Ana Or Anara

By aly6hdla

877K 69.3K 3K

(FOLLOW DULU!!) Kecelakaan yang dialami oleh Ana malah membuatnya masuk ke dalam tubuh seorang gadis. Yang... More

(1) - Kecelakaan
(2)-Keluarga?
(3)-Takut
(4)-Langkah Pertama
(5)- Sekolah
(6)-Dia bukan lah Yang Dulu
(7)-Cogan It's My Favorite
(8)-Anara's madness
(9)- Misela
(10)- Dijenguk Cogan
(11)- *4xยฒ - 4xy + Yยฒ = 4 *4x + Y = 8
(12) - Ujian Harian
(14)Mau Baikan, Daddy Duda?
(15)- Pembagian Hasil Ujian Harian
(16)-Tukang Bakso
(17)-ulangan Harian Fisika
(18)-Fakta Terbaru
(19)- Nilai Adalah Masa Depan Mereka
(20)- Rina
(21)-Ceo Muda?
(22)-Target Selanjutnya?
(23)- Mau Pergi Bareng?
(24)- Teror Dimulai
(25)- Hidup Untuk Berjuang
(26)- Nathan Or Arthan?
(27)- MATI!!
(28)- Dalam Diam
(29)- HANCUR!!
(30) - Terjerat
(31) - Ucapan Ulang Tahun Untuk Nathan
(32)-Pergi?
(33)- Takut
(34)- Arthan Dan Rumahnya
(35) - Akhirnya Pergi
(36) - Dia Sang Bintang
(37)- Mulai Terungkap
Just Tanya - Tanya
(38) - Jangan Pergi
(39)- She's So Cute
(40) - Comback
(41) - Bersedia?
(42) - Pergi Atau Mati?
ANARA TERBIT
INFORMASI
INFORMASI
NEW STORY
E - BOOK

(13)- Masuk BK Lagi?

27.2K 2.3K 114
By aly6hdla

HAPPY READING GUYS
😍

"Ini kok tiba-tiba?" Tanya Anara linglung.

Bagaimana tidak, Nathan, Arthan, Al dan El, dengan serempak menodongkan minuman kepada Anara.

Gadis itu jadi bingung mau menerima minuman itu dari siapa?

"Ambil!!" Jawabnya serempak lalu saling menatap penuh permusuhan.

Anara hanya meringis, apalagi kala melirik sekitar. Semua orang menatap nya tajam bak mangsa yang akan diburu predator.

"Anara ambil semuanya deh, hehehe makasih," ujar nya sambil merebut empat minuman itu dengan sedikit paksa dan senyum canggung nya.

"Yok kantin!"

Semua orang yang ada di depan kelas Anara hanya menonton, wajah mereka menampakkan tatapan tidak percaya kala si dua kembar, dan Arthan plus Nathan malah memegang lengan Anara secara bersamaan.

Bahkan minuman yang dia bawa dengan agak susah payah, malah terjatuh dua botol.

"E-eh?"

Anara hanya diam membeku, dia tidak tahu harus melakukan apa. Apalagi posisi nya yang benar-benar membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.

"U-udah, Anara bisa sendiri," cicit nya.

Dengan pelan melepas semua tangan yang memegang kedua lengannya. Dia tersenyum canggung ke arah mereka, lalu memungut botol minuman itu.

Setelah tubuhnya tegap, dia tersenyum lebar ke arah mereka. Dan langsung kabur dengan lari terbirit-birit.

"Gara-gara lo!!" Desis tajam Al yang langsung pergi.

Ketiga pemuda itu juga pergi tanpa mengatakan satu kata pun.

Dan hal itu malah membuat semua orang di sana tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Song - DOOMCHITA - SECRET NUMBER

Biar keren😎

"Lo udah mulai jadi jalang lagi?"

Anara yang sedang asik memperbaiki tataan rambutnya menoleh. Dia menatap bingung ke arah Misela dan Nadya.

"Maksud kalian?"

Misela berdecih sinis, dengan penuh keangkuhan dia berjalan ke arah Anara sehingga menyisakan beberapa langkah dari jarak mereka.

"Lo! Gara-gara lo kecentilan, Arthan batalin pertunangan nya sama gua, DAN ITU GARA-GARA LO!!"

Plak!!

Wajah Misela tertoleh ke samping karena tamparan tiba-tiba dari Anara. Dia menatap geram ke arah gadis itu.

"Jangan teriak di depan muka Anara!!" Bentak nya tak terima.

"Sialan!!" Teriak Misela yang malah ikut menampar Anara, sehingga gadis itu juga merasakan perih yang menjalar di pipi nya.

"Denger jalang, posisi lo emang udah pantes jadi sampah, nggak salah sih keluarga lo sebut lo sampah," ejek Misela.

Nadya di belakang tertawa mendengar nya, gadis itu memilih keluar dari kamar mandi untuk berjaga-jaga.

Bugh

Tubuh Misela langsung ambruk kala satu bogeman mentah yang dia dapatkan dari Anara.

"Anara akui kalo kamu itu pinter, tapi semua nya nggak ada artinya dengan sifat anj*** kamu!!" Geram Anara.

Karena belum puas, dia menendang tubuh Misela sehingga gadis itu langsung memekik kesakitan kala mendapatkan tendangan dari Anara.

Dengan kasar dia langsung keluar dari kamar mandi, melihat Nadya berbalik, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Bugh

Nadya berteriak sakit kala Anara berhasil membogem Nadya yang mengenai hidung pesek gadis itu.

Bahkan hidung gadis itu mengeluarkan darah. Membuat senyum Anara puas.

"Makan tuh!!" Hina Anara sambil tersenyum puas melihat Nadya yang kesakitan.

Tidak memperdulikan tatapan tak percaya dan heboh semua murid di depan toilet perempuan, dia langsung keluar tanpa mengatakan kata maaf.

Sreet

Belum jauh melangkah, tiba-tiba kerah seragam nya ditarik oleh seseorang.

"Lepas!! Kerah baju Anara nanti robek!!" Teriak Anara yang tidak dihiraukan oleh si penarik.

Anara yang sudah lelah memberontak pasrah kala dirinya ditarik. Dia hanya bisa mengikuti ke arah mana dia ditarik.

Sehingga mata Anara membola kaget kala ke mana dia akan digeret. Ruang BK.

Lagi-lagi dia harus masuk sini, menyebalkan sekali. Sadar sih jika dirinya bermain kekerasan di area sekolah, tapi itu juga salah Misela dan Nadya.

"Bu!"

"Eh Reno ada apa?"

Anara baru tahu jika pemuda ini bernama Reno. Tampan sih, tapi dia menyebalkan!!

"Nih!!" Reno dengan cepat mendorong Anara sehingga berhadapan dengan guru BK gila itu.

"Anara? Masalah apa lagi yang kamu buat?" ujarnya tertekan.

"Nggak ada Bu, dia aja yang tiba-tiba narik Anara ke sini," jawab nya sambil melirik sinis Reno yang hanya diam.

"Pukul murid sampai berdarah," jawab Reno yang membuat Guru itu memijit pelipisnya setelah mendengar perkataan Reno.

"Anara, saya bingung harus bagaimana cara lagi untuk  menghentikan tindakan kasar kamu ini, kamu ini tidak jera-jera."

"Dengan ini saya akan memberikan kamu peringatan pertama! Jika sampai tiga kali Ibu kasi peringatan ke kamu, kamu akan keluar dari sekolah," jelasnya sambil menatap Anara tajam.

"Panggil orang tua kamu ke sini, saya perlu menanyakan cara mendidik kamu," jelasnya sambil menyerahkan surat kepada Anara.

"Udah kan Bu? Anara bisa keluar?" Tanya Anara seolah tidak bersalah.

Si Guru BK tentu tidak akan melepas begitu saja siswi yang tekena masalah ini.

"Tentu belum, kamu harus membersihkan toilet perempuan kelas 10, dan Desi akan mengawasi kamu," jelasnya.

Si guru BK menoleh ke arah Reno yang masih asik melihat sidang di BK.

"Panggil Desi, Reno!!"

Reno dengan malah bangkit dan keluar dari ruang BK untuk memanggil waketos nya itu, alias Desi.

Sehingga tak lama Desi masuk. Gadis cantik dengan rambut ala ekor kuda itu masuk. Dia langsung masuk ke ruang BK dengan Reno di belakang nya.

" Ada apa Bu?" Tanya Desi.

"Desi, kamu awasi Anara untuk menyelesaikan hukumannya, pastikan jika Anara sudah menyelesaikan hukuman nya," jelasnya seolah Anara adalah tahanan yang mencoba kabur.

Menganggukkan kepalanya. Dia menuntun Anara untuk keluar dan menjalankan hukuman nya.

Dan ini benar-benar menyebalkan, menurut Anara. Dia memang salah, tapi itu juga akibat rasa kesal nya dengan apa yang mereka lakukan para Anara yang asli.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Anara memasuki rumahnya dengan lesu. Tapi langkah nya berhenti melihat sosok Xavier yang seakan menunggunya?

"Siang Daddy Duda," sapa Anara tersenyum.

"Kemari," titah Xavier yang dituruti oleh Anara. Gadis itu mendekat ke  arah Xavier.

"Kenapa?"

Plak

Anara terdiam. Dia masih mencerna dengan apa yang terjadi. Rasa perih langsung menjalar di pipinya.

Xavier menampar nya dengan keras sehingga dia tertoleh ke samping, ada rasa marah, kecewa dan sakit. Bercampur aduk menjadi satu.

Bahkan tamparannya tepat di mana Misela menampar nya, pipinya benar-benar terasa sakit dan kebas.

"Apa yang kau lakukan sehingga mendapatkan surat peringatan dari sekolah, hah!?" Bentak Xavier.

"Anara cuman balas mereka yang udah bully Anara," jelasnya sambil menatap ke arah lainya.

Xavier menghembuskan napasnya kasar. Tanpa berkata - kata satu kata pun dia langsung pergi dari sana. Meninggalkan Anara yang mencoba menahan air mata nya.

"Astaga nona muda," Teriak Melinda. Wanita paru baya itu berlari ke arah Anara yang menatapnya dengan mata yang memerah.

"Astaga pipi nona muda," heboh Melinda melihat pipi Anara yang sebelah memerah dengan jejak telapak tangan.

"Ayok, saya akan mengobati pipi nona Anara," jelasnya yang menarik Anara.

Gadis itu? Dia pasrah, perasaannya berkecamuk dengan kejadian tadi. Sebegitu kah?

"Nona muda ayo duduk, biar saya ambilkan air hangat untuk dikompres."

Tinggal lah Anara sendiri di dalam kamar. Kedua tangannya terkepal kuat. Pintu kamarnya terbuka sehingga dia melihat sosok Kenzie yang lama tidak terlihat kini memperlihatkan batang hidungnya.

Dia masuk ke dalam kamar Anara. Dengan angkuh bersedekap dada sambil menatap penuh seringai di bibirnya.

"Gadis anggun tidak harus menggunakan kekerasan, cih! Bahkan gadis bodoh pun tahu itu," ejek Kenzie.

"Soo selamat atas memalukan nama keluarga Anara," ujar nya sambil menepuk kepala Anara dua kali.

Anara mendongak menatap Kenzie tajam. Dia paling benci dihina seperti ini!!

"Kita bertaruh, gimana?" Tawar Anara.

" Oh ya? Gadis sial ini bisa apa? Kekalahan, I know."

"KENAPA SIH KALIAN NGGAK SUKA ANARA!?" Teriak Anara keras. Pertanyaan yang menghantui nya ini bisa dia lontarkan.

Kenzie menatap tajam Anara dengan rahang yang mengeras, tatapan yang awalnya penuh ejekan kini seperti tidak ada ekspresi.

"You killed my mother!!" Teriak Kenzie yang membuat Anara tertegun.

Apakah itu benar? Apakah itu alasan mereka tidak menyukai si pemilik asli tubuh ini? Tapi kenapa itu menyakitinya dan mengarah padanya?

"Sampah," desis Kenzie lalu keluar dari sana dengan perasaan marah.

Melinda yang sedari tadi melihat itu hanya bisa menahan bisa diam saja. Dia mencoba seolah-olah tidak melihat kejadian itu.

"Nona Anara ini air hangatnya," ujarnya sambil membawa air berisi baskom dan dengan sapu tangan dilampirkan di bahunya.

Anara tersenyum ke arah Melinda seolah tidak terjadi apa-apa.

Perkataan Kenzie benar-benar terngiang-ngiang di dalam otaknya. Dan itu lama-lama bisa membuatnya gila.

Ingat Ana, dia mengatakan nya kepada Anara si pemilik asli, bukan Ana!!

Batinnya mencoba untuk menyemangati agar dia tidak terpuruk dengan kata-kata pedas dari Kenzie.

Semua nya bertambah rumit, bagaimana bisa dia memenuhi keinginan Anara yang asli jika sifat mereka sudah kasar seperti ini.

Benar-benar membuat nya frustasi!!

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

HALO GUYS

GIMANA AMA PART INI? SANGAT² MENGURAS EMOSI KAH?

JANGAN LUPA MAMPIR KE AKUN IG LYA YGY
@Alyaaraini

KOMENTAR : 150

JANGAN LUPA MAMPIR YAWW

BABAY GUYS, JAN LUPA KISS JAUH💋

Continue Reading

You'll Also Like

6.3M 682K 62
Entah kehidupan kedua atau penglihatan yang diberikan Tuhan padanya, ia menghindari kematian, berjanji akan membalas semua kepedihan yang pernah ia d...
2M 95.8K 32
Follow dulu sebelum membaca!! Xixixixi :3 Ziana, seorang anak yatim piatu yang seumur hidupnya di sibukkan hanya untuk mencari nafkah. memenuhi kebut...
2.2M 142K 44
"Gue dimana sih? Kamar siapa lagi ini? Kalau kamar gue bukan kayak gini" "Ini lagi pada kenapa sama tubuh gue, mana nyeri lagi, kepala gue juga penin...
Wattpad App - Unlock exclusive features