THE ONE

By allchanges

7.3K 658 281

"I love you, El. Please, don't leave me." "You are the only one that i want, Kay. But i'm sorry." ???????? B... More

0.
PT. 1
PT. 2
PT. 4
PT. 5
PT. 6
PT. 7
PT. 8
PT 9
PT. 10
PT. 11
PT. 12
PT. 13
PT. 14
PT. 15
PT. 16
PT. 17

PT. 3

301 30 4
By allchanges

SM UNIVERSITY

Setelah menyelesaikan kelas, Wilza dan Rhean menunggu Naura dan yang lainnya di area kantin. Sudah 3 hari sejak kejadian Naura tidak ada kabar waktu itu, Wilza dan teman-temannya masih belum tau kemana dan dengan siapa Naura pergi karena Naura selalu cari alasan supaya tidak cerita.

Wilza yang udah tak tahan, dia bertekad apapun caranya Naura harus ceritain semua yang terjadi. Tidak lama mereka menunggu, Naura datang bersama Liana, Nisya, dan Helena.

"Sekarang jelasin, Nau. Kemana kamu pergi 3 hari lalu. Terus siapa yang anter kamu pulang malem itu." Tanya Wilza setelah Naura duduk didepannya.

"Tau. Lo harus jelasin. Udah 3 hari lo selalu ngehindar tentang ini." Sahut Nisya menatap Naura. Dan diangguki oleh yang lainnya.

"Oke. Gue jelasin sekarang. Jadi gini..."

Flashback.

Setelah 2 jam mengikuti materi yang dijelaskan oleh dosennya, Naura keluar dari kelas dengan sedikit terburu-buru. Dia ingin menyusul Wilza ke kelasnya dan makan siang bersama dengan yang lainnya.

Belum sampai dia ke Fakultas Teknik tempat Wilza berada, ada seseorang yang mencekal tangan kirinya. Naura berhenti berjalan dan berbalik untuk melihat siapa yang memegang tangannya.

"Hai, Naura. Apa kabar."

"Alexa? Ngapain lo kesini. Lepasin tangan gue."
Naura menarik tangannya dari Alexa-mantan Naura-.

"Kasih aku waktu. Aku mau bicarain soal hubungan kita, Nau."

"Hubungan apa sih, Lex. Kita udah ngga ada hubungan apa-apa lagi. Lepasin"

Bukannya melepas tangan Naura, Alexa semakin mencengkram tangan Naura dan menariknya.

"Lo ngapain sih, Lex. Lepasin gue."

"Ikut aku sebentar, Nau. Aku mau perbaiki hubungan kita. Aku mau balikan sama kamu, Naura."

"Gue ngga mau. Udah berapa kali gue bilang kalo gue ngga mau, Lexa. Asal lo tau, gue udah tunangan. Lepasin."

"Kamu bohong, Naura."

Naura terus mencoba melepaskan diri dari Alexa, setelah berhasil terlepas dia berlari dan menaiki taksi yang melintas di sana.

Alexa yang tau itu, dia mengejar Naura dengan menggunakan motor sportnya.

Taksi yang ditumpangi Naura berhenti di depan sebuah kafe. Melihat Alexa berada di belakangnya dia berlari masuk ke dalam kafe itu.

Dia bingung apa yang harus dia lakukan supaya Alexa berhenti mengganggunya. Sampai didalam, dia melihat ada seseorang yang berdiri dari duduknya. Mungkin umurnya tidak jauh darinya. Dia mendekati orang tersebut.

"Bluu, kamu nunggu lama ya. Maaf banget aku telat ke sininya. Tadi aku masih ada urusan sama dosen aku dikampus."

Naura tersenyum semanis mungkin didepan orang itu meskipun jantungnya berdetak tidak karuan karena tidak tau siapa yang ada didepannya ini sambil memegang tangannya erat. Tidak lama Alexa masuk dan berdiri disampingnya.

"Naura dengerin aku dulu. Aku minta maaf atas semua kesalahan aku. Aku mau kita balikan. Aku janji, aku akan berubah, Nau."

Naura menolak dan menjelaskan kalau dia udah bertunangan tapi Alexa terus menyangkal dan masih memaksa Naura ikut dengannya. Tangan Naura ditarik dan digenggam erat oleh Alexa.

"Lepaskan tangan Anda dari tunangan saya."

"Lo ngga usah ikut campur. Ini ngga ada hubungannya sama lo. Ngga mungkin lo tunangan Naura. Lo Cuma orang asing yang ngga sengaja Naura deketin tadi. Lo pikir gue ngga tau? Dan kalo emang lo tunangan Naura, kasih gue bukti."

Mendengar itu, Naura bingung apa yang harus dia lakukan untuk memberi bukti pada Alexa. Sampai akhirnya, orang yang ada sedikit didepannya menarik tangan kirinya dan memasangkan cincin di jari manis miliknya dibalik badan orang itu.

"Ini buktinya. Lihat."

Dia mengangkat tangan kirinya dan tangan kiri Naura didepan wajah Alexa. Dijari manis mereka melingkar cincin putih yang indah.

"Saya dan Kay sudah bertunangan 3 bulan yang lalu. Dan setelah Kay menyelesaikan pendidikannya, kami akan melangsungkan pernikahan secepatnya."

Alexa hanya menatap mereka secara bergantian sambil menggelengkan kepalanya.

"Ngga mungkin. Iya kan, Nau. Dia pasti bohong. Mana mungkin kamu tunangan tapi aku ngga tau, Naura!" Elak Alexa tidak percaya.

" Terserah lo mau percaya atau ngga, Lex. Emang ini kenyataannya. Gue sama dia udah tunangan. Sekarang lo udah tau, kan? Ngga penting juga lo tau atau ngga. Gue harap mulai sekarang lo berhenti ganggu-ganggu gue lagi. Dia orang terbaik pilihan gue. Dia sayang dan cinta sama gue, dia juga bisa jaga gue dan perlakukan gue jauh lebih baik dari lo." Jelas Naura.

" Aku ngga percaya, Nau. Bisa aja kan cincin yang kamu pake mirip sama punya dia. Aku ngga sebodoh itu, Naura." Bentak Alexa.

Mendengar itu, Gabrielle menghela nafasnya kesal lalu membalikkan badannya yang ada sedikit didepan Naura dan menatap gadis itu. Tanpa kata apapun, Gabrielle menangkup wajah Naura dengan kedua tangannya dan menarik wajah gadis itu untuk lebih dekat dengan wajahnya dan mereka terlihat berciuman.

"Argh Shit! Awas kalian, gue ngga akan nyerah gitu aja."

Flashback off!

"Bentar-bentar jadi orang itu cium kamu?" Kata Wilza sedikit emosi.

"Ngga cium beneran, cuma deketin wajah aja, Wil. Kaya gini nih."

Naura memberi contoh adegan yang dia lakukan dengan Gabrielle. Dia menarik wajah Wilza yang ada disampingnya dan mendekatkan wajah mereka seperti berciuman.

"Iya sih, dari sini posisinya emang keliatan kissing." Kata Liana.

"Makanya si mantan gila lo itu emosi liat lo begitu." Kata Rhean.

"Terus abis itu lo kemana, Nau. Wilza bilang lo pulang malem kan?" Tanya Helena.

"Dibawa kemana lo sama 'tunangan' lo itu? Gue yakin si cunguk itu ngga bakal pergi gitu aja. Pasti nunggu diluar tuh orang." Kata Nisya sambil menekan kata tunangan.

"Ya, awalnya gue mau langsung pergi kan. Tapi tiba-tiba nih orang dapet telepon terus ajak gue ke tempat temennya karna si Lexa juga masih didepan kafe." Jelas Naura.

"Kalian tau, mereka kayak lagi buat projek gitu gatau apa. Dan mereka bilang nilai projek itu 100.000!?" Imbuh Naura.

"Cuma 100.000? Bakal projek apaan duit segitu, Nau." Rhean terkekeh mendengar itu.

"Heh, jangan gitu. 100.000 juga berharga, tau!" Kata Nisya sambil memukul tangan Rhean yang ada disampingnya.

"Aduh, beb. Iya-iya, maaf." Rhean mengusap tangan kanannya.

"Mereka seneng banget tau, waktu si Gege berhasil dapetin projek itu. Mereka kayak yang udah lama banget nunggu projeknya." Kata Naura.

"Gege siapa?" Tanya Wilza dan Helena bersamaan.

"Dia orang yang pura-pura jadi tunangan aku itu, Wil, El."

"Lo ngga diapa-apain kan sama mereka, Nau?" Tanya Liana.

"Ngga. Mereka baik kok, ya meskipun temennya yang mereka panggil Achel itu sinis banget liatin gue."

"Pacarnya si Gege itu kali."

"Ngga tau juga sih, Sya. Tapi kayaknya ngga deh."

.

🌙🖤

.

Di Lain Tempat

"Chel, mau beli apaan?"

"Apa aja yang sekiranya anak-anak butuhin, Sam."

"Beras, minyak goreng, sayuran, telur, terus bumbu dapur, mi instan, bener ngga?"

"Yap, Pinter."

Saat ini Sam dan Chelsea sedang berada di pasar tradisional. Mereka berbelanja kebutuhan sehari-hari. Mereka berjalan mengelilingi area pasar dan sesekali berhenti untuk membeli barang yang mereka butuhkan.

Setelah beberapa lama mereka berkeliling, Sam dan Chelsea berjalan keluar pasar tersebut dengan menenteng banyak belanjaan. Lalu mereka pergi dari sana menggunakan motor tua klasik milik Gabrielle yang Sam pinjam.

Tidak butuh waktu lama akhirnya Sam dan Chelsea sampai ditempat tujuan mereka. Rumah Singgah Jaya, itu yang tertera di papan yang berada di pojok depan sebuah rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas.

Tin tin

"Yuhu, kita udah pulang!"

"Kak Sam, Kak Achel!"

Anak-anak yang melihat Sam dan Chelsea turun dari motor langsung berlari mendekati mereka, membantu membawa belanjaan yang mereka bawa.

"Wah, banyak banget kak belanjaannya." Kata salah satu anak laki-laki berusia 11 tahun.

"Iya, kan buat stok 1 minggu disini." Jawab Yasha.

"Kak Gege, aku mau itu kak." Ucap anak perempuan yang sedari tadi memperhatikan Gabrielle yang membuka kantong plastik berisi buah-buahan.

"Kamu mau buah?" Anak itu mengangguk.

"Aku juga mau kak."

"Aku juga kak Ge."

"Aku kak."

Anak-anak yang lain juga menginginkan buah yang ada ditangan Gabrielle. Dia mengangguk dan meminta anak-anak untuk mencuci tangan mereka dulu.

"Kalian cuci tangan dulu, nanti kak Ge kupasin buahnya."

"Yeay."

Yasha, Sam dan Chelsea tertawa melihat antusias anak-anak untuk mendapat buah yang mereka beli tadi. Gabrielle dibantu Chelsea mengupas beberapa buah dan meletakkannya di piring. Anak-anak begitu senang memakan buah-buahan dan juga snack yang mereka beli.

Yasha, Gabrielle, Sam dan Chelsea menghabiskan waktu mereka dengan bermain, bercanda dan bercerita dengan anak-anak hingga petang tiba.

"Kak Ge, makasih ya udah dateng lagi ke sini. Udah lama kak Ge sama kakak yang lain gak dateng. Adek-adek yang lain suka tanya kenapa kakak gak dateng 2 minggu ini. Aku bingung jawabnya." Kata anak perempuan tertua disana, Bunga namanya. Dia dan Gabrielle sedang duduk di bawah pohon beralaskan tikar. Anak-anak dan lainnya berada didalam rumah.

"Iya. Maaf ya, kak Ge sama yang lain jarang ke sini. Kita ada kerjaan yang susah ditinggal. Lain kali kakak usahain buat sering ke sini."

"Iya kak, Kak Ge gak perlu minta maaf. Harusnya aku bisa kasih tau adek-adek kalo Kak Ge sama kakak yang lain sibuk."

"Selama kakak gak dateng, apa ada masalah disini? Ada yang ganggu kalian gak?" Tanya Yasha yang datang dari dalam lalu duduk disamping Bunga.

"Gak ada yang ganggu kok kak. Paling ada beberapa anak buah bang Jeck yang makan di sini bareng kita." Kata Bunga sambil terkekeh.

Tak lama ada dua mobil berwarna silver dan hitam datang memasuki halaman.

"Itu mobil siapa, Bunga?"

"Itu kayak mobil kak Wilza sama kak Liana, kak." Bunga berdiri dari duduknya. Yasha dan Gabrielle saling menatap beberapa saat lalu ikut berdiri.

"Wah kak Wilza, sama kakak yang lain dateng." Teriak anak laki-laki berkulit sawo matang diambang pintu.

"Halo kids. Kak Rhean yang keren ini dateng lagi."

"Kita bawa banyak makanan nih buat kita makan malem." Kata Liana.

Wilza, Rhean, Liana, Helena, Nisya dan Naura datang ke Rumah singgah itu. Mereka membawa banyak makanan dan snack untuk anak-anak. Minggu lalu, Wilza dan Rhean tidak sengaja melewati jalan depan rumah singgah dan iseng mampir disana. Wilza dan Rhean mengajak Liana, Helena dan Nisya ke sana.

Naura yang pertama kali datang berjalan pelan sambil melihat sekitar sampai matanya tidak sengaja melihat sosok yang beberapa hari lalu ditemuinya. Mata Naura dan Gabrielle bertemu pandang.

"Kamu? Kok kamu disini?" Tanya Naura.

"Kamu kenal, Nau?"

"Dia yang namanya Gege itu, Wil."

"Hai." Ucap Gabrielle.

Wilza memperhatikan Gabrielle dari atas sampai bawah. Baru membuka mulutnya ingin bertanya, Chelsea sudah lebih dulu menginterupsi.

"Lo? Ngapain lo di sini?"

"Lah, lo yang ngapain di sini?" Tanya Wilza balik.

"Gue dari 5 tahun lalu juga udah sering ke sini kali."

"Kak Wilza sama kak Achel saling kenal?" Tanya Bunga.

"GAK." Jawab Wilza dan Chelsea bersamaan. Mereka berdua saling menatap dengan tatapan tajam. Bunga dan anak-anak lain takut melihatnya.

"Chelsea."

"Ck... dia orang gila itu, Ge. Gatau ah gue mau pulang."

"Sembarangan lo bilang gue gila, lo tuh..."

"Udah Wil. Kok malah ribut sih. Diliatin anak-anak gak malu kamu?" Lerai Naura.

Chelsea menarik tangan Gabrielle dan berjalan keluar, tapi seorang anak perempuan berusia 6 tahun memegang tangannya dengan raut sedih.

"Kak Achel sama kak Gege jangan pulang dulu. Tadi kakak janji mau bacain cerita sebelum aku tidur."

"Nala, nanti kak Bunga aja yang baca cerita buat Nala sama yang lainnya, ya?" Kata Bunga.

"Gak mau. Maunya sama kak Achel."

"Chel, udah deh. Lo sendiri kan tadi yang bilang gak ada yang boleh pulang. Semuanya ayo masuk ke dalem rumah." Kata Yasha.

"Jangan cemberut gitu dong, sayang. Nanti dicium nenek gayung loh bibirnya." Ucap Sam sambil mencubit bibir Chelsea.

"SAMANTHA!" Teriak Chelsea.

Sam hanya tertawa mendengar teriakan Chelsea begitupun dengan yang lainnya. Mereka semua berjalan masuk ke dalam rumah dan makan malam bersama dengan diselingi canda tawa anak-anak.

Disaat Wilza dan Rhean keluar rumah setelah selesai makan, ada beberapa pria datang menghampiri.

"Woy. Lo berdua sini!" Kata pria bertato singa dengan tubuh besar dan gempal.

"Anjir, Rhe. Itu orang dateng lagi." Kata Wilza.

"Lo sih, pake nantangin kemaren."jawab Rhean sambil dorong Wilza.

"Lo berdua gak denger gue bilang apa kemaren hah? Jangan dateng ke sini tanpa ijin gue!"

"Kenapa harus ijin sama lo. Emang ini tempat punya lo, hah." Jawab Wilza yang terpancing emosi.

"Heh bocah, lo itu orang asing disini gak usah belagu. Gue hajar juga lo." Kata pria bertato singa itu, dia melangkah maju mendekati Wilza dan Rhean. Namun dihentikan oleh anak buahnya.

"Apaan sih lo, lepasin. Biar gue kasih pelajaran nih bocah."

"Bang, itu..." kata pria itu sambil menunjuk ke arah Gabrielle yang keluar rumah bersama yang lainnya.

"Ada apa bang Jeck, Kenapa teriak-teriak." Ucap Gabrielle berdiri disamping Wilza.

"Anak-anak takut denger suara lo, bang. Pada lari ke kamar noh." Ucap Sam.

"Eh, bos Gi, Sam. Ini nih, dua bocah yang gue ceritain tadi siang. Dateng gak ijin, bikin anak-anak takut waktu itu." Jawab pria bertato, namanya bang Jeck.

"Bener kalian dateng gak ijin dulu?" Tanya Gabrielle menatap Wilza.

"Orang asing yang dateng ke rumah singgah ini harus ijin ke ketua RT disini. Atau kalo ketemu bang Jeck bilang ke beliau maksud dan tujuan kalian datang. Nanti bang Jeck anter ke rumah pak RT. Baru nanti kalian bisa ketemu anak-anak setelah pak RT kasih tau maksud dan tujuan kalian ke mereka." Jelas Gabrielle.

"Mana gue tau kalo harus gitu." Jawab Rhean.

"Makanya dengerin gue!"

"Bang. Banyak anak-anak yang punya pengalaman buruk sama orang asing makanya kita buat peraturan itu supaya gak ada sembarang orang masuk dan buat anak-anak takut." Kata Yasha.

"Lagian mobil lo kayak mobil penculik, Wil. Jadi pada takut anak-anak." Kata Nisya.

"Iya sorry. Kita salah. Maaf bang, kita gak dengerin malah nantang abang sama yang lain kemaren." Kata Wilza.

"Iye, gue maapin. Hampir aja gue buat bubur lo berdua." Jawab bang Jeck

"Em ngomongin bubur bang, gue jadi laper. Hehe. Bos Gi..." Kata anak buah bang Jeck.

"Ke tempat biasa aja bang. Disini udah gak ada nasi. Cuma ada snack."

"Siap bos. Dua piring yak?"

"Lo ngelunjak lama-lama ya, lo berdua udah makan ya tadi. Gak usah dengerin bos Gi." Kata bang Jeck sambil memukul kepala pria dibelakangnya.

"Tadi kan makan pagi, bang." Cicit pria satunya.

Chelsea terkekeh melihat mereka berdua menunjukkan muka melasnya.

"Udah, sono bang langsung aja pesen. Gak usah dengerin bang Jeck." Ucap Chelsea.

"Tuh bang, teh geulis aja ijinin."

"Ya udah sono lo."

"Hehe... makasih bos Gi, teh geulis. Janji cuma dua piring." Dua anak buah bang Jeck berlari sambil melambaikan tangan senang.

"Saya yang gak enak bos Gi."

"Enakin aja bang." Celetuk Nisya membuat semua yang disana tertawa.

'Ini pertama kali gue denger dia ngomong panjang. Lucu.'






.

.

.

TBC.

🖤🌙

Continue Reading

You'll Also Like

20.7K 1.6K 8
HIRAETH; Winrina Version ⭐️ WINTER KIM - KARINA YOO ❤️ "For the two of us, home isn't a place. It is a person. And we are finally home." - Stephanie...
344K 30K 59
You're my sunshine, my snow, my moons, my spring, my summer, my falls, my winter, my seasons... 18+//Futa Tentang Winter dan Karina dan masa lalu
15.5K 1.4K 32
"lo gapapa?" "..." "ehh lutut lo" "yuk ikut gue" kata gadis itu kepada anak yang ia tabrak barusan, yang ditabrak cuma diam dan ikut kemana ia per...
80.1K 6.4K 45
"Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu, tetapi karena siapa aku ketika aku bersamamu." _Gabriella Shina_ Salam author Fikarose🌹
Wattpad App - Unlock exclusive features