Because My Destiny is You

By malayaisworld12

2.8K 142 59

Seorang wanita yang bernama Uli yang selalu merasa kesepian, ia ingin menemukan takdirnya. akankah Ia akan b... More

Ep 1
ep 2
Ep-3
Ep 4
Ep-5
Ep-6
Ep-7
Ep-8
Ep-9
Ep-10
Ep-11
Ep 12
Ep-13
Ep-14
Ep-15
Ep-16
Ep-17
Ep-18
Ep-19
Ep-20
Ep-21
Ep-22
Ep-23
Ep-24
Ep-25
Ep-26
Ep -27
Ep-28
Ep-29
Ep-30
Ep-31
Ep-32
Ep-33
Ep-34
Ep-35
Ep-36
Ep-37
Ep-38
Ep-39
Ep-40
Ep-41
Ep-42
Ep-43
Ep-44
Ep-45
Ep-47

Ep-46

4 2 0
By malayaisworld12

Jae-Min : Baiklah aku mengerti (Senyum) oh aku tidak melihat ahjussi hari ini. Ada dimana dia?

Uli : ...

Uli terdiam sejenak

Jae-Min : Uli a.. (menepuk bahu Uli)

Uli : Ehm?

Jae-Min : Ada apa? kenapa kau diam saat aku menayakan ahjussi, apakah kalian bertengkar?

Uli : Tidak, dia sibuk membantu ayah untuk urusan bisnis

Jae-Min : Jadi kau lesuh karena ahjussi tidak bersamamu?

Uli : Bukan itu

Jae-Min : Jadi?

Uli :  Sudah jangan membahasnya lagi! ayo kita pulang aku ingin istirahat!

Jae-Min : Baiklah

Mereka berdua segera bergegas meninggalkan tempat tersebut dan segera menuju untuk pulang.

.........................

Yun-Ho didalam ruangan kerjanya, tampaknya ia sangat sibuk dengan berkas yang dia kerjakan. hingga dia menyadari ada seseorang yang mengetuk pintunya.

Yun-Ho : Iya, masuk!

Ra-Ra : Pak, sudah waktunya untu pulang (senyum)

Yun-Ho : Benarkah? (melihat jam yang ada ditangannya) tidak terasa ya? (senyum)

Ra-Ra : Ehm (mengangguk)

Yun-Ho : Mari kita pulang!

Yun-Ho dan Ra-Ra sudah berada didalam mobil.

Yun-Ho : Apa menu makan malam kita hari ini?

Ra-Ra : Bagaimana dengan Steik pak? (kesulitan menarik sabuk pengaman)

Yun-Ho : (Membantu menarik sabuk pengamannya) Ehm... Ide yang bagus

Posisi Yun-Ho yang dekat dan saling berhadapan dengan Ra-Ra membuat atmosfer suasanasemakin terasa panas. Yun-Ho menatap mata Ra-Ra begitu juga sebaliknya

Secara perlahan Yun-Ho semakin mendekat dan mulai mencium kening Ra-Ra setelah itu ia beralih memeluk Ra-Ra.

Ra-Ra : apa yang kau lakukan ? ini masih daerah kantor

Yun-Ho : Aku tidak peduli. aku hanya ingin memelukmu, aku sedang mengisi ulang bateraiku. aku sungguh lelah bekerja seharian (memeluk hangat)

Ra-Ra : Baiklah sepuluh detik lagi

Yun-ho : Ehm

Benar setelah sepuluh detik Yun-ho melepaskan pelukannya.

Yun-Ho : Baiklah, mari kita pergi! (menyalakan mesin mobil)

...................

Uli sudah sampai dirumahnya dan segera turun dari mobil.

Uli : aku sangat menikmati hari ini terimakasih (senyum)

Jae-Min : syukurlah, aku senang mendengarnya. baiklah aku pergi dulu!

Uli : Ehm (mengangguk) hati-hati!

Jae-Min : Aku Pergi!

Uli : (Melambaikan tangan)

Uli memasuki rumah, di ruang tamu ia disambut oleh Ayah dan Ibu tirinya.

Uli : Aku pulang

Ayah : Dari mana saja putri ayah ?

Uli : Habis menonton film dengan Jae-Min ayah

Ibu Tiri : Lalu Jae-Min nya mana?

Uli : Sudah Pulang

Ibu tiri : Kenapa tidak disuruh masuk?

Ayah : Benar, sudah lama ayah dan Ibumu tidak melihatnya.

Uli : Aku menyuruhnya untuk segera pulang karena sudah malam

Ibu Tiri : Memangnya dia anak perempuan pulang jam segini?

Uli : Aku sudah lelah, Aku mandi dulu.

Ayah : Iya pergilah bersihkan badanmu

Uli : Iya (pergi)

Ibu Tiri : dasar anak itu, selalu saja seperti itu

Ayah : Sudah, mungkin karena kelelahan dia seperti itu (Menghibur)

Ibu Tiri :  Kau selalu saja seperti ini (Jutek)

Ayah : (Membalas dengan tawa yang pendek)

...............

Pagi datang, seperti biasa matahari kembali menyinari kamar Uli, seorang pelayan membuka tirai jendelanya.
Kamarnya semakin terang.

Pelayan : Nona, ini sudah siang...

Uli : Aku tau

Pelayan : Tuan dan nyonya menunggu anda di meja makan

Uli : Baik aku mengerti

Segera Uli pergi kebawah menuju meja makan.

Sambil berjalan ia menguap dan menutup mulutnya yang terbuka dengan tangannya.

Ayahnya yang melihatnya hanya bisa tertawa.

Ibu tiri : Kau tidak mandi dulu?

Uli : Sudah tidak sempat, nanti nasinya jadi dingin

Ibu Tiri : Lihat rambutmu sudah kemana-mana...

Uli hanya memajukan bibirnya kedepan  sedikit perzanda dia keyal dengan perkataan ibu tirinya.

Ayah : Biarkan saja, dia pasti lelah seharian keluar bersama Jae-Min kemarin makanya dia bangun terlalu siang

Uli : Ehm, ayah memang mengerti aku (mengacungkan jempol)

Ayahnya membalas dengan senyuman, kemudian mereka lanjut untuk sarapan.

Uli masih menikmati sarapannya dan ayahnya sudah selesai makan, tampaknya ayahnya terburu-buru.

Uli : Ayah sudah selesai makan?

Ayah : Ehm, ayah ada meeting tiga puluh menit lagi.

Ibu Tiri : Sayang, kau tampak kelehan apakah tidak bisa diundur jadwalnya?

Ayah : Tidak bisa, sudah berbulan-bulan lamanya aku menunggu klient ini, tidak bisa dibatalkan semudah itu

Ibu Tiri : Baiklah, hati-hati ya

Ayahnya segera bergegas pergi keluar rumah.

Uli dan Ibu tirinya melanjutkan memakan makananannya.

Tidak sengaja, pandangan Uli tertuju kemeja ayahnya makan tadi.

Uli : Ponsel ayah tertinggal

Ibu Tiri : (Melihat kerah Ponsel) yaampun kenapa bisa tinggal, apakah ini mungkin efek kelelahan, ayahmu jadi sedikit ceroboh, pelayan (memanggil)

Pelayan : Iya nyonya

Ibu Tiri : Tolong antarkan Ponselnya

Uli : Tidak usah, biar aku saja

Ia mengambil ponsel dan segera menyusul ayahnya, Kemudian ia berlari.

Uli : Ayah (memanggil)

Ayahnya yang sudah berada tepat didepan rumah hendak masuk kedalam mobil, setelah Kyu-Bin membukanya, tetapi langkahnya kemudian berhenti setelah mendengar panggilan dari Uli.

Ayah : Ada apa?

Uli : Ponsel (menujukkan)

Ayah : Astagah, ayah lupa.

Uli : (Memberikan ponselnya) makanya aku segera bergegas kesini

Ayah : Terimakasih (mengelus kepala Uli)

Uli : (Senyum)

Ayahnya kemudian masuk kedalam mobil segera Kyu-Bin menutup pintu mobilnya dan tidak lupa memberi salam kepada Uli dengan canggung.

Uli hanya membalas dengan senyuman yang canggung juga. Setelah itu Kyu-Bin pergi menuju kursi kemudi.

Uli kemudian ingin melambai kearah Ayahnya  dan ia sadar bahwa rambutnya  berantakan (matanya membesar), kemudia ayahnya membuka jendela kaca mobil untuk membalas lambaian Uli.

Uli hanya bisa memaksakan senyuman dan berbicara melalui pikirannya.

"Apakah kau sudah gila Uli? Dengan pedenya kau berhadapan dengan dia dalam kondisi seperti ini?"

Ia kemudian lari meninggalkan rasa malunya. Ibu tirinya keheranan melihat tingkah lakunya yang berlari kelantai dua.

Ibu Tirinya : Ada apa dengannya?

...............

Uli menutup pintu kamarnya kemudian membaringkan badannya keatas tempat tidur, sambil mengayunkan kedua kakinya dengan begitu cepat.

Uli : Aaa... (berteriak)

Kemudian ia terbangun dan berkaca. Ia menghela nafasnya dalam-dalam.

Uli : Kenapa aku terlihat dihadapannya dalam wujud seperti ini? Sungguh memalukan

Kemudian ia kembali membayangkan kejadian tadi, sepertinya dia terpesona dengan Kyu-Bin. Ia tersenyum sambil menyandarkan kepala dengan kedua tangannya.

Uli : Kenapa dia sangat tampan? Seperti pangeran

Tanpa sengaja ia kembali berkaca dan kemudian tersadarkan.

Uli : Wow dengan wajah seperti ini pasti tidak akan cocok disandingkan dengan pangeran...

Kemudian ia kembali ketempat tidurnya untuk melanjutkan menikmati kegalauannya, beberapa saat kemudian ponselnya berdering. Ia mengambil ponsel dan segera membaca pesan tersebut.

Bola matanya membesar, tampaknya ia sedikit terkejut. Ia meletakkan ponselnya dan diam beberapa saat.

Uli : Baiklah aku akan mengubah penampilan ini supaya cocok dengan pangeran.

Segera ia bergegas untuk mandi.




Continue Reading

You'll Also Like

84.7K 7.2K 22
[ Finish 👌💯 ] Sebuah takdir yang mempermainkan segalanya, tak akan pernah bersatu??? ataukah akan bersatu pada akhirnya??
802 59 23
Ulen. bernama asli Sheryl Lauren. dia adalah orang yang benar-benar trauma dengan cinta. cinta pertamanya yang berselingkuh dengan sahabatnya mampu m...
213 26 7
Menyukai seseorang yang selalu ada buat kita Dan melupakannya pasti akan sulit hati ini menerimanya Akan menjadi sakit bila ku paksakan untu...
Wattpad App - Unlock exclusive features