Yuusuatouri: Founder III

By LegendaNgawur

1.2K 605 206

Setiap dunia gelembung memiliki keunikannya masing-masing dalam segi sejarah dan juga cerita yang terkandung... More

Chapter 2401 - Useless
Chapter 2402 - Jantung untuk Kesembuhan Dirinya
Chapter 2403 - Perjuanganku Tidak Dihargai
Chapter 2404 - The Reaper
Chapter 2405 - Semuanya akan Menerima Kerendahan
Chapter 2406 - Orang Asing di Matanya
Chapter 2407 - Dimanapun itu Selalu diberikan Perlindungan
Chapter 2408 - Kasus Besar dengan Harga yang Besar juga
Chapter 2409 - Terpisahkan
Chapter 2410 - Mengecil
Chapter 2412 - Identitas yang langsung Diketahui
Chapter 2413 - Keluarga itu Berarti Baginya
Chapter 2414 - Menginginkan Keturunan
Chapter 2415 - Kejadian Paling Mengerikan
Chapter 2416 - Keanehan Versi Lain
Chapter 2417 - Ratu dan Putri
Chapter 2418 - Pembalasan dapat Menghasilkan Kecanduan
Chapter 2419 - Tidak ada yang Namanya Superhero dan Supervillain
Chapter 2420 - Menjelajahi Ingatan
Chapter 2421 - Merendahkan Suatu Keturunan
Chapter 2422 - Obat yang Harus Dia Rasakan
Chapter 2423 - Ingatan yang Aneh
Chapter 2424 - Beban Tambahan
Chapter 2425 - Semua Keturunannya harus Dibinasakan
Chapter 2426 - Bangun kembali pada Kenyataan
Chapter 2427 - Lebih Baik Membunuhnya Saja
Chapter 2428 - Masalah tentang Dirinya
Chapter 2429 - Mengetahui Versi yang Lain
Chapter 2430 - Kulakukan Demi yang Terbaik untuk Kedepannya
Chapter 2431 - Keluarga Sehat dan Palsu
Chapter 2432 - Setengah Kenyataan itu adalah Kebohongan
Chapter 2433 - Dia juga Memperjuangkan Kepercayaan Dirimu
Chapter 2434 - Eldritch yang Diperkuat Ilmu Hitam
Chapter 2435 - Menuju Celah yang Terbuka
Chapter 2436 - Dunia Gelembung yang berada Dalam Posisi Rendah
Chapter 2437 - Keseimbangan dan Kesederhanaan dalam Segalanya
Chapter 2438 - Nasehat dari Senior
Chapter 2439 - Kau harus Mengeksekusinya Sendiri
Chapter 2440 - Pertemuan dalam Keadaan Berbahaya
Chapter 2441 - Kita Mengetahui yang Terbaik untuk Cucu kita Sendiri
Chapter 2442 - Jalan Keluar dari Hasil Kombinasi
Chapter 2443 - Dimanakah Kepercayaan dan Kebohongan itu
Chapter 2444 - Mertua dan Menantunya
Chapter 2445 - Tidak Pernah Merasakan Lampiasan itu Lagi
Chapter 2446 - Yang Ingin Aku Rasakan
Chapter 2447 - Tidak ingin Bangun
Chapter 2448 - Bukannya Kebahagiaan itu Simpel?
Chapter 2449 - Menantu Melawan Mertuanya
Chapter 2450 - Semua ini Adalah Kesempurnaan Suatu Nilai
Chapter 2451 - Naskah yang Mengerikan
Chapter 2452 - Merasakan Apa yang Dirasakan Versi Lain
Chapter 2453 - Bertarung Seperti Ayahnya
Chapter 2454 - Neutron Death
Chapter 2455 - Kau tidak akan Bisa Merendahkan Siapapun
Chapter 2456 - Kau tidak Pantas Memiliki Shinichi
Chapter 2457 - Niat yang Kuat untuk Membunuh Mertua
Chapter 2458 - Akan Aku Rebut Paksa Cintaku
Chapter 2459 - Tidak Berdaya di Hadapan Menantu Durhaka
Chapter 2460 - Kematian yang Terus Mendekati
Chapter 2461 - Hanya kau yang Bisa Memperjuangkan Masa Depan
Chapter 2462 - Dia adalah Gadis yang sangat Hebat
Chapter 2463 - Tidak Perlu Mendengarkan Orang Lain
Chapter 2464 - Hanya Ibu Sendiri yang Bisa Dipercaya
Chapter 2465 - Memperebutkan Pria yang Dicintai
Chapter 2466 - Dark Rune Sphere
Chapter 2467 - Kesakitan Kekal
Chapter 2468 - Apakah Kau ingin Diatur juga?
Chapter 2469 - Aku akan Selalu Menyayangimu
Chapter 2470 - Soul Link
Chapter 2471 - Mengambil Sudut Pandang Lain
Chapter 2472 - Naskah Masa Depan
Chapter 2473 - Ini adalah Jalan Kehidupanku!
Chapter 2474 - Aku, Shinichi, Seorang Anak Durhaka
Chapter 2475 - Naskah yang Hancur Total
Chapter 2476 - Kehancuran dan Kekacauan adalah Makanan
Chapter 2477 - Rencana Kita Gagal Total!
Chapter 2478 - Invasi Total
Chapter 2479 - Cinta yang Palsu dan Penuh Kebohongan
Chapter 2480 - Pemikiran Licik
Chapter 2481 - The Celestial Dark Elf
Chapter 2482 - Queen of Hell Vs The Celestial Dark Elf
Chapter 2483 - Pertarungan Dahsyat untuk Memperebut Cinta
Chapter 2484 - Sampai Merebutnya!
Chapter 2485 - Menuju Naskah yang Dianggap Buruk
Chapter 2486 - Terasa Damai
Chapter 2487 - Tahu Siapa yang Cocok Dijadikan Senjata
Chapter 2488 - Memanipulasi Gadis yang Masih Kecil
Chapter 2489 - Jangan Panggil Aku Anak Kecil
Chapter 2490 - Imajinasiku
Chapter 2491 - Tidak Perlu Munafik
Chapter 2492 - Kesucian dalam Kesederhanaan
Chapter 2493 - Sampai yang Bertahan Menang
Chapter 2494 - Mampu Bertahan sebagai Manusia
Chapter 2495 - Tidak Ingin Kembali untuk Merasakannya
Chapter 2496 - The Omega
Chapter 2497 - Tidak ada lagi Rasa Hormat
Chapter 2498 - Kita Selesaikan Dengan Baik Setelah Ini
Chapter 2499 - Hanya satu Serangan
Chapter 2500 - The True Abomination
Chapter 2501 - Betapa Menyenangkannya
Chapter 2502 - Kehormatan untuk yang Gugur
Chapter 2503 - Keguguran Seorang Anggota
Chapter 2504 - Kenyataan Perlu Dibangun dengan Baik
Chapter 2505 - Masalah seperti Pohon Bercabang
Chapter 2506 - Nasehat seorang Council
Chapter 2507 - Manusia Dibalik Semua Ini
Chapter 2508 - The Councils of Celestial
Chapter 2509 - Tugas para Councils
Chapter 2510 - Sudah Saatnya Bertindak sebagai Celestia Being!
Chapter 2511 - Homunculus
Chapter 2512 - Kita Bertindak Sekarang Juga!
Chapter 2513 - Semua Orang Memiliki Pandangannya Sendiri
Chapter 2514 - Mengeksekusi Celestial Human
Chapter 2515 - Usahakan untuk Tidak Membunuhnya Dulu
Chapter 2516 - Tertangkap karena Pelanggaran
Chapter 2517 - Hukuman untuk Meringankan Pelanggaran
Chapter 2518 - Gladiator
Chapter 2519 - Aku tidak Ingin Kau Dicintai oleh Gadis Lain
Chapter 2520 - Superiority Order yang Berbeda
Chapter 2521 - Pertarungan Gladiator yang Brutal
Chapter 2522 - Pertumpahan Darah untuk Harta
Chapter 2523 - Pengganti Dirimu
Chapter 2524 - Tujuan yang Belum Tersampaikan
Chapter 2525 - King of Black Kingdom
Chapter 2526 - Kerajaan yang Dipertaruhkan
Chapter 2527 - Aku tidak ingin Menjadi Raja
Chapter 2528 - Kerajaan yang benar-benar Kacau
Chapter 2529 - Kerajaan ini sudah Tidak Tertolong lagi
Chapter 2530 - Tidak Semuanya Buruk
Chapter 2531 - Kerajaan yang akan Diambil Alih
Chapter 2532 - Bersiaplah untuk Menghadapi Kekerasan
Chapter 2533 - Pangeran baru telah Tiba
Chapter 2534 - Membangun Kerajaan yang Lebih Baik
Chapter 2535 - Memulai Kehidupan Baru sebagai Raja
Chapter 2536 - Untuk Membuatnya Lebih Menarik
Chapter 2537 - Semakin Dikenal
Chapter 2538 - Bertemu Kembali dengan Orang Tua
Chapter 2539 - Mengatasi Sesuatu Lebih Cepat dan Simpel
Chapter 2540 - Lebih Kasar dan Mengerikan
Chapter 2541 - Lebih Cepat Berbaikan
Chapter 2542 - Saling Memaafkan
Chapter 2543 - Menahannya Beberapa Hari
Chapter 2544 - Rasa Trauma yang Sulit Disingkirkan
Chapter 2545 - Miskin
Chapter 2546 - Keuntungan yang Kita Dapatkan
Chapter 2547 - Naga Bersejarah
Chapter 2548 - Hanya mendengar Namanya Saja
Chapter 2549 - Proses yang Kita Lalui di dalam Sana
Chapter 2550 - Kekuatan Militer Kita
Chapter 2551 - Persenjataan dan Perlengkapan Kita
Chapter 2552 - Beberapa yang Layak jadi Kesatria
Chapter 2553 - Pasukan baru untuk Nanti
Chapter 2554 - Ide Cemerlang Sang Raja
Chapter 2555 - Hiburan Mendebarkan
Chapter 2556 - Kenyataan Disebut Hiburan
Chapter 2557 - Jatuh Sakit
Chapter 2558 - Menjadi Shinichi
Chapter 2559 - Memanfaatkan Tubuh Shinichi
Chapter 2560 - Reputasi yang Hancur
Chapter 2561 - Dibalas dengan Tantangan
Chapter 2562 - Satu Lawan Satu
Chapter 2563 - Hanya ingin Nama Buruk yang Dibersihkan
Chapter 2564 - Kerajaan yang Semakin Dikenal
Chapter 2565 - Apakah ini Puncak Masalahnya?
Chapter 2566 - Stres Besar
Chapter 2567 - Tidak ada Waktu untuk Putus Asa
Chapter 2568 - Waktunya Membuka Gladiator!
Chapter 2569 - Agar Terlihat Tidak Mengambil Keuntungan
Chapter 2570 - Semuanya Kita Lakukan dengan Penuh Usaha
Chapter 2571 - Selama Masih ada Waktu Kualitas
Chapter 2572 - Tali
Chapter 2573 - Bergantian
Chapter 2574 - Rasa Lelah hilang dengan Cinta
Chapter 2575 - Aku ingin Kebahagiaan ini Tidak Berakhir
Chapter 2576 - Tidak Semudah yang Diperkirakan
Chapter 2577 - Lakukan Apapun demi Keberhasilan
Chapter 2578 - Masalah Lama dapat Menyelesaikan Masalah Baru
Chapter 2579 - Aku Berhenti menjadi Pangeran
Chapter 2580 - Aku tetap Gagal
Chapter 2581 - Mengamankan Sesuatu dalam Perang
Chapter 2582 - Fisik dan Tenagaku
Chapter 2583 - Kehilangan dari Sisi yang Berbeda
Chapter 2584 - Apakah Masih ada Opsi Lain untuk Bisa Melawannya?
Chapter 2585 - Aku Hanya Membutuhkan Satu Benda Darimu
Chapter 2586 - Hanya Sebuah Pengalihan Kecil
Chapter 2587 - Kemunculan yang Bertambah Lagi
Chapter 2588 - Tamu yang Tak Diundang
Chapter 2589 - The Lost King's Tragedy
Chapter 2590 - Apa yang Terjadi Setelah Drama Itu
Chapter 2591 - Masalah yang Belum Terselesaikan Berdatangan
Chapter 2592 - The Anti Authority
Chapter 2593 - Sudah Terlambat untuk Mengubahnya
Chapter 2594 - Puncaknya Cabang Masalah
Chapter 2595 - The Council akan Mengurusnya
Chapter 2596 - Sang Ketua bertemu dengan Sang Pangeran
Chapter 2597 - Buktikan Jika Kau Layak untuk Berada Dalam Kenyataan
Chapter 2598 - Hak Milikku Semua
Chapter 2599 - Mencabut Semuanya dari Kenyataan
Chapter 2600 - Sampai di Titik ini Saja

Chapter 2411 - Mimpi yang Terkabulkan

6 3 1
By LegendaNgawur

Shinichi mulai diamankan oleh Kou agar dia bisa beristirahat kembali untuk sebentar, kali ini Shinobu dapat mengerti tentang kondisinya itu dimana ia juga mau membantu demi kondisinya itu.

Tetapi Kou meminta mereka semua untuk tidak ikut campur dengan permasalahan rumit itu, yang dibutuhkan oleh Shinichi hanyalah sebuah ketenangan.

Dan tentunya ketenangan itu berasal dari Neneknya sendiri yaitu Kou dimana ia mulai menggunakan The Mind program dalam kepalanya itu sampai mengakses secara langsung pikiran Shinichi.

Mata mereka yang saling memandang memberikan semacam koneksi dimana Kou bisa merasakan sistem [Overlord] berlebihan di dalam kepalanya sampai ia tahu bahwa Shinichi masih terbebani.

Kou mampu menahannya karena kapasitas yang dimiliki oleh program dalam The Mind tidak mempunyai batasan apapun.

The Mind miliknya menyampaikan beberapa pesan dan peringatan kepada Shinichi dimana tubuh berhenti bergerak ketakutan.

Proses itu mulai dilakukan pelan-pelan sampai Kou dapat merasakan pertahanan Shinichi yang begitu lunak dalam hati dan otaknya itu.

Mau tidak mau Shinichi harus melepaskan segala hal yang dipertahankan di dalam dirinya itu, ia langsung menangis di hadapan Kou seperti anak kecil yang benar-benar lelah.

Shinichi langsung memeluk tubuh Kou hanya untuk melampiaskannya pada Neneknya itu yang tentunya sangat dia percayai dengan kehidupannya sendiri.

Sesosok Nenek yang bisa memperbaiki kesalahannya terhadap Ibundanya yang sudah tiada, Shinichi terus menangis agar bisa melepaskan semua beban yang menyangkut dalam pikiran dan hatinya itu.

Kou di sana berdiri tegak selagi menerima pelukan itu dengan penuh kasih sayang, walaupun Shinichi adalah sesosok Legenda pria yang kuat.

Dia juga tetap memiliki sisi kelemahan yang dapat membuat dirinya terlihat lemah seperti ini dengan menangis layaknya seperti anak kecil karena kelelahan.

Mental Shinichi memang belum sepenuhnya kuat karena sejak kecil sampai remaja semua itu belum dia asah sama sekali hingga selalu saja akan berada di titik kelelahan yang begitu dahsyat.

Kou memberikan beberapa usapan pada kepalanya itu dimana tubuh robotnya mengeluarkan semacam arwah halus yang dapat memeluk Shinichi dari belakang agar ia bisa merasa tenang lebih cepat.

Tangisan yang dilepaskan Shinichi terdengar jelas oleh Shinobu dimana ia saat ini sedang berdiri tepat di hadapan pintunya itu dengan ekspresi serius.

"... ..." The Mind Shinobu bereaksi dengan sendirinya untuk menangkap beberapa pelampiasan itu.

Dan ternyata dugaannya benar bahwa Shinichi adalah sesosok pria yang selalu memaksakan dirinya sendiri dalam menerima informasi berlebihan hingga dirinya tak bisa menanganinya sekaligus.

Dia memerlukan ruangan lebih, dan Shinobu yakin bahwa dirinya pasti akan terbiasa ke depannya terutama lagi dengan konflik keluarga yang dia miliki dengan Beatrice saat ini.

"... ..." Shinobu melangkah pergi untuk menikmati pipa rokoknya pada malam hari yang damai dan indah.

Membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk Shinichi merasa tenang sampai kepalanya mulai enteng sekarang, dia juga kembali tersenyum kepada Kou dengan ikhlas.

Terkadang kelemahan miliknya itu memang hanya bisa diurusi dengan tangisan serta orang yang mau mendengarkannya.

Shinichi langsung bangkit secepat mungkin selagi menepuk wajahnya tanpa henti, "Baiklah... tidak ada waktu lainnya yang harus dihabiskan dengan bersedih."

"Aku seharusnya sudah tahu konsekuensi serta risiko yang harus dihadapi."

"Ya... tapi..." Shinichi dan Kou menatap satu sama lain dengan ekspresi kebingungan seketika.

""Bagaimana bisa orang yang masih hidup memiliki versi lain...?"" Keduanya bertanya secara bersamaan hingga memicu tawa kecil juga di antara mereka.

"Mungkin bukan hanya orang yang sudah tiada saja, kalau tidak salah kalian semua tiba di dalam botol ini karena proses pembentukan Touregniration bukan?"

"Benar... poin pentingnya pasti berada di proses pembentukan dimana aku sendiri sempat mati rasa ketika berada di dalamnya."

"Hm! Itu artinya Shinichi sendiri memiliki versi yang lain!'

"Ya, jika dipikirkan kembali itu memang masuk akal..."

"...aku harus membiasakan diri untuk tidak 'hahhhhh!!!' begitu. Intinya terlalu dramatis lah." Shinichi menghela nafasnya dimana Kou langsung menepuk kepalanya pelan.

"Terkejut sedikit itu tidak apa kok, bisa dibilang cukup normal ketika kau bertemu dengan seseorang yang tak disangka-sangka."

Shinichi memegang dagunya sendiri, "Yang sangat tidak aku sangka adalah bertemu dengan Koizumi kecil, aku sempat mengira diriku memimpikan semacam masa depan?"

"Yah dari penampilannya saja mereka cukup mirip."

"Ada perbedaan yang sangat besar loh." Shinichi langsung membandingkan dada Koizumi asli dan yang kecil sampai ia merasa kecewa seketika.

"Maksudku adalah rambut hitamnya yang beda posisi, dan dia juga tidak menggunakan pin unik berlambang jam yang aku sukai."

"Aku kira kamu membicarakan tentang hal lain."

"Apa itu?"

"Sikapnya."

"Aku tidak tahu banyak sih, tetapi sepertinya dia adalah sesosok putri dimana sikapnya tak jauh berbeda dari sesosok putri yang terlalu membanggakan dirinya itu."

Beberapa menit kemudian, Shinichi menghadap secara langsung kepada semua orang untuk meminta maaf karena sudah memberikan banyak sekali kerepotan.

Terutama lagi untuk Haruka dan juga Rokuro yang tidak merasa keberatan sama sekali, "Tidak apa-apa, anggap saja seperti rumah sendiri."

"Dikarenakan dunia di luar sana sedang dalam bahaya, ada baiknya untuk beristirahat dengan damai di dalam rumah barumu ini." Ucap Haruka.

Shinichi tersenyum, "Kalian baik sekali, padahal aku tidak melakukan banyak hal yang bisa dibilang berlebihan."

"Hahahahaha!" Rokuro langsung tertawa keras ketika Shinichi mencoba untuk merendah.

"Kamu ini Shiratori yang sangat humoris ya, Shinichi."

"Padahal kenyataannya kau benar-benar menyelamatkan nyawa yang sangat bermanfaat untuk dipertahankan!"

"Seandainya jika kau tidak ada di sana maka diriku sudah pasti takkan pernah bisa menemui anggota keluarga yang sangat aku cintai."

"Papa! Jangan berbicara seperti itu!" Seru Koizumi yang mulai berdiri di atas kursi dengan ekspresi kesal.

"Koizumi, duduk yang benar!"

"Tetapi yang dikatakan oleh Papa itu sangat menyebalkan!"

"Heh? Apa ini, Koizumi? Katanya kamu sudah siap untuk hidup mandiri tanpa Papa, ahahaha!"

"Uuuuuuu! Menyebalkan!" Koizumi kembali duduk selagi menyilangkan kedua lengannya dimana ia langsung melirik ke arah lain.

Haruka hanya bisa tertawa kecil lalu ia menepuk kepala Rokuro, "Bicaranya memang suka sembarangan ya, dasar suamiku ini."

Shinichi dan Kou terdiam ketika melihat keharmonisan keluarga Shimatsu yang bisa dibilang berbeda, dari sikapnya saja sudah beda jauh sampai Kou hanya bisa tersenyum.

Dia tahu bahwa Rokuro yang asli adalah sesosok Legenda tegas dimana sikapnya sudah dipastikan dingin hingga tidak bisa memperlihatkan kebahagiaan apapun secara terang-terangan.

Berlaku juga untuk Koizumi yang bisa mempertahankan ketegasannya itu sampai ia memiliki harga diri yang begitu besar untuk terus dipertahankan.

Haruka sepertinya mendapatkan sedikit sikap dari Rokuro asli dimana ia cukup dingin dari luar, tetapi kenyataannya terdapat kehangatan yang sangat besar di dalam dirinya.

"Aku tidak tahu harus berterima kasih seperti apa, tetapi hanya ini yang bisa aku berikan padamu." Rokuro memperlihatkan banyak sekali makanan yang dibuat oleh mereka.

"Tidak perlu berlebihan, ini saja sudah cukup kok." Shinichi mengangguk.

Dia mulai berpikir bahwa Koizumi harus melihat versi lainnya dari Rokuro dan Haruka yang ada di dalam dunia gelembung itu terutama lagi dirinya yang terlihat seperti gadis kecil.

Shinichi menyadari tentang Shinobu yang pergi entah kemana, Hotaka dan Menma juga tidak ada di dalam ruangan itu.

"Kemana yang lainnya?"

"Hotaka sepertinya sedang menemani Menma pergi menuju rumah sakit agar bisa mengurusi nyawa Super Legend yang sedang dalam kritis."

"Koneko seperti biasanya sibuk mengurusi beberapa kasus yang perlu dipecahkan di luar sana. Dia juga tidak ingin memenuhi ruangan ini dengan asap rokok." Jawab Rokuro.

"Kalau begitu semuanya, mari kita menikmati makanan ini bersama!!!"

""Selamat makan!!!""

Shinichi mulai menatap mangkuknya itu yang dipenuhi dengan sup, ia hanya bisa memperlihatkan senyuman lebarnya itu karena dia baru saja merasakan sebuah peristiwa menghangatkan.

Ini pertama kalinya dia bisa menikmati makan malam bersama dengan kedua mertuanya itu, sebuah mimpi yang benar-benar ingin dia capai secepatnya.

Ketika dia mengambil satu sendok yang dipenuhi dengan sup itu, ia langsung mencicipinya hingga kedua matanya terbuka dengan sangat lebar.

Keterkejutan yang dia rasakan saat ini berbeda karena isi mulutnya diledakkan dengan rasa...

...rasa yang sangat tidak enak seperti memakan makanan basi dan juga mentah.

Shinichi menyadari wajah Koizumi dan juga Rokuro yang hanya bisa tersenyum lebar selagi menahan rasa menjijikkan itu di dalam mulut mereka.

Ekspresi yang diperlihatkan oleh Shinichi sempat disadari Haruka, "Shinichi, apakah makanan itu tidak kamu sukai...?"

Shinichi mencoba untuk menahannya tetapi kedua telapak tangannya itu terus bergetar mencoba untuk menutupi mulutnya itu agar dia tidak memuntahkan sesuatu yang sedang dikunyah.

Rokuro menendang kaki Shinichi sampai ia langsung menatapnya dimana kedua matanya tertutup rapat selagi memperlihatkan senyumannya itu walaupun sedang mengunyah

Shinichi langsung menelannya dengan penuh tenaga, "Rasanya enak sekali... w-wah, aku sudah berpikir untuk menambah lebih banyak."

"Senangnya~ kalau begitu aku akan menambahkan porsi yang lebih banyak untukmu besok, Shinichi!"

"Tidaakkkkkkkkkkkk!!!"

Continue Reading

You'll Also Like

43.1K 1.5K 16
seorang anak SMA yang dipekerjakan oleh seorang duda?! anak SMA itu menjadi baby sitter's untuk menjaga anak dari duda anak 1! kenapa ia rela menjadi...
48 8 9
Selama berabad-abad, dunia telah terpecah antara Kekaisaran, Path the Chastity (secara harfiah berarti "Jalan Kesucian"), dan Kedaulatan Felix, Parad...
18K 2.9K 21
Semua berawal dari rasa penasaran. Aplikasi yang sedang populer di kalangan remaja sepertinya itu menarik perhatian (Name). Konsepnya sederhana-sebua...
111 0 20
Sinopsi Dua tahun setelah dunia mengalami kekacauan akibat serangan makhluk misterius, Tachibana Hikari, seorang remaja yang mencoba menjalani kehidu...
Wattpad App - Unlock exclusive features