Steven high school sedang melaksanakan kerja bakti, seperti biasa tugas dibagi perkelas.
Seperti kelas 11 IPS-2 mereka ditugaskan untuk membersihkan gudang sekolah.
"Bilaa waktu tlah berhenti, teman sejati hanyalah amal"secara random mingrui tiba-tiba menyanyikan soundtrack azab sambil sibuk membersihkan lemari dengan kemoceng
"Gajelas banget lu, nyanyi lagu azab"ucap shuyang yang lewat di belakang mingrui
"SSM, Suka-Suka Mingrui"Ucap pria itu sambil melempar kemoceng ke wajah Shuyang
"Woe anjinc, debunya gak kaleng-kaleng ini"Shuyang mengibas-ngibas udara di sekitarnya
"Rui, yang jangan ribut, cepet kita beresin ini gudang"nasehat Zeyu
"Syapp paketu"Mingrui
"Perhatian semua, jam kerja bakti sudah selesai , silahkan mencuci tangan dan bersiap pulang bagi yang hendak pulang, hari ini tidak ada pelajaran dikarenakan ada rapat bagi semua guru yang sedang mengajar, terimakasih atas perhatiannya"
"Woi zey, udahan nyabut rumputnya"panggil Shuyang
"Iya ini gue mau cuci tangan"zeyu membuang rumput yang sudah di cabut ke tong sampah khusus untuk dedaunan
Saat hendak mengejar shuyang zeyu melihat mingrui yang masih berada di gudang, zeyu kemudian berbalik arah dan memanggil mingrui
"Woi Mingrui, udahan kerja baktinya, ayo cepetan cuci tangan, kelamaan di gudang kerasukan jin lu nanti"seru zeyu kemudian kembali mengejar shuyang
"Iya-iya, berisik bener dah"Mingrui berlari menyusul zeyu yang tidak terlalu jauh
- Kantin -
"Woi anjir, tebar pesona mulu lu zey"shuyang
"Woh ya harus dong, gue itu visual sekolah, siapa yang gak mau TP mulu coba kalo jadi gue"zeyu menyibak rambutnya membuat jidat parnipurna nya bersinar
"WOI ANJIR ADA YANG PINGSAN"teriak anak kelas 11B
"Gue gabisa, gue gakuat" ucap orang yang kayanya udah sekarat
"Kamu kenapa sayangg" goda zeyu yang makin membuat anak tadi kejang²
"Bejir, kasian tuh cewe." Mingrui
"WOY UJEY MARKUJEY, RAMBUT LU RONTOK KE BAKSO GUE ANJING." Shuyang berteriak kesal
"Gapapa, vitamin." Zeyu
- pulang sekolah -
"Eh rui sini"panggil Laura
"Kenapa beb, kangen ya hiakkk huahahahha"mingrui
"Jangan kepedean deh abangnya"Laura
"Iya, apa ada?"mingrui
"ADA APA BUKAN APA ADA"teriak Gaby tidak nyantuy
"Gausah emosi kali mbak"Shuyang
"Sabar Gab, sabarrrrrrrr"Keiza
"R nya kepanjangan sayang"xinlong menutup mulut keiza dengan tangannya
"Kenapa sih emangnya panggil²"Mingrui
"Kami gabut nih, asiknya kita main apa yah?"Fara
"GUE ADA IDE"mingrui menjentikan jarinya
"Apaan?"Laura
"Nanti, tunggu zeyu coming ke here dulu"Mingrui
"Ada apa nih?"zeyu kembali ke kelas dengan membawa satu totebag penuh dengan minuman dingin bersoda
"Sini dulu napa, gue mau ngasih rencana"Mingrui
"Apa?"zeyu membagikan minuman kaleng itu
"Jadi gini, tadi waktu kerja bakti gue kan kebagian ngebersihin daerah gudang, nah pas gue lagi nyabut rumput dekat pintu gudang, gue liat ada kaya papan gitu, karna gue kepo yaudah gue masuk dengan alibi mau ngebersihin gudang, trus lu tau gak itu papan apa?"gantung mingrui sambil menatap temannya satu satu, semuannya hanya melempar tatapan bingung
"Emangnya itu papan apa rui?"Gaby
"Ternyata setelah gue bersihin debunya, papan itu ternyata papan ouija"ucap mingrui sambil menggebrak meja membuat semua terkejut
"Bangsat"Laura
"Kaget gue"xinlong
"Emang apa rencana lu?"Fara
"Jadi gimana kalau malam ini kita main ouija board di gudang?, nanti kita ambil papannya dari gudang sama sekalian nyari planchette nya" mingrui
"Gimana setuju?"Mingrui mengangkat kaleng soda nya ke tengah lingkaran
"Emm, gue setuju aja sih"Laura
"Gue juga"ucap shuyang dan fara bersamaan
"Kami ngikut kalian aja deh" keiza, Gaby, xinlong dan zeyu mengangkat kaleng sodanya
"Oke kalo gitu, malam ini kita langsung ngumpul lagi di lapangan, terus jangan lupa bawa senter, powerbank, handycam yang ada sinar ijo²nya, terus batrai kamera sama senter, sama sajam buat jaga jaga ada penjahat"Mingrui
"Okelah"ucap Zeyu
"Kita ngumpulnya jam berapa?" Fara
"Jam 11 aja gimana?"Keiza
"Boljug"zeyu
"Oke kalo gitu mending kita pulang aja buat nyiapin perlengkapan"shuyang
"Iya nih yuk"semuanya kemudian meninggalkan kelas dan pulang ke rumah masing masing
23.05
"Ini udah semua?"fara
"Ayo absen dulu"keiza
"Zeyu?"fara
"Ada"
"Xinlong?"fara
"Di depan matamu"
"Gabriella A.K.A Gaby?"fara
"Ya"
"Laura?"Fara
"Ada mbok"Laura
"Eh, mingrui mana?"zeyu
"DUARRRR"
"Ehhh katak lari"xinlong
"Emang katak bisa lari?"Keiza
"Yo nda tau kok tanya saya"xinlong
"Eh astaga Tuhan, MINGRUI LU NGAPAIN MANJAT PAGAR?"teriak Gaby
"Biar bisa masuk lah goblok"mingrui
"Tinggal lewat pintu belakang bego, elu lewat situ ketahuan cctv"Zeyu
"Oiya, oke skuy udah mulai gerimis nih"mingrui
-di gudang-
"Nah ini papannya"mingrui meletakan papan itu di tengah tengah mereka semua, jadi mereka duduk melingkar gitu lho
"Ada peraturannya"Laura
"Ouija board, peraturan permainan. Satu, jangan bermain sendirian lebih baik bersama seseorang"Xinlong
"Dua, jangan pernah dimainkan di makam"fara
"Tiga, jangan pernah membawa-bawa Tuhan dalam permainan"shuyang
"Empat, selalu katakan goodbye saat mengakhiri permainan dan jangan lepaskan jari kalian sebelum mengatakan goodbye"ucap mereka serentak, hening beberapa saat hingga zeyu memecah keheningan
"Oke sekarang ayo kita cari planchette nya"zeyu menyalakan senternya dan menyoroti sudut² gudang, diikuti Laua dan xinlong
Saat zeyu, Laura dan xinlong mencari planchette, mingrui, fara, shuyang dan Gaby menyiapkan permainan dan meletakan lilin yang dipercayai sebagai penghubung roh
"Gue dapet planchette nya!"seru laura
"Bawa sini"mingrui kemudian meletakan planchette nya ditengah papan
"Shuyang, fara, xinlong matiin senternya"keiza
Cahaya gudang sekarang hanya tersisa cahaya dari 3 buah lilin yang tidak terlalu terang hanya remang remang
"Zey kok lama lama jadi serem sih"Gaby memeluk erat lengan zeyu
Zeyu mendekap Gabriella memberikan gadisnya kehangatan "mungkin karena lagi hujan diluar"zeyu berusaha menenangkan
"Goblok malah mesra-mesraan di gudang"shuyang
"Gab, lu kaga hamidun kan?"tanya fara
"Kaga lah anjink, gue tuh masih perawan"Gaby
"Kirain udah kaga suci lagi"mingrui
"Pen gue ampelas aja mulut lu"Gaby
"Iya iya ampun, udah ayo semuanya taroh telunjuknya satu satu taro di sini"mingrui memberi instruksi
"Siapa yang tau mantranya?"tanya mingrui setelah semua meletakan telunjuknya di planchette
"Gue tau"Gaby
"Oke bacain"zeyu
Gabriella menarik nafasnya kemudian dihembuskan, berusaha mengstabilkan detak jantungnya, Gaby kemudian kembali fokus dan membaca mantranya
"Spirit,spirit of the coin...spirit,spirit of the coin....spirit,spirit of the coin....please come out and play with us!" Mata mereka semua tertuju ke bawah pada tangan mereka yang bergerak bersama-sama di papan ouija
Gabriella terus merapalkan mantra pemanggil arwah itu, malam yang dingin, bunyi hujan yang deras dengan cahaya remang-remang yang makin membuat suasana terasa menyeramkan sangat cocok untuk permainan ini, dia merapalkannya terus menerus,sementara jari telunjuk mereka masing-masing ada di atas planchette, bergerak memutar di atas simbol simbol papan secara perlahan
"Spirit,spirit of the coin...spirit,spirit of the coin...spirit,spirit of the coin...please come out and play with us!" kini mereka semua merapalkan mantra itu bersama
Sudah Tiga puluh menit mereka terus mengulang mantra itu namum belum terjadi apa apa, kini tangan mereka sudah mulai lelah, tidak ada energi lain yang bisa mereka rasakan, tidak ada roh yang terhubung, tidak ada tanda-tanda planchette terasa berat
"Spirit,spirit of the coin...Spirit,spirit of the coin...spirit,spirit of the coin...please come out and play with us!" ucap mereka sekali lagi kali ini sedikit lebih lantang karena hujan makin deras
Perlahan mereka merasakan benda berbentuk embun itu mulai bergerak dan terasa berat, mereka srmua kemudian saling menatap memberi isyarat
"Siapa yang duluan mau ngasih pertanyaan?" zeyu
"Gue" mingrui
"Is someone there?" mingrui memulai pertanyaan dengan pertanyaan yang mudah, benda berbentuk embun itu kemudian mulai bergerak ke papan bertuliskan-
"Yes" Mingrui menatap teman temannya dengan tatapan tidak percaya
"What's your name?" fara ikut mengajukan pertanyaan,
Planchette itu mulai bergetar dan bergerak lagi, kini menunjuk ke huruf-
"A...N...N...A" ucap fara sambil melihat huruf yang di tunjuk satu-persatu oleh benda itu
"Anna?" keiza mengernyitkan dahinya
"Ini kaya korban kebakaran sekolah tahun 1997 itu kan, atau namanya aja yang beda" Laura
"Iya yah, Si Anna Christya yang katanya meninggal, ditemukan terkapar berlumuran darah padahal waktu itu lagi kebakaran" lanjut Shuyang
"Coba tanyain umurnya berapa yang" Mingrui
"How old are you?" shuyang
Lagi lagi planchette itu bergerak ke arah angka 1 dan 7
"17" shuyang
"Do you have any messanges to us?" keiza
Lagi lagi benda berbentuk embun itu bergetar, kini mulai tidak terkendali, semuanya mulai panik tapi tetap sebisanya untuk tenang.
Benda itu kemudian menunjuk ke huruf
"R.." mingrui
"U.." Fara
"N.." shuyang
"O.." laura
"R.." xinlong
"D..." keiza
"I.." zeyu
"E...." Gaby
"RUN OR DIE" ucap mereka semua, sontak mereka menatap sekeliling kaget, mereka sekarang mulai was-was
"Emm, guys kayanya kita udahin aja deh permainannya" Keiza menatap kawannya satu satu
Semuannya perlahan menyeret planchette itu menuju ke kata 'Goodbye', tapi tiba tiba saja ada kursi yang terlempar ke arah mereka, mereka lupa membaca peraturan terakhir, 'JANGAN PERNAH BERHENTI DI TENGAH-TENGAH PERMAINAN', kursi itu melayang ke arah Fara dan hampir mengenai kepalanya, Fara yang kaget tidak sengaja melepas jarinya dari benda itu
"FARA JANGAN DILEPAS!" teriak Shuyang
"Semuanya cepet selesein game ini" Zeyu
Fara kemudian kembali menyentuh planchette itu dan mereka menyeret benda berbentuk embun itu ke arah kata 'Goodbye'
BRAKKKK
"ARGHHH"
shuyang berteriak ketika sebuah Gucci kecil tiba tiba terjatuh dan mengenai Bahu shuyang
"Shuyang bahu lu berdarah" histeris Laura
"SEMUANYA CEPAT KELUAR DARI GUDANG" Teriak zeyu
Mereka berlari berhamburan menuju keluar gudang
"Weh kita ke UKS dulu ngambil P3K kasian shuyang darahnya ngalir terus" ucap fara yang sedang menahan pendarahan shuyang dengan kain yang dia temukan asal
"Yaudah ayuk" mingrui
-UKS-
"Udahlah tenang aja, gak mungkin hantu nya ngejar sampe sini" xinlong
"Sumpah gue cape banget, kapok gue ikut sama lu Rui" Gaby
"Ya gue gatau bakal begini" Mingrui
"Kayanya kita harus cepet cepet pulang deh, ini hujan njirr gue takut gak bisa lari, atau pas lari kepeleset kan gak lucu" Ucap Keiza
"Kalo jatuh sih ngakak gue" kekeh zeyu
"Sad njirr" ucap Xinlong sambil menahan tawannya
"HAHAHHAHAHAH" tawa shuyang meledak saat membayangkan keiza jatuh terpeleset
"Buset dah kaget gue" mingrui
"Sumpah gue kesel bangetzzz, masa iya tadi fara ngikat luka gue pake kain kotor" shuyang
"MASIH UNTUNG GUE TOLONG LU!" Fara menjitak shuyang pakai tenaga dalam
sudah di pastikan geger otak-Author
"Iya makasih lu nolong tapi masalahnya,YA JANGAN PAKE KAIN BEKAS TANAH JUGA ANJIRR" Shuyang mepempar kain tadi ke muka Fara
"HAHAHHAHAHA MAMPUS TUH, HAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAH" Ruang uks sekarang dipenuhi oleh tawa mereka semua
"Ya kan gak sengaja bangsat" fara, shuyang menatap fara julid
"Udah jangan berantem, mending kita pulang aja deh ya" Gaby
"Gue mau pulang, cape gue lari lari" mingrui
"Tapi di luar kan lagi hujan" zeyu
"Lah iya ya, udahlah terobos ae, gak bakal demam juga" xinlong
"Hayuk" mereka kemudian bersama sama pergi meninggalkan ruang UKS
Mereka berjalan sambil bercanda dan tertawa agar suasana tidak terlalu mencekam, mereka berjalan melewati lorong yang sepi tapi mereka merasakan seperti ada orang lain di dalam kegelapan
"Eh yang, lu ngerasa gak?" laura menyenggol lengan shuyang pelan
"Kaya ada orang lain gak sih? Apa pak satpam lagi keliling sekolah ya?" shuyang berusaha ber positif thinking
"Ekhem, fokus jangan noleh²" Gaby
DUBRAK
"Cung, satu, dua, tiga..." mingrui
"LARIIIII" mereka kemudian berlari keluar sekolah dengan tergesa²
- di gerbang sekolah -
"WOI ANJIR STOP GW CAPEK" mingrui
"Itu apaan njir" ucap keiza
"Itu Arwah pak satpam disini" Zeyu
"Lah bre, lu bisa lihat juga kaya Gaby?" Shuyang, Zeyu menjawab dengan anggukan
"Bener² jodoh lu berdua" Shiyang
"Udah mending kita langsung pulang, hujannya deras banget" Fara
"Setuju, kacamata gue juga jadi basah" Keiza
"Ayo"
.
.
.
.
.
.
Hai semua reader aku yg tersayang, Zeycrsw balik lagi nihh, tolong vote ya zeyengk.
Untuk book² yang lain sorry yahh hiatus dulu, author tidak ada ide buat lanjutannya jadi maap gantung :)
Mungkin author bakal lebih fokus ke cerita yang ini dulu, see you on the next chapter byee
VOTE DONG <3