Dendam Teman

By leoraiko

1.9K 433 27

12 Sahabat, Laras, Kia, Maira, Raya, Lila, Dini, Fiona, Yuda, Narendra, Zhano, Felix, Alwi. Mereka hanya lati... More

1: Prolog
2: it's begin
3: Teddy bear
5: Ruangan dan Pigura
6: Get a Solution
7: Sudah saatnya?
8: Jubah Hitam
9: Rayya Hilang?
10: Bunuh Diri?
11: Giselle
12: Tragedi bakpao ijo
13: Pertanda
14: Jalur Alternatif
15: Mimpi
16: Dini?
17: Balas Dendam?
18: End S1
S2 | 1: Prolog
S2 | 2: Bunga Mawar
S2 | 3: Lonely
S2 | 4: Laras?!
S2 | 5: Paper
S2 | 7: Persami
S2 | 8: Lila..
S2 | 9: Suspect
S2 | 10: Sidik Jari
S2 | 11: Nginep Atau Ngga
S2 | 12: Ekskul
S2 | 13: Catch
S2 | 14: Again
S2 | 15: Scar
S2 | 16: Feiwang
S2 | 17: Ibu Kandung
S2 | 18: Phalyn
S2 | 19: The Lawrence Twins
S2 | 20: Weapon
S2 | 21: Bunuh Diri lagi?
S2 | 22: Gedung Tua
S2 | 23: Killing
S2 | 24: PT. Cakrawala
ENDING S2
message

4: Kain putih

72 20 0
By leoraiko

"Okay sekarang cowo aja yang nyari" cetus Laras.

"Hah?... jangan zhan tolak" bisik Alwi ke Zhano.

"Gila, lo cowo wi gausah takut" balas Zhano.

"Oke siapa takut" ucap Yuda menantang.

"Kalo ada cewe nya aja sok berani, aslinya mah ciut pek" bisik Rendra ke Felix.

Mereka pun mencari boneka Dini ke arah ujung sekolah, Alwi emang agak penakut jadi nyusahin dikit.

"Zhan... takut" ucapnya sambil menggandeng tangan Zhano.

"Dih apasi" ucap Zhano sambik mencoba melepas gandengan Alwi.

Mereka sebenarnya gak nyari, cuma muter muter sekolah aja. Lalu Yuda mempunyai ide untuk mencari ke kamar mandi di ujung sekolah yang terkenal angker, katanya kakel kakel yang ada kegiatan di malam hari terus ke kamar mandi itu suka liat Mba K mas P.

"Kita ke kamar mandi di ujung yok" ajaknya.

"Tapikan-" ucap Alwi tapi terpotong karena mulutnya di tutup oleh Rendra.

"Ayo ayo, udah lo diem aja deh" ucap Rendra.

Merekapun berjalan menuju kamar mandi itu, jaraknya sekitar 50 meter dari tempat mereka berkumpul tadi.
Mereka pun sampai di kamar mandi itu. disana sedikit gelap, hanya bermodal sebuah lampu yang sudah tua, cahayanya pun remang remang membuat suasana semakin mencekam.
Yuda melihat ruangan itu langsung menelan ludahnya sendiri.

"belum di tampakin aja udah seserem ini" batinnya.

Tiba-tiba ia terpikir sebuah ide, ia berencana untuk menyuruh Alwi masuk duluan secara ia penakut. Ia pun menyuruh Alwi masuk duluan.

"G-ga ah, kenapa ga lo duluan aja?"

"Yaelah penakut lo tinggal masuk aja apa susahnya si" ucap rendra lalu mendorong Alwi masuk ke dalam kamar mandi itu.

Dengan rasa gemetar, Alwi pun menjadi tumbal teman temannya itu, ia berjalan memasuki kamar mandi itu, kakinya gemetaran, suasana disana sangat mencekam, engap, dan hampa banget, tapi tiba tiba ada sebuah angin yang ntah darimana asalnya, angin dingin dan sangat menusuk. Alwi seketika menggigil bibirnya pun pucat.

"DUARR" teriak Yuda yang berniat menakut nakuti Alwi.

Alwi yang kaget sontak berteriak "AAAAA" lalu ia berlari ke belakang Rendra.

"Cupu lo, gitu aja takut" ucap Yuda.

Lalu mereka masuk ke ruangan itu di pimpin oleh Yuda. Setelah masuk, Yuda baru merasakan hawa di dalam sana, ga salah Alwi takut sampe gemeter. Soalnya emang se mencekam itu, baru masuk udara disana langsung engap dan anehnya lampu di sana mati nyala padahal saat Alwi memasuki kamar mandi itu lampunya normal normal aja.

"Ga salah ustad gemeter gitu, ternyata emang serem" ucap Rendra.

"Gua bilang juga apa ih" balas Alwi sambil menepis tangan Rendra pelan.

1 menit mereka hanya mengamati suasana di ruangan itu, lalu Zhano terpikir untuk menantang setan setan yang ada disana, ia pun maju ke paling depan menyalip Yuda dan berkata.

"Woy setan maju lo sini gua ga takut, bawa tuh nenek moyang lo semua kesini"

30 detik setelah itu, tidak ada balasan dari makhluk makhluk disana. Tiba tiba ada suara barang terjatuh di belakang mereka

Klontangg

Sontak mereka semua menoleh kebelakang, tetapi saat menoleh kedepan.. ada seorang yang menutupi tubuhnya dengan sebuah kain berwarna putih. melihat itu mereka semua langsung lari terbirit birit dengan ketakutan.

"Anjir apaantuh" ucap Felix dengan nafas yang ngos ngosan.

Rayya menatap sinis mereka semua karena tiba tiba berlari tanpa alasan.

"Kenapa lo? abis liat setan? haha" tanya Rayya.

Tak ada balasan apapun dari Zhano n the gank nya, mereka masih sibuk mengatur nafas. Disaat mengatur nafas mereka terpikir satu nama, lalu mereka semua serentak bertanya

"Laras mana?"

Maira dan yang lain langsung saling menatap dan Maira memberikan gestur ke Fiona.

"Oh- eh- anu, di kamar mandi di temenin Kia" ucap Fiona ragu.

"Kamar mandi mana?" tanya Felix.

Fiona pun menunjuk ke arah kamar mandi yang berada tak jauh dari mereka, dan yang jelas bukan kamar mandi yang ada di ujung Sekolah.
Bibir Yuda dan lainnya seketika pucat saat tau ternyata yang tadi itu bukan Laras, mereka semua saling menatap satu sama lain, raut wajah mereka terlihat sangat shock dan ketakutan.

"Ngapain nanya nanya gua? kangen ye" ucap Laras yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Zhano menceritakan apa yang telah terjadi. Mendengar itu Laras dan yang lain menertawakan mereka.

"Pfft HAHAHA, mau kenalan dia itu" ucap Laras menyepelekan.

"Kon durung delok, deloken ta coba" ucap Yuda lalu mengeluarkan smirk alanya.

"Oke siapa takut" ucapnya dengan santai.

"Ga takut anjir.. kalah gua" batin Yuda.

Laras pun mengikuti mereka semua untuk ke kamar mandi itu. Saat sampai, Yuda kaget karena sosok itu masih ada, Laras pun mengintip untuk melihat sosok itu, tak ada rasa takut yang terpampang di wajahnya, setelah melihat itu Laras masuk ke dalam kamar mandi itu sambil tertawa tawa. Zhano dan yang lain hanya menyelingar melihat Laras melihat itu.

"Ini yang kalian takutin? pfft HAHAHA" ejeknya.

Laras tanpa babibu langsung membuka Kain itu, tak ada apa di dalamnya, Raut wajah Laras langsung berubah, ia tertegun melihat itu.

"Tadi batang idungnya aja keliatan, kok ini ga ada apa apa" batinnya.

Sontak ia menjatuhkan kain yang berada di tangannya lalu keluar dan berlari, tetapi sayang saat berlari ia di tangkap oleh Yuda.

"Siapa tadi yang katanya ga takut? hmm?" ucap Yuda lalu mencubit hidung Laras.

"Hehe" kekehnya.

Merekapun akhirnya berhenti mencari boneka Dini karena sepertinya sudah tidak ada harapan lagi, Dini hari itu sangat egois ia sangat ingin boneka itu kembali saat itu juga, dan merekapun berdebat lagi.

"Ya kan udah deal cari sampe jam 8, gimana si?!" ucap Dini dengan nada tinggi.

"Ya tapi lo gabisa egois dong, ya emang gada harapan lagi" ucap Rayya yang emosi karena keegoisan Dini.

"Gue tau tapi itu kesayangan gua Ray! lo paham kan" bentak Dini.

"Ribut wae sia ih lieur" ucap Laras.

Dini dan Rayya masih berdebat soal boneka, sedangkan Maira dan Kia berdebat soal hal random.

"Eh kita bisa masuk ini sekolah gara gara apa?" tanya Kia.

"Hah? masuk sekolah gimana? ya tanya ortu lu lah" jawab Maira ketus.

"Dih, maksud gue itu masuk sekolah ini pas hari ini, kan pasti jam jam sore udah di kunci" lanjutnya.

"Oh, tanya aja sama si ono" ucap Maira singkat lalu menunjuk ke arah Laras.

Kia pun menoleh ke arah yang di tunjuk Maira, ia pun menghampiri Laras dan bertanya hal yang sama.

"Gue ada kuncinya, secara gue kan orang dalem cia eleh" jawabnya.

Kia langsung menyinisi Laras karena jawabannya.

"Kan bener ki" ucap Laras lalu ia tertawa terbahak.

"Iya deh sipaling" ucap Kia ketus.

Di sisi lain, Yuda ikutan emosi karena Dini dan Rayya berisik sekali saat berdebat.

"Ah berisik lo dua, sini sini gua cariin" ucap Yuda.

Zhano dan yang lainnya pun mengikuti Yuda, Yuda mencari ke arah semak semak dan menemukan boneka Dini. Ia pun dengan riang berlari ke arah gerombolan teman temannya dan menunjukan benda yang ada di tangannya.

"Nih ketemu, boneka lo kan?" ucap Yuda.

"Bercanda lo ga lucu sumpah, lo liat dulu di tangan lo ada apa" ucap Dini sambil menunjuk tangan kanan Yuda.

Yuda kaget melihat boneka yang ada di tangan kanan nya berubah menjadi ranting pohon yang sudah kering, ia langsung menjatuhkan ranting itu.

"Tadi ini boneka, gue berani sumpah!!" ucap Yuda.

"Gausah gitu yud kalo ga niat nyari gausah" ucap Fiona sambil meminum sebotol air yang ia bawa.

Baru saja meminum satu teguk, Fiona merasa ada yang aneh dengan airnya, lalu ia mengecek isi botol itu, ternyata isinya adalah darah, sontak Fiona memutahkan air yang ada di mulutnya.

"Main sembar sembur aje, lo kira lo dukun?" ucap Narendra yang sedikit kaget karena Fiona memuntahkan air yang ada di mulutnya.

"Gue tadi liat di botol ini isinya darah!! gue serius" ucap Fiona, wajahnya antara ketakutan dan kaget, campur aduk.

"Sekarang lo yang bercanda, liat nih muntahan air lo, air putih kan?" ucap Yuda.

"Mungkin lo salah liat na.. lo kecapekan" ucap Laras mencoba menenangkan Fiona.

"Sumpah ras.. bahkan muntahan gua aja tadi warna merah.. sumpah" ucapnya mencoba meyakinkan Laras.

Di sisi lain, Alwi iseng membuka pintu kelas kelas satu persatu, dan tiba tiba ada satu ruangan yang terbuka.




Continue Reading

You'll Also Like

77K 7.1K 41
[18+] "Melewati segalanya bersamamu, adalah impian semua orang yang tak seberuntung aku"
407K 32.2K 70
Pacaran sama kulkas hidup tuh harus banyak sabarnya.... -TAEROSร‰- Just for fun ya.... Cerita ini ringan aja ๐Ÿ˜Š Bahasa non baku... Highest rank: 1 #ro...
183 74 30
Anda adalah sosok wanita yang Dana temui pada malam festival, hingga membawa hubungan mereka semakin dekat. suatu hari Dana membawa Anda dan bertemu...
64.1K 6.7K 13
Kelas kami,, kelas impian semua siswa... Namun, hal itu tak bertahan lama... Karena suatu hari kelas kami.... Menjadi kelas terkutuk...
Wattpad App - Unlock exclusive features