Kaluna or Kiana [ END ]

By storyreaa_

586K 21.4K 179

[ BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA ] [ JUDUL AWAL : KALUNA TRANSMIGRASI] Transmigrasi series #1 Highest rank... More

Prolog
1. Pindah Raga
2. Awal Hidup Baru
3. Kaluna yang berbeda?
4. Askara Galendra
5. Sandiwara Nawa
6. Pembalasan Kaluna
7. Bertemu Hanna
8. LITOSVER
9. Gadis Bar-bar
10. Murid Baru
11. Mama Askara
12. Rumah pohon
13. Perkara Ayam Gosong
14. Terasa Berbeda
15. Rencana Nawa?
16. Melihat Kiana?
17. Motor Baru Kaluna
18. Masih Ada Rasa
19. Salah Jepret
20. Bertemu Dalam Mimpi
21. Mencari Petunjuk
22. Pindah Sekolah (1)
24. Darren Cemburu?
25. Siapa Nawa Sebenarnya?
26. Pendatang Baru
27. Tentang Nico
28. Menguntit
29. Kaluna diculik?
30. Pencarian
31. Bala Bantuan
32. Gema Sialan
33. Terbongkar?
34. Usai Insiden
35. Kangen
36. Penjelasan Kaluna
37. Difa Berubah
38. Kehadiran Freya
39. Pengakuan Barata
40. Itu Askara?
41. Baikan
42. Tentang Kecelakaan Kiana
43. Ditembak Nico?
44. Kenyataan tentang Freya
45. Kejelasan
46. Adu Perebutan Perhatian
47. Askara dan Nico Lagi!
48. Tentang Barata & Nawa
49. Kara & Luna
50. Cinta Segiempat
51. Posesif
52. Liza & Regan Jadian
53. Pesta yang Mencekam
54. Penyelidikan Ervan
55. Terungkap Sebuah Rahasia
56. Tentang Perasaan Ini
57. Identitas Kaluna Sebenarnya
58. Jiwa Kaluna Kembali
END
Extra Chapter
PO✨
Cerita Baru

23. Pindah Sekolah (2)

7.7K 310 7
By storyreaa_

------------------ Happy Reading ------------------

Kaluna berangkat ke sekolah menggunakan motornya sendiri. Selain lebih nyaman, juga akan lebih cepat untuk sampai di sekolah. Ternyata benar saja. Sesampainya di sekolah, belum terlalu siang. Dengan cepat ia mengambil sapu dan mulai menyapu sebelum bel masuk berbunyi.

" Tumben ikut piket, kemasukan jin jenis apa lagi, lo?" Tanya Difa ketika memasuki ruang kelas dan melihat Kaluna yang sedang fokus menyapu.

" Lo tuh ya, kalo gue gak piket lo sewot, sekarang pas gue piket, lo juga rempong. Terus mau lo, gue harus gimana, Difa?" Tanya Kaluna gemas sambil menyapu.

" Hehe, iya juga ya. Yaudah, lanjutin nyapu nya sana. Yang bersih ya mbak, kalo gak bersih, ntar suaminya brewokan loh," ledek Difa lalu melenggang pergi untuk meletakkan tas nya di bangku. Sedangkan Kaluna hanya menggeram kesal.

" Mending lo pergi sana jauh-jauh, jangan gangguin gue!" Usir Kaluna dengan menodongkan sapu nya.

" Dih, iya-iya gue juga mau pergi kok ini. Bye, selamat menikmati piket nya yaa. Hahaha," ejek Difa lalu melenggang pergi keluar dari kelas.

***

KRIINGG..!!

Bel istirahat pertama telah berbunyi. Seluruh murid berhamburan keluar dari kelas menuju ke kantin. Termasuk juga Kaluna, Difa, dan Liza. Mereka kini sedang berada di salah satu bangku di tengah-tengah ramainya kantin.

" Rame banget ya kantin nya. Kek nya setiap hari gak pernah sepi," ujar Liza.

" Ya iyalah rame masa sepi kek kuburan," celetuk Difa sambil menyeruput milkshake strawberry nya.

" Oh iya Liza, lo belum bilang loh siapa nama kakak lo. Waktu itu kan kepotong ceritanya. Jadi gimana gimana? Lanjutin dong," tiba-tiba Kaluna berucap.

" Emm iya juga yaa," gumam Liza.

" Jadi, siapa nama kakak lo itu?" Tanya Kaluna sangat kepo.

" Nama kakak gue Gema. Kenapa? Lo pengen kenalan langsung?" Tanya balik Liza.

Kaluna terdiam sejenak lalu menggeleng kecil.
" Ahh enggak kok, cuma pengen tau aja. Jadi namanya Kak Gema ya."

" Iya. Kalo ada apa-apa, bilang aja ke gue yaa," ujar Liza dan diangguki oleh Kaluna.

" Btw kakak lo ganteng gak, Liz? Kalo ganteng, sabi lah buat gue," ujar Difa.

Kaluna memutar kedua bola matanya malas.
" Gak usah aneh-aneh deh, Difa. Genit banget jadi cewek," sinis Kaluna.

" Sekali-kali lah, Kal. Hehe," cengir Difa.

Liza menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Emm Difa, maaf. Masalahnya kakak gue udah punya pacar, hehe," jawab Liza.

Raut wajah Difa langsung berubah masam.
" Yahh gagal kan. Pacarnya anak SMA sini juga?" Tanya Difa.

" Iyahh, malah kata kakak gue, pacarnya itu seangkatan sama kita," ucapan Liza berhasil membuat pandangan Kaluna teralihkan sepenuhnya.

" Maksud lo? Siapa pacar kakak lo? Seangkatan sama kita?" Kaget Kaluna.

Liza mengangguk.
" Iya Kal. Dia itu sekolah disini dan seangkatan sama kita. Tapi gue gak tau siapa namanya, kakak gue gak mau ngasih tau," ujar Liza. Sedangkan Kaluna hanya mengangguk-angggukan kepalanya. Ia tak mau ikut campur lebih dalam ke kehidupan kakaknya Liza itu.

" Yaudah lah guys. Emm gimana kalo habis ini kita ke perpus buat ngadem. Gimana, mau?" Tanya Difa tiba-tiba.

" Boleh tuh. Lo mau ikut gak, Kal?" Tanya Liza.

" Ngikut," jawab Kaluna.

Mereka pun berjalan berdampingan bertiga menuju ke perpustakaan. Selama perjalanan, banyak pasang mata yang menatap mereka kagum. Sedangkan mereka yang ditatap hanya cuek karena itu merupakan hal biasa.

Tiba-tiba mereka melihat gerombolan murid di depan kelas 11 IPS 2.
" Ada apa tuh rame-rame? Liat yok!" Ajak Difa.

Mereka pun berjalan mendekat ke gerombolannya itu dan berusaha mendesak agar bisa melihat objek sumber keramaian itu.

" Ada apa ini?" Tanya Difa ke salah satu murid yang ikut bergerombol.

" Itu, ada sekelompok murid baru yang pindah di sekolah ini," jawab murid itu. Kaluna, Difa, dan Liza hanya mengangguk mengerti. Mereka pun semakin berjalan mendekat.

Mata Kaluna langsung membulat sempurna ketika melihat siapa gerombolan murid baru yang menjadi pusat perhatian itu.

" Askara!" Teriak Kaluna lalu berlari ke arah Askara menerobos desakan murid-murid lain.

Askara yang merasa terpanggil pun langsung menoleh dan melihat Kaluna yang berlari menghampirinya. Sedetik kemudian ia tersenyum hingga membuat para siswi yang melihatnya berteriak histeris.

" Kok lo ada disini? Lo pindah ke sekolah gue?" Tanya Kaluna setelah berada dekat dengan Askara.

Askara mengangguk.
" Iya, gue pindah ke sekolah ini. Lo seneng gak?"

" Seneng banget dong. Itu berarti, temen gue di sekolah jadi tambah banyak," ujar Kaluna dengan senyumnya.

"Jantung gue," Batin Askara ketika ia merasakan jantungnya yang berdetak tiga kali lebih kencang karena melihat senyuman Kaluna.

" Oh iya, kenapa lo sama temen-temen lo pindah kesini?" Tanya Kaluna.

" Ya mau cari suasana baru aja. Di sekolah gue yang sebelumnya gak ada yang menarik," jawab Askara setelah terdiam sejenak. Sedangkan Kaluna hanya menganggukkan kepalanya.

" Heleh, bilang aja kalo mau pdkt sama seseorang. Gitu aja susah," celetuk Theo yang tiba-tiba datang.

" Hah?" Kaget Kaluna mendengar ucapan Theo.

" Berisik lo! Kalo gak tau mending diem!" Sentak Askara pada Theo.

" Lo mau pdkt sama siapa di sekolah ini?" Tanya Kaluna kepo.

" Lah gak nyadar dong," sahut Kenzie.

" Siapa sih, Ka?" Tanya Kaluna pada Askara.

" YTTA," jawab Askara singkat.

Kaluna berdecak kesal mendengar jawaban Askara yang justru membuatnya semakin penasaran.
" Siapa ya kira-kira yang disukai Askara? Kok bisa sih gue jadi kepo gini?" Tanyanya dalam hati.

" Nanti juga lo tau sendiri, Kal," jawab Devan yang juga muncul. Jika ditanya dimana Wira, kini lelaki itu sedang di kerubungi para siswi yang berebut minta foto bersama. Maklum saja, Wira memang terlihat lebih tampan kedua setelah Askara di LITOSVER.

" Eh btw kalian kelas apa nih?" Tanya Kaluna.

" Kelas 11 IPS 2, Kal," jawab Devan.

" Owhh, tetangga dong berarti," ujar Kaluna.

" Emangnya lo kelas apa?" Tanya balik Kenzie.

" 11 IPS 1. Deket kan?"

" Iya deket nih. Bisa lah sering ketemu," ujar Devan menaikturunkan kedua alisnya menggoda Askara.

" Gak usah aneh-aneh. Mantan lo aja selusin pada minta balikan, jangan sok-sokan nyari cewek baru," ujar Askara.

" Haha, cemburu bilang dong boss!" Ledek Devan. Sedangkan Askara masih setia memasang wajah datarnya.

" Yaudah, gue sama yang lain mau ke kelas dulu," ujar Askara pada Kaluna.

" Owh oke deh, bye. Sampai ketemu lagi, ganteng," ujar Kaluna melambaikan tangannya.

" Ekhem, hmm iya," ujar Askara seperti setengah gugup. Sepertinya ia sedikit salting ketika Kaluna menyebutnya " ganteng" tadi.

" Lo kenal sama mereka?" Tanya Difa tiba-tiba dari arah belakang Kaluna.

Kaluna membalikkan badannya menatap Difa.
" Kenal sih, mereka temen gue," jawab Kaluna.

Difa memicingkan matanya curiga.
" Sejak kapan kenal? Kok gue gak tau."

" Lupa mau cerita. Yaudah yok lanjut ke perpus," ajak Kaluna.

" Ayok," ujar Liza semangat.

Mereka bertiga pun akhirnya berjalan beriringan menuju ke perpustakaan.

-

Haii
Terimakasih sudah membaca cerita ini..
Jangan lupa follow akun author dan vote cerita ini ya...
Bye
Salam, author ❤️


2 November 2022

Continue Reading

You'll Also Like

775K 53K 40
Hidup Linka yang menurutnya flat semenjak keluar dari panti asuhan mendadak berubah saat seorang cowok datang dan mengaku sebagai anaknya. ** Linka t...
6.8M 282K 56
Bagaimana jadinya seorang Naya yang baru lulus wisuda tiba-tiba bangun menjadi istri dari seorang duda yang mempunyai anak dan anaknya itu udah berum...
2M 82K 73
[PART LENGKAP] #1 IN KISAH REMAJA [22/02/2022] Galang Pramudya, ketua The Lion di SMA Elang, yang terkenal ganas dalam menghabisi musuhnya. Tapi beru...
586K 41.5K 65
[Belum ter-revisi & Eyd masih berantakan🙏] ... Biarkan Cillian mengingat apa yang terjadi padanya sebelum ini? Diseruduk sapi? Tunggu dulu.. Ini buk...
Wattpad App - Unlock exclusive features