"tentu saja tidak. Kami tidak menyimpan rahasia dari satu sama lain. Jika mereka tau aku akan tau"
Itulah yang dikatakan Megan.
Tapi nampaknya itu tidak benar.
Karena mereka bedua punya rahasia.
Seperti saat Royce tiba-tiba menghampirinya saat Ocean tengah makan sendirian.
"katakan dengan jujur jadi kamu mau balas dendam pada Alysia?"
Ocean hampir menyemburkan minumannya "apa maksudmu?"
"jangan bohong aku melihat kalian waktu itu, setelah Alysia pulang dari pesta teh kalian" Ocean bersumpah dia melihat mata Royce bersinar lapar akan gosip.
"aku gak paham apa maksudmu"
Royce mendekat ke wajah Ocean, membuatnya harus mundur sementara Royce mulai berbisik "aku melihatmu masuk ke mobil keluarga kerajaan, itu mobil khusus milik raja. Namun pengawalannya terlalu sedikit untuk raja, jadi yang didalam itu pasti putra mahkota Lucien"
Itu informasi baru. Ocean terlalu terkejut untuk dapat merespon.
"jadi benar kalau kamu mendekati Lucien karena Alysia dekat dengan Narendra?" Royce menghempaskan rambutnya, lalu mengedipkan matanya pada Ocean.
"jangan khawatir itu rahasia diantara kita"
Itulah yang membuatnya khawatir.
Ada apa dengan Thalia dan Lucien. Apa mereka berpacaran? Namun selama Ocean ditubuh ini Lucien tidak pernah menghubunginya, sebenarnya Ocean malah belum bertemu dengannga sama sekali.
Lily juga tidak mengatakan apapun tentang ini. Ocean jadi meragukan kalau mereka pacaran, pasti ada alasan lain hingga Thalia masuk ke mobil kerajaan.
Hari ini Ocean cukup banyak berinteraksi dengan powerpuff girls.
Dia pikir itu sudah cukup untuk hari ini.
Dia pikir.
Namun saat berjalan menuju ruang latihan Ocean kembali dihampiri satu gadis itu.
Brittny si hijau.
Dia memegang lengan Ocean untuk menyeretnya ke tempat sepi. Kepalanya terus menengok untuk memastikan tidak ada yang mengengar pembicaraan mereka.
"kamu baik-baik saja?" tanya Brittny.
"apa maksudmu" Ocean lelah bermain tebak-tebakan dengan gadis remaja itu.
"hari itu setelah pesta minum teh bersama Alysia. Apa yang terjadi setelah itu, kamu ingat kan"
Ocean ingin berteriak kalau dia tidak ingat karena saat itu dia masih bersantai di kamarnya yang asli di dunia nyata.
Tapi tatapan khawatir Brittny terlihat sangat tulus, membuat Ocean ikut penasaran dengan apa yang terjadi.
"aku baik"
"jangan takut Thalia. Kita memang tidak akrab tapi kamu masih bisa minta bantuanku kalau ada masalah" ucap Brittny.
Ocean mencoba menebak arah pembicaraan ini "kamu tau sampai mana?"
"jadi memang benar ada yang terjadi?" Brittny menutup mulutnya dengan kaget "aku melihat kamu keluar dari mobil kerajaan dengan keadaan pingsan"
Kali ini Ocean yang kaget.
Mencoba mengendalikan dirinya, Ocean menatap Brittny "dengar. Aku baik-baik saja, tapi aku tidak tau apa aku akan tetap baik kalau rumor ini tersebar. Aku minta tolong"
Brittny mengangguk "tentu aku tidak akan mengatakan pada siapapun"
Kepala Ocean terasa berat setelah mendengar semua informasi yang dia dapatkan hari ini. Ocean bahkan mengurungkan niatnya untuk latihan sore di markas.
Saat ada yang harus dia lakukan. Ocean kembali ke asrama, lalu mencoba menghubungi Lily.
Ocean memikirkan semua perkataan dari powerpuff girls. Entah jika dia masuk kedalam mobil kerajaan dan keluar dalam keadaan tidak sadar.
Pasti ada saksi mata yang melihat itu, dan Ocean harus menanyakannya secara langsung.
Saksi mata itu.
Adalah pengawal yang mengantarnya dengan kereta.
"hallo Lily"
"selamat sore nona, tumben sekali nona menelfon" suara Lily terdengar riang disebrang.
"aku ingin bertanya beberapa hal. Apa kamu sibuk?"
"tentu kesibukan utama saya adalah melayani nona. Silakan nona menanyakan apapun dengan nyaman"
Ocean terdiam untuk merangkai kata yang tepat "kamu tau supir kereta dan seseorang yang mengawalku saat aku pergi ke pesta teh bersama Alysia. Apa aku bisa bicara dengan mereka?"
Disebrang Lily juga terdiam sesaat "maaf nona supir dan pengawal anda baru diganti setelah nona pingsan di kereta"
"kenapa?"
"mereka telah meninggal tak lama setelah itu. Keduanya diserang bandit saat dalam perjalanan pulang"
Ocean ikut terdiam.
Ini semakin aneh.
...
Di ruang kelas kosong yang sudah tidak digunakan lagi. Ocean dan Igor kembali bertemu.
"tapi bagaimana caramu membuat mereka bertiga bicara?" Igor saat ini sedang duduk dikursi dengan tubuh berbalut kantong tidur ulatnya.
"powerpuff girls? Mudah saja, mereka benci semua wanita yang dekat dengan Narendra. Cukup sebut namanya dan mereka akan menjabarkan dosanya" jawab Ocean, pikiran gadis remaja memang mudah ditebak.
"jadi apa yang akan kamu lakukan? Saksi mu sudah mati"
Ocean mamainkan rambut ungu pada jari jarinya "kalau begitu aku harus cari saksi yang masih hidup"
"maksud mu Lucien? Tapi masih belum jelas apa Lucien yang ada di dalan mobil, mereka hanya bilang kalau mereka melihat Thalia masuk ke mobil kerajaan. Mereka tidak melihat Lucien secara langsung"
"si ibu tiri bilang kalau waktu aku pingsan ada rapat di istana. Aku perlu membuktikan kalau Lucien punya alibi yang cukup, jadi aku harus mencari tau apa dia ikut dalam rapat itu"
Dengan malas Igor mengeluarkan kepalanya dari kantong tidur, membuat rambut hijau-birunya makin kusut "tapi Lucien tidak punya alasan untuk melakukan hal buruk pada Thalia. Setauku walaupun mereka jarang bertemu hubungan mereka cukup baik"
"aku terbangun di tubuh Thalia tepat setelah dia pingsan. Aku yakin apapun yang terjadi saat Thalia pingsan di mobil kerajaan, itu ada hubungannya dengan berpindahnya jiwa ku" Ocean menatap mata hijau Igor dengan yakin.
"aku harus tahu bagaimana aku datang, agar aku bisa tau bagaimana aku kembali" lanjut Ocean
"Ocean, apa tujuanmu masih sama?" tanya Igor.
"ya, aku harus pulang"
Dan Thalia harus kembali, lanjut Ocean dalam hati.
Semakin Ocean mengenal keluarga dan teman Thalia semakin dia yakin kalau mereka terlalu baik untuk mendapatkan berita kehilangan.
Ocean tidak tau bagaimana kehidupan Thalia sebelumnya, tapi setidaknya untuk orang-orang yang Ocean kenal selama disini. Dia harus menyelamatkan Thalia untuk mereka.
Ocean memecah keheningan "lalu apa kamu tau sesuatu tentang Narendra? Thyme bilang tidak ada pintu yang tidak bisa dia masuki"
"aku tidak tau, tidak ada yang tau nama belakangnya namun dia terlihat sangat dekat dengan keluarga kerajaan. Hanya saja dia juga terlihat seperti seseorang yang berbahaya, aku tidak suka hawa keberadaannya" Ocean mengangguk setuju.
Igor melanjutkan "namun aku kenal seseorang yang tau segalanya tentang istana, dia mungkin juga tau apa yang dilakukan Lucien saat kamu pingsan. Meskipun kamu harus membayar mahal untuk informasi darinya"
"gimana caranya ketemu orang itu?" Ocean merasa tertarik.
Tangan igor mengeluarkan sulur akar, lalu mengambil bolol minum dengan akarnya. Dadar pemalas dia bahkan tidak mau bangun dan mengambilnya dengan normal "kamu tidak bisa menemuinya. Kamu harus buat dia menemuimu"
"memangnya dia siapa?" tanya Ocean tidak sabar.
"Leah Princess of Asylium. Dia kakak dari putra mahkota Lucien"
Dengan semangat Ocean berdiri, dia tertawa senang membuat Igor hampir menumpahkan minumannya "aku harus bertemu Thyme untuk belanja"
"sampai jumpa di pesta Alysia Igor" lanjut Ocean yang kini telah menghilang di lorong sekolah.
...
Terimaksih sudah membaca.