Dragon Knight [SnK x OC]

By HanamiCHANoff89

17.3K 1.4K 305

Cerita pertarungan (Name) bersama Pasukan Pengintai dalam mengungkap rahasia di balik tembok besar yg menguru... More

Chapter 1 (perkenalan)
Kelulusan dan Pasukan Pengintai
Ingatan Masa Lalu
Markas Pasukan Pengintai
Prajurit Harapan
Ekspedisi
Perginya Sang Sahabat
Kota Bawah Tanah
Dragon Squad (1)
Dragon Squad (2)
Ryuu, Sang Naga Panjaga
Kadet Angkatan 103
Rapat
Misi dan Terluka
Profil Dragon Squad
Pertempuran Distrik Trost
Pengadilan
Markas Lama Pasukan Pengintai
Banyak Flashback
Ekspedisi ke 57
Identitas Female Titan
Penghianat.
Ada yg Kembali dan Ada yg Pergi
Teman Lama
Penculikan
Janji
Maafkan Kakak, Sakura
Distrik Orvud
Keputusan
Emosi yg tertahan
Pertemuan
Sang Ratu
Masa lalu Shiona
Prajurit Baru
Uji Kemampuan
Persiapan

Kedatangan Kadet 104

360 33 2
By HanamiCHANoff89

Sebelum baca Vote dulu yuk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
oke lanjut ke cerita.

"Heichou, anda baik baik saja?" Yumiko memperhatikan (Name) yg terlihat kurang sehat, wajah dan bibir nya pucat, terlihat beberapa kali ia memijat kepalanya. (Name) menjawab pelan.

"Daijobu, Yumiko, hanya sedikit pusing saja" Setelah berkata begitu, (Name) melanjutkan mengerjakan dokumen di ruang kerja Kapten yg ada di markas lama. Yumiko dan Shiona yg menemaninya berpandangan satu sama lain, kemudian menghela napas. (Name) memang begitu, terkadang tidak memperhatikan kondisinya sendiri.

"Heichou, sebaiknya anda istirahat saja dahulu, kita lanjutkan lagi setelah makan siang" Shiona mencoba memberi saran. (Name) menatap sebentar Shiona.

"Jam berapa sekarang?" (Name) bertanya. Yumiko mengeluarkan jam sakunya. Jam 10.50.

"Sudah hampir jam 11 Heichou" ucap Yumiko. (Name) mengangguk.

"Aku tidur siang dulu, jam 12 nanti bangunkan saja, aku dikamar sebelah ruangan ini. Kepalaku sangat pusing" Ucap (Name) sambil beranjak dari meja kerjanya. "Aku titip kunci ruangan ini padamu Shiona". Shiona mengangguk.

"Cepat sembuh Heichou" Yumiko dan Shiona berucap. (Name) tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.

Setelah (Name) keluar dari ruangan, Yumiko dan Shiona membereskan ruang kerja (Name). Semalam, (Name) tidur larut malam, untuk mengerjakan berkas pemindahan Eren.

"Heichou sedang sakit sepertinya, baru pertama kali aku melihat Heichou sakit sejak Misi di kota tua" Yumiko berucap pelan, Shiona diam menatap dokumen yg ia pegang.

"Heichou orang yg kuat, saat pertama melihatnya dulu, aku merasa dia memiliki beban yg berat" Shiona menanggapi.

"Kita semua sudah menganggapnya sebagai kakak, melihatnya seperti itu rasanya sangat sedih" Shiona melanjutkan ucapannya. Yumiko terpikirkan sesuatu.

"Kita buatkan sup saja bagaimana? setidaknya itu sedikit membantu, eh? kau dengar suara berisik diluar?" Yumiko berucap. Shiona mengangguk, kemudian mereka mengintip keluar dari jendela yg ada di ruangan (Name), tampak kadet baru yg memakai mantel baru mereka.

"Kadet baru rupanya, eum... tadi kau bilang apa Yumiko?" Shiona bertanya.

"Kita buatkan Heichou sup, kurasa bahannya ada disini. Kau ingat? Heichou bilang ini khusus untuk regu kita" Ucap Yumiko, sambil membuka kotak penyimpanan di sudut ruangan. Shiona melihat.

"Yaaah...Sekalian saja buat untuk satu regu, tapi kita makannya disini saja. Nanti prajurit sialan itu menyebarkan gosip yg tidak tidak" Shiona memberi ide, Yumiko mengangguk.

"Albert dan Izumi pasti senang, kita buat sekarang?" Tanya Yumiko. Shiona melihat jam sakunya kemudian mengangguk.

"Baiklah, tapi diruang kerja ini tidak ada dapur" Yumiko menghela napas setelah berkata begitu. Shiona gemas dengarnya.

"Ya bikin di dapur, mau bagaimana lagi" jawabnya final.

SKIP DI DAPUR

"Tunggu, kau tahu resepnya Shiona?" tanya Yumiko, Shiona mengangguk pasti.

"Shiona senpai, Yumiko senpai? kalian sedang apa?" Shiona dan Yumiko tersentak, kemudian menghadap ke belakang secara perlahan. Tampak Eren dan 2 temannya. Mereka menghela napas lega.

"Oh.. Eren, Heichou sakit jadi kami buatkan sup untuknya" Jawab Shiona ramah. Yumiko menyambung.

"Kalian mau juga?" Eren dan temannya menggeleng.

"Tidak senpai, terima kasih tawarannya" Tolak Eren halus. Sementara Shiona membuat sup, Yumiko mengobrol dengan trio Shigansina.

"Boleh aku tahu siapa nama temanmu, Eren? Agak bingung aku ingin memanggilnya" tanya Yumiko.

"Ini Mikasa Ackerman, yg ini Armin Arlert" ucap Eren sambil menepuk bahu kedua temannya secara bergantian. Shiona mendengarkan percakapan mereka sambil memotong kecil kecil daging ayam yg disembunyikan di balik sayuran.

"Oh..aku ingat kalian, yg mengobrol dengan Heichou saat penyerangan distrik Trost bukan?" Tanggap Yumiko. Mikasa dan Armin mengangguk. Eren bertanya.

"Senpai, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Eren dengan suara pelan. Yumiko mengangguk. Eren melihat sekitar sebelum bertanya.

"Mengapa sepertinya Petra senpai tidak suka pada Heichou? Padahal Eld senpai dan yg lain tampak biasa saja, malah lebih seperti terlihat mengagumi (Name) Heichou" Tanya Eren dengan suara pelan. Yumiko terdiam, bahkan Shiona yg sedang mengaduk sup juga menghentikan kegiatannya sebentar. Yumiko menjawab dengan hati hati.

"Petra tidak suka pada Heichou, karena perjodohannya dengan Levi Heichou tidak disetujui oleh (Name) Heichou. Ditambah mungkin karena kejadian 3 tahun yg lalu" Ucapan Yumiko membuat trio Shigansina terbelalak kaget.

"Pe-perjodohan?!" Yumiko panik menyuruh mereka jangan berisik.

"Jangan berisik, nanti orangnya dengar. Lagi pula hanya prajurit senior, regu kami, dan petinggi yg tahu ini" Ucap Yumiko panik. Trio Shigansina diam. Kemudian bertanya dengan suara pelan.

"Tapi mengapa Petra senpai dijodohkan dengan Levi Heichou? Dan kejadian 3 tahun lalu, apa itu?" Tanya Armin pelan.

Author : yee si Armin doyan gosip juga ternyata. //abaikan saja.

"Itu---"

"Hoi Yumiko, berhenti bergosip, mau kuadukan pada Heichou?" ucapan Yumiko terpotong oleh suara Shiona.

"He he... " Yumiko terkekeh mendengar ucapan Shiona. Atensi Shiona beralih pada trio Shigansina.

"Nanti setelah makan malam kami beri tahu. Untuk sekarang tenanglah dahulu. Dan jangan beri tahu rahasia ini pada teman kalian yg lain nanti, paham?" ucap Shiona pada ketiganya.

"Ha Ha'i"

Shiona mengangguk. Melanjutkan kembali kegiatannya mengambil mangkuk untuk (Name) dan teman temannya. Tak lupa, 5 buah roti. Masing masing satu untuk (Name) dan teman temannya.

"Yumiko, dari pada kau hanya duduk lebih baik panggil Albert dan Izumi. Ajak mereka ke ruangan Heichou, aku akan menyusul" Yumiko mengangguk, kemudian beranjak pergi. Shiona mengambil 3 mangkuk tambahan kemudian mengisinya dengan sup yg ia buat tadi. Setelah masing masing mangkuk terisi ia meletakkannya di nampan dan membawanya ke meja yg ditempati oleh Eren, Mikasa dan Armin.

"Untuk kalian, aku salah menakar tadi. Jangan beri tahu yg lain, ok?" Ucapnya seraya meletakkan mangkuk itu dihadapan trio Shigansina. Sontak mereka kaget.

"A-Arigato senpai" ucap mereka tergagap. Shiona mengangguk kemudian mengambil sup dan mangkuk yg sudah ia siapkan tadi.

"Cepat habiskan, kalian tidak ingin ditanya macam macam kan?" Trio Shigansina mengangguk, kemudian segera melahap sup mereka.

"Oishii"

Shiona tersenyum. "Syukurlah kalian suka, setelah makan malam, datanglah keruanganku ok? yg sebelah kiri ruangan (Name) Heichou, jangan yg sebelah kanan. Yg sebelah kanan adalah kamar tidurnya, paham?" Trio Shigansina mengangguk. Shiona pamit pergi keruangan (Name).

SKIP DIRUANGANNYA (Name).

Saat hampir sampai di ruangan (Name), terlihat Izumi yg menunggunya di depan pintu.

"Izumi, apa yg kau lakukan disini?" Tanya Shiona. Izumi menjawab.

"Menunggumu, pasti repot membuka pintu sambil membawa makanan, jadi aku tunggu kau disini" ucapnya. 3 tahun bersama (Name) membuat ke pribadian Izumi yg tadinya dingin, menjadi sedikit bersahabat.

"Ara~ begitu rupanya, Arigato Izumi" ucap Shiona saat Izumi membuka pintu.

"Shiona, sini biar aku yg meletakkannya di meja, kau bangunkanlah Heichou" Ucap Albert begitu Shiona masuk. Shiona mengangguk. Kemudian ia keluar lagi untuk ke kamar (Name) yg ada di sebelah ruangan ini.

'Heichou pasti senang' batinnya.

Tok tok tok...

"Heichou, sudah waktunya makan" ucap Shiona setelah mengetuk pintu kamar (Name). Tak menjelang lama, terdengar suara dari dalam yg memintanya menunggu sebentar.

(NAME) POV ON

Tok tok tok...

"Heichou, sudah waktunya makan"

Suara Shiona di luar membangunkanku dari tidur siang. Segera aku menjawab.

"Tunggu sebentar"

Cepat cepat aku mencuci muka di kamar mandi, merapikan rambut dan pakaianku juga memakai sepatu. Sialnya, kepalaku mendadak pusing lagi. Setelah minum air, pusingnya lumayan berkurang. Segera, aku membuka pintu, terlihat Shiona yg tersenyum sumringah.

"Heichou, ayo kita makan siang di ruangan saja, aku sudah siapkan makanannya" ucapnya sambil menarik tanganku. Memang diantara reguku, Shiona yg paling akrab denganku.

Saat masuk di ruangan, aku terkejut. Di Meja tamu sudah ada sup hangat dan 5 buah roti. Aku tersenyum.

"Anda suka Heichou? Yumiko dan Shiona yg membuatnya. Mereka bilang anda sakit" ucap Albert. Yg lain mengangguk.

"Ha'i, aku suka. Arigato mina" ucapku. Sungguh aku beruntung memiliki regu, bukan, teman seperti mereka. Membuat tekadku makin bulat, aku tidak ingin kehilangan seorang yg berharga lagi.

"Baiklah, semua sudah disini. Ayo kita makan. Itadakimasu~" ucap Yumiko semangat. Semua menyahut.

"Itadakimasu~"

Saat memasukkan sesendok sup, aku terkejut, rasanya sangat enak. Seperti buatan Okaa san.

"Oishii~ siapa yg membutnya?"

"Shiona Heichou, Yumiko hanya membantu saja" jawab Izumi. Aku mengangguk.

"Masakanmu enak Shiona, siapapun suamimu nanti pasti beruntung memiliki istri sepertimu"

Shiona nge blush malu, aku terkekeh pelan. Pusing yg tadi kurasakan sudah berkurang.

"Heichou! aku malu" Shiona berucap begitu sambil menunduk.

Sungguh, aku tidak ingin kehilangan mereka.

'Nee Yuki, lihatlah aku punya teman baru disini. Kuharap kau disana juga punya teman baru'

"Kalian mengingatkan ku pada sahabat lamaku" ucapku sambil tersenyum sendu.

"Heichou juga punya sahabat? Waah pasti sama kuatnya dengan Heichou" sahut Izumi antusias. Aku terkekeh pelan.

"Nanti setelah ekspedisi kalau ada waktu aku ajak kalian menemuinya" Ucapku. Semua mengangguk.

Kami makan siang sambil mengobrol. Setelah makan, kami membawa tempat makam masing masing ke sumur belakang untuk dicuci.

"Heichou, kita tidak ada latihan bersama?" Ucapan Yumiko membuatku teringat. Benar juga, sudah lama kami tidak latihan.

"Kalau memungkinkan besok pagi setelah sarapan kita latihan" Ucapku.

Sesampainya di sumur, segera kami mencuci tempat makan masing masing. Terkadang kami tertawa kalau ada yg bercerita lucu.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke sekian ya chapter hari ini.

Maaf semua, Hana baru bisa up lagi.

Untuk chapter ini maaf kalau agak gaje ya, idenya lagi kering hehe..

jangan lupa vote dan komen ya

Sampai jumpa bye bye

Continue Reading

You'll Also Like

208K 24.1K 45
#SnKSeries Pembasmian Titan terus dilakukan oleh Survey Corps. Berbagai informasi penting untuk langkah mereka kedepan benar-benar sangat dibutuhkan...
31.6K 1.8K 21
WARNING-!!! -Cerita banyak typo -Jalan cerita ngawur dan gaje -Ada unsur 18+ -Update gak tentu -Alur nya cuma di situ situ aja -Yang homophobia s...
4.4K 417 26
Aku sudah kehilangan akal karena cinta. Aku mengorbankan banyak orang demi wanita yang kucintai. Tapi, itu semua bukan salahnya. Ini semua salahku. S...
Wattpad App - Unlock exclusive features