Transmigration Freak!!! [END]...

Par IchaSunny

759K 100K 3.3K

Elora Raneysha hanyalah seorang mahasiswi semester akhir yang hampir menyelesaikan skripsinya. Namun dia haru... Plus

PERINGATAN
[01] Transmigration
[02] Aileen Ercyxi Grace
[03] New Life
[04] Life Plan
[05] Theodore Roosevelt
[06] The World Is Cruel
[07] Leopard Gillard
[08] Self-Defense
[09] Hypocritical Technique
[10] Math Test
[11] Save The Moon
[12] Little Bunny Girl
[13] Singing Like An Angel
[14] Movie
[15] Princes Son
[16] Parfume
[17] Same Scent
[18] Why So Similar?
[19] Be Gentle
[20] Bullying
[21] Escape
[22] Partner
[23] Tease You
[24] Is This Reality?!
[25] Harem?
[26] Dream Or Reality
[27] Mirah Band
[28] A World That Feels Unfair
[29] That Trauma
[31] Sick
[32] New Teacher?
[33] Mussic Club
[34] Who's The Girl?
[35] Three Juniors Clinging
[36] Guts's Test
[37] Trapped
[38] Secret Admirer?
[39] Who?
[40] The Truth
[41] The Truth (2)
[42] First Meeting With You
[43] The Misunderstanding Ended
[44] The Memories
[45] Matcha
[46] She's Not Aileen
[47] Guilt
[48] Caught
[49] The Trapped Angel
[50] Killing That Trash
[51] Just Back Where It Should Be
[52] Everything Revealed
[53] Plan To Reply
[54] Princess's Past
[55] Revealed
[56] Last Judgment
[57] Is It True?
[58] A Show For You
[59] Marriage And Promises Between Us
[60] End of Journey (End)

[30] What's Wrong?

12.8K 2K 71
Par IchaSunny

Singkatnya Xaviero sudah membeli enam tiket dan mereka sudah masuk ke dalam stadion. Di sana sudah ramai penonton dan kursi di bagian depan sudah terisi. Mereka berenam duduk di tengah-tengah, posisinya Theo di ujung, Lumine di sebelahnya, kemudian Ercy, Viole, Eric dan Xaviero.

Viole dan Eric sudah asyik mengobrol, sementara Theo dan Lumi mulai membuka cemilan yang mereka bawa. Xaviero sendiri memainkan ponselnya, dia tengah berkirim pesan dengan seseorang. Entah siapa namun rahangnya terlihat mengeras dan tatapan nya tajam seakan bisa membunuh seseorang.

Eric mengintip ponsel nya dan mengenal nafas. "Abaikan saja dia."

Hanya Ercy yang duduk diam dan kaku di kursinya. Tidak berniat membuka suara, ataupun membuat gerakan.

"Nona Ercy, ini keripik kentang nya." Lumine menyodorkan bungkus keripik kentang.

Gadis berambut perak itu mengerutkan kening ketika mendapati Ercy yang tidak secerah biasanya. Dia duduk diam dengan tatapan lurus yang kosong.

"Nona Ercy, ada apa?" Lumine bertanya khawatir, menyentuh tangan Ercy yang mengepal.

PLAAKK!!!

"Jangan sentuh!" Sentak Ercy tanpa sadar menampar tangan Lumine yang menyentuh nya.

Lumine terdiam mematung dengan raut kaget, bahkan kini mereka berdua menarik atensi empat orang lainnya.

"Hey ada apa?" Meskipun wajahnya terlihat tidak peduli, tapi Theo adalah orang yang paling khawatir jika menyangkut sahabatnya itu.

Ercy di luputi rasa bersalah, apalagi Lumine menatapnya dengan wajah yang terkejut dan syok. "Maafkan aku. Aku hanya terkejut saja."

"Apa benar? Jika kau tidak nyaman atau sesuatu katakan saja." Theo menyadari raut wajah Ercy. Dia terlihat menahan sesuatu.

"Bukan masalah besar. Perutku hanya sakit, aku sedang datang bulan. Bukan sesuatu yang serius." Ucapnya lirih.

"Apa kau yakin?"

Ercy mengangguk, "pertandingan sudah mau di mulai." Dia berujar serak.

Benar saja, selama pertandingan berlangsung, Ercy hanya duduk diam bersandar di sandaran kursi. Tidak bersorak seperti orang-orang ataupun antusias. Viole di sebelah nya berkali-kali melirik melalui ekor matanya, tapi dia memilih tidak mengatakan apapun.

Lumine sendiri semakin khawatir dengan Ercy, "apa nona sakit? Apa kita pulang saja?"

Ercy menggeleng, "tidak. Xavi sudah membayar tiket kita, tidak enak jika pergi begitu saja. Lagipula aku sudah berjanji pada Nico untuk menyaksikannya. Aku harus memberikan cokelat ketika dia selesai nanti." Ercy memijat keningnya, berusaha menenangkan diri.

'alihkan perhatian mu, jangan sampai terpengaruh. Hanya orang lemah yang tidak bisa mengendalikan dirinya.' dia terus mengulangi kalimat yang sama di dalam hati.

'itu hanya masa lalu. Lupakan, dia tidak ada disini. Dia tidak ada disini untuk menyakitimu.' Ercy memejamkan matanya, merasakan tubuhnya berkeringat dingin.

'itu sudah berlalu, semuanya baik-baik saja.'

Setelah pertandingan usai, sorak sorai terdengar riuh dari para penonton yang bersemangat. Sekolah Highville, alias sekolah nya memenangkan pertandingan mengalahkan sekolah Libertine. Tampak Nico berdiri di tengah lapangan bersama teman-teman nya, melakukan tos kemenangan dan bersorak-sorai bahagia.

Ercy berdiri, dia hanya perlu memberikan cokelat untuk Nico lalu pulang. Dia tidak bisa berada di sini lebih lama. Dia tidak bisa menanggungnya lagi.

Ercy berjalan cepat meninggalkan teman-temannya.

Eric ikut berdiri, "ada apa dengannya? Buru-buru sekali?"

"Mungkin memberikan cokelat untuk Nico. Kau tahukan, Nico punya banyak penggemar. Mungkin Aileen diam-diam adalah penggemar Nico." Viole melirik Xaviero, mengatakan itu dengan sengaja untuk memanas-manasi sang pangeran.

Namun Xaviero ahlinya poker face. Tidak ada yang bisa tahu isi hatinya hanya dengan melihat wajahnya. Dan wajahnya saat ini datar seperti biasa.

"Nona Ercy sudah terlihat aneh sejak awal, bahkan sebelum pertandingan di mulai." Lumine memberi tahu, wajahnya khawatir sekali. "Harus kah aku menyusul? Aku khawatir."

"Aku saja." Theo berdiri, dan berjalan cepat menyusul Ercy.

Di sisi lain Ercy memutuskan menghubungi Nico. Mereka sepakat bertemu di luar stadion.

Ercy menunggu dengan sabar, dia mencengkram cokelat di tangannya. Gadis itu mulai merasakan sesak nafas, "bertahanlah... Ini semua sudah berlalu..."

Plukk...

"Ercy."

Ercy sedikit tersentak meskipun dia tahu Nico akan datang. Jadi gadis itu memilih menarik nafas kemudian mengembuskan nya, lalu berbalik dengan cepat.

"Nico, aku--"

Gadis itu membeku, kata-kata nya tertahan di tenggorokannya, matanya melotot menatap tongkat baseball yang di pegang Nico.

Nico keheranan dengan reaksi Ercy, dia menyadari tatapan Ercy yang tertuju pada tongkat baseball nya.

Mengira gadis itu tertarik dengan tongkat nya, Nico mengangkat nya, menunjukkannya, "ini mili--"

"Huwaaaa!!!" Ercy menjerit sangat keras, kemudian jatuh ke tanah. Tubuhnya bergetar hebat, dan dia tidak bisa menahan air mata dan Isak tangis yang bergetar. Gadis itu menjambak rambutnya sendiri, meraung di tanah.

"Ercy!" Nico membuang tongkat miliknya dan ikut berjongkok untuk memeriksa gadis itu.

Ercy menyeret tubuhnya menjauh, menghindari sentuhan Nico. "Jangan sentuh aku! Kumohon jangan sentuh aku!"

Nico syok dengan reaksi yang di tunjukkan Ercy. Sebenarnya ada apa ini?!

Ercy masih bergetar hebat, tangisannya juga semakin tidak karuan, dia terus menggumamkan kata-kata yang sama.

"Maafkan aku, hiks-- aku salah, maafkan aku..."

"Ercy!" Theo sampai di sana. Juga ikut syok melihat keadaan sahabatnya.

"Apa yang terjadi?!" Dia berusaha memegang bahu Ercy, namun gadis itu menjerit sebelum Theo menyentuhnya.

Theo menatap Nico tajam, "apa yang kau lakukan padanya?!"

Nico menggeleng, "aku bahkan tidak tahu apa yang membuatnya begini."

"Maafkan aku huhuhu... Maafkan aku... Ja--jangan pukul aku..."

Ercy, sosok yang selalu ceria dan bersemangat kini terlihat rapuh dan tidak berdaya di atas tanah, bergetar ketakutan dan menangis.

Hati Theo terasa sangat sakit melihatnya.

"Ercy ini aku... Theo... Sahabat mu." Theo dengan perlahan berusaha mendekati Ercy yang menjaga jarak, "aku Theo, aku... Tidak akan menyakitimu..." Suara Theo serak, dia seakan berjuang mati-matian menahan emosinya untuk tidak menangis.

Theo adalah seorang lelaki. Dan dia tidak pernah merasa akan menangis seperti ini sepanjang hidup nya. Tapi kini betapa hatinya terluka melihat sahabatnya di depan nya itu.

"Maafkan aku...huhuhu...hiks... Jangan pukul aku lagi ayah... Aku sa--salah." Dia merasakan matanya gelap, "itu sakit... Ayah..."

Lumine, Viole, Eric dan Xaviero sampai di sana. Keempat orang itu syok. Lumine menutup mulutnya dan berlari ke arah mereka. "Nona Ercy!"

"Itu sakit... Maafkan aku..." Ercy tidak menyadari apapun, matanya gelap, dan dia hanya merasakan ketakutan dan ketakutan di kepalanya.

"Aileen..." Meskipun wajahnya datar, Xaviero tetap terlihat syok.

Orang-orang yang menyaksikan mulai berbisik-bisik. Theo merasa tidak nyaman terlalu banyak orang yang memperhatikan sahabatnya ketika sedang lemah, jadi dia berusaha keras untuk meyakinkan Ercy.

"Semua aman, tidak akan ada yang menyakitimu, oke? Percayalah padaku..."

Ercy hanya melemah, jadi dia limbung ke samping. Sebelum gadis itu jatuh menghantam tanah, Theo sudah menahan tubuhnya dan menggendong nya.

"Aku akan membawanya pulang dengan taksi. Terima kasih untuk hari ini."

Tanpa menunggu jawaban dari mereka, Theo dan Lumine pergi darisana membawa Ercy yang sepenuh nya pingsan.

Meninggalkan yang lain dengan penuh pertanyaan di dalam hati. Meninggalkan Xaviero yang hanya bisa menatap sendu ke arah Ercy yang perlahan menghilang di antara kerumunan manusia. []

TBC

Karena banyak yang minta double update aku buatin deh :)
Ngetik nya cepet cepet biar bisa langsung update, semoga ga mengecewakan, meskipun kayaknya feel nya gak dapet wkwkwk

Aku rada trauma ngetik nangis pake 'hiks hiks', keinget yeen soalnya, makanya aku pake 'huhuhu', meskipun kesannya malah makin alay. Atau harusnya aku pake 'hiks srooott' aja ya biar berdamage? :v

Gimana chapter kali ini? Ayo tuangkan teori dan pendapat kalian, enak aja gitu bacanya (. ❛ ᴗ ❛.)

Yah, udahlah segini aja dulu, sampai jumpa di next chapter^^

Bye bye!!!

Tertanda
IchaSunny

Continuer la Lecture

Vous Aimerez Aussi

12.9M 748K 69
"Aku hamil Rion" Arion menatap dingin Aurora yang berdiri dihadapannya. "Gugurin!" satu kata yang berhasil menghancurkan perasaan Aurora. PLAKK "Ga...
GAVILEO [ END ] Par pothiatwo !

Roman pour Adolescents

2.2K 1.1K 16
"Papa! Papa! Leo udah bisa perkalian, temen-temen Leo belum!" "Kalau Leo udah besar, Leo jadi manager di perusahaan Papa ya?" "Ngga mau! Leo mau jadi...
MEZOREN [Tamat] Par Elzya Mareana

Roman pour Adolescents

6.1M 248K 70
[SEBELUM BACA YUK FOLLOW DAN VOTE SETIAP CHAPTER SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR YANG CAPE CAPE MIKIR ALURNYA, YA WALAU MUNGKIN ADA YANG GAK M...
Application Wattpad - Déverrouiller des fonctionnalités exclusives