Aku, Rick, dan Wayne duduk di rooftop gedung apartemen histologi. Kami membuat pesta kecil untuk merayakan keberhasilan kami.
" Aku tidak menyangka aku berhasil", ujar Wayne.
"Aku juga", aku memberikan senyumku kepada Wayne dan Rick
"Maksudku, berhasil sejauh ini..hingga menjadi dokter. Apakah kamu merasakannya? Itu berlalu begitu cepat. Tetapi ketika kita melihatnya lagi, kita bekerja benar-benar keras untuk mendapatkannya".
Aku mencoba mengingat kembali masa-masa itu.
"Kalian ingat kelas anatomi pertama kita?", canda Rick.
"Oh, dan apa kalian ingat hari pertama kita berada di rumah sakit? Kita benar-benar seperti idiot".
"Oh, dan praktikum histologi pertama kita. Aku bahkan tidak bisa mengidentifikasi preparat-preparat itu dengan baik", tambahku.
"Dan jangan lupakan pasien pertama yang kalian bantu rawat. Itu tidak terlupakan".
"Pasien pertamaku adalah seorang ibu dengan kecurigaan tumor ovarium", ujarku.
"Pasien pertamaku anak-anak dengan kecurigaan difteri", ujar Rick.
"Pasien pertamaku, seorang laki-laki dengan kecurigaan hepatitis fulminan", tambah Wayne.
" Benar-benar perjalanan yang panjang".
"Dan kita masih akan menghadapi perjalanan yang panjang lagi", ujarku sambil meneguk caramel latte hangatku.
"Kamu tahu, Reed? Kurasa kita tak perlu mempertanyakan apa yang kita mau dan ke mana kita akan berada nanti. Life is what happens when you're busy making other plans", Rick melihatku.
"Ya", aku menjawabnya sambil melihat bintang-bintang yang bersinar di atas sana. " I think we should accepting ourself now, so that we could embrace beautiful things happen around us. Because if we dont..we will miss it".
"The only peace we have to made with is ourself. True", ujar Wayne.
"Dan kita harus ingat bahwa kita hidup untuk orang lain sekarang. Since we're doctors".
"Dan kita harus bisa memimpin..".
"Since we're the instructors".
Aku melihat ke arah Wayne dan Rick yang tampak damai dan saling menunjuk bintang-bintang di atas sana. Aku tersenyum.
Aku masih memiliki perjalanan yang panjang.
Dan ini hanyalah awal dari semua itu.
THE END
For Azra, with all her support for me to finish this. Happy birthday!