13.1K 520 43
"Sia apa pun yang terjadi kami akan selalu berada di sisimu" "Tidak perlu takut karna kami akan selalu menjadi cahaya mu di malam hari dan akan menja...
549K 40K 36
Musuh Dominic berhasil menyelinap kedalam Mansion, dan bermaksud menculik salah satu dari sikembar. apa yang terjadi dengan informasi nya, informasi...
642K 37K 48
Meskipun udah end, tetap vote ya😄 Bercerita tentang laki-laki menghadapi orang tua yang serba overprotective. Dafa Lutisva. Berteman baiklah dengann...
Wattpad App - Unlock exclusive features