ALICA [Revisi]

By ica_52

1.1K 302 570

WARNING!! Cerita tahun 2022 dan belum revisi. Rafisa,gadis yang memiliki nama lengkap Rafisa putri frasta,bia... More

prolog
1) perkara meja
2) nginep
3) kebakaran
4). dihukum
5). mata itu?
6). murid baru
7). jail
8). roftoop
9). bullshit
10). pingsan
11) ungkapan
12). menghindar
13). buat kue
14). tamu
15). terungkap
16). bener?
17). sahabat
maaf
18). mall
19). lupa
20). masalah
21. ternyata prank
22. lupain!
23. jemput
24. hukuman
25. ternyata oh ternyata
26. Titik terang
27. mall
28. marah
29. Rumah camer
30. camer
31.diculik
32. mencari?
33. mencari? (ii)
34. mencari? (iii)
35. tanda?
36. Ternyata?
37. Bandung
38. meninggal? [EnD]
39. ????
40. ?????? [END]
epilog
real epilog
39. ????
epilog

40. ?????? [END]

4 0 0
By ica_52


Happy reading ygy


.     .      .      .      .       .      .      .      .      .     .

Rara menatap ruangan sekitarnya kemudian tatapan matanya terjatuh kepada seorang pria yang memegang tanganya yang tengah tertidur disebelahnya dengan menggunakan kursi.

Tangan Rara terangkat untuk mengelus surai hitam Revan.

"A-al" lirih Rara.

.   .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .

Revan terbangun saat merasakan ada tangan seseorang yang mengusap usap kepalanya. Lalu dia pun mendongak menatap Rara.

"Ra?"

"Ini beneran?. Aku gak mimpi kan? Kamu rara? Rara udah sadar?" tanya Revan beruntun memegang pipi Rara.

Rara masih saja terdiam mendengar semua ocehan Revan.

"Kenapa cuman diem?. Kamu gak kangen sama aku?. Kamu marah sama aku?" tanya Revan.

"Aku minta maaf Ra. Aku minta maaf." ucap Revan.

"Kenapa kamu sembunyiin semuanya dari aku?" tanya Rara menatap Revan.

"Aku pikir kalo aku gak jujur sama kamu. Gak bakal bikin kamu dalam bahaya. Aku pikir dengan aku pacaran sama kamu gak bakal bikin kayla celakain kamu. Aku pikir kayla cuman bakal cilakain kamu kalo dia tau kalau kamu itu sebenernya ica" jelas Revan.

"Tapi nyatanya? Semua yang aku lakuin itu salah besar. Maafin aku Ra" ucap Revan.

"Kamu gak mau lagi panggil aku ica?" tanya Rara.

"Bukanya kamu yang larang aku buat gak manggil kamu dengan sebutan ica lagi?" tanya Revan.

"Ya kan aku kira kamu bukan Al" ucap Rara.

"Lagian kemana mata kamu yang biru itu?" tanya Rara.

"Aku pake soflens sayang" jawab Revan.

"Kenapa aku gak kepikiran ya?" gumam Rara.

"Kenapa?" tanya Revan

"Kenapa aku gak kepikiran kalo kamu bisa pake soflena?"

"Kamu bodoh. Bisa aja diperdaya sama aku" ucAp Revan.

"Jadi? Kunci itu?" tanya Rara.

Revan kemudian mengangguk

"Iya. Itu punya aku" ucap Revan

.    .    .    .    .     .     .    .    .    .    .    .    .

"AAAAAAA RARAAAA GUE KANGEEN BANGEEET" teriak Raru segera memeluk sahabatnya diikuti Reyna yang memeluk Rara.

"KENAPA LO LAMA BANGET SIH KOMANYA?!" tetiak Ratu.

"Aduuuh. Atu bisa dieem gak?. Aku lagi sakit*" ucaop Rara mengimut imutkan cara berbicaranya.

"Jijik ra jijik" ucap Reyna.

"Heheheee"

"Btw kalian udah tau?" tanya Rara.

"Apa?" tanya mereka serempak.

"Revan itu----"

"Iya. Gue tau!" seru kedianya bersamaan.

"Kapan?" tanya Rara.

"Waktu lu diculik. Reyna sempet nanya nanya sama Revan soalnya lo yang telpon gue. Tapi gue denger lo yang malah ngobrol sama sikayla kayla itu" jelas Ratu.

"Yang mau gue tanyain disini itu, kayla siapanya elo?" tanya Reyna kepada Revan.

"Orang yang obsesi sama gue" ucap Revan dengan santainya.

"Terus ica? Bukanya ica itu panggilan kecilnya Rara?" tanya Reyna.

"Hm" jawab Revan bergumam pelan.

"Lo bisa gak jawab pertanyaan gue serius? Gue nanya lo serius Revan. Gue gak ngerti apa yang jadi masalahnya disini" ucap Reyna

"Lo gak perlu ngerti. Ini urusan gue" ucap Revan dingin.

"Revan pliiis. Gue mohon. Rara sahabat gue Revan. Gue mau tau hikss,,," ucap Reyna yang tak kuat menahan tangisnya.

"Cengeng" cibir ciko.

"Diem lo!. Lo gak tau apaa apa mending diem!" sebrot Reyna.

"Ica sahabat kecil gue"

"Sekaligus cinta pertama gue" lanjut Revan.

"Ica maksudnya Rara?" tanya Reyna.

"Iya" jawab Revan.

"Gue masih gak ngerti" ucap Reyna.

"Rara sahabat kecil gue. Gue terpaksa pindah waktu itu. Gue ikut papa kejerman. Gue pikir gue gak bakalan lama disana." jelas Revan.

"Jadi lo sahabat kecil Rara?. Orang yang selalu dicari cari sama rara?" tanya Reyna.

"Tega lo. Dia tiap hari nunggu lo!. Tiap hari dia kangen sama lo!. Tapi lo? Malah dengan enaknya lo sembunyiin ini semua dari dia?. Gue gak habis pikir sama jalan pikiran lo" ucap Ratu.

Rahang Revan mengeras mendengar ucapan Ratu

"Lo bilang gue tega?. Iya gue tega"

"Dia kangen sama gue?. Sama gue juga kangen"

"Lo gak habis pikir sama jalan pikiran gue?. Sama gue juga sama gak habis pikir sama jalan pikiran gue"

"Tapi yang harus lo tau. Gue lakuin ini semata mata buat kebaikan dia. Gue gak mau kalo sampe kayla ganggu dia kalo dia tau. Kalo Rara itu sahabat kecil gue. Gue gak mau dia kenapa napa. Gue gak mau Rara. Orang yang gue sayang. Kenapa napa. Puas lo?!" ucap Revan berkata dengan raut wajah yang datar dan dingin.

"Cabut" ucapnya kepada ketiga sahabatnya.

"Gitu lah kurang lebih" ucap Ratu menyelesaikan penjelasanya.

"Jangan pernah tinggalin kita lagi" ucap Reyna.

"Siapa yang ninggalin kalian sih?" tanya Rara.

"Pokoknya jangan coba coba buat ninggalin satu sama lain. Gue sayang sama kaliam" ucap Ratu dan membawa kedua sahabatnya kedalam pelukanya.

"Gue juga sayang sama lo" ucap Reyna dan Rara serempakk



.   .    .    .    .    .    .    .    .    .    .

"Ica makan ya? Al suapin" bujuk Revan ketika Rara tak kunjung juga menerima suapanya.

"Iiih. Gak mau!. Gak ada rasa" ucap Rara cemberut.

"Sayang?. Mau sembuh gak?" tanya Revan yang dibalas anggukan oleh Rara.

"Yaudah. Makan ya? Terus minum obat" Bujuk Revan.

"Tapi---"

Hap

Saat mulut Rara terbuka Revan segera memasukan bubur kedalam mulut Rara.

Dengan terpaksa Rara pun menelan bubur tersebut.
Lalu Rara memukuli Revan dengan tanganya.

"Ish. Aku bilang gak mau" rengek Rara.

"Satu suap lagi" bujuk Revan.

"Tapi satu suap lagi ya?" tanya Rara memastikan.

"Iya" ucap Revan.

Setelah selesai memberi makan Rara pun segera meminum obatnya.

"Ra" panggil Revan serius.

"makasih udah mau nunggu aku. Makasih udah nerima aku apa ada nya. Makasih udah maafin semua kesalahan aku. Makasih buat semua yang kamu perjuangin buat aku. Aku gak tau harus ngomong apa selain kata makasih sama kamu. Aku beruntung banget bisa dapetin kamu" ucap Revan.

"Harusnya aku yang bilang kalo aku beruntung bisa sama kamu. Jangan tinggalin aku lagi. Aku gak bisa kalo harus kehilangan kamu lagi" ucap Rara langsung memeluk Revan.

"I love you" ucap Revan kemudian mengecup kening Rara lembut

"I love you too" balas Rara kembali memeluk Revan dengan kepala yang disembunyikan didada bidang Revan.

.    .     .     .    .     .    .    .    .    .     .    .    .    .

TAMAT


makasih buat yang udah mau baca cerita aku.

Mohon maaf bila ada kesalahan dari awal sampe akhir part.

Jangan lupa dukung aku ya.

Pengen banget jadi penulis. soalnya seru hehe

Papaaayyy

Continue Reading

You'll Also Like

153K 25.4K 78
[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ] "Tuhan memang satu, kita yang tak sama." - A. Darian Aksata "Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bu...
Satha By Agatha_2325

Teen Fiction

208 43 7
Dikisahkan sebuah cinta yang diawali dengan rasa kecewa karena lelah menunggu terlalu lama... Perjuangan dan banyak cobaan untuk terus mencintainya...
74.4K 6.9K 22
#Baskara Universe #Saraga "Aku seperti berada di lembah abu. Terjebak di antara waktu dan kisah hidupmu." Amora--cewek itu tahu di dunia ini tidak ha...
Wattpad App - Unlock exclusive features