_______~☆~_______
Ting tong
Keadaan meja makan pagi ini cukup hening dan canggung dikarenakan marahnya dan kecewanya Ragandra semalam, ketika mengetahui fakta jika seseorang dari kesembilan putri nya itu berpacaran di belakang nya dengan sembunyi sembunyi dari diri nya
Terlebih lagi saat tau jika pacar dari putri nya itu adalah seorang yang urakan dan seorang peminum, semakin meledak lah Ragandra, mereka semua besembilan terkena dampak omelan seorang ayah satu itu dan akibatnya saat ini tidak ada yang berani membuka pembicaraan satu pun termasuk Kanuela si bungsu
Ting tong
"Siapa? Kalian ada yang mau kedatangan tamu pagi pagi gini?" Ragandra mengarahkan tatapan nya pada kesembilan putri nya yang sedang makan sembari menunduk
Dan si sulung pun memberanikan diri untuk beranjak "Biar Ghea yang buka yah.."
"Awas ya kak. Kalo yang dateng itu pacar kalian yang kalian sembunyiin dari ayah" Ujar Ragandra memperingati
Gheanda menghela nafas dan tersenyum tipis kemudian melangkah keluar guna membukakan gerbang
"Maaf yah..." Ucap Janedetta dengan intonasi pelan
"Bukan nya ayah ngekang kalian atau apa, tapi tolong lah kalian kasih tau ayah kalian dekat dengan siapa, biar ayah tau dan menilai orang tersebut baik ngga buat kalian. Liat pacar kamu itu Jane... dia pemabuk gitu, gimana nanti kamu kedepan nya hah?" Ucap Ragandra dengan intonasi lembut namun di berikan sedikit penekanan
Janedetta berkaca kaca lagi. Sudah cukup dia menangis semalaman melihat Revandra yang diberikan pukulan oleh ayah nya, terlebih saat ayah sembilan anak itu tau cerita bagaiamana perlakuan Revandra selama ini terhadap Janedetta makin panas lah situasi
"Tapi Revan---"
"Sudah cukup. Jangan sebut nama anak itu lagi di depan ayah Jane"
"Tapi Jane sayang dia ayah..." Kini dia kembali mengucurkan air matanya, Jo yang duduk di sebelahnya mengusap ngusap punggung sang kembaran
"Jane... kamu gak sadar? Dia sudah menyakiti hati kamu. Jangan bertahan dengan orang yang tidak berperasaan seperti dia. Kalau emang dia mau sama putri ayah... ayah mau dia hanya memprioritaskan putri ayah, tidak bersama orang lain."
"Maaf... yah"
"Ini juga pelajaran buat kalian berdelapan, mengerti?"
"Mengerti yah..."
Alyssa membulatkan matanya ketika melihat notif pesan yang tertera di layar ponsel nya
Jarrelnjing🐶: Gw di depan rumah lo
Jarrelnjing🐶: Cepet keluar setan
"Shit" Gumam Alyssa pelan. Bisa habis jika ayahnya tau yang memencet bel dari tadi si Jarrel
"Yah Lisa berangkat duluan ya? Lupa mau ambil tugas di rumah temen" Untung lah otak nya sangat cepat memproses sebuah alasan omong kosong
"Di rumah siapa?" Tanya Ragandra
"Di rumah Nurul, tuh anak suka lupa kalo gak di ingetin!" Alibi Alyssa
Narsha sudah mengeryit dengan curiga. Sejak kapan kembaran nya itu berubah menjadi si ambisius masalah tugas? Tidak percaya dia
Alyssa menyalimi tangan Ragandra kemudian mengecup pipi sang ayah
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam hati hati"
"Oke yah!" Ucap Alyssa sembari berjalan menuju pintu dimana dia berpapasan dengan Ghea
"Lis itu ada---"
"Ssstt kak please jangan kasih tau ayah atau si jamet bakal bonyok" Ucap Alyssa kemudian berlalu dengan cepat menuju gerbang
Ghea hanya menghela nafas. Dia baru tau jika adik nya yang super tomboy satu itu ternyata diminati oleh laki laki
"Siapa kak?" Tanya Ragandra ketika Ghea kembali
"Bukan siapa siapa yah, tukang paket salah alamat" Alibi Gheanda
"Ouh dikira laki laki yang bikin kamu nangis kemarin"
"Uhuk!" Gheanda sedikit tersedak mendengar ucapan sang Ayah. Bagaimana Ayahnya bisa tau?
Dan ketujuh gadis yang ada di meja itu lantas menatapnya dengan tanda tanya dan juga terkejut
"Hah? Lo nangis kak? Gara gara cowo?" Ucap Jihana
"Anak kampus kita bukan? Fakultas mana?" Tanya Joanna
Rachel memicing "Atau jangan jangan... Antariksa?"
Ghea menghela nafas "Enggak kok, gak ada apa apa"
"Kamu juga nyembunyiin sesuatu dari ayah kak? Kamu pacaran di belakang ayah?" Ucap Ragandra
"Ayah... dia bukan pacar Ghea. Dia temen kampus Ghea yah... seperti yang ayah tau Ghea kan ijin nya ngerjain skripsi di cafe"
"Terus kenapa kamu nangis kak?"
Ghea menghela nafas kemudian tersenyum "Maaf yah untuk saat ini Ghea belum bisa cerita... tapi Ghea janji Ghea bakal cerita semuanya kalo Ghea udah siap"
[Di sisi lain]
Alyssa keluar dari gerbang dan mendapati seorang pemuda tengah berdiri di samping motor nya
"Anjir ya lo! Lo ngapain kesini monyeedd?... lo mau mati hah?" Ucap Alyssa kesal namun tidak keras keras
"Eh eh wait... ini apaan nih gue dateng dengan niat baik mau jemput lo... bukan nya berterimakasih" Cibir Jarrel
"Bodo amat rel! Sekarang pokok nya cepetan kita pergi sebelum lo di gebukin bokap gue. Dia lagi gak bagus mood nya"
"Bokap lo? Oh ya harus nya gue ijin ya? Yaudah gue mau ijin..." Jarrel hendak masuk meminta ijin namun kerah nya lebih dulu di tarik oleh Alyssa dari belakang
"Lo jangan macem macem kalo gak mau mati muda-_-"
"Ayo cepetan berangkat"
"Tapi gue belum pernah ketemu bokap lo saa"
"Lo mau ketemu bokap gue?" Ucap Alyssa di angguki Jarrel
"Kalo lo berani ketemu malaikat pencabut nyawa baru lo boleh ketemu bokap gue"
"Hah emang bokap lo---"
"Udah deh anjing! Cepetan kek setan!" Misuh Alyssa
"Iya iya siap" Jarrel pun menaiki motor nya kemudian mengenakan helm nya di susul oleh Alyssa yang naik di boncengan nya. Kemudian mereka melaju
"Anjir lo ganti motor lagi rel?" Tanya Alyssa di tengah laju nya motor mereka dengan kecepatan sedang. Pasalnya kemaren motor Jarrel masih menggunakan jenis retro classic tapi sekarang pemuda itu membawa ninja
"Yoi motor baru gue, bagus gak?"
"Cih lo jemput gue niatnya mau pamer kan? Sialan"
"Haha itu sih tujuan utama gue"
"Keren sih tapi masih kerenan si archi lah only one"
"Iyain deh saa..."
Mereka pun sampai di sekolah...
"Kantin dulu skuy" Ucap Jarrel setelah melepas helm nya
Alyssa membenarkan rambutnya yang tergerai teracak angin melalui kaca spion
"Kenapa? Belum sarapan lo?"
"Hm males gue sarapan di rumah"
"Yaudah kuy"
"Lo gak ada niatan mau potong rambut lagi sa?" Ucap Jarrel menatap rambut Alyssa yang sudah cukup panjang
"Males, mau coba rambut panjang aja"
"Pffftt hahaha"
"Kenapa lo ketawa njing" Sinis Alyssa
"Mau nyaingin kunti di atas pohon rumah gue saa? Hahaha"
"Bangsat lo-_-"
"Ssstt mulut lo ya dari tadi toxic mulu heran gue" Jarrel menutup mulut Alyssa dengan tangan nya
"Bwahh anjir lo gak mandi rel? Tangan lo bau upil badak!" Alyssa menepis tangan Jarrel
"Hehe tadi gue lupa cuci tangan abis nyebokin si cantik"
"Bangsaat Jarrel!!!" Seru Alyssa untung masih pagi jadi koridor masih lumayan sepi
"Sssuut saa! Berenti toxic deh kasian malaikat pencatat amal buruk lo, pegel dia tangan nya nyatet dosa dosa lo"
"Anjir si cantik siapa? Mesum banget lo!"
"Cantik itu kucing peliharaan gue-_-"
"Jijik banget lo bangsat!! Mulut gue ternodai!!! Enyah lo!" Alyssa mendorong pemuda itu
"Bercanda nyet, tangan gue bersih mulus bebas polusi"
"Halah bullshit"
"Bu nasi goreng nya satu" Pesan Jarrel pada penjual di kantin
"Lo mau apa saa?"
"Es susu aja"
"Sama es susu nya satu es teh satu ya bu"
"Siap cah bagus"
"Lo semalem kemana aja? Gak dateng ke markas" Ucap Jarrel
"Gak bisa berkutik gue dari bokap"
"Kenapa?"
"Lo tau Revandra Aldebaran?" Ucap Alyssa membuat Jarrel berfikir seperti tidak asing namanya
"Bentar... kok gue gak asing ya nama nya"
Alyssa membuka akun instagram dan menunjukan rupa visual orang yang dimaksud pada Jarrel
"Eh! Kalo gak salah dia mantan panglima tempur geng thunder bukan si?"
"Hah yang bener lo nyet?" Ucap Alyssa terkejut
"Iya anjir sumpah lo gak inget waktu kita smp? Kita sempet war sama Thunder nah si Revan ini by one sama gue sat!"
"Kok gue gak liat anjir!"
"Emang kenapa sama dia saa? Lo berurusan sama dia?"
"Si Revan ini doi nya Janedetta. Dan tau gak apa yang terjadi semalem?" Ucap Alyssa di jawab gelengan oleh Jarrel
"Ceritanya kan Janedetta mutusin hubungan nya nih sama si brengsek ini, tapi sebelah pihak rel nah dia dengan gila nya berani dateng pas habis minum minum mungkin hampir setengah sadar kali ya. Gila tuh orang! Malem malem lo bayangin kita habis makan malem tiba tiba ada orang mabok gedor gedor gerbang terus ngaku kalo dia pacaran sama kakak gue habis tuh orang di smackdown tuan Ragandra untung aja gak di gantung idup idup"
Jarrel meneguk saliva nya pada kalimat terakhir
"Jadi itu alasan gue gak boleh ketemu bokap lo?"
"Makanya gue bilang kalo mau ketemu Tuan Ragan alangkah baik nya lo persiapkan diri buat ketemu malaikat pencabut nyawa"
"By the way tadi yang bukain gue gerbang itu siapa saa?"
"Kak Ghea?"
"Ooo kakak nomer berapa saa?"
"Kenapa? Lo naksir?"
"Cantik banget buset"
"Jangan mimpi rel tipe dia itu jauh banget dari modelan kayak lo"
"Dih sok tau banget. Emang lo tau isi hatinya?"
Alyssa menghela nafas jengah "Lo tau Antariksa Shabraga Chandrawinanta? Dia pemuda keturunan kraton Jogja aja di tolak. Apa lagi lo modelan jamet jalanan gini huhu... miris..."
"Bangsat-_-"
"Hahaha ngaca dulu kalo ngomong"
"Udah dan gue sadar semakin hari wajah rupawan gue semakin ganteng saa"
"Najiiis!!"
"Saa by the way lo udah tau belum?" Ucap Jarrel merubah raut wajah nya menjadi serius
"Kenapa?"
"Raffael is back..."
Alyssa langsung terdiam "O-oh"
"Oh doang?" Jarrel penasaran reaksi Alyssa tapi gadis itu hanya mengatakan satu kata tidak bermakna
"Kapan?" Ucap Alyssa dengan intonasi melemah tidak se excited tadi ketika bercerita pada Jarrel
"Kemaren siang, lo gak mau temuin dia?"
Alyssa menunduk sambil meminum es pesanan nya kemudian menggeleng menatap Jarrel
"Why?" Tanya Jarrel
"Gue belum siap" Jarrel terkekeh dengan jawaban Alyssa
"Dia apa kabar?..."
Mendengar itu Jarrel menghentikan kekehan nya dengan dada yang terasa sedikit nyesek
Kemudian tiba tiba seorang pemuda tampan duduk di hadapan nya menumpu kepalanya menggunakan sebelah tangan sembari tersenyum manis
"Kenapa gak tanya langsung?" Ucap seseorang itu
Seketika membuat Alyssa mematung.
He's back...
_______~☆~_______
_~☆Jarrel Dilian Ganendra☆~_
Jujur aja dia lebih keliatan kayak snowball (kartun kelinci) di banding panglima tempur
Gemesss yarobuun...>_<
_______~☆~________
__ ~☆Raffael Dilian Ganendra☆~__
Siapa nya Alyssa nih???