Secret Love

By aurellyanaW

54.1K 1.6K 131

Jika sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak. πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή [17+] "Kak Dewa gak mau jadi pacarnya Zelly aja?" tan... More

Secret Love | Prolog
Secret Love | 1
Secret Love | 2
Secret Love | 3
Secret Love | 4
Secret Love | 5
Secret Love | 6
Secret Love | 7
Secret Love | 8
Secret Love | 9
Secret Love | Special Part
Secret Love | 10
Secret Love | 11
Secret Love | 12
Secret Love | 13
Secret Love | 14
Secret Love | 15
Secret Love | 16
Secret Love | 17
Secret Love | 18
Secret Love | 19
Secret Love | 20
Secret Love | 21
Secret Love | 22
Secret Love | 23
Secret Love | 24
Secret Love | 25
Secret Love | 26
Secret Love | 28
Secret Love | 29

Secret Love | 27

1K 39 10
By aurellyanaW


  Saat kesempatan itu datang, Dewa tidak akan menyia-nyiakannya. Langkah kaki panjangnya ia percepat ketika di ujung koridor sana terlihat sosok yang ia rindukan.

Sosok yang entah mengapa terasa semakin jauh setiap harinya. Seakan tidak ingin tersentuh olehnya lagi.

"Zelly!" Dewa baru berani memanggilnya ketika mereka melewati koridor sepi.

Namun bukannya berhenti, gadis yang tingginya tidak lebih dari hidung Dewa itu semakin mempercepat langkah cantiknya.

Setelah menerima penolakan berkali-kali dari gadis itu, akhirnya Dewa menarik lembut lengan mulus Zelly hingga terhenti jalannya.

"Sayang," panggil Dewa dengan suara rendah.

"Ck, Kak Dewa apaan sih? Lepas! Nanti ada yang liat." Zelly memberontak atas genggaman hangat di lengannya.

"Lo kenapa menghindari gue terus, sih? Gue ada salah?" tanya Dewa intimidasi.

"Lepas Kak Dewa!"

Dewa semakin mengeratkan cengkeramannya ketika Zelly hampir melepaskan diri.

"Jelasin dulu kenapa setiap gue telpon gak diangkat? Gue chat juga gak dibalas. Lo selalu ngehindar dari gue, Zelly!" tegas Dewa.

"Zelly sekarang udah sadar!" sentak Zelly.

"Apa?"

"Zelly sadar kalau selama ini apa yang Zelly lakukan itu salah. Gak seharusnya Zelly punya perasaan sama Kak Dewa! Kak Dewa itu pacar sahabatnya Zelly! Ini semua salah, Zelly gak mau kehilangan sahabat cuma karena cowok. Sekarang Kak Dewa tolong jangan ganggu Zelly lagi. Zelly mohon."

"Apaan sih? Lo kalau ngomong dipikir dulu bisa gak sih?"

"Karena Zelly mikir makanya Zelly sadar! Kak Dewa cukup fokus sama Sella. Lagi pula kita ini bukan apa-apa kan Kak? Gak ada status dalam kedekatan kita. Kak Dewa juga gak pernah nunjukin perasaan Kak Dewa sama Zelly."

" Lo disuruh siapa ngomong kayak gitu? Terakhir kita ketemu semuanya masih baik-baik aja. Siapa yang ngeracunin otak lo sampai mikir kayak gitu?" Dewa menatap lekat manik indah di depannya.

"Kak Dewa masih belum sadar juga dengan apa yang Kak Dewa perbuat?"

"Makanya jelasin ke gue di mana letak kesalahannya biar gue perbaiki, Zelly." Dewa geram.

"Kali ini Kak Dewa gak bisa perbaiki gimana pun caranya. Yang harus Kak Dewa lakukan hanya bertanggung jawab," desis Zelly kemudian menghentakkan kasar cengkraman Dewa yang melonggar. Gadis itu pergi meninggalkan Dewa yang masih bergeming di posisinya.

"Fuck!" Cowok bertato itu meremas rambutnya kasar.

🦋🦋🦋

"Jell, kemarin lo kemana aja, sih? Susah banget dihubungin." Sella meletakan segelas susu hangat yang ia pesan di atas meja kantin.

"Maaf, kemarin gue ada acara keluarga jadi gak pegang hp." Bohong Zelly.

Sella mendengus malas. "Waktu itu perut gue tiba-tiba kram tapi gak ada siapapun yang bisa gue mintain tolong."

"Lo gak nelpon Kak Dewa?"

"Kak Dewa juga gak ngangkat telpon gue."

Sella curiga mungkinkah kemarin Dewa dan Zelly saling bertemu dan menghabiskan waktu bersama sehingga keduanya susah untuk dihubungi.

"Lo beneran ada acara keluarga, Zell?"

Zelly mengangguk seraya menyedot es melonnya.

"Iya, terus setelah itu gue me time makan es krim." Lancar pula kebohongan bercampur faktamu, Zell.

"Tumben gak ngajak gue." Sella mencebikkan bibirnya.

"Hehe, gue pengen jalan sendiri aja. Sekali-sekali nyobain me time."

"Lain kali kalau mau jalan ajakin gue aja ya, Jell. Biar lo gak keliatan jomblo ngenes nya. Gue udah lama juga gak shoping sama lo," celetuk Sella.

"Shoping mulu bisa abis uang tabungan gue," cemberut Zelly.

"Yaelah, bokap nyokap lo kan kaya. Ya kali lo gak dikasih uang jajan tambahan."

"Dikasih, tapi kan gue tabung. Biar gue punya duit pegangan di masa depan."

"Lebay bener lo," sinis Sella.

"Lo lagi bawaan hamil ya? Dari tadi sinis banget," tanya Zelly.

Marsella mengedikkan bahu tak peduli.

"Gue beberapa malam ini ngerasa kayak ada yang ngawasin di kamar. Serem banget anjir." Zelly membagikan keresahannya.

"Hah? Kamar lo kan di lantai 2 gak mungkin bisa orang ngintip. Oh! Kecuali kalau dia manjat balkon kamar lo," tanggap Sella.

"Nah itu! Gue mikirnya gitu juga. Gue takut banget ternyata ada penguntit yang suka ngintip gue, yang kayak thread di twitter gitu. Gue baca banyak banget cewek-cewek yang ngalamin itu di kosannya," keluh Zelly.

"Lo hati-hati aja sih. Kalau malam pintu balkon kunci rapat, gorden juga lo rapatkan jangan sampai ada celah."

Zelly mengangguk menerima saran dari sahabatnya itu.

"Lo masih ngerasa mual, Sell?" tanya Zelly setelah keheningan melanda.

Sella mengangguk. "Setiap pagi sebelum berangkat gue muntah-muntah. Tapi anehnya kalau di sekolah gue gak pernah semual itu," jawabnya.

"Itu berarti si baby pengertian gamau ngerepotin mamanya," canda Zelly.

"Dia ada di perut gue juga udah ngerepotin sejak awal," dengus Sella.

"Mulut lo! Nanti dia sedih kalau dengar."

"Sinting lo," umpat Sella.

"Ck, gue kasih tahu juga! Bayi di dalam perut itu bisa ngerti apa yang dirasa ibunya. Makanya lo harus selalu happy jangan marah-marah terus," kata Zelly.

"Tau dari mana? Lo kan belum punya anak."

"Gue baca di wattpad," cengir Zelly.

Mendengar itu, sontak saja Sella melemparkan tisu bekas pada gadis cantik di depannya.

"Mending lo diam aja deh," kesal Sella.

"Kan gue ngasih saran."

"Bacot."

"Sell, jadi kapan lo mau ngasih tahu Kak Dewa tentang kehamilan lo?" tanya Zelly mulai serius.

"Mungkin hari ini. Rencananya pulang sekolah gue mau ketemu sama Kak Dewa, kangen juga jarang ketemu."

Zelly mengangguk. "Lo harus bilang secepatnya biar dia tanggung jawab, Sell." Dan gue akan menjauh dari kalian semua, lanjutnya dalam hati.

"Kak Dewa pasti tanggung jawab. Lo tenang aja."

Entah karena ia memiliki riwayat mata minus atau hanya salah lihat saja, Zelly sempat melihat senyum miring Sella seolah mengejeknya.

Namun, Zelly tidak ingin ambil pusing dan berprasangka buruk. Mungkin karen matanya saja yang tidak fokus.

"Balik, yuk!" Ajak Zelly yang disetujui oleh sahabatnya.

🦋🦋🦋

Apa yang biasa kalian lakukan jika sedang mengalami stress atau banyak pikiran seperti Zelly saat ini?

Tidur? banyak makan? Atau menyiksa diri dengan memakan makanan pedas yang membuat perutmu mulas setelahnya?

Seperti kebanyakan perempuan pada umumnya, saat sedang memiliki masalah dan membuat pikirannya sangat ribut, Zelly memilih untuk memakan makanan pedas yang menyiksa perutnya.

Gadis itu bukanlah pencinta makanan pedas. Namun, ada kalanya ia memakan itu untuk mengalihkan pikirannya dengan rasa sakit dan panas pada perut.

"Ssh, pedes banget gila."

Gerakan cepat gadis itu meraih segelas air membuktikan betapa tersiksanya ia dengan makanan yang sering Zelly hindari.

"Tapi ini enak banget dimakan kalau lagi tekanan batin," ucapnya asal.

Kalau kamu menanyakan sebabnya, ini semua karena lagi-lagi Zelly sakit hati melihat kedekatan Sadewa dan Sella ketika sepulang sekolah tadi.

"Gue harus bisa ngelupain Kak Dewa demi diri gue sendiri!" Tekad gadis itu.

Satu suap seblak Rafael yang akhir-akhir ini viral melesat masuk ke mulut Zelly. Dikunyah dengan penuh emosi dan tekanan. Ketika sudah halus ditelannya dengan kasar.

Marah dia.

"Dasar cowok anjing. Celup sana sini gak pake mikir!"

"Akhirnya jadi kan tuh cebong lo. Gue yakin pasti tuh orang bakalan panik."

Zelly terkekeh dengan bibir bengkak kepedasannya. "Ternyata gini nasib percintaan gue. Belum pernah dimulai tapi sudah harus diakhiri," celotehnya.

"Gue gak punya teman buat cerita kegalauan ini." Secepat itu Zelly memasang raut sedih dengan lengkungan bibir ke bawah.

"Mau cerita sama Bi Sora malu."

"Cuma ada seblak yang jadi pendengar gue." Gadis itu menatap makanan berkuah merah dengan berkaca-kaca.

Namun, sepersekian detik kemudian Zelly menegakkan punggungnya disertai gebrakan kecil di atas meja yang berasal dari kepalan tangannya.

"Tapi gue harus tetap happy kiyowo. Zelly harus tetap slay walaupun lagi galau!"

🦋🦋🦋

To be continue...

Hai, akhirnya aku update lagi.

Gak lama banget kan?

Kan udah pernah aku gantung setahun🤭

Maaf ya😭🙏
Dan terima kasih untuk kamu yang masih setia di sini.

I love youu💞

Bonus pict kitten aku biar tambah semangat🤭

3 Juni 2023.

Continue Reading

You'll Also Like

1.1M 37.5K 25
Patah hati. Entah harus berapa lama lagi Senja menahan rasa sakit itu sendirian, diam-diam. Terjebak dalam cinta sepihak pada pria dingin bernama Sa...
25K 886 10
"Semua cinta itu bikin Buta manusia. Buta Mata, Hati, dan merusak pikiran manusia" Ucap Sallma penuh penekanan d setiap katanya. "Ga semua cinta itu...
797K 60.7K 71
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] π‹π¨π―πž, 𝐦𝐲𝐬𝐭𝐞𝐫𝐲, 𝐟𝐫𝐒𝐞𝐧𝐝𝐬𝐑𝐒𝐩, 𝐟𝐚𝐦𝐒π₯𝐲, 𝐭𝐑𝐫𝐒π₯π₯𝐞𝐫, 𝐬𝐜𝐑𝐨𝐨π₯πŸ΄β€β˜ οΈ Kabar kembalinya Vexyana s...
348K 6.3K 62
Awalnya bersama mu adalah hal yang tak pernah mau kujalani, namun seiring dengan waktu akan sisi lain dirimu, hal itu menjadi sebuah cerita yang tak...
Wattpad App - Unlock exclusive features