Our Blue Sky : JOVAN (COMPLET...

By Simply_imm

9.3K 1.9K 97

Imelda seolah menjadi pelakor di kisah cinta Riza, padahal ia begitu tulus mencintai Cakra, pria romantis yan... More

🥤INTRO
🥤1. The Tragedy
🥤2. Tanya's Boyfriend
🥤3. My Date
🥤4. 1st War
🥤5. My Boleved
🥤6. Balada Cinta
🥤7. W T F you doin' Jov!? 🔞
🥤8. Revenge
🥤9. Im sorry
🥤10. The Flashback
🥤11. Weird
🥤12. Another Tragedy
🥤13. Cafe
🥤14. Love You More
🥤15. The Plaster
🥤16. Titik terang
🥤17. Kecewa
🥤18. Luka tak berdarah
🥤19. Sebuah kehangatan
🥤20. Mari kita Jujur
🥤21. Permulaan Baru
🥤22. Tadika Mesra
🥤23. Opera Sabun
🥤24. Close Up
🥤25. Mendongkol
🥤26. Prahara mertua
🥤27. Shity Party
🥤28 . Sick
🥤29. Masalah Baru
🥤30. Gaje
🥤31. Ngalor ngidul
🥤32. Perang Dingin
🥤33. Tersedak Fakta
🥤34. Duta Plin-plan
🥤35. Galau
🥤36. Firasat
🥤37. Hari Sebelum badai
🥤38. Hujan 🔞
🥤39. Luka yang Sama.
🥤40. My Hero, Cakra.
🥤42. Malam Lara Kita
🥤43. Harus Memilih
🥤44. Rasa Curiga
🥤45. Tertangkap Basah
🥤46. Taruhan
🥤47. Hari Mendung
🥤48. Mari Berpisah?
🥤49. Prahara Beruntun
🥤50. Prahara Beruntun Jilid 2
🥤51. Kamu Aku, Aku Kamu
🥤52. Hamil?
🥤 53. Bimbang
🥤54. Terbongkar
🥤55. Cakra oh Cakra
🥤56. Kamu Cinta Riza, Cak?
🥤57. Cuma Tameng
🥤58. Jawab Cakra!
🥤59. Kembali
🥤60. Puzzle yang Hilang
🥤61. Another Puzzle
🥤62. The Ombrophobia
🥤63. Acara.
🥤64. Pernikahan kedua
🥤65. Hilang Akal
🥤66. Honeymoon trips
🥤67. Lo ga oke, Jovan!
🥤68.Bertanya-tanya.
🥤69. Nemenin 🔞
🥤 70. Andai
🥤71. Kesambet
🥤72. Rasa Takut
🥤73. Pulang
🥤74. Pacaran
🥤75. Kabar Buruk 🔞
🥤76. Our Time 🔞
🥤77. Night
🥤78. Jebakan
🥤79. Kacau
🥤80. Buntu
🥤81. Sadar
🥤82. Elo?!
🥤83. Pertarungan
🥤84. Penyelamatan
🥤85. Tanya
🥤86. Hilang
🥤87. Radit
🥤88. End🥤
🚨 Note🚨

🥤41. Jovan's Life

103 26 5
By Simply_imm







Seorang pria melangkah dalam kegelapan malam menghampiri sebuah mobil mewah berwarna hitam yang berhenti sembarangan di pinggir jalan.

"Yakin kan lo sama arah Jalannya, Ron?!" ujar pria itu pada rekannya yang sudah mulai memanas ka mesin mobil yang akan dikendarainya berjalan jauh malam ini.

"Yo'i, you Know, Jov. This is not my first time, don't Worry dude!"

Jovan terkekeh ia mengulurkan tangannya pada Aron yang terkekeh lalu merolingkan bola matanya sebelum balas menjabat tangan sobat itu.

"Hati-hati. Meski kita udah ngerencanain semua dengan amat sempurna, lo ga perlu mikir dua kali buat kabur kalau lo rasa udah ga aman yah, gue mending kehilangan klien dan barang-barang itu daripada kehilangan kalian Ron. Inget! Lo ketuanya! Selalu waspada dan jangan tinggalkan jejak, oke!"

"Iya-iya Bro... Gue bakal hati-hati. Lagian lo ngapa sih Jov ga ikut aja. Bukannya Lo ga bisa kalo ga nganter sendiri dan mastiin semua pengiriman kita aman?"

"Ya mana bisa lah, Boss kan sekarang da punya cemceman di rumah. Di gaprok dia yang ada kalo ketahuan  pulang pagi buta." dari arah bagasi belakang terdengar suara lantang Reno yang seketika mengejutkan Aron. Bukan, bukan sebab suara cemprengnya. Melainkan sebab apa yang baru diucapkan pria itu.

"Whats? Whats his meaning, Jov?! Lo... Tinggal bareng cewek? Who's? You have a girlfriend?! Sejak kapan?!"

"Aaa baginda Aron! Percuma lo ganteng dan pinter tapi perihal gosip kudetnya ga ampun. Jangan kaget lo yah, sobat lo ini si Jovan al Qarem udah nikah di kampung halaman kemarin! Ga ngundang-ngundang kita Lagi, tau-tau ngeboyong cewek aja ke apartemennya!" Reno menutup pintu bagasi ga selow lalu ikut masuk mobil disamping Aron.

"Gila! Beneran, Jov? Lo nikah? This's the fu*king news i ever hear! Shit! Elo Jov? Nikah! Pacaran aja lo ga bakat bro!" Aron saking tak percayanya sampai menongolkan kepala keluar dari dalam mobil menuntut Jovan lekas beri penjelasan padanya.

Jovan hanya beri senyuman penuh arti lalu mengangguk kalem. "Itu kecelakaan... Kecelakaan yang Ga terduga."

"Lo atau tu cewek yang ngajak celaka Jov?!"

"Cih! Ngelunjak lu yah. Ini ga kayak yang otak kotor lo bayangin! And this is my privaci! Udah sono berangkat kalian, nanti gue ceritain detilnya kalau pengiriman ini uda kelar. Deal?!"

"Deal yah! Lo janji ntar gue tagih!" Aron menunjuk Jovan mengancam, hingga buat Jovan terkekeh seraya mengangguk.

"Sure. Good luck guys!"

Setelah mengucap kalimat perpisahan itu Jovan beranjak kembali masuk ke dalam mobilnya dan menyaksikan mobil Hitam Aron mulai melaju, diikuti dua mobil pick Up antar barang berwarna putih yang tertutup rapat. Lalu terakhir rombongan itu turut diikuti dua pengendara motor berpakaian serba hitam.

Yah, semua persiapan sempurna seperti biasa,  Jovan menoleh ke samping, pada seseorang yang duduk di kursi kemudi.

"Gue mau check barang kita yang baru dateng dari Thailand, "

"Siap Boss, semua barang itu harusnya udah sampe ke markas sekarang. Dan em... boss... Barusan Geng Xmons ngehubungi. Mereka nawarin aliansi lagi... Tapi kali ini bukan guns Boss..."

"Jadi apa? Drugs?"

Radit mengangguk, "Gimana boss? Kita terima?"

"Shit! Makin berani mereka! Seenak jidat aja mereka, di pikir kita kurir segala barang apa! Disaat lagi ga aman begini pula! Tahan dulu Dit, biar gue yang ngomong ke mereka ntar... Ada resiko ada harga... Dan kita ga bisa sembarangan sekarang. Di dunia gelap ini... Musuh bisa dateng dari mana aja. Keep aware!"

"Ya boss."

"Oke, kita ke markas sekarang. Abis itu gue langsung pulang yah."

Dua pemuda itu pun memacu mobil mereka dari sebuah tanah lapang kosong yang jauh dari pemukiman itu menuju sebuah kawasan perbukitan yang ramai terdengar hingar bingar kehidupan malam kota Jakarta. Jovan keluar dari mobilnya dan dari atas sini ia dapat melihat riuhnya lapangan balab dengan segala aktifitasnya di bawah bukit sana. Sebelum ia turut mengikuti langkah Radit masuk kedalam rumah yang mereka sebut markas besar. Tempat itu di dominasi warna hitam pada semua dinding dan ornamen pelengkap didalamnya, selebihnya tampat seperti tempat tongkrongan anak muda biasa, dengan ruang game, ruang kumpul-kumpul yang acak-acakan serta beberaoa kamar yang terbuka bebas untuk siapa saja. Jovan dan Radit turun ke ruang bawah tanah dan langsung disambut tumpuan kotak-kotak besar yang memenuhi meja panjang di ruang itu.

Jovan membuka salah satu kotak hitam yang memuat seperangkat senjata beramunisi tembak tersaji di sana.

"Asli kan Dit?"

"Udah kami Check boss, asli. Thailand tempat transit doang, tapi ini asli dari US sesuai permintaan Boss."

"Oke, " Jovan tersenyum penuh arti, disaat bersamaan panggilan dari tim keamanan mengintrubsi Radit lewat  earpod yang dikenakannya dan mengabaran kedatangan tamu tak terduga ke markas mereka.

"Boss! Xmons... Mereka ada di depan, Boss."

Jovan tak terkejut, pria itu lekas berbalik dan menaiki tangga bersiap menyambut tamunya dengan penuh percaya diri.

Tak seperti yang diduga, pertemuan dua geng dengan bisnis hampir serupa itu tidaklah setegang yang di takutkan sebelumnya. Jovan tampat begitu akrab degan pimpinan geng Xmons beserta beberapa anggotanya, mereka terlibat obrolan panjang tentang rencana kerja sama bisnis hingga Meneguk cairan beralkohol pun tak luput dari kegiatan cengkramah antar geng itu.

Tau-tau... Berkat Radit yang mengantar Jovan pulang hingga depan pintu unitnya Jovan pun bisa sampai ke rumahnya. Namun setelah susah payah menekan kombinasi pasword pintu yang memusingkan begitu masuk Tubuh Jovan langsung limbung jatuh dan buatnya hanya bisa berbaring dilantai apartemennya

Jovan coba bangkit, namun tubuhnya terasa berat dan otaknya tengah tak bisa diajak kompromi. Dalam kegelapan itulah sayub-sayub Jovan melihat siluet seorang wanita lewat diseberang dan langsung menghampiri tubuhnya yang terkulai nyaris tak sadarkan diri dilantai ini begitu lampu dinyalakan.

"Bang Jovan!"

Tentu, siapa lagi jika bukan Imelda, Gadi yang baru dinikahi Jovan beberapa hari lalu.

Jovan menyungging senyum di wajah tampannya yang tengah kacau itu, sekuat tenaga Imel membopong tubuh Jovan lalu membaringkannya kesofa bersama cerocosan wanita yang Jovan tak pahami sama sekali yang ia tahu hanyalah tenggorokannya yang terasa begitu kering dan meminta diambilkan air minum, maka merasakan tubuh Imel yang mulai menjauhinya buat Jovan tak bisa berhenti memanggil nama gadis hingga Imel kembali menghampirinya dan bertanya.

"Hmm, paan se—"

Greb

Jovan meraih tangan gadis itu dan menariknya hingga tubuh Imel jatuh di atas tubuhnya.

Jovan membuka mata dan mendapati wajah gadis itu kini tepat berada di hadapannya dengan jarak yang begitu dekat, jarak terdekatnya dengan Imel seumur hidupnya. Niat awal Jovan hanya ingin memastikan Imel tak pergi jauh lagi sebab Jovan ingin minta air minum. Namun saat dua obsidannya besibobrok dengan  netra gadis itu sema pikiran di otak Jovan seketik buyar dan begitu saja Jovan memajukan wajahnya untuk menempelkan  bibirnya pada bibir ranum Imel yang telah mnggodanya sejak lama.

"Mmp! Bang!"

Gadis itu melotot dan menjauhkan wajahnya dari Jovan namun Jovan tak beri gadis itu jeda sedikit pun untuk berfikir apalagi kabur, segera Jovan balik posisi tubuh mereka, hingga kini ia berada diatas tubuh Imel yang sempurna telah ia perangkap.

"Lo apaan sih bang! Mabuk lo kok gini sih, lepasin gue bego!"

Yah, Jovan memang mabuk. Namun jujur saja di moment ini Jovan tak melakukan ini hanya bermodal mabuk saja, jika ia sejak dulu mungkin Jovan telah menyerang gadis sembarang tiap ia tak sadarkan diri. Namun justru sebab Jovan masih separuh sadarlah maka ia jadi Menginginkan Imelda, selain sedikit dudasri hawa tubuh Jovan  yang ingin meningkatkan adrenalin  buatnya jadi kurang terkontrol karena alkohol memang. Namun sumpah, Jovan sadar baru saja mencium Imel dan akan melakukannya lagi.

Cup

Kali ini Jovan mengecup bibir milik Imel lebih dalam dan menuntut sebuah Ciuman yang lebih intens, Jovan tak beri Imel kesematan lagi untuk menghindar sebab Jovan telah menahan kedua tangan gadis itu diatas kepalanya.

Ciumannya telah menjadi lumatan-lumatan candu yang kian memantik bara dalam jiwa Jovan tuk kian melanjutkan aksinya, berbanding terbalik dengan Imel yang merasa semakin jijik dengan kelakuan Jovan yang ternyata sungguh sebrantakan yang Imel duga selama ini.

"Woi! Stop gila! Lo mabuk Jovan berenti woi!" Gadis itu terus menolak dengan gelengan dan berontakan tangan namun Jovan bisa menepis itu semua, bibir Jovan mulai menyapa leher mulus Imel yang mulai dipenuhi peluh buah pergolakan dari serangan Tak terduga Jovan yang begitu mengejutkan. Begitu saja tangan kanan Jovan menyapa satu gundukan dada Imel dan meremasnya sampai  tak lama, bunyi sobekan kain cukup kencang  teralun hingga menyentak batin Imel seketika.

Yah, Jovan baru menyobek bagian depan baju Tidur gadis itu.

"Brengsek!" belum sempat Jovan melihat hasil ulahnya terhadap pakaian yang dikenakan Gadis dibawanya Imel nekat saja menghaturkan kepalanya sendiri ke wajah Jovan hingga pria itu lengah karena rasa sakitnya dan Imel lekas ambil langkah seribu dan kabur.

Ia masuk kedalam kamar dan mengunci pintu rapat-rapat. Tinggalkan Jovan yang kni terduduk disofa masih mengaduh kesakitan memegang wajah bagian kirinya. Sumpah, detik ini kesadaran Jivan hampir kembali seluruhnya, saat dirasa denyutan sakit akibat ulah Imek telah mereda pedihnya  pria itu malah terkekeh tanpa sebab, lalu ia berguman kecil dalam tawanya.

"Hah... sial."

Wajah itu mengulas smirk dan menatap ke arah pintu kamar yang menjadi benteng perkindungan Imel saat ini.

"Shit, Padahal hampir aja..."






















To Be Continue ...

Gnigth  gaes, How are u today. Hope u still enjoying your great life yah😘
Ga kerasa udah sampai part 40-an aja yah. Mulai ni kelihatan kelakuan asli Jovan yang ternyata lebih geregetin dari yang selama Ini Imel tahu yah.

Sengaja buat cuap2 ini untuk mengingatkan aja jika part ini nyambung banget sama PART 3 : KENCAN yah. Kejadiannya sama ahanya berbeda sudut pandang aja.

Hope u enjoy this part😘 love you

Continue Reading

You'll Also Like

57.4K 1.8K 38
PENGUMUMAN: Cerita sedang direvisi, masih banyak typo dan paragraf yang belum rapi. Harap dimaklumi Cerita ke2 ini berasal dari saudara sepupunya Ay...
690K 52.3K 56
Rasen seharusnya menikahi Hira, kekasih yang sudah dipacarinya selama 7 tahun lamanya. Tapi yang menyandang posisi sebagai istrinya justru Karen, adi...
3.9M 301K 62
"Aku istri kamu, hewan aja kalau dipukul pilihannya lari atau mati, apalagi manusia." "Aku capek denger bentakan kamu, kamu suami aku tapi, kamu kaya...
227K 3.1K 3
Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... t...
Wattpad App - Unlock exclusive features