*part sebelumnya*
Jeha mengungkung tubuh yn, sebelum itu ia juga melepaskan pakaiannya hingga saat ini ia sama sama full naked seperti yn. Jeha melihat adiknya yang sudah menegang keras di bawah sana, rasa ingin di manjakan.
Jeha langsung meraup bibir yn dan melumatnya dengan lembut. Tangannya juga tidak tinggal diam. Ia memainkan dua buah gunung kembar yang sangat kenyal milik yn. Ciumannya perlahan turun ke area leher yn dan memberikan tanda di sana.
Tidak berhenti di leher kini beralih ke area dada yn dan menyusu layaknya seorang bayi di buah dada yn dengan tangan satunya memilin puting sebelahnya.
*Part selanjutnya*
Sudah puas Jeha bermain di area dada yn, ia kini beralih ke bagian dada yang satunya dan melakukan hal yang sama yaitu memilin, menjilat, mengulum, dan mengigit puting yn.
Setelah itu tangannya yang satuannya turun mengusap bagian bawah yn yang sudah basah dengan cairan putih kental. Jeha mengusap perut buncit yn terlebih dahulu sebelum melanjutkan permainannya.
Jeha: baby, daddy Jeha izin nengokin kamu ya. Jangan nakal ya (ucapnya kemudian mengecup perut yn dan memulai aktivitas nya kembali)
Jeha memasukkan dua jarinya ke lubang kenikmatan milik yn yang sudah banjir seperti sumur. Pria itu perlahan memainkan jarinya di dalam sana dan vagina yn menelan habis jari Jeha.
Jeha: shit, sempit sekali. Apa yn dan Jimin benar benar melakukannya? Tapi kenapa sangat sempit (gumamnya terus memaju mundurkan jarinya, bahkan ia menambahkan satu jarinya)
Karena adik nya sudah berdiri tegak ingin masuk ke tempat ternyaman nya, Jeha memposisikan miliknya ke lubang vagina yn. Perlahan ia memasukkan kepala penisnya. Belum mentok masuk dan hanya kepala penisnya saja yang masuk, Jeha sudah menggerang keenakan.
Jeha: aku belum memasukkan penis ku sepenuhnya tapi kenapa sudah sangat nikmat ahhhhh (erangnya mencoba memasukkan penisnya lebih dalam) ahhhhh.. sepertinya aku harus sedikit mengeluarkan penis ku, karena yn hamil aku tidak ingin bayinya kenapa Kenapa. (Ucapnya)
Merasa sudah pas dengan kedalaman penisnya yang masuk ke lubang vagina yn, Jeha pun memberanikan diri untuk menggerakkan pinggulnya dan bergoyang di atas tubuh yn.
Jeha menggerakkan pinggulnya dengan perlahan karena tidak ingin melewatkan sedikitpun kenikmatan yang mungkin tidak akan pernah ia rasakan lagi nanti.
Namun karena nafsu Jeha yang membara, apalagi Jeha adalah pria normal yang mudah sekali termakan oleh nafsu. Ia menambah sedikit temponya untuk lebih cepat, dan tentu saja Jeha menikmati permainan itu walaupun yn pingsan.
Suara erangan, suara penyatuan mereka, dan desahan kenikmatan milik Jeha memenuhi seisi ruangan itu. Bahkan karena tempo Jeha tubuh yn sampai ikut naik turun mengikuti tempo permainan jeha.
Jeha mengangkat kedua kaki yn untuk mengangkang dan kembali melakukan penyatuannya dengan yn.
Jeha: shhhhh ahhhhh.. shit, kau sangat cantik babyhhh (ucapnya di sela sela desahan)
Jeha terus melakukannya hingga tak lama kemudian ia mencapai pelepasan nya yang pertama. Karena sudah tidak tahan Jeha semakin mempercepat temponya dan crotttt, Jeha mengeluarkan sperma nya ke dalam rahim yn.
Sebelum melakukannya lagi Jeha mengecek kondisi tubuh yn, dan ternyata masih dingin suhu tubuhnya. Jeha mengatur nafasnya terlebih dahulu karena di sini hanya Jeha yang bergerak.
Merasa cukup dengan mengatur nafasnya ia kembali menggerakkan pinggulnya dengan perlahan tapi pasti.
Jeha: ahhhhh (desanya kembali)
Jeha terus menggenjot tubuh yn dengan ganas untuk ronde yang kedua. Karena terlalu ganas ia tidak perlu menunggu waktu lama untuk pelepasan kedua karena saat ini ia sedang mencapai klimaks nya.
Jeha: emhhhhh ahhhhh, shhh shithhh ah ah ah ah ah.. aku ingin keluarhhh (CROTT ð¦ð¦)
Lagi dan lagi Jeha mengeluarkannya di dalam perut yn. Untuk saat ini ia benar benar lelah karena ia mengeluarkan spermanya cukup banyak, mungkin jika yn sadar ia akan berkata "sperma mu memenuhi perutku, rasanya sangat hangat".
Jeha ambruk begitu saja di samping yn, pria itu terlihat seperti sedang mengatur nafasnya yang memburu. Jeha menatap yn yang ada di sampingnya. Pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuh yn kembali, ia juga menutupi tubuhnya dengan selimut.
Jeha mengusap keringat yang membasahi wajah yn. Suhu tubuh yn juga terasa normal, bahkan saat ini badannya terasa hangat.
Jeha: syukurlah sudah kembali normal suhu tubuh nya. (Mengusap pipi yn lembut) berjanjilah kau tidak akan seperti ini lagi, aku sudah berjanji pada Jimin tidak akan membiarkan dirimu terluka sedikitpun (batin nya)
Setelah mengatakan itu Jeha ikut tertidur menyusul yn ke dalam mimpi. Pria itu memeluk tubuh yn dengan erat dan meletakkan kepala yn di lengannya yang menjadi bantalan.
Author: maaf ya bagian em em nya sedikit, lagi di luar juga malam mingguan. Maloeee di liatin orang walaupun cahayanya udah di gelapin tetep aja. ðð
~Lanjut~
00.00 kst yn terbangun karena perutnya terasa sangat lapar. Ia melihat ke arah Jeha yang masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya. Yn Tersenyum ke arah jeha yang masih tertidur.
Yn: apa dia melakukannya? Astaga pasti dia sangat kelelahan karena bermain sendiri (mengusap wajah Jeha) maaf ya sayang, aku tidak bisa menemani dirimu menemui baby park (sambung yn)
Jeha: (menggenggam tangan yn dan perlahan berusaha membuka matanya) oh kenapa bangun Hem? (Mengusap pipi yn)
Yn: aku laper. Kau, kenapa bangun? Lanjutkan saja sayang, kau pasti kelelahan kan karena bermain sendirian
Jeha: (mengangguk) tapi aku akan tetap menemani dirimu (ucapnya dengan suara khas bangun tidur, bangun dari tidurnya dan duduk menghadap yn) Kaja aku temani istriku ini ke dapur
Yn: apa kau akan ke dapur seperti ini? (Menatap Jeha)
Jeha: (terkekeh) Ani, kau tunggu di sini sebentar aku ingin mandi dan membersihkannya. Tunggu dan jangan kemana mana! (membuka selimut dan berjalan menuju kamar mandi)
Yn: ommo? Sejak kapan milik Jimin menjadi sebesar dan sepanjang itu? (Ucap yn saat melihat Jeha berdiri telanjang menuju kamar mandi) apa penis pria bisa tumbuh? (Sambungnya)
*Skip*
Jeha sudah menyelesaikan mandinya. Kini ia tengah menggendong tubuh yn menuruni tangga menuju dapur. Sebelum keluar kamar Jeha mengambilkan istrinya baju dan membantu yn untuk memakainya.
*Dapur*
Jeha: tuan putri mau makan apa, biar aku yang membuatnya? (Menatap yn)
Yn: nee? Kau bisa memasak? (Terkejut mendengar ucapan Jeha jika dirinya bisa memasak) sejak kapan Jimin bisa memasak? Biasanya dia akan membuatkan aku ramen saja. Jika ingin masak dia pasti cuma memotong bawang (batin yn)
Jeha: hei kenapa melamun, sayang. Bumil cantik mau makan apa?
Yn: emmm.... Bagaimana jika sup rumput lau dan tahu putih. Aku tiba tiba mengidam makanan itu (ucap yn)
Jeha: arraseo, kau tunggu dan diam saja di situ aku akan membuatnya spesial untuk istriku (ucap Jimin dan mulai mengeluarkan bahan masakan)
Yn menatap Jeha yang sangat lihai sekali dalam memilih sayuran, perbumbuan, bawang bawangan, memotong sayur juga. Ia sangat heran dengan sikap Jimin kw yang tiba tiba bisa segalanya.
Yn: Jimin ngapain aja sih waktu cek proyek, kenapa bisa jadi pinter masak gini? Apa dia les juga ya di sana, tapi banyak banget yang beda dari Jimin. Tato nya nambah jadi banyak, pinter masak tiba tiba, penis nya panjang sama besar. Aneh kan kalo emang dia ikut kursus atau terapi (batin) alah bodoamat lah yang penting dia Jimin. Aku semakin menyukainya (sambung nya)
.
.
Jeha: sudah Mateng, mau aku antar ke meja makan?
Yn: tidak usah, aku bisa sendiri (Tersenyum)
Jeha: (mengangguk) tunggu di sana sebentar ya cantik. Aku akan membawakan makanannya (ucap Jeha dan menyiapkan sup buatannya di mangkuk)
***
Jeha menghampiri yn yang sudah menunggunya di meja makan. Pria itu meletakkan satu nampan berisi mangkuk sup dan satu mangkuk kecil nasi.
Jeha: silahkan di makan, semoga kau menyukainya
Yn: nee aku akan mencobanya dan memberikan rating pada masakan mu (mulai menyendok satu suapan sup nya)
Jeha: bagaimana? Apa sup nya tidak enak? (Menatap yn takut jika sup nya tidak enak)
Yn: Ini sangatttt enak, aku tidak menyangka jika suamiku bisa masak seenak ini. (Ucap yn Kepada Jeha)
Jeha: benarkah? (Yn mengangguk) syukurlah jika kau suka. Makan yang banyak ya sayang biar baby nya sehat (ucap Jeha sambil mengusap perut yn)
Yn: nee (mengangguk) benarkan, kenapa akhir akhir ini Jimin sangat aneh sepulang dari luar negri. Dari sikapnya dia jarang sekali ngomong, tidak seperti biasanya. Aish apa yang kau pikirkan yn, mungkin Jimin lelah dan kurang istirahat saat perjalanan pulang (batin yn)
Jeha: mau nambah lagi sup nya?
Yn: Ani, ini masih banyak. Terimakasih (Tersenyum)
Jeha: sama sama (mengusap kepala yn seperti anak kecil)
Yn: dia tetap lembut seperti biasanya. Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang berubah ya. Ah bodoamat lah makan dulu laper soalnya (makan lagi) sayang, apa kau tidak ingin makan?
Jeha: (menggeleng) aku kenyang, kau saja yang makan. Aku akan makan jika lapar nanti
Yn: tuhkan aneh, biasanya Jimin selalu mau makan kalo aku nawarin walaupun itu kenyang sekalipun. (Menatap Jeha) sebenernya dia siapa ya? Masak orang sih, orang jelas jelas ini wajah suami gue (sambungnya)
______________________________________________________________________________________
Sup rumput laut yang di buat Jeha khusus untuk yn ð
.
.
TBC ðâºï¸
Lanjut kalo yang baca banyak terus rame, sesuai mood ygy ð