Legenda Pendekar Naga Hijau S...

De LdSarif11

655 13 0

Bercerita tentang perjalan seorang anak muda bernama Li Xiao San atau lebih dikenal dengan sebutan Xiao San d... Mais

Provinsi Xinsang, Desa Lisan
Mulai Berguru Dari Paman
Melakukan Pengembaraan
Ibu kota kekaisaran Chang'an
Keluarga Kerajaan Di bawah Tekanan
Jenius Seni Bela Diri

Merekrut Penjahat Untuk Menguasai Dunia Bulim

59 1 0
De LdSarif11

Xiao San melihat ekspresi dari Lu Yi hanya termangguk-mangguk saja tanpa ekspresi lebih diwajahnya, tapi didalam hatinya sudah ada rencananya untuk pentolan penjahat ini.

Xia San kemudian mengatakan "Lu Yi maukah kamu tunduk dan ikut jadi kaki tanganku", Lu Yi mendapatkan pertanyaan itu hanya terdiam sesaat yang kemudian dilanjutkan lagi.

Mungkin namaku belum dikenal di dunia Bulim seperti beberapa pendekar kelas Wahid dan jago muda yang kamu hadapi tadi.

Tapi jujur saja apabila kepandaianku di adu dengan mereka mungkin hanya satu atau dua orang yang bisa menghadapiku, kedua jago tadi belum bisa menjadi lawanku.

Perkataan Xiao San terdengar sangat arogan, tetapi Lu Yi yang mendengarnya langsung agak sedikit merinding karena kata-kata tersebut diiringi dengan pengerahan tenaga Singkang yang maha dahsyat.

Xiao San kemudian melanjutkan lagi bahwa mungkin hanya saya di dunia yang mengetahui tentang pergerakan Aliran Jubah Hijau yang misterius itu.

Lu Yi yang masih dalam tekanan pengerahan tenaga sakti Singkang Xiao San hanya diam saja tanpa banyak membalas kata-kata dari Xiao San. Beberapa saat kemudian baru Lu Yi merespon bolehkah saya mengetahui siapakah nama tahiap?

Xiao San menjawab "Nama saya adalah Xiao San dan untuk julukan aku tidak punya dan tidak membutuhkannya", Lu Yi mendengar kata-kata tersebut semakin penasaran siapakah orang dihadapinya kini dan bagaimanakah tindak tanduknya orang ini pinta di dalam hatinya.

Xiao San kemudian melanjutkan bahwa aku mengetahui darimana asal ilmu silatmu yang belum matang itu dan dimana gurumu berada. Lalu kemudian Xiao San mulai mengangkat tangannya dan menyentuh dada Lu Yi yang tanpa bisa diantisipasi oleh Lu Yi sendiri.

Ketika merasakan tangan dari Xiao San dia merasakan pusarnya terasa hangat dan dadanya terasa sesak yang tanpa disadarinya bahwa Xiao San telah membantunya untuk menembus jalan darahnya yang tersumbat akibat berlatih ilmu sesat dari gurunya yang sudah salah jalan, kalau saja dia tidak bertemu dengan Xiao San mungkin hanya kematian menunggunya beberapa bulan kemudian.

Mengetahui tenaga dalam Xiao San dan bantuan kepada tunduklah hati Lu Yi dan kagumlah dia pada Xiao San, dalam hatinya meringis seberapa tinggikah ilmu pemuda ini dan benarkah apa yang dikatakannya tadi, kalau benar mungkin ia telah bertemu tokoh Kosen yang baru saja turun gunung.

Lu Yi kemudian membayangkan masa depannya bila mengikuti pemuda ini yang tanpa disadari kini tenaga dalamnya telah baik satu tingkat dan mungkin sudah tidak kalah lagi dengan dua pemuda yang dilawanya tadi. Tanpa menunggu dia mengungkapkan kata-kata Xiao San mengatakan di dunia Bulim kini telah lahir seorang pendekar sakti baru dengan ilmu sesat yang mungkin hanya beberapa tokoh tua bisa mengimbanginya dan pandangan matanya mengarah pada Lu Yi.

Lalu Xiao San melanjutkan bahwa mulai sekarang kamu akan menjadi penguasa Hek To yang tunduk pada perintahku langsung dan harus selalu berhubungan dengan aliran Hijau, tapi karena aliran Jubah Hijau sedang masa berdiam diri maka kamu hanya bisa berada dibawah perintahku lewat burung elang pembawa nanti.

Tidak usah banyak bertanya siapa aku dan Kedudukan di dunia Bulim tapi ketahuilah bahwa Perkumpulan Aliran Jubah hijau hanya sekedar alat kuciptakan untuk menguasai dunia hari ini. Ketahuilah aku yang aku katakan bahwa satu dua orang bisa melawanku itu benar dan mungkin bila kukerahkan ilmu simpananku belum tentu mereka dapat dapat menghadapiku yang kemudian dilanjutkan dengan memperagakan pukulan Pamungkas 18 Telapak pembuluh Naga yang dilandasi Singkang yang maha dahsyat kepada kuil tadi yang mengakibatkan hampir setengah dinding kuil berlombang dengan gambar telapak tangan.

Melihat hal tersebut Lu Yi bingung karena penggunaan tenaga dalam seperti itu yang demikian halus dan mahirnya hanya tokoh-tokoh tua dunia Bulim dapat melakukannya tapi kejadian didepan matanya membuat otaknya berhenti berfikir sejenak baru sadar kembali.

Mengetahui tingginya ilmu kepandaian dari Xiao San, tanpa bermaksud apa-apa Lu Yi bertanya kalau boleh tau siapakah guru Tahiap agar keresahan hatiku dapat terjawab dan tanpa menunggu Lu Yi selesai bertanya.

Xiao San mengatakan guruku adalah pamanku sendiri yang dikenal sebagai Setan Hijau atau Li Xiao Su. Mendengar perkataan tersebut Lu Yi kebingungan Lu Yi menjadi terjawab dan timbulah rasa takut dan segan dalam hatinya.

Seperti telah diceritakan Xiao Su atau si Setan Hijau adalah seorang tokoh aneh tanpa tanding hampir 20 lamanya tanpa ada yang pernah mengalahkannya bahkan gurunya sendiri harus menghindar bila bertemu dengan pendekar aneh tersebut di rimba hijau.

Xiao San berpesan agar tidak membocorkan indentitasnya dan kemunculannya di dunia Bulim, apa bila itu hampir sampai bocor kolong langit akan mengalami geger dan Lu Yi beserta seluruh keluarga dan bekas perguruannya agar diratakan dengan tanah. Lu Yi sadar bahwa dunia Bulim sebentar lagi akan mengalami gejolak dan rasa syukur tiba dihatinya karena nasib mempertemukannya dengan pemuda yang menjadi penyulut badai atau orang dibelakang huru-hara yang akan terjadi sebentar lagi.

Xiao San kemudian mengatakan misimu hanya satu menjadi raja bagi golongan Hek To agar dapat dikendalikan gejolak dunia Bulim dan dipermukaan kamu akan selalu berlawanan dengan Perkumpulan Aliran Jubah naga hijau tapi sebenarnya kalian berkerja sama dibelakang.

Apakah engkau cukup puas dengan kedudukanmu! Lu Yi menjawab terimakasih Taihiap atas kepercayaanya dan teece sangat beruntung bertemu dengan Taihip, lalu bagaimanakah dan dimana saya harus mendirikan markas?

Xiao San menjawab markasmu ada di semua kota yang dikuasai oleh Perkumpulan Aliran Jubah naga hijau tapi engkau akan mendirikan markas dekat ibu kota kekaisaran yakni di Qingzhou di belakang bukit ada bekas kuil zaman dulu, bangunlah markasmu disana dan untuk biaya ambilah dari bank terdekat dengan menunjukkan tanda tanda pengenal ini.

Xiao San kemudian berpesan selama dua bulan ini cobalah untuk mematangkan ilmu pukulanmu dengan cara selalu melatihnya tengah malam dan menggunakan ulat dari suku Biauw Serta rekrutlah beberapa anggota utamanya mereka kaum pelarian.

Kalau ada melawan perintahmu nanti jangan segan-segan untuk langsung membunuhnya serta lakukan gerakan dengan diam agar tidak diperhatikan oleh pihak kerajaan dan kaum Bulim utamanya dari Butong Pai dan Siauw Liem Pai.

Ingat pesanku ini, kalau butuh apa-apa segera kirim pesan lewat burung elang, burung elang akan kamu dapatkan dari tempat penggandain barang dikota Qingzhou.

Lu Yi kemudian menjawab baik Taihip, Xiao San kemudian berpesan jangan panggil saya Taihip tapi cukup panggil saja dengan ucapan Tuan Muda, kita bertemu tanggal 5 bulan depan di Ibu kota, cari saya di penginapan Phoenix.

Lu Yi menjawab, baik tuan muda. Xiao San lalu kembali melanjutkan perjalanannya mengejar rombongan putri Yi dan pangeran Fei yang telah lama berjalan menuju ibu kota kekaisaran.

Setelah ditinggalkan oleh Xiao San Lu Yi kembali duduk terdiam sambil menghembuskan nafas dan berucap sungguh dibalik bencana ada kesenangan, tapi aku tidak tidak mengira akan bertemu dengan tokoh selihai ini di dunia Bulim.

Setelah berfikir sejenak lamat-lamat Lu Yi telah mengetahui indentitas sebenarnya dari Xiao San yang merupakan putra termuda dari keluarga jenderal kekaisaran saat ini yang disegani, lalu ia bergumam tampaknya dunia sebentar lagi akan mengalami perubahan besar dan untung aku berada di pihak yang tepat sambil tertawa licik.

Sementara putri Yi dan pangeran Fei yang sudah jauh telah berjalan santai tapi ternyata putri Yi masih memikirkan nasib dari Xiao San yang dianggapnya pemuda biasa saja, beda halnya dengan pangeran Fei yang bingung dengan kekuatannya yang telah meningkat padahal baru beberapa pukulannya masih begitu-begitu saja saat menghadapi murid tertua Shao Liem Si di gunung Thai San.

Continue lendo

Você também vai gostar

143K 2.1K 51
Awal dari Trilogi Pendekar Rajawali karya Chin Yung Kisahnya dimulai ketika dua pahlawan, Yang Tie Xin (Yo Tiat Sim) dan Guo Xiao Tian (Kwee Siauw Th...
6.5K 448 43
SLOW UPDATE. (Revisi Bab 1). 🔞 (21+ Conten Alert). Seorang Anak dari Planet Bumi yg mati karena Virus Corona. sebelum mati, ia marathon membaca Ceri...
198K 2.3K 25
Berawal dari niatnya mengantar Putri seorang Panglima Perang yang dibunuh oleh kawanan misterius, ternyata membawanya kepada persoalan yang menyangku...
235K 3.7K 62
Bayi yang masih berumur 3 bulan ditusuk ulu hatinya dengan pisau/cundrik oleh ibunya, dan buka cuma itu saja ia kemudian dilemparkan ke jurang yang d...
Wattpad App - Desbloqueie funcionalidades exclusivas