"Siapa, Thea?" Tanya Athena kelewat penasaran.
"Ayah" Gumam Athea, tapi masih sampai dengan baik di telinga Athena.
Segera saja ia turun, mengambil langkah pelan pelan karena kakinya masih sakit di dan belum bisa menjadi tumpuan sempurna.
"Kenapa kesini?" Tanya Athea, Bodyguard yang sebelumnya memegang lengan Arezza sudah kembali ke samping kiri pintu, mengikuti instruksi Athea.
"Ayah denger dari Kepala sekolah kalau kalian sedang dirawat, jadi Ayah menyempatkan diri untuk menjenguk kalian" Jawab Arezza.
"Benarkah? Bukan untuk berpura pura sebagai Ayah yang baik. Hingga hak asuh jatuh ke tangan Ayah?" Tanya Athena seolah tau apa yang sebenarnya diinginkan oleh Arezza.
"Bukan begitu-"
"Cukup Ayah, bukankah lebih baik menggunakan waktu berharga Ayah dengan keluarga baru anda?" Kata Athea, mengingat simpanan Ayahnya dan buah hati mereka sudah tinggal bersama bahkan sebelum masa tunggu perceraian usai.
Ayah dan Bunda nya, tidak pernah sekedar mampir ke Apartemen mereka meskipun jika dipikir Apartemen si Kembar berada di tengah tengah antara Kantor Arezza maupun Agensi Queen. Meskipun si Kembar tidak berharap banyak kedua orang tua nya akan berkunjung. Apalagi sekarang mereka tengah bahagia dengan orang yang mereka cintai.
"Waw, apa kami harus sakit parah terlebih dahulu agar Tuan Arezza yang terhormat menemui kami" Timpal Athena. Membuat orang orang yang mendengarnya sedikit terkejut termasuk dua orang di balik dinding tak jauh di sana.
"Apa kalian mengganti nomor?" Arezza mengubah topik dengan cepat. Tidak ingin membahas perceraian dengan kedua putrinya.
"Thea, Thea" Zayden dan Lune memanggil keduanya tepat waktu.
"Kakak/Abang" Jawab Si Kembar antusias. Jauh berbeda saat menyambut Arezza.
"Ayo ke dalem" Ajak Zayden, sebenarnya Arezza ingin mengikuti tapi anak muda yang memiliki tatapan tajam itu bilang ada yang harus mereka bicarakan.
"Anda tidak seharusnya muncul di depan si Kembar" Lune tidak menggunakan basa basi untuk memulai pembicaraan.
"Kurasa, anda tidak seharusnya melarang ketika saya menyandang gelar Ayah dari si Kembar" Tolak Arezza tidak terima. Meski ia tidak yakin memiliki perasaan sayang seorang Ayah dengan si kembar, tapi tetap saja ia ingin menemui mereka dengan leluasa kapan saja ia mau.
"Ayah? Jangan bercanda, ketika Anda hanya seorang pria egois yang mengedepankan kebahagiaan diri sendiri. Sekarang anda punya keluarga baru dan anak baru kurasa. Sedangkan si Kembar hingga saat ini belum memutuskan siapa yang menerima hak asuh. Apa anda yakin gelar Ayah itu akan bertahan selamanya?" Sarkas Lune bahkan sedikit berdecih diakhir. Mengabaikan sopan santun terhadap orang tua. Dalam kamusnya orang seperti Arezza tidak patut dihormati walau se-inci.
"Tidak, meskipun saya menciptakan keluarga baru. Si kembar tetap anak saya. Tentu saja. Keduanya anakku, anak kandungku bagaimana bisa orang lain mengklaim mereka dengan mudah? Sementara saya yang memberi mereka segala hal, belum bisa mendapat hak asuh tersebut. Itu kemustahilan." Jelas Arezza diiringi tawa ringan meremehkan, sangat yakin saat persidangan beberapa bulan lagi hak asuh si kembar pasti jatuh ke tangannya.
"Ternyata, Anda sangat bodoh Arezza Adhitama" Sarkas Lune. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Arezza sebegitu yakin tentang hak asuh sementara dirinya secara sadar atau tidak sadar selalu membuat si Kembar menjauh.
"Jangan melewati batas, Tuan muda Wajendra" Geram Arezza, jika tidak ingat ia berada di depan kamar rawat anaknya. Mungkin ia sudah memukul Lune.
"Sekali lagi Anda berada di depan si Kembar, tanpa keinginan mereka. Akan ku pastikan hal buruk menimpa Anda" Pesan Lune lalu segera masuk ke kamar rawat inap bernuansa coklat tua dimana Si Kembar berada.
"Wajendra" Geram Arezza langsung pergi tanpa sepatah kata lagi.
"Mau mampir dulu?" Tawar Athea saat mereka berempat sampai di parkiran Apartemen Si Kembar.
Athea dan Athena sudah di ijinkan pulang bahkan lebih cepat satu hari dari yang dianjurkan. Dan saat ini Lune juga Zayden berbaik hati untuk mengantar mereka sampai rumah meskipun si Kembar sudah berusaha menolak.
"Nanti malem aja. Masih ada jadwal meeting habis ini" Jawab Lune dan diangguki oleh kembar sebagai tanda paham.
"Kakak juga mau ada operasi, mungkin nanti kalo udah selesai baru bisa kesini. Nomor 103 kan?" Kata Zayden, sekaligus memastikan.
"Oke kak, semangat kerja ya." Kata Athea mewakili Athena juga. Lalu kedua lelaki tampan Wajendra mengangguk.
"Makasih banyak" Kompak si Kembar setelah ke luar dari Mobil BMW yang menggaet salah satu Pemain HEAT klub basket NBA kesukaan Athena sebagai brand ambassador nya.
"Sama sama, kita duluan" Lune membunyikan klakson sebelum akhirnya melaju dengan kecepatan sedang.
"Akhirnya~" Athena langsung berlari ke kamar nya dan Athea setelah melepas sepatunya.
"Wah, aku kangen banget sama kalian" Athena meng absen boneka tupai nya satu persatu. Hingga di ujung ia meletakkan pemberian Lune beberapa waktu lalu.
Athea mengikuti dari belakang, meski tidak se antusias kakak kembarnya. Ia juga meletakkan boneka Rubah yang ukurannya paling besar dari pada yang ia punya sebelumnya. Hingga terasa seperti keluarga rubah yang bahagia.
"Thena, beberes hayuk. Itu nasi tahun kapan di magicom. Sama cucian piring juga banyak. Apalagi baju kotor yang kita simpen dari masa penjajahan Belanda, kudu cepet di masukin mesin cuci. Terus ini debu kudu di sapu terus di pel. Pokoknya kita bagi tugas, suit yang menang milih" Athea sampai menggunakan jarinya untuk menunjukkan mereka tidak bisa langsung tidur. Ada banyak hal menunggu untuk diselesaikan.
"Demi apa gue kalah, dah feeling sih pasti kalo bagian berat aja selalu kalah." Athena menggerutu sambil membersihkan nasi busuk di magicom. Setelah itu memilih lagu barat Rover - S1mba untuk membuat Apartemen mereka hidup.
Sekitar dua jam, membersihkan segala hal. Keduanya terkapar di ruang tengah, agak dekat dimana AC berada.
Kruyuuk~
"Hehehe, laper" Adu Athena.
"Ayo keluar cari makan, sekalian mampir minimarket. Itu kulkas nya gue lihat cola sama minuman ion nya habis." Saran Athea, keduanya segera pergi untuk berganti pakaian yang lebih rapi, tidak kumel seperti tadi.
"Mau pesen apa?" Seorang waiters bertanya pada si kembar yang baru saja duduk.
"Hidangan udang paling disukai di resto ini 2 menu berbeda ya kak, terus minumnya avocado sama lemon tea tambah nasi satu" Pesan Athena sangat lancar seolah ia sudah merencanakannya dari rumah.
"Baik" Waiters itu masih mencatat setelah selesai ia mengarahkan pandangan pada Athea.
"Steik sama Pasta, minumnya samain aja" Kata Athea, waiters itu mencatat dengan baik kemudian meminta ijin si Kembar untuk mulai memproses hidangan mereka.
"Syahdu sekali ini, tau tau ujan. Plus lagu yang di puter Hati Hati di Jalan." Athena yang sibuk memotret hujan lewat kaca transparan di samping nya berceloteh ria.
"Jangan nangis, gue nggak mau cari balon" Athea yang tengah membaca novel bergenre shounen menimpali.
"Apa apaan, gue udah gede ya Thea" Ia kembali duduk dengan benar, tapi HP nya tidak diam saja. Beberapa kali ia memotret restoran lalu membuat story di akun instagram miliknya.
"Bener ya? Ntar kalo lihat boneka beruang jangan di beli" Athea meletakkan HP nya karena makanan yang mereka pesan sudah tertata rapi. Ia dan Athena kompak berucap makasih sebelum akhirnya Waiters tersebut kembali.
"Mana bisa gitu, itu kejahatan Athea. Kamu emang tega tinggalin boneka beruang se imut se lembut dan terutama se gemoi itu?" Athena memotret makanan mereka berdua, bahkan Athea yang akan mulai menyantap pun di tampar pelan tangannya agar tidak menganggu si sangat generation Z itu.
"Cuman boneka , gak bakal punya perasaan kek human" Sarkas Athea menampar Athena dari kenyataan.
"Ya tapi kalau lewat gitu si boneka beruang bilang gini 'beli aku, selamatkan aku dari sini'. Yakali gue yang baik hati dan tidak sombong ini abai gitu aja." Athena sengaja membuat buat suaranya saat berdialog sebagai boneka beruang.
"Pusing debat sama anak kecil" Athea menghela napas kasar.
"Pusing debat sama orang tua" Celetuk Athena yang langsung saja mendapat pukulan ringan dari Athea.
"Diem, gue poto in" Setelah keduanya selesai makan dengan hikmat tanpa ada perdebatan. Athena mengambil HP nya, siap memfoto adik kembarnya. Dan Athea juga menurut saja ia beberapa kali berpose sebelum akhirnya mati gaya.
"Gue kirim yang paling bagus menurut gue, ntar post ig jangan lupa tag gue." Pesan Athena saat memilah milah foto di galeri nya. Seperti sebelum sebelumnya ia suka memotret Athea bahkan ada album tersendiri yang isinya foto Athea di HP sebelumnya.
"Gue juga dah kirim foto lu, jangan lupa di post anak Z" Athea yang berbicara, ia asal memfoto Athena saat ia sibuk memfoto hujan tadi. Ia yakin hasilnya tak kalah bagus dari milik Kakak kembarnya meskipun sedikit amatir.
"Wih mantap, gitu dong sering sering." Saking senangnya Athena langsung menge post 3 foto padahal biasanya ia post satu satu meskipun di tempat yang sama. Katanya biar feed ig nya rapi.
"Pulang? Takut Kakak sama Abang otw" Ajak Athena dan diangguki Athea, hujan juga sudah reda, tapi tidak dengan hawa dingin yang mereka rasakan saat Athena menjalankan kuda besi miliknya.
"Halo Bang?" Athena menjawab ia dan Athea baru saja selesai keluar dari indoapril dengan belanjaan yang cukup banyak.
"....."
"Di depan apart? Otw ini Bang. Masuk aja dulu sandinya 0304" Kata Athena lagi.
"....."
"Bang Darren mampir" Kata Athena seakan melihat apa yang akan ditanyakan Athea.
"Iyakah? Ini Kak Zay juga chat udah otw sama Kak Lune" Athea memperlihatkan chat dari Zayden sebagai bukti.
Segera Athena melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata rata, membelah ibukota Jakarta yang agak ramai karena di jam segini waktu orang bekerja untuk pulang. Beberapa kali Athena menekan klakson nya karena rombongan ibu ibu si Raja Jalanan yang membalap mereka dengan seenaknya. Bahkan menyempatkan untuk bergurau satu sama lain.
Jangan salahkan Athena jika ia melunjak, karena Raja jalanan itu yang memulai, maka dengan senang hati Athena akan mengakhiri. Ia menurunkan kaca helm fullface miliknya sebelum beraksi membalap rombongan ibu ibu rempong. Tak hanya itu, ia sempat membuat ibu jari nya naik sebelum akhirnya membuat geram Ibu Ibu tersebut karena menurunkan ibu jari nya. Bahkan meninggalkan jari tengah sebagai penutupan.
"Inget mereka orang tua, kena azab instan ntar lo" Athea mengetuk helm kembarannya. Memarahinya layaknya seorang Kakak, sering kali Athea merasa ia yang harusnya menjadi kakak, bukannya Athena dengan segala temperamen nya.
"Ya maap, abis gaya beut mentang mentang motor matic gas gas an. Apalagi pake ketawa ketiwi. Yakali kan bahaya" Bela Athena, ia melepas helm nya menyusul Athea yang berada di depan lift.
"Kamu juga ngebut. Baka" Kata Athea, ia masuk lift yang kebetulan kosong, hanya ada mereka.
"Ya kan, setidaknya gue nggak ketawa ketiwi, zeyeng" Elak Athena.
"Geli, gue Straight" Athea pura pura bergidik ngeri bahkan menjauhkan dirinya dari Athena.
"Lu pikir gue belok?" Tanya Athena sedangkan Athena adanya mengedikkan bahu.
"Thena pulang" Suara Athena mengalihkan perhatian ketiga pria tampan berbeda nama itu.
Athe(n)a Back, ada yang kangen kah?
Rencana nya ini cerita bakal ending di chapter 15/20/30 tapi nggak tau juga jadi nggak wkwk.
Boleh dong komen kalian tim mana nih? 15/20/30?