Scandal

By Anggraini_gita

125K 3.5K 158

WARNING 21++ Terdapat adegan dewasa. Tidak diperuntukan anak dibawah umur !! Kahiyang Prasojo. Pelukis cant... More

Pria Tua Menyebalkan (I)
Dua Pria Berbeda Karakter
Pria Tua Menyebalkan (II)
Gadis Angkuh
Keteguhan Bumi
Keinginan Rozi
Pertemuan Kedua
5 Years Ago
Kebaikan Seorang Satria
You Are To Much
Pertemuan Ketiga
Gara-Gara Kakak Cantik
Kenangan Masa Kecil
Belajar Melukis
Rumit
Dia Milik Bumi
Melakukan Kesalahan
Pria Tua Egois
Takdir Tuhan
Satria Yang Gigih
Awal Yang Salah
Confused
Pergi dari Rumah
Cuma Kamu
Kepulangan Airin
Kedatangan Tamu
Pulang!
Serangan Jantung
Bad or Good News
Kecewanya Kahiyang
Kegelisahan Satria
Perseteruan Satria & Inggrid (1)
Hanna Putri Papa
Perseteruan Satria dan Inggrid (2)
Aku Melepaskanmu, Kahiyang
Kehadiran Alsya
Hari Pernikahan
Memutuskan
Dua Tahun Yang Lalu (Alsya)
Alsya Yang Patah Hati
Kahiyang dan Alsya
Back to Reality
Sisa Rasa
Kahiyang...Kahi Sayang
Lukisan Itu
Sandiwara Inggrid
Bertemunya Dua Pria (I)
Pergi
Bertemunya Dua Pria (II)
Gelisah
Rencana Inggrid
Korea Selatan
Ternyata, Dokter jutek itu ...
Atiqah si Janda Kaya
Ansan
Siapa Fajar?
Liontin, Hadiah Pernikahan
Status Kahiyang
Kembali Bertemu
Tak Berkutik
Menjaga Jarak
Menepati Janji
Menara Eiffel
Jatuh Cinta Lagi
First Time
Duda Anak Satu
Anak Laki-Laki itu, Aku
Lukisan di Galeri Seni
Kembali Berpisah
Tidur Bersama
Meminta Restu
Merencanakan Pernikahan
The Wedding (END)

Dituduh Berselingkuh

2.2K 55 0
By Anggraini_gita

Satria menghentikan mobilnya di perempatan jalan. Lampu lalu lintas berganti berwarna merah. Hitungan detik yang cukup lama, mampu membuat Satria kembali mengingat kejadian siang tadi. Ia berpegangan tangan dengan Kahiyang. Gadis angkuh yang cantik tetapi rapuh.

Satria menggelengkan kepalanya lalu memijat pelipis. "I'm fine, i'm good," -menenangkan pikiran- "aku hanya tidak sengaja memikirkannya. That is all! Nothing more!" tepisnya.

Tapi sungguh sayang, wajah Kahiyang yang sedang menatap dirinya tadi dari atas ranjang rumah sakit kembali melintas.

"Sangat polos dan alami," gumamnya lagi.

Lamunannya itu dibuyarkan suara klakson dari arah belakang. Lampu lalu lintas telah berganti warna. Satria segera menginjak pedal gas.

Pikirannya benar-benar kacau. Hanya ada Kahiyang, Kahiyang dan Kahiyang. Sampai ia dirumah, Satria memilih langsung masuk ke kamarnya, mendinginkan kepalanya dengan guyuran air dingin dari shower.

Hanna mengetuk pintu kamar mandi. Putri kecilnya itu marah karena di acuhkan oleh Satria seharian tanpa kabar.

"Papa ... Papa ..." serunya sambil terus mengetuk.

Satria masih dibawah guyuran shower. Kedua tangannya berpegangan pada dinding kamar mandi. Sungguh wajah Kahiyang sulit untuk dilupakan.

Satria tidak mungkin menghianati istrinya dan menyakiti Hanna. Kahiyang hanya gadis muda yang sekedar hadir sepintas lalu. Bukan sesuatu yang istimewa.

Hanna lelah setelah panggilannya tidak digubris Satria. Hanna meninggalkan kamar, masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya dari dalam. Hanna akan mogok bicara dengan Satria.

Suara dering ponsel Satria terdengar di atas nakas. Satria baru saja mengambil pakaiannya. Buru-buru ia memakai baju lalu mengangkat panggilan yang ternyata dari istrinya, Inggrid.

"Halo, ada apa? aku baru selesai mandi," ujar Satria setelah menggulir tanda telefon berwarna hijau.

"Apa apaan kamu? kamu selingkuh?" Inggrid langsung menuduh Satria.

"Maksudnya? siapa yang selingkuh?" tanya Satria, ia bingung.

"Siapa lagi? ya kamu. Siapa gadis muda yang ada disebelahmu? kamu selingkuh dariku!" tanya Inggrid kembali.

"Gadis mana? aku benar-benar nggak ngerti apa yang kamu omongin. Kamu jangan asal menuduhku!" Satria tersulut emosinya. Ia memang tidak tahu apa-apa.

"Kamu jangan pura-pura nggak ngerti, Satria! wajah kamu, juga gadis itu ada di akun jakarta hari ini. Untung Mami kasih tau aku. Kalau enggak, aku ditipu mentah-mentah sama kamu!" ujar Inggrid. Ibu kandungnya memberitahunya sore tadi.

"Siang tadi aku kecelakaan. Aku cuma bantu gadis itu, nggak lebih." ungkap Satria jujur.

"Cuma bantu? sampai pegangan tangan segala? kamu pikir aku bodoh, Satria?" Inggrid tetap saja tidak mau mengerti.

"Terserah apa mau mu. Aku sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Aku capek! Aku mau tidur!" ucap Satria, ia lelah. Makan malam sudah terlewat, begitu juga soal menemui Hanna. Putrinya pasti sudah tidur.

"Capek? mau tidur? gila kamu, Satria! kita belum selesai bicara," Inggrid masih tidak terima tentang pemberitaan suaminya bersama seorang gadis.

"Kalau mau dibicarakan lagi, pulang sekarang!" Satria mengucapkan dengan lantang lalu mematikan ponselnya, menon-aktifkannya. Bagaimana mungkin Inggrid pulang ke Jakarta dan meninggalkan proses syuting film. Inggrid tidak akan mungkin melakukannya.

"Brengsek!" melempar ponsel ke atas sofa lalu menjatuhkan dirinya ke atas kasur.

Pandangannya menatap langit-langit kamar. "Sungguh hari yang melelahkan. Maafkan Papa, Hanna. Hari ini Papa belum sempat meminta maaf." gumamnya pada diri sendiri.

Satria mematikan lampu utama di kamarnya, menggantinya dengan lampu meja yang temaram. Rasa lelah mendera, namun mata tak sanggup memejam.

"Arghh ...." teriak Satria. Ia bangkit dari ranjang, menyambar ponsel di atas sofa yang tadi di lemparnya.

Satria penasaran dengan ucapan Inggrid soal dirinya ada di laman berita salah satu media sosial.

Satria meng-aktifkan kembali ponselnya. Sontak matanya membulat saat melihat dirinya berpegangan tangan dengan Kahiyang. Kahiyang yang menatapnya kala itu, membuat jantung Satria berdegup cukup kencang.

"Come on! ini bukan apa-apa. Dia pasti karena tidak nyaman dengan laki-laki itu," memukul-mukul dadanya sendiri, mencoba menetralisir perasaan aneh itu.

"Cih ... calon istri? pembual!" Satria teringat ucapan Bumi tadi sewaktu di basement.

"Argh ... sinting! dia pikir aku pedofil," gerutunya lagi.

Satria memutuskan untuk mematikan ponselnya kembali, meskipun ada beberapa notifikasi chat dari istrinya.

*****

Pagi sekali Satria sudah bersiap dan memilih menemui Hanna di kamarnya.

"Apa Hanna sudah bangun?" tanyanya pada pengasuh yang baru saja keluar dari kamar Hanna.

"Sudah, pak. Non Hanna sedang sarapan di dalam," jawabnya.

"Kenapa harus sarapan di kamar?" tanya Satria. Biasanya mereka sarapan bersama di bawah, di ruang makan.

"Saya tidak tahu, pak. Non Hanna sendiri yang ingin sarapannya di antar ke kamar. Saya permisi, pak." pengasuh Hanna itu berpamitan.

Satria memberikan anggukan, tapi pertanyaan sebab putrinya melakukan hal itu karena apa masih ada di pikirannya. Sangat memusingkan, batinnya.

"Hanna sayang ... Putri Papa," serunya setelah membuka pintu lalu menutupnya lagi.

Hanna sedang di meja belajarnya menikmati sarapan nasi goreng. Hanna diam, tidak menjawab sapaan Ayahnya.

"Anak Papa kenapa sarapan di kamar? terus siapa yang temani Papa sarapan dong? Papa kesepian," Satria bertanya sekaligus merayu Hanna.

"Lagi ingin aja. Papa sarapan sendiri di bawah." -menyendok nasi goreng, mengunyahnya dengan raut wajah yang masam- "oh iya, yang kesepian bukan Papa, tapi Hanna." sambungnya lagi dengan maksud menyindir.

Satria menggaruk kepala belakang sambil meringis. "Nyindir Papa nih," ucapnya, mendekati Hanna.

"Siapa yang menyindir? memangnya Papa merasa begitu?" tanya Hanna lalu kembali melahap sarapannya.

"Iya, Papa tersinggung," duduk di tepi ranjang, samping meja belajar. Hanna tetap duduk lurus, tidak mau menatap Ayahnya.

"Bagus lah, kalau Papa merasa," balasnya.

"Hanna, maafin Papa ya? kemarin ada hal serius yang harus Papa lakukan. Papa janji, sabtu besok kita ke playground. Tapi maafin Papa dulu. Jangan ngambek terus! nanti cantiknya hilang. Anak Papa kan, anak yang paling cantik." Satria mencoba meluluhkan Hanna.

Hanna menoleh lalu mengangguk sambil tersenyum. "Janji ya, Papa,"

Begitu mudahnya merayu Hanna. Trik Satria selalu ampuh untuk menghadapi putrinya.

"Iya, Papa janji. Yasudah, selesaikan sarapannya. Papa tunggu di bawah," mencium puncak kepala putrinya.

Satria turun ke lantai bawah untuk sarapan.

"Siapa gadis itu?" tanya seorang ibu paruh baya pada Satria.

"Mama ... Pagi-pagi datang kesini tapi sudah tanya hal yang tidak penting. Jangan bahas dulu soal itu. Ada Hanna di atas. Sebentar lagi kami berangkat ke sekolah." ujar Satria, menghentikkan pertanyaan dan perkataan Ibunya yang aneh-aneh. Satria takut Hanna mendengar dan salah paham.

"Gimana Mama bisa tidur nyenyak? besan Mama kirim pesan soal gambar-gambar kamu sama gadis muda yang nggak jelas siapa. Kamu mau mencoreng nama keluarga kita? Kamu sudah berkeluarga Satria. Kamu sudah berumur. Tahu diri! Jangan bermain api! Apa kurangnya Inggrid? Gadis itu terlalu muda untuk kamu. Jangan macam-macam kamu, Satria! Papa bisa marah besar kalau sampai tahu kamu ada main dengan gadis dibawah umur!" Ibu Satria, Melani menumpahkan semua keganjalan di hatinya. Semalaman menghubungi putranya sangatlah sulit.

"Please, Ma. Ini bukan seperti apa yang Mama, Mami, juga Inggrid pikirkan. Satria nggak ada hubungan apapun dengan gadis itu. Semua murni kecelakaan. Satria hanya ingin membantu," Satria menampik semua tuduhan.

"Mama nggak percaya! kamu dan gadis itu berpegangan tangan. Mau mengelak apa lagi? Mama benar-benar malu dengan Jeng Tantri juga menantu Mama!" imbuh Melani.

"Sudah lah, Ma. Satria jujur. Satria nggak bohong. Please, Ma. Jangan bahas ini dulu. Hanna sebentar lagi turun," -menarik kursi- "Satria lelah juga lapar." menyendok nasi goreng ke atas piringnya lalu memasukkan ke dalam mulut.

Melani sangat kesal. Ia memilih pergi ke taman belakang.

To be Continued...

Continue Reading

You'll Also Like

1.2M 90.4K 52
[END] Aku bertemu dengannya di usiaku yang ke dua puluh empat tahun. Dia seorang dokter berusia lima puluh tahun, beristri seorang perawat seusia den...
1.1M 80.5K 91
Ira yang merupakan seorang dokter dijodohkan dengan Bian yang merupakan komandan angkatan darat. Namun pertemuan pertama mereka kurang baik, sehingga...
3.3M 58.9K 74
⚠️⚠️ Warning!!!! Mature Content. Attention : PLEASE DON'T COPY MY STORY!!! Stella Angelica Roosevelt, seorang gadis muda nan cantik berusia 25 tahun...
209K 18.3K 49
[TAMAT - CERITA MASIH LENGKAP] Bianca mengalami kehancuran hebat dalam hidupnya. Tak lagi memiliki pegangan apa pun dan dihantui oleh keputusasaan, i...
Wattpad App - Unlock exclusive features