Diary Haikal

By Harutiara

5K 566 82

Rumah singgah pun kalau tidak dijagai dengan baik dia akan runtuh, rumah singgah memang memberikan banyak keb... More

02: Bahagia itu sederhana
03: Takut salah paham
04: Langit mendung
05: Masuk angin keluar angin
06: Seuntai kata maaf
07: Kangen itu wajar
08: Genjrengan disore hari
09: Yakin Rafa cuek?
10: Bang Naka pulang
11: Berharap yang tidak pasti
12: Grasak-grusuknya Adnan
13: Amukan para betina
14: seniman dan sastrawan
15: Gebrakan satu amben
16: Kamu, aku, dia dan kisahnya
17: Harapan tak sesuai ekspetasi
18: sunlight VS marjan melon
19: Rumah singgah
[20] Perkara
[21] Kang gopud
22: Untuk kamu
23: kopi kenangan
24: Takdir indah seorang Naka
25: Gema
26: Jus jambu tanpa modal
27: ikatan janji
my sunflowers
28: hari baru
29: Antara rembulan dan bintang
30: Senja di penghujung jalan
31: Sebuah kamera
32: Bahagia atau sedih.
33: Hujan dan kenangan kala itu
34: Mendung

01: Malam minggu

1.4K 46 8
By Harutiara

Haikal Alfahri

Dimana?

16:12

Woy dimana lu?
Dahlah males, jan cari gue.

16:30

Dih dateng-dateng, marah-marah
Brisik njir. iya ntar gue jemput.

17:20

Tapi kalo gue inget,
soalnya gw lgi boker
dulu.

17:20

Ya kali boker sampe berjam-jam
Gak percaya gue, pasti lu lagi jalan sama cwek kan?

17:21

Soudzon mulu lo sama gw

17:21

Gimana gue gak soudzon mulu sama lo, kemaren aja buktinya, katanya mau ngambil motor diparkiran, eh tau taunya gebet tiga sama cewek.

17:22

astagfirullah, lo demen banget dikibulin sama si cowok nama cewek.

17:22

Siapa? Emang ada yah cowok nama cewek?

17:23

Tuh si Jihan/ Iyan temen kelas lo?

17:23

Dahlah gw nggak percaya.

17:23


Gue otw rumah lo, mau gue bawain apa, martabak bapaknya Rehan? Gado" nya mang Atuy? Atau apa?

17:25

Ehh. Beneran nih😂

17:25

Udah siap-siap aja kita otw nongkrong pinggir jembatan sambil makan martabak mau nggak? Kalo nggak ya udah gue balik tidur lagi
nih.

17:26

Iya-iya, gue otw siap" makasih haikal ganteng.😙

17:26

Jijik gw. Begini aja baru lo ngakuin kalo gue ganteng. Oke lah nanti gw kabarin kalo udah nyampe.

17:26

tapi kalo gue nggak nyampe berarti gue nyangkol diwarungnya mpok ipeh sama Rehan.

17:27

Heyang mengirim Pesan suara
(Haikal malika keledai hitam!!!)

17:27

Read


Depan rumah lu nih, lagi ngopi didelan warung deket rumah lo, keluar gak lo kadal.

17:30

Eumm🥰

17:31

💋💋💋

17:31

♤♤♤♤


"Woy Hen, pa kabar lu?!"

"Tuh congor Haikal kalo masuk rumah orang emang nggak ada benernya, berisik banget. bawaannya pengen gue semprot pake one pus pape." Mahen yang lagi ngerjain tugas kampusnya menggerutu dengan tingkah Haikal.

"Lu manggil gue apa manggil Heni? Huh!" Haikal cuma cengengesan dia langsung duduk tanpa disuruh dan menyambar makanan diatas meja tanpa diminta. "Manggil Ayang gue dong. ya kali gue manggil kembaran macan, ups i am solly bang." Haikal dibuat-buat keceplosan padahal aslinya emang ceplas-ceplos tuh anak.

"lu kagak gue kasih restu tau rasa, udah sana Heni nggak mau sama modelan malika kaya lu." Usir mahen mengusir Haikal yang tengah memainkan gitar kesayangan Mahen, emang nggak ada takut-takutnya pacarnya Heni ini.

"kalo gue sih nggak masalah nggak lo restuin, paling-paling si Heni yang ngamuk dan nyoret lu dari kartu KK karena nggak ngerestuin dia." Mahen mengacak rambutnya frustasi dengan kelakuan Haikal, ia menahan emosinya diubun-ubun. Kalau saja orang seperti Haikal ada lima, botak sudah kepala Mahen karena terus dijambak menahan geram menghadapinya.

"Heni, buruan keluar dah lu. gue risih nih sama malika lu takut gitar gue dia banting lagi." Teriak Mahen membuat Heni keluar sambil tutup kuping karena berisik, "ohh heni ku sayang, dirimu sungguh barbar tapi tetap ku sayang. ohh Heni alangkah indahmu mengenakan baju bunga-bunga berwana merah, kuning, hijau mencerahkan hatiku."

Heni memasang wajah julid dengan lagu ngasal yang Haikal nyanyikan, "Heh, lu berdua angkat kaki dari sini cepetan sebelum gue lempar nih laptop." Amuk Mahen yang sudah siap melayangkan laptop yang isinya mukbang-an semangka.

"Iye-iye, kalem sih bang Mahen. jangan marah-marah nanti nggak laku-laku lo, lo mah kebanyakan gaul sama Juna jadinya ngamuk-ngamuk mulukan."

Mahen mengelus dada menghadapi adik satu-satunya, "sabar Mahen, Heni adik lo. Lo bikin dia nangis nama lo yang siap dicoret sama Ayah."

mereka berdua bergegas keluar takut Mahen beneran melempar laptop kesayangannya, meskipun begitu Heni tetap sayang sama Abangnya kok. Meskipun terkadang ngeselin dan ngerecokin hubungannya dengan Haikal, somplak-somplak begitu Haikal udah berjuang untuk ngedapatin hati Seorang Heni salsabila yang barbarnya mirip cewek jadi-jadian.

Sementara Haikal Alfahri seorang anak laki-laki apa adanya dengan keadaan yang ceplas-ceplos, somplak tapi bikin hati adem. Sebelum menjadi pacar Heni dia sering sekali mengganggu gadis itu padahal dirinya sering sekali kena tinju oleh Heni. Kata Haikal emang kekuatan cewek kalau lagi marah melebihi kekuatan cowok ngangkut beban.

"Heyang."

Heni berdehem dengan tangan yang sudah melingkar dipinggang pacarnya. Menempelkan dagu dibahunya menikmati angin malam yang semeliwir diatas motor beat hitam milik Haikal.

Motor yang pernah membawanya jatuh keselokan kala Haikal menjemputnya pulang dari seminar. saat itu keadaan tengah gerimis Jadi demi menghindari hujan deras agar pujaan hatinya tidak basah kuyup Haikal sedikit mengebut meskipun Heni sudah menjerit takut dan memukuli Haikal.

Naas akibat tidak mau mendengarkan mereka hampir saja bertabrakan dengan motor. beruntungnya Haikal menyeokan motornya kearah selokan air hitam yang cukup lebar membuat keduanya masuk kesana. berbeda dengan motor Haikal yang sudah terpental dan berputar karena mesinya masih menyala. Dan berakhir motornya harus masuk bengkel dikarenakan remnya rusak.

"Heyang." Sekali lagi Heni berdehem lebih lembut tepat ditelinga Haikal.

Alih-alih protes namanya dipanggil sembarangan Heni justru menyahut dengan lembut dari biasanya.

"Kalo disuruh milih aku atau Jidan, kamu bakalan milih siapa?" Heni ternyemum dan dapat Haikal lihat denga jelas dari kaca sepion, "Kamulah, ngapain milih Jidan yang playboy tinggkat akut. Bisa-bisa aku diduain atau nggak aku ditigain dan bisa juga aku disepuluhin." Haikal tergelak diatas motor membuat Heni mengernyit dengan sikapnya.

"Kenapa kok ketawa?" Anak itu mengusap pipinya dengan lembut, "nggak pa-pa lucu aja gitu mana ada disepuluhin, maruk amat si jidan." Heni tekekeh padahal dirinya sendiri yang membuat jawaban itu, "gimana? aku tadi nanya kamu bakal jawab apa?"

"Milih kamu lah." Jawabnya mantap, "kenapa? kan Jidan lebih unggul dari aku, dia pinter sementara aku pas-pasan. dia ganteng sementara aku ganteng banget, dia tajir sementara aku nggak, dia punya motor gede aku cuma punya motor beat butut yang pernah ngejungkelin kamu diselokan."

Heni sedikit melonggarkan pelukanya, bukan masalah siapa yang unggul, memang Haikal kalah unggul secara segi finansial dari Zidan bagaskara cowok yang kerap kali dijodoh-jodohkan dengan dirinya oleh teman-teman kelasnya. Jidan seangkatan dengan Haikal. Tapi alasan Heni memilih Haikal karena Haikal itu apa adanya, sederhana tanpa neko, Humble, supel. Bisa ngebuat dia bahagia dengan cara sederhana, diajak nyari seblak aja Heni mau kalau itu sama Aa Haikal.

"Emang kamu kalah unggul dari Jidan tapi kamu selalu unggul dihati aku." Haikal tertawa keras membuat Heni merasa heran, Apa yang lucu? Itulah yang ada dihatinya. anak itu tak perduli dengan orang-orang melihatnya dengan aneh.

"kenapa sih, kok ketawa?" Tanyanya sedikit kesal, "nggak, lucu aja seorang Heni salsabila seorang perempuan yang terkenal cuek akhirnya jatuh cinta dengan seorang Haikal Alfahri." Ungkapnya begitu bangga.

"Terserah kamu mau bilang aku barbar atau cuek, yang penting aku cinta kamu." Heni mengertakan pelukannya membuat Haikal terbatuk-batuk saking eratnya pelukan sang kekasih.

...
See you back

Tertanda: 18 februari 2023

Continue Reading

You'll Also Like

144K 12.8K 33
No description, langsung baca aja Sangat menerima komen dan kritik. Maaf jika ada kesamaan nama tokoh maupun tempat, cerita ini hanya fiktif dan imaj...
30.4K 1.6K 28
{ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA } Di balik pintu rumah hidup tujuh pemuda dengan kepribadian unik yang tidak pernah mereka bayangkan akan tinggal bersa...
10.1K 576 14
Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh...
26.5K 2.3K 21
Berada dalam satu atap dengan orang-orang asing bahkan kemampuan yang tidak normal seperti dirinya, Jiyan merasa beruntung sekaligus takjub karena ru...
Wattpad App - Unlock exclusive features