🦖
Abin Entertainment...
"Azizi! Kamu dari mana aja?"bentak anin ketika melihat zee yang baru saja tiba diagensinya itu
"Itu aunty tadi aku..."ucap zee
"Percuma kamu jelasin juga , kamu udah terlabat zi"ucap shani yang kini berada diagensi anin juga
"Bu...bunda!"ucap zee dengan nada terkejut
"Saya kecewa sama kamu Azizi , saya tunggu kamu dirumah"ucap shani lalu beranjak pergi meninggalkan anin dan zee
Zee menunduk saat shani melewatinya dia takut benar benar takut saat ini , dia juga bingung apa saja yang sudah terjadi saat ini
"Aunty? Sebenarnya ada apa? Kenapa bunda sampai semarah itu , aku hanya telat aunty apakah itu sebuah masalah besar?"tanya zee dengan nada senduh nya
"Kamu masih nanya? Aunty nelfon kamu berkali kali loh azizi kenapa ga kamu angkat?"tanya anin balik
"Telfon? A..aku ga tau aunty , tadi aku ga sengaja ketiduran dirumah temen dan dihp aku ga ada notif apapun"ucap zee
Anin menatap mata zee dan mencari kebohongan dari sana , namun tak dia dapatkan yang artinya zee berkata jujur
"Kamu tadi dimana?"tanya anin
Zee menghela nafas nya sekilas lalu menceritakan semuanya kepada anin
Setelah mendengar pernyataan zee itu anin kini paham apa yang telah terjadi disini
"Azizi , coba kamu buka chatan kamu sama marsha deh"ucap anin
Zee sedikit bingung tapi dengan cepat dia melakukan perintah anin itu dan betapa terkejutnya dia saat membaca semua pesan yang marsha kirimkan
"Ini ga bener kan aunty? Aku sama marsha ga putus kan?"ucap zee yang sedang syok
Anin mengelus pundak zee berusaha menenangkan keponakannya itu
"Ini kenyataan zee , kamu harus berjuang mendapatkan dia lagi jika kamu memang benar benar mencintai marsha , dan perbaiki semua hal yang telah terjadi ini agar semuanya kembali seperti semula juga"ucap anin
Zee terdiam dan tak berkutik beberapa menit , dia benar benar hancur
Dia bingung bagaimana caranya dia kembali dengan marsha , dan saat ini Shani pasti benar benar marah padanya , lalu kepercayaan Jinan bagaimana
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"batin zee
"Kamu pulang dulu ya azizi , kamu perbaiki kepercayaan bundamu dulu"ucap anin
Zee melihat anin , saat ini dia bersyukur mempunyai aunty seperti anin berkatnya satu kepercayaan mungkin bisa kembali
"Makasih aunty , aku pamit dulu"ucap zee lalu dalam sekejap hilang dari pandangan anin
...
"Sha ayo makan siang dulu"ucap jinan yang memasuki kamar marsha
Dapat dilihat saat ini marsha tengah tidur dan terlihat juga wajah lelah marsha dimata jinan
"Kamu anak baik sha , tapi kenapa kamu harus menghadapi ini semua , kamu pasti capek ya , maaf bunan ya sha karena udah misahin kamu sama zee bunan cuma mau yang terbaik buat kamu. Zee saat ini belum pantas untuk kamu sha bunan masih mau menguji dia dan dengan ada nya ini bunan makin percaya bahwa zee memang belum pantas untuk kamu bunan mau dia jadi sosok yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya dulu sha , baru bunan restuin kalian berdua , dan untuk cibiran netizer sialan itu bunan bakal tindak lanjutin jika ada komentar dari mereka yang udah keterlaluan banget"batin jinan sembari mengelus kepala putrinya itu
Seseorang memasuki kamar marsha dan mendekati Jinan dan Marsha
"Marsha pasti capek nan , biarin dia istirahat dulu ayo kamu makan sama anak anak dibawah"ucap cindy orang tersebut
Jinan menoleh dan tersenyum lalu mengangguk
"Stay strong ya anak bunan sama mami cinhap"ucap jinan lalu mengecup kening marsha sekilas dan beranjak pergi bersama cindy
Setelah mendapat kecupan manis dari jinan tanpa sadar marsha tersenyum disaat dia tidur itu
Ruang Makan
"Marsha mana?"tanya ashel
"Masih tidur , cel jagain marsha terus ya"ucap jinan
"Iya bun tenang aja acel selalu jagain maca kok"ucap ashel
"Nanti malem temenin marsha ya cel"ucap cindy
"Sip"ucap ashel
...
Kediaman Natio...
Terlihat Shani dan Gracia duduk diruang tamu dan tengah menunggu Zee yang kini tengah berjalan menghampiri mereka berdua
"Jadi apa yang mau kamu bela dari diri kamu saat ini?"tanya shani
"Aku..."ucap zee yang gugup
"Kamu apa? Kamu sengaja?"ucap shani
Suara shani terdengar sangat mengerikan ditelinga zee saat ini , padahal shani berbicara datar datar saja tidak ada unsur bentakan sedikitpun
"I...itu bun aku..."ucap zee dan menceritakan hal yang terjadi
Gracia terkejut saat mendengar cerita anak nya itu
"Tapi kamu ga papa kan zoy?"tanya gracia
"Aku ga papa kok mi"ucap zee
"Lanjut"ucap shani
Zee melanjutkan ceritanya yang benar benar membuat shani geram kepada anaknya yang satu ini
"Jadi fiony lebih penting dari marsha?"tanya shani
"Engga bun engga , marsha prioritas aku bun aku cuma mau tanggung jawab aja soalnya aku ga sengaja nabra fiony"ucap zee
"Lalu bagaimana dengan tanggung jawab kamu kemarsha? Bukankah tetap saja fiony yang penting bagi kamu azizi"ucap shani
"A...aku"ucap zee yang terpojok
Shani tersenyum kecut lalu beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya dengan gracia
"Ci, azizi kan belum selesai jelasinnya kok pergi"ucap gracia
"Jawabannya udah jelas ge , aku ga mau ngurus masalah dia yang ini aku kecewa sama dia"ucap shani lalu memasuki kamar
Gracia hanya diam dan menatap zee yang menangis tanpa suara dia menghampiri zee lalu memeluknya
"Azizi anak kuat , kamu pasti bisa lewatin ini. Mami bakal bantu kamu kok"ucap gracia
"Azizi cuma mau bertanggung jawab mi ga lebih , azizi juga cinta sama marsha mi bukan orang lain , azizi mau semuanya kembali seperti dulu mi , azizi menyesal mi"ucap zee yang menangis dipelukan gracia
"Semuanya akan membaik kok , azizi tenang aja ya. Bentar lagi semuanya kembali sesuai harapan azizi kok"ucap gracia
Zee mulai berhenti menangis dukungan Gracia benar benar dia butuhkan saat ini dan benar juga ucapan Gracia. Kini dia hanya perlu bangkit untuk memperbaiki semuanya
"Udah sekarang kamu istirahat ya , nanti kita bujuk bunda bareng bareng"ucap gracia
Zee mengangguk lalu beranjak pergi kekamarnya
"Zizoy zizoy , ada aja hal hal aneh yang kamu perbuat. Mami harap semua ini secepatnya berlalu dan kita hari hari kita dipenuhi kata bahagia lagi"ucap gracia lalu beranjak pergi kekamarnya untuk menenangkan shani
Kamar Zee
"Sha aku kangen kamu , sha aku minta maaf , sha tolong angkat telfon aku"gumam zee yang kini berusaha menelfon marsha
Sudah sekitar 10 kali dia menelfon marsha setelah kejadian diruang tamu tadi , namun marsha selalu menolak telfon nya itu
"Sha maafin aku sha"ucap zee lalu menaruh hp dikasur dan memejamkan matanya
Dia lelah , dia prustasi
"Andai waktu bisa diputar , aku ingin kembali kekejadian tadi aku ingin perbaiki semuanya , aku mau klarifikasi sama kamu sha , aku ga mau kita putus aku mau kamu shaa!"keluh zee sambil mengacak rambutnya
Zee kembali menangis dia benar benar menyesali perbuatannya hari ini , tangisan dan lelah tubuhnya itu berhasil mengacaukan kesadaran zee tak lama diapun tertidur
....
.
.
.
.
🖤