Rangga, My Obsession Alpha [T...

By yourattitude

702K 32.7K 765

⚠️VOTE SEBELUM MEMBACA⚠️ Bagaimana ketika teman masa kecil mu meninggalkan mu begitu saja saat kau masih bers... More

[1]
[2]
VISUAL
[3]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
[10]
[11]
[12]
[13]
[14]
[15]
[16]
[17]
[18]
[19]
[20]
[21]
[22]
[23]
[24]
[25]
[26]
[27]
[28]
[29]
[30]
[31]
[32]
[33]
[34]
[35]
[36]
QUESTION!
[37]
[38]
[39]
[40]
Hiatus
[41]
promosi
[42]
[43]
[44]
promosi 2
[45]
[46]
[47]
end
extra chapter <prepare weeding>
THE REAL END
😭
?!
undangan grup
BUKAN UP
WHO'S READY!?

[4]

34.8K 1.7K 50
By yourattitude

⚠️VOTE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA ⚠️

"Baiklah, gunakan waktu mu dengan benar"

Sementara Rendi mengganti baju nya, Rangga masih penasaran dengan apa yang ia lihat tadi dikamar Rendi

'apa kau dan aku sejak kecil sudah bersama? Rendi.. kalau begitu aku akan membuat mu kembali kepadaku persis saat kita masih kecil'

Dari hawa nya Rangga sepertinya tidak main-main, tentu saja itu adalah foto dirinya dengan Rendi yang sedang bermain di taman dan sedang berpegangan tangan. Tak heran bahwa Rangga ingin memilikinya lagi bukan

'aku akan membuat dirimu menjadi milikku sepenuhnya, Rendi'

*****

Hanya membutuhkan waktu 7 menit, Rendi sudah siap dengan pakaian yang bisa dibilang tidak terlalu mewah. Hanya celana jeans hitam dengan kemeja dan jaket kotak-kota berwarna merah.

"Maaf Rangga sudah membuat mu menunggu terlalu lama" ucap Rendi

"Tidak masalah" Rangga memerhatikan Rendi begitu lekat dari atas sampai bawah, Rendi sangat menarik. Ia menyukai pakaian yang tidak terlalu ramai di mata Rangga

"Kau menarik" ucap Rangga pelan

"Hmm?" Rendi tidak mendengar begitu jelas karna suara Rangga sangat pelan

"Tidak lupakan, bisa kita jalan sekarang?"

"Ah iya, bisa. Memang kau ingin mengajak ku kemana?" Tanya Rendi

"Hanya ingin mengajak mu jalan-jalan dan makan malam bersama, kau bisa kan?"

"Hmm bisa, sebentar. Aku mengunci pintu ku dulu"

Dengan senang hati Rangga menunggu Rendi mengunci pintu, Rangga hanya menaruh mobil nya di depan gang rumah Rendi.

"Sudah" ucap Rendi

Mereka berdua jalan menuju mobil Rangga dan Rangga dengan senang hati membukakan pintu untuk Rendi

"Padahal aku bisa membuka nya sendiri"

"Tidak apa, kau adalah tamu ku. Dan aku harus melayani mu dengan benar"

"Baiklah terimakasih Rangga" Rendi masuk ke dalam mobil dan Rangga menutup pintu dan berjalan menuju kursi pengemudi

"Sudah siap"

"Iya"

"Rendi, kalau mau jalan itu pakai sabuk pengaman biar aman" ucap Rangga

"Oh iya tentu" Rendi berusaha menyambungkan seatbelt itu tapi tidak masuk-masuk

"Haha, kau ini. Sini biar ku bantu" Rangga memegang seatbelt itu dan terpegang tangan Rendi

'Tangan mu sangat kecil Rendi, sangat menggemaskan'  batin Rangga

"Seperti ini cara memasang nya"

"Ekh.. aku ini ternyata sangat payah ya"

"Haha apa kau baru pertama kali menaiki mobil?" Tanya Rangga

"Tidak juga sih, hanya saja aku tidak tau cara memasang seatbelt ini"

"Hmm pantas saja, yasudah kita jalan ya"

"Tentu"

Sudah hampir 20 menit mereka berada di jalan menuju tempat yang diinginkan Rangga untuk makan malam bersama Rendi. Hanya menyebrangi perempatan itu sudah sampai, tapi lampu sedang merah jadi mobil itu terhenti sebentar.

"Nanti habis lampu merah kita sampai"

Rendi tidak menjawab pernyataan Rangga, ia sibuk memandangi jalan raya itu. Rangga melirik Rendi sebentar dan melihat ke arah mata Rendi yang sedang melihat ke luar jendela.

'manis'

Rangga tersadar ada debu yang menempel di rambut dekat mata Rendi, lantas perlahan ia mengambil debu itu dan membuat Rendi terkejut

"Akh!? Kenapa?!"

Rangga ikut-ikutan terkejut karna Rendi menghempaskan tangan nya cukup kasar

"Itu.. ini ada debu yang menempel di rambut mu, jadi ku ambil"

"Ah.. debu te-terimaksih Rangga"

'rendi apa-apaan kau ini!?? Kenapa kau terkejut padahal ia hanya mengambil debu!!'  Batin Rendi

'aaaaa sangat menggemaskan ya tuhan'  batin Rangga

Lampu sudah kembali hijau, dan mobil itu segera belok kanan dan mereka sudah sampai di resto bintang 4. Cukup berkelas untuk resto itu, pelayanan nya bagus dan desain nya cukup menarik. Makanya itu Rangga memilih itu

Rangga memarkirkan mobil nya di depan resto itu dan mulai membukakan pintu mobil untuk Rendi

"Sudah ku katakan aku bisa membuka nya sendiri"

"Dan sudah ku katakan juga kau adalah tamu ku"

"Iya juga, sekali lagi terimakasih Rangga"

"Tentu, mari masuk"

Saat mereka masuk resto itu, Rendi adalah orang pertama yang memuji restoran itu

"Wah.. sangat mewah, kau sungguh membawa ku kesini? Aku merepotkan mu Rangga"

"Sudah lupakan itu, mari kita duduk. Aku sudah memesan kursi VIP"

"Tuan Rangga?" Ucap pelayan yang menghampiri mereka berdua

"Iya?"

"Meja dan kursi anda sudah kami siapkan tuan, mari saya antar" pelayan itu mengatakan bahwa meja dan kursi yang Rangga pesan sudah di siapkan dan mereka mengikuti pelayan itu dari belakang

"Lihat? Tidak perlu khawatir lagi"

"Tapi tetap saja aku tidak enak dengan mu-"

"Shit, kau ini.. aku saja yang membawa mu kesini tidak masalah. Sudah diamlah dan nikmati waktu kita berdua"

Rangga mengkode Rendi, tapi tetap saja Rendi masih merasa bahwa ia merepotkan Rangga

"Silahkan duduk tuan, makanan yang anda pesan akan kami siapkan. Mohon ditunggu" ucap pelayan itu membungkukan badan dan segera menuju dapur

"Rangga, aku-"

"Sstt, tidak usah dibahas. Kau tidak merepotkan ku. Diam saja, sekarang.. cerita kan padaku tentang dirimu"

"A-apa?"

"Aku ingin mengetahui semua tentang mu Rendi

"Maksud mu.. kehidupan ku?"

"Hmm boleh, katakan"

"Ya.. aku tipe orang yang tidak suka keramaian, dan aku sangat ramah kepada siapa pun yang menyapa ku, dan aku tidak suka makan makanan manis"

"Hmm? Kenapa kau tidak suka makanan manis?" Tanya Rangga

"Bukan tidak suka juga, ya.. kalau manis itu aku tidak terlalu menyukai nya karna membuat mulut ku sangat tidak enak"

"Oh begitu, kalau begitu untuk dessert nya ku ganti saja dengan buah-buahan"

"Ekh tidak bukan itu maksudku-"

"Diam, ini kemauan ku bukan kemauan mu paham?"

"Mmhh baiklah"

"Bagus. Aku suka kau yang penurut"

"Hmmm?" Tak lama kemudian pelayan itu membawakan makanan yang dipesan Rangga

"Ini tuan, makanan anda sudah siap"

"Terimakasih, dan tolong dessert nya saya ganti dengan buah-buahan ya"

"Oh baiklah tuan Rangga" ucap pelayan itu dan menaruh makanan nya di atas meja dan segera menuju dapur lagi untuk mengganti nya dengan dessert buah

"Rangga"

"Hmm?"

"Bagaimana kau bisa sebaik ini padaku? Aku bukan siapa-siapa mu tapi kau sangat baik sekali padaku, kenapa?" Ada apa ini? Kenapa Rendi menanyakan hal itu di saat-saat yang tidak tepat?

"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Rangga balik

"Aku hanya merasa, semenjak tabrakan waktu itu dan bertemu dengan mu.. kau menjadi sangat baik kepadaku, apa kau hanya ingin membalas apa yang kau perbuat itu?"

"Tidak ada, ini kemauan ku sendiri. Dan jangan banyak bicara lagi, makanan ini tidak akan memakan dirinya sendiri"

"Baiklah, terimakasih"

Rendi langsung memakan makanan yang dipesankan Rangga untuk nya. Tetapi sepertinya Rendi kalau makan sedikit tidak benar. Kenapa begitu? Lihat saja, saus spaghetti itu menempel di bibir kanan nya

"Umm Rendi?"

"Hmm?" Rendi yang sedang makan itu melihat Rangga untuk mengatakan 'ada apa'

"Tahan" Rangga berdiri dan menarik tengkuk leher Rendi untuk lebih dekat dengannya, seketika Rangga menjilati saus yang berada di pinggir mulut Rendi itu

"Ha..??" Rendi masih mencerna apa yang dilakukan Rangga barusan

'di- dia menjilati ku!??'

Dengan cepat Rendi menutup mulutnya menggunakan sebelah tangan

"Kau ini, kalau makan itu yang benar Rendi. Tadi ada saus di pinggiran mulut mu jadi ku bersihkan"

"Ke-kenapa kau harus menjilati nya?!!"

"Hanya ingin, ada masalah?"

Wajah Rendi memerah, memang ini bukan ciuman tapi sama saja kalau bibir menyentuh bibir itu sama dengan ciuman

"Ti-tidak ada.. tidak ada"

'hahaha lihatlah wajah nya yang terlihat malu seperti itu. Kau malu Rendi? Padahal aku hanya membersihkan mulut mu saja, bukan melahap nya' tawa Rangga dalam hati 

"Permisi tuan, dessert anda sudah siap" pelayan itu menaruh dessert buah di atas meja makan mereka dan mengambil piring yang sudah kosong itu untuk dibawa ke dapur

"Terimakasih ya, ini ada tips untuk mu" Rangga memberikan 10 lembar kertas berwarna merah kepada pelayan itu

"Tu-tuan.. ini sangat banyak"

"Tidak masalah, ambil saja"

"Baiklah terimakasih tuan, semoga rejeki tuan dilimpahkan"

"Terimakasih"

Pelayan itu membungkukan badan dan segera kembali kepada pekerjaan nya

"Kau itu sebenarnya siapa? Kenapa kau memiliki uang begitu banyak nya?" Tanya Rendi, ia heran kepada Rangga. Kenapa uang itu tidak habis-habis di penglihatan nya

"Haha, kenapa kau bertanya seperti itu? Hmm? Apa kau belum tau siapa aku" Rendi menggeleng pertanda ia tidak mengetahui siapa sebenarnya Rangga itu

"Baiklah, kalau kau ingin tau aku adalah anak tunggal dari CEO Amerika serikat yang terkenal, dan aku mempunyai mansion dan apartemen ku di sekitar sini"

"Kau anak dari CEO terkenal?"

"Tentu, sekarang kau sudah mengetahui nya?"

'pantas saja uang mu itu tidak ada habis-habisnya'  Batin Rendi

"Iya aku baru mengetahui nya"

Tidak lama pelayan itu datang lagi membawakan wine yang sudah Rangga pesan juga, lalu menuangkan nya di gelas Rendi dan Rangga

"Silahkan diminum tuan-tuan"

"Hmm? Apa ini?" Tanya Rendi

"Itu jus" bohong Rangga "minumlah, rasanya sangat enak"

Rangga tidak mau rencana untuk mendapatkan Rendi gagal, maka dari itu ia berbohong kepada Rendi bahwa minuman alkohol itu adalah jus

"Wah aku menyukai jus" dengan cepat Rendi meminum wine itu dengan cepat, tapi mengapa ada yang aneh?

"Huek! Kenapa rasanya pahit asam seperti ini?" Tanya Rendi

"Itu jus termahal di resto ini, makanya itu rasanya berbeda sedikit"

"Ih, aku tidak menyukai nya. Kalau begitu tidak ku minum jus itu"

Rangga menyeringai, rencana nya untuk membuat Rendi mabuk sudah dimulai. Dan tak butuh waktu yang lama, efek dari alkohol itu mulai bekerja. Terlihat dari wajah Rendi yang sudah memerah karna panas dan Rendi juga sudah mengigau seperti orang gila

"Ah.. sial.. apakah di restoran ini tidak memili pendingin ruangan.. mengapa sangat panas"

"Rendi kau tidak apa-apa?"

"Rangga.. aku ingin keluar dari sini.. disini sangat panas.." ucap Rendi yang menatap Rangga itu sangat menggoda

'baikah aku akan membawa mu ke tempat ku my little boy'

"Baiklah ayo, aku akan mengantar mu pulang" perlahan Rendi berusaha untuk berdiri namun kekuatan nya seperti lemah hanya untuk berdiri

"Ah.. aku sangat pusing.." perlahan Rendi mulai lemas dan terjatuh namun dengan cepat Rangga menahan Rendi di kedua tangan nya

"Rendi! Rendi kau tidak apa-apa kan!?"

"Bawa aku pulang.. ku mohon.."

"Baiklah baiklah, kau bertahan lah.. aku akan membayar bill nya dulu"

Rangga langsung menuntun Rendi di pundak nya dan membayar makanan mereka di kasir depan.

Pas sudah membayar makanan itu, Rangga langsung membuka pintu mobil dan meletakkan Rendi di samping kursi pengemudi

"Bertahan lah Rendi.."

"Eungh.. panas.."

"Huh.. sebaiknya aku membawa mu ke mansion ku terlebih dahulu, karna jarak nya tidak terlalu jauh" ucap Rangga

Ia langsung menutup pintu mobil dan beranjak menuju kursi pengemudi. Rangga melepaskan jas yang ia kenakan untuk menutupi badan Rendi karna AC mobil itu sangat dingin di hadapan Rendi

Dengan cepat Rangga menancapkan gas nya dan pergi dari restoran itu menuju mansion nya yang tidak cukup jauh itu.






HAYO LOH PADA PUNYA PEMIKIRAN APA NIH?

UDAH PASTI MEREKA MAIN KAN?

BELUM TAU JUGA SIH

Tapi maaf sebelumnya, flashback soal Rendi dan Rangga bertemu aku tahan dulu. Tapi nanti bakalan ada flashback dimana mereka berdua pertama kali bertemu

Jadi tungguin terus cerita ini ya

Oh iya
Vote komen nya jangan lupa❤️❤️

See you~💞💞

Continue Reading

You'll Also Like

103K 5.3K 10
⚠️ SUKUFUSHI, MPREG,BL,⚠️ Hanya kisah megumi dan teman masa kecilnya yang terobsesi dengannya Genre:Slice of life,yaoi,comedy, drama Rating:18+ ⚠️ H...
43.3K 1.9K 5
(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Haechan menyadari bahwa seksualnya benar - benar aneh. Ya dialah seorang Omega Dominan...
2.2K 89 5
Mencintai sahabatmu sendiri sudah cukup rumit, apalagi jika dia justru memanfaatkan perasaanmu untuk melupakan orang lain... bahkan hanya untuk semal...
289K 17.2K 61
[SEBAGIAN DARI CERITA DI PRIVAT! FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA:)] Mengandung banyak adegan kekerasan!🚫 Tidak di sarankan untuk yang...
Wattpad App - Unlock exclusive features