enjoy👍👍
Setelah selesai dengan kakaknya ia pun pergi kerumah souya untuk menjemputnya. baru aja sampe ia langsung bisa melihat kekasihnya yg tengah membaca buku di teras rumahnya
Rindou: SOUYA!!!
mendengar namanya dipanggil ia pun menoleh asal suara itu dan benar aja ternyata itu Haitani Rindou pacarnya. Ia pun berlari dan memeluk rin lalu bertanya,,
Souya: rin, kenapa tiba-tiba kesini?
Rindou: aku hanya ingin tau apa kamu ingin pergi kencan
Souya: sekarang?
Rindou mengangguk senang
Souya: tentu aku mau, ayo masuk aku akan berganti baju dulu
souya pun mengajak rin masuk dan langsung ia bertemu dengan saudara kembar souya yaitu nahoya. Nahoya termasuk kakak yang posesif ama adek makanya tiap kali rindou dateng ia selalu memasang wajah senyum tertekan
Rindou: hey nahoya lama tak jumpa
Nahoya: oh rin, ada perlu apa kesini hehe?
Rindou: aku hanya ingin mengajak adek mu kencan
mendengar kata 'kencan' nahoya langsung darah tinggi bukan berarti rin dan souya tidak pernah berkencan karna nahoya hanya saja souya pelan² membujuk kakaknya dulu setiap kali ia akan pergi sama rindou. Nahoya masih tidak percaya adeknya mau pacaran ama psikopat sinting kek rin.
Melihat kakaknya memasang senyum kesal, ia pun langsung menegurnya
Souya: kak, kita sudah membicarakan ini ayolah aku dan rin sudah bersama selama 4 tahun sekarang.
Nahoya: souya..aku hanya..
Souya: kau hanya khawatir padaku kan, selalu alasan yg sama
Nahoya hanya diam
Souya: sudahlah aku akan berganti baju dulu, rin kamu tunggu saja diruang tamu ya
Rindou: baiklah
Souya pun pergi meninggalkan Rin dan Nahoya berdua disitu, tentu walaupun sudah ditegur adeknya tetep nahoya masih tidak suka dengan rin.
Nahoya; kau jangan macam macam dengan adek gw, lecet dikit dia kelar hidup lu langsung.
Rindou: ya ya, pada akhirnya aku dan souya tetap akan menikah nanti
Nahoya: KAU TIDAK AKAN PERNAH MENDAPATKAN RESTU KU!!!
Rindou: kita lihat saja nanti haha
beberapa menit kemudian souya pun selesai dan mereka pun pamit pergi.
Souya: aku pergi dulu kakak jangan menelponku aku bukan bayi lagi aku pandai menjaga diriku sekarang
Dengan itu pun mereka pergi
Rindou pov;
aku dan souya sudah menjalin hubungan selama 4 tahun, ya walaupun kami tidak ada (belum) melakukan 'itu' tapi segera kok haha..aku hanya perlu waktu yang tepat saja dan membicarakan nya dengan souya
karna kakak ku sedang sibuk sendiri dengan sanzu jadi aku memutuskan untuk berduaan dengan pacarku saja dan bukan hanya sekedar jalan² biasa kencan kali ini akan sedikit berbeda dari kencan lainnya...aku harap souya masih sayang padaku setelah ini dan mungkin aku akan menyesalinya.
Rindou pov end.
souya dan rin pergi ke tempat kencan pertama mereka yaitu di bukit tinggi..disanalah rin confess ke souya saat souya masih SMA, disana terdapat bukit dengan pemandangan laut yang indah apalagi saat matahari terbenam. Mereka pergi menggunakan mobil Lamborghini milik Rin tawa dan obrolan memenuhi perjalanan mereka, setelah puas berbincang rin ke ingat sesuatu yg sudah lama ia ingin tanyakan pada kekasihnya ini.
Rindou: hmm..souya anu...
Souya: nani?
Rindou: ada suatu hal yang sudah lama ingin ku tanyakan padamu tapi karna saat itu kamu masih muda jadi aku menunggu waktu yg tepat untuk bertanya dan mungkin waktu itu adalah sekarang.
jelas rin
Souya: apa itu?
Rindou: jadi aku-
Souya: oh kita sampai
belum selesai rin ngomong eh sudah sampai di tujuan nya karna senang souya langsung keluar disaat rin membuka kunci pintu mobilnya, rin sedikit kesel + kecewa karna keadaan tapi ya dia tidak bisa kesal pada his little devil.
mereka duduk di rerumputan yang hijau sambil menatap terbenam nya matahari, rin hanya tersenyum melihat souya yang terkagum-kagum melihat keindahan alam. ia memutuskan untuk melupakan apa yg ingin ia katakan tadi untuk sementara dan menikmati waktunya bersama sang idaman.
waktu berjalan cepat, matahari sudah sepenuhnya terbenam dan malam pun datang, mereka segera membersihkan diri dan bersiap² untuk kembali.
Souya: terimakasih sudah mengajak ku ke sini Rin, aku senang kamu confess ke aku dulu.
Rindou: ya itu adalah pilihan yang takkan pernah ku tarik kembali.
ucap rin sambil menarik pelan tubuh souya dan mencium bibir manisnya, setelah ciuman kecil itu mereka pun menuju mobil, souya sudah lebih dulu masuk diikuti oleh rin. Tapi ntah kenapa rin seperti belum ingin pulang dulu ia masih ingin disini. Souya menatap pacarnya dan bertanya
Souya: rin kamu baik² saja?
Rindou: hah? ah iya aku gpp hanya saja..
Souya: apa karna sesuatu yg ingin kamu sampaikan tadi?
Rindou: iya begitu.
Souya: maaf aku memotongmu tadi, jadi apa yg ingin kamu katakan?
rindou menghela nafasnya, memegang tangan pacarnya yg masih menunggu jawaban darinya.
Rindou: LET'S HAVE A SEX!!
Teriak rin dimobil, souya mendengarnya jelas dan terdiam ia memproses apa yg baru saja dikatakan rin..muka nya sedikit memerah tapi ia tidak ingin salah paham jadi...
Souya: hmm apa tadi kamu b-bilang?
Rindou: kamu dengarkan, LET'S HAVE SEX
ucap rin dengan penuh penekanan, souya melepaskan tangannya dari genggaman rin dan menutup wajahnya yg merah seperti tomat, ia malu saat rin mengajaknya melakukan 'itu' dan dia juga takut dengan reaksi kakaknya jika tau soal ini.
sunyi untuk beberapa saat sampai rindou memecahkan kesunyian nya.
Rindou: m-maaf a-aku tidak memaksa mu jika tidak mau, h-hanya saja a-aku takut-
Souya: ayo
Rindu: heh?
Souya: kau dengar, aku m-mau
Rindou kaget mendengar jawaban souya, ia tidak menyangka kalau pacarnya yg polos akan langsung setuju dengan tawaran bodohnya tapi yg ada di pikiran nya ada dua yaitu, ia takut kebablasan dan berakhir menyakiti souya dan kedua ia takut akan dibunuh nahoya jika sampai ketahuan (jangan salah rindou hampir terkena lemparan pisau saat kencan pertamanya dan souya)
Rindou: kamu yakin souya, kamu tidak pernah melakukannya kan?
Souya: memang sih emangnya kamu pernah?
Rindou: tidak tapi aku sering melihat kakakku jadi aku tau beberapa hal
Souya: ya jika kau mau, aku ikut
Rindou: kamu yakin?, tapi aku takut menyakitimu
Souya: jika kamu menyakitiku aku akan mencakar dirimu ok?
mendengar itu rindou pun berpikir lagi dan akhirnya ia mau melakukannya toh juga souya setuju.
karna sudah setuju, rin pun mulai membuka kancing baju souya satu persatu, tentu saja ia gugup padahal baru kancing baju karna ini pertama kalinya ia melakukannya bersama seseorang, walaupun sama pacarnya sendiri. Saat rin sudah sampai di kancing terakhir souya menghentikan tangan rin dan bertanya
Souya: tunggu, kita akan melakukannya disini? Dimobil?!
Rindou: kenapa kau tidak nyaman? kita bisa ke hotel jika kamu tidak nyaman disini.
tawar rin tapi souya berpikir jika harus cari hotel dia harus menunggu dan takutnya ia jadi berubah pikiran saat tiba disana jadi ia menolak dan meminta rin untuk melanjutkannya saja.
Souya: t-tidak, gpp disini saja
Rindou: kau yakin? aku tidak memaksa jika dirimu tidak-
Souya: aku bilang tidak apa² , lanjutkan s-saja
tanpa melawan rin pun melepaskan kancing terakhir souya...ia membaringkan kursi souya dan segera berada diatas souya, wajah souya sekarang full merah saat ia melihat rin hanya memakai celana jeans nya.
ia juga malu melihat dirinya ga pakai baju didepan seseorang selain kakaknya.
Rindou: maaf jika aku menyakitimu
Souya: ingat saja apa yg ku katakan tadi
Dengan itu rin mendekat ke telinga souya dan berbisik..
Rindou: jangan ditahan jika kau ingin berteriak dan kali ini jangan panggil aku rin panggil aku daddy~.
ucap rin dengan penuh nafsu, jujur mendengar semua itu souya mendadak takut dan semakin gugup. Rindou memulai dengan kecupan kecil dileher souya dan membuat satu bekas kecil, souya memejamkan matanya saat rin mendekat ke lehernya, ia bisa merasakan lidah rin yg sedang bermain dilehernya. Geli, nikmat, nyaman semuanya bercampur dan itu membuatnya mendesah kecil..ia segera menutup mulutnya karna malu.
Rin berhenti dan melihat souya menutup mulutnya, ia pun segera menyingkirkan tangan souya dan mengunci pergerakannya agar souya bisa bebas mengeluarkan semuanya.
Rindou: aku sudah bilang jangan ditahan kan, padahal aku baru membuat bekas kecil dileher mu dan kau udah mendesah kecil..bagaimana jika aku melakukannya pasti kau akan berteriak sepuasnya.
ucap rin dengan suara berat dan senyum miring ala psikopat. Souya tidak bersuara ia hanya melihat rin yg penuh dengan nafsu. Rin pun mulai meraba dada souya dan karna merasa sedikit geli souya menggeliat sedikit melihat itu rin semakin ingin melakukannya, ia terus meraba sampai ia menyentuh bagian sensitif souya, souya yg kaget sontak melihat kearah mana tangan rin bergerak.
Rindou: ini bagian yang membuatnya menyenangkan~
rin mulai membuka celana souya dan lanjut meraba bagian itu, souya semakin menggeliat tapi sayang pergerakannya dikunci sama rin.
tangan rin mulai nakal, ia mulai memasukkan satu jari dan itu berhasil membuat souya mendesah gila, rin semakin tertarik saat ia tau pacarnya ini sangat sensitif saat disentuh, ia mulai memasukkan dua jari kedalamnya dan sedikit menggoyangkan nya, souya kaget dan mulai mendesah dan menggeliat sana sini...sambil bermain dibawah rin juga mencium perut hingga dada souya dan sesekali menggigitnya.
Rindou benar² bersenang-senang ia meninggalkan souya banyak bekas dari gigitan sampai ciuman, jari nya tentu masih bermain ria dibagian sana dan souya terlihat menikmatinya juga, rin memiliki ide jahat ia senyum tipis dan mulai memasukkan tiga jari kedalam situ.
Sontak souya kaget dan berteriak, tubuhnya terangkat dan nafasnya juga tak teratur ditambah rindou yang menggoyangkan jarinya dengan senang.
Rindou: kau gpp babe?
bisik rin pada souya tapi souya tidak membalasnya dan masih bernapas tak karuan
Rindou: maaf ya, tapi kau juga tampak menikmatinya jadi tak masalah jika kita bermain lebih lama kan?
souya tidak menjawab dan hanya mengangguk pelan dengan wajah malu,
Rin pun tersenyum dan mencium pipi souya dan melanjutkan kegiatannya tersebut.
*skipp (sisanya pikirkan saja sendiri )
sudah hampir jam 23:00, rin pun berhenti dan membiarkan kekasihnya mengatur nafas, rin benar² membuat souya kelelahan walaupun pertama kali tapi rindou seperti sudah berpengalaman. ia membersihkan tangannya yg penuh dengan cairan putih, tidak lupa ia membersihkan souya dan membantunya memakaikan baju dan celana. tubuh souya dipenuhi dengan tanda kepemilikan yg dibuat oleh rindou.
Rindou: apa tadi sakit?
Souya: sedikit
Rindou: maaf ya
Souya: gpp
rindou pun mencium kening souya.
setelah membersihkan diri mereka pun bersiap² untuk pulang souya masih malu memikirkan apa yg baru saja ia lakukan denga pacarnya, wajahnya masih merah dan rin hanya terkekeh melihat reaksi pacarnya.
Souya: hm, rin gimana ini?
Rindou: hah? Gimana apanya?
Souya: saat aku pulang nanti, kau meninggalkan banyak bekas yg jelas bisa dilihat orang.
ucapan souya membuat rin sadar, ia kembali gelisah memikirkan kalau nahoya tidak akan mengizinkan dirinya bertemu dengan souya lagi.
souya melihat rin ketakutan ia pun berusaha nenangin rin.
Souya: aku yakin bisa menyembunyikan nya dari kakakku, aku hebat dalam menyembunyikan barang dari dia saat masih kecil.
Rindou: i-i-iya tapi kau t-tau kan bekas itu tidak gampang hilang, aku takut kita tidak bisa bertemu lagi setelah ini
Souya: jangan seperti itu aku yakin ada cara.
Mereka pun melanjutkan perjalananya sesampai didepan rumah souya pada pukul 23:30, rindou mengantarkan souya sampai pintu...jujur ia sebenarnya deg-degan takut kepalanya dipenggal oleh nahoya.
souya membuka pintu dan memberi salam seperti biasa
Souya: kakak, aku pulang!!
Nahoya: selamat kembali dari mana saja kau, lihat sudah jam brp ini
Souya: ah kau berisik sekali kak, aku lelah
Nahoya: maaf maaf
tak lama nahoya menyadari sesuatu
Nahoya: hm? souya apa ada sesuatu dileher mu?
saat nahoya mengatakan itu sontak rindou kaget dan menjadi gugup, souya memegang tangan rin dari belakang mengodekan kalau semuanya terkendali.
Souya: oh ini, ini hanya gigitan nyamuk, tadi kami berdua ke tempat kencan pertama kami dan kau taulah dimana itu.
Nahoya: memang disana lumayan serangga nya ya
Souya: yups, ok aku mau keatas dan tidur hehe, sampai jumpa lagi sayang.
souya memberi rin ciuman kecil sebelum berlari menaiki tangga meninggalkan ia berdua dengan nahoya
Rindou: ya kalau begitu aku pamit pergi juga nahoya, janee
Nahoya: tidak semudah itu rin
nahoya mendekat ke rin dan berbisik
Nahoya: kau apakan adikku hah?!
Rindou hanya diam tidak membalas
Nahoya: aku tau itu bukan gigitan nyamuk, lebih seperti gigitan yg lu buat kan?!!
baiklah rindou benar² pulang dengan nama ini.
Nahoya: gw mau lu jujur ke gw, lu apakan adek gw
Rin pun membalikkan badannya dan segera berlutut dihadapan nahoya
Rindou: aku benar² minta maaf nahoyaa tolong jangan pisahkan aku dan souya, aku tidak bisa tidak bertemu dengannya, aku tau aku salah dan ya aku yang mengajak nya untuk melakukan 'itu' dan kami benar² melakukannya dimobil ku sebelum pulang tadi dan tandanya itu, itu buatan ku kau memang benarr.
rindou memohon berat pada nahoya, nahoya hanya diam dan meminta rin untuk berdiri.
Nahoya: berdiri rin
rin pun berdiri
Nahoya: dengar aku tidak akan memisahkan kau dan souya karna aku tidak ingin adikku membenciku tapi tetap aku tidak senang kau melakukan itu pada dia.
Rindou: t-tapi aku sebelum melakukannya aku bertanya padanya dan dia yang bilang iya, dan saat aku m-menolak j-juga ia tetap ingin aku melakukannya.
Nahoya: dimana saja kau membuat bekas itu?
Rindou: hmm seluruh tubuhnya...
jujur nahoya benar² ingin meninju rindou tapi itu hanya akan membuang tenaga saja jadi ia hanya menghela nafas sambil memegang keningnya.
Nahoya: baiklah, setidaknya kau tidak kelewatan saat melakukannya kan?
Rindou: syukur tidak, karna aku tau souya sangat sensitif saat disentuh.
Nahoya: bagus, ya selama kau pakai pengaman aku tidak terlalu marah.
Rindou:....
Nahoya: rin?
Rindou masih diam, ingat kalau dia tidak memakai pengaman apapun dan itu pertama kali ia melakukannya.
Nahoya: jangan bilang kau tidak menggunakan pengaman
Rindou:....
Nahoya: rin jika kau bercanda ini tidak lucu, jujur padaku kau pakai pengaman kan?!
Rindou: a-a-ak-u-u
dan nahoya benar² sudah sampai pada batasnya. Ia menarik kerah baju rin dan..
Nahoya: kau melakukannya dengan tangan kosong?!!! Apa kau gila?!!!
Rindou: maafkan aku, a-aku tidak tau akan terjadi jadi aku tidak sempat membelinya
Nahoya: aarrghhh kau ini, bagaimana jika souya nanti ha?!!
Rindou: tidak masalah, aku janji apapun yg terjadi pada souya aku akan bertanggung jawab, jika kau merestui aku menikahi souya.
Nahoya terdiam dengan kalimat terakhir rin ia tidak tau lgi apa yg harus dilakukan.
Rindou: aku janji akan menjadi suami dan seorang ayah yang baik untuk souya
Nahoya: hahh baiklah
Rindou: eh? jadi artinya kau merestui ku dan souya??
Nahoya: ya
Rindou: TERIMAKASIH SEKALI NAHOYA!!!
nahoya: selama kau berjanji akan menjaga adikku baik², dan kalian baru boleh menikah saat souya benar² mengalami sesuatu.
Rindou: ya aku janji, sekali lagi terima kasih
dengan itupun rindou pamit dan kembali kerumahnya dikediaman haitani.
*skip rumah
Rindou: akuuu pulanggg kakak
Rin masuk dengan perasaan yg gembira, ia melompat² kegiarangan...ia melihat kakaknya ga ada diruang tamu jadi ia mencari dilantai atas yaitu kamar nya dan kakaknya berada. baru saja setengah tangga rin sudah mendengar suara yang tidak asing
??:pelan pelan bodoh hah hah
??: tahan sedikit lagi sayang~~~
rin mulai menebak apa yg sedang terjadi ia naik ke atas dan melihat pintu kamar ram tidak tertutup rapat, jadi ia membuka nya pelan² dan
rindou melihat ran dan sanzu sedang melakukan apa yg baru saja ia lakukan dengan souya, ia hanya diam menatap dengan muka malas, sanzu pun menyadari rindou yg ada dipintu memperhatikan mereka...
Sanzu: R-Rindou?!!
Ran: rinnn sejak kapan kau disitu?
Rindou: lain kali kunci pintu bodoh.
-to be continue-
maaf aku hiatus beberapa bulan ini, aku mulai lupa dengan cerita sendiri karna tugas sekolah numpuk dan deadline nya juga pada ga ngotak jadi aku ga ada waktu buat lanjutin ini, tapi aku usahain ok jika ada waktu dan ide aku akan melanjutkannya. Dam makasih banget udah mau baca cerita dan follow akun aku. see you agaim soon🙏