Dikala pilu itu semakin membiru, seulgi telah termenung diam-diam tanpa sepotong makanan, bahkan setetes air pun belum sempat diteguknya selama hampir tiga hari lamanya.
Hanya memikirkan hal yang sebenarnya tidak harus ia pikirkan.
Omongan negatif orang, bahkan sampai kematian. Dua hal itu berhasil mendominasi pikirannya selama ini.
Depresi, itu yang sedang dialami oleh gadis cantik bermata monolid itu.
Ingin sekali bercerita, menumpahkan, dan melepaskan beban ini kepada seseorang, namun apa daya?
Orang yang meladeni-nya pun berkata bahwa dirinya hanya mencari perhatian semata.
Pedih rasanya bila tak memiliki teman bertukar pikir dikala diri sedang hancur seperti ini.
Mereka hanya datang disaat seulgi sedang senang tanpa memiliki masalah.
Itulah teman.
Teman yang sangat baik. Yang membiarkan temannya jatuh tanpa memiliki itikad baik sekedar hanya menanyakan kabar.
Habis manis, sepah dibuang.
Mari berdoa kepada yang kuasa untuk keadaan seulgi. Semoga pikiran jahat yang datang dari dirinya sendiri, tidak menghabisinya.
;