PROLOG :
Saat aku sedang terkulai lemas tubuhku dibalikan paksa olehnya sehingga berada posisi tengkurap, dan dia menurukan celana serta celana dalamku, bisa kurasakan dia mengoleskan semacam cairan pelicin di daerah belakangku, tak lama kemudian aku merasakan benda yang sangat besar itu mencoba menerobos masuk ke bagian belakangku, aku merasakan sakit yang luar biasa, aku benar2 menangis kesakitan dan memohon kepada mas Wisnu untuk mengasianiku dan melapaskanku, tapi sepertinya setan telah mengendalikannya, bahkan dengan kondisiku yang setengah sadar seperti itu, dia mencoba memperkosa ku, yaa aku tahu ini adalah pemerkosaan.
*******************************
Perkenalkan namaku Arbi pria yang dulunya lahir dan tinggal di kota palembang, aku akan memulai cerita pada saat aku lulus SMA di salah satu sekolah Negeri Favorit di kotaku, dulu aku termasuk remaja yang waktu itu lumayan mempunyai nilai tinggi di sekolah bahkan pada saat itu nilai kelulusanku masuk peringkat 2 besar tertinggi se-propinsi di kota tempat tinggalku,aku adalah anak laki-laki dari orang tua yang berdarah aceh dan jawa sehingga aku mempunyai paras yg bisa dibilang lumayan ganteng, temen-temanku sering memanggilku dengan panggilan "arab" krn memang aku mempunyai wajah dan perawakan yang mirip orang timur tengah, pergaulanku pada saat itu juga terbilang biasa-biasa saja, seperti anak remaja pada umumnya, bahkan kenakalan remaja seperti pacaran gonta ganti pacar (perempuan) aku mengalaminya, bahkan aku juga pernah (maaf) berhubungan sex dengan beberapa pacar perempuanku dulu, isitlah playboy dulu sempat disematkan kepadaku oleh teman-teman karena saking seringnya gonta ganti pacar.
namun dari segi ekonomi aku adalah anak yang tergolong biasa2 saja, ayahku hanya seorang pensiunan dr sebuah perusahaan perkebunan BUMN di kotaku, sementara ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, pada saat aku lulus SMA pun keluarga kami sedang dalam ekonomi yang sulit karena bapakku dulu sempat ditipu dan rugi besar dan harus menjual tanah serta harta2 kami yang lain karena ditipu oleh pamanku sendiri, bahkan saat itu aku mendapat biasiswa di salah satu univeritas negri di jakartapun tidak ku ambil dengan alasan bapak gak ada uang untuk membiayai kehidupanku sehari-hari jika aku kuliah di jakarta.
Tahun 2004, tahun di mana kelulusan dari SMA Negeri di kotaku, saat itu aku meminta izin orang tua ku untuk tetap pergi ke jakarta bukan untuk melanjutkan kuliah namun untuk mencoba peruntungan dengan mencari pekerjaan di sana, selain itu aku juga punya kakak kandung yang sudah lebih dulu kerja di sana dia bekerja sebagai supervisor di sebuah pabrik kertas yang ada di jakarta utara kebetulan di tempat dia bekerja sedang dibutuhkan lowongan di bagian packing, dulu juga kakakku tidak sempat kuliah namun bukan krn orang tua ku tidak ada biaya memang karena kakaku tidak mau kuliah pada saat itu, saat kakakku lulus SMA sekitar tahun 2000 justru bisnis bapakku sedang jaya2nya, baru sekitar tabun 2004 pada saat aku lulus justru keluarga kami sedang di masa sulit.
Keinginanku pada saat itu dikabulkan oleh orang tuaku, karena selaian aku anak laki-laki yang mebutuhkan kerja dan pengalamannya, mereka tidak terlalu kawatir karena di sana juga ada kakakku yang bahkan terbilang sukses di sana, dia sudah punya rumah sendiri dan sudah berkeluarga di sana, karena selain dia bekerja istrinya juga punya usaha butik pakaian wanita di rumahnya dan sebetulnya mereka sudah menyanggupi akan menanggung biaya hidupku jika aku kuliah namun bapakku tidak mengijinkan karena merasa tidak enak krn kakakku sudah berkeluarga dan bapak tidak mau merepotkan mereka.
Singkat cerita aku berangkat ke jakarta menggunakan bis dan menyebrang dengan kapal laut dr pelabuhan bakauheni lampung dengan berbekal keyakinan ku untuk bisa dapat pekerjaan yang layak di jakarta lalu dengan harapan aku bisa melanjutkan kuliah dengan biaya dari kantungku sendiri tanpa harus membebani siapapun, sekitar pukul 04.00 pagi aku sampai di pelabuhan merak, saat itu alat komunikasi belum secanggih sekarang, aku belum punya ponsel, aku mencari fasilitas telepon umum wartel yang ada di sekitar pelabuhan untuk menghubungi kakakku yang memang sudah janjian akan menjemputku di pelabuhan merak. Tidak butuh waktu lama kakakku datang yang memang dia sudah berada di pelabuban lebih dulu untuk menjemputku.sekitar pukul 10 pagi baru kami sampai ke rumah karena memang kondisi di kota besar itu yang selalu macet, yang seharusnya mungkin bisa sampai lebih cepat belum lagi kakakku menjemput dengan kendaraan roda empat yang otomatis gk bisa selip selip untuk mencari sela jalan.
******************************************************************************************
Satu minggu sudah aku tinggal di kota jakarta, lamaran kerja di perusahaan di mana kakakku bekerjapun membuahkan hasil, panggilan interview dan tentu saja kekuatan orang dalam yaitu kakakku menjadi faktor utama aku dapat diterima di perusahaan itu, ya walaupun sebagai staff di bagian packing aku sangat senang waktu itu, tidak banyak orang2 yang seberuntung aku. Masa training 3 bulan pun sudah aku lalui dan alhamdulillah aku lolos training dan status sebagai pegawai tetappun sudah aku sandang waktu itu, namun sekitar setengah tahun aku bekerja di situ aku merasa gajihku tidak cukup jika aku ingin kuliah sementara aku tidak mau merepotkan kakakku, dikasih tempat tinggal gratispun aku sudah merasa tidak enak sebetulnya, beberapa kali aku meminta untuk kos sendiri namun kakakku dan kakak iparku tidak mengizinkan.
Bukan playboy namanya kalo dalam waktu 6 bulan aku tidak mempunyai pacar di kota itu, ya..saat itu aku mempunyai pacar sebut saja namanya Aini wanita yang berasal dari kota semarang, dia tergolong wanita cantik dan mandiri, dia seorang pegawai Bank swasta di kota itu, tinggal sendiri di sebuah apartemen di daerah Paku Buono Jakarta Selatan kami berkenalan saat aku menjadi nasabah pengajuan kartu kredit di bank di mana dia bekerja, hampir seminggu sekali aku jalan dengannya, hangout, jalan ke mall bahkan melakukan hubungan sex di apartment nya beberapa kali layaknya orang pacaran pada umumnya, kepadanya lah aku sering mengutarakan niatku untuk ingin melanjutkan pendidikanku, dan gayung bersambut, pada saat itu pacarku juga mempunyai koneksi yang cukup baik, dia mempunyai kenalan seorang manager di perusahaan Asing yang sedang membutuhkan Personal Assistant, ya tentu saja orang yang mampu berbahasa inggris dengan baik, kebetulan bahasa inggrisku 80/100 lah, lumayan karena di sekolah dulu selain aku mengikuti les bahasa asing, inggris dan mandarin, dulu di sekolah juga beberapa kali mendapat juara olimpiade bahasa inggris, jadi mungkin tidak begitu kawatir, namun yang jadi masalah saat itu minimum pendidikan harus S1 sederajat, karena itulah pacarku ingin memperkenalkanku dengan orang tersebut untuk meyakinkan bahwa aku mampu menempati posisi yang sedang di tawarkan di perusahaan itu.
Sabtu pagi di mana aku mempunyai janji dengan pacarku yang akan menemui orang yang akan dikenalkan kepadaku yaitu seorang manager di salah satu perusahaan asing, krn sabtu dan minggu adalah jadwal libur kerja kami, jadi aku mempunyai waktu luang dan alasan kepada kakaku untuk berpamitan ingin pergi ke rumah pacar. biasanya pada saat jalan berdua kami lebih senang menggunakan sepedah motor milikku, karena selain mengindari macet naik sepedah motor itu menurutku lebih romantis, namun kali ini tidak dengan alasan pacarku supaya aku terlihat rapih dan meyakinkan maka kami menggunakan mobil pacarku saat itu, dan jarak yang ditempuh tidak seberapa jauh dr apartmentnya.
Sekitar pukul 12 siang kami sampai di sebuah kedai kopi yang ada di suatu Mall di jakarta selatan, beberapa menu sudah kami pesan dan tentu saja kami juga memesankan menu untuk teman pacarku yang akan dikenalkan kepadaku, tak menunggu waktu lama sekitar 30 menitan orang yang di maksud itu datang, Orangnya rapih, wangi banget, walaupun mengenakan pakaian santai namun terkesan tetap elegan, perawakannya setara denganku sekitar 178-180 cm, dan untuk para wanita aku yakin gak ada wanita yang gak terpikat sama tampang dan perwakan orang tersebut, bahkan pada saat itupun aku sedikit merasa cemburu dan insecure karena dia begitu dekat dengan pacarku aku takut pacarku naksir dengannya, namun karena menurut keterangnya dia adalah teman saat dia duduk di bangku kuliah, aku jadi tidak seberapa kawatir.
"Ini Ai..?" tanyanya begitu sampai di mana tempat kami duduk sambil melihat kepadaku
"Iya..ini orang yang mau gue kenalin ke lu Nu, ini pacar gue, dia baru sekitar 6 bulan tinggal di sini...pokoknya gue yakin deh dia mampu menempati posisi yang lu tawarkan waktu itu.." jawab pacarku meyakinkan temannya...
aku yang pada saat itu masih agak gugup dan merasa canggung hanya tersenyum kepadanya
" ohh baiklah semoga saja ya ai...ohh iya hampir lupa perkenalkan nama saya Wisnu, Wisnu Pandya Prana, Saya teman Aini kuliah dulu, kami berteman sudah cukup lama.." ungkapnya sambil tersenyum dan mengulurkan jabat tangan kepadaku..
" oh iya..mas..eh pak..perkenalkan nama saya Arbi Wicaksono, kebetulan saya pacarnya Aini,..saya juga baru 6 bulan tinggal di sini..." jawabku sedikit gugup..
" gak usah panggil pak lah...panggil saja nama saya, atau panggil aja mas, nanti kalo kamu ketrima dan kerja bareng saya baru panggil saya bapak,hehehe.."katanya sambil bercanda
"ehhh ngomong2 saya gak dipersilahkan duduk nih..?" tanyanya sedikit protes
"eh iya pak..eh mas...maaf silahkan duduk, ini juga tadi Aini sudah pesankan menu buat mas.." jawabku masih dengn perasaan gugup
"pintar juga ya lu Ai dapet daun muda terus, umur udah mau kepala tiga masih aja dapet yg belasan tahun...umurnya masih 19 tahun kan?" Tanyanya sambil sedikt menggoda pacarku.
" ahh lu Nu, kayak gak tau selera gue aja..." jawab pacarku sambil tersipu
oh iya usia ku dan pacarku memang tergolong jauh saat itu, kami terpaut usia sekitar 7 tahunan lebih tua pacarku dibanding aku, untuk karirpun dia jauh lebih sukses dibanding aku, itu alasan kenapa aku ingin sekali melanjutkan pendidikan ku saat itu, dan aku ingin mencari pekerjaan yang lebih baik agar aku bisa membiayai kuliahku sendiri nantinya,
" Saya sudah membaca resume kamu, ya menurutku sih ini bagus, apalagi kamu mampu berkomunikasi menggunakan bahasa inggris dengan baik, saya sih sangat setuju, cuma di sini syarat pendidikannya harus Minimal S1, saya agak kawatir juga awalnya, tapi karena pacar kamu itu ngotooottt banget minta saya agar kamu diterima, ya terpaksa saya memenuhi undanganya untuk bertemu denganmu di sini..ehh ngomong2 kamu ada keturunan timur tengah ya" Katanya sambil tersenyum lebar memperhatikan wajah dan perawakan ku.
" oh nggak mas, kebetulan saya berdarah aceh- jawa, mungkin warisan dari keluarga bapak yang memang agak-agak mirip orang arab..heheh.." jawabku saat itu
Ya sebelum pertemuan kami ini dilakukan, memang calon managerku sudah meminta biodata dan kelengkapan syarat2 administrasi lamaran kerja lewat email termasuk sampel video wawancara ku dalam bahasa inggrispun sudah aku kirimkan di akun email miliknya,
"emmmhh..dengan gak mengurangi rasa hormat nih..kepada sahabat terbaik gue di sini, Aini Cherill Wijaya, gue mohon keiklasan hati untuk meninggalkan pacar lu dulu sejenak, ada beberpa hal yang ingin gue tanyakan secara formal antara manager dan calon staff nya, gue harap lu ngerti ya Ai, tenang nanti gue yang anterin pacarlu ini pulang ke rumahlu dengan selamat dan gak kurang apapun.." pintanya kepada pacarku..
" ohh..jadi gue harus pergi nih, ya udah deh...tapi jangan diajak keliling nyari cewek ya, awas lu kalo lu ajak macem2, dia baru 6 bulan nih di sini..hahaha"..jawab pacarku dengan keakraban mereka.
Tak lama setelah kepergian pacarku, si Calon Managerku ini menginterviewku dengan beberapa pertanyaan formal namun tetap santai, mengenai tempat tinggal dan sedikit bertanya tentang hal2 umum lainnya serta menjelaskan tugas2 apa saja jika aku nanti diterima kerja, pada saat itu aku gak menaruh curiga apa lagi menduga kalo Wisnu adalah pria gay atau semacamnya, secara fisik, secara sikap dan gestur dia sangatlah maskulin apa lagi menurut cerita pacarku dia sudah berkeluarga dan mempunyai anak. ditambah lagi aku sama sekali belum mengenal dunia per-gay an sama sekali.
tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 3 sore, banyak sekali yang sudah kami bicarakan, dari sinipun aku mulai bersikap santai dan mulai akrab dengan Wisnu calon managerku, apa lagi dengan keputusanya bahwa dia menerimaku sebagai Personal Assistantnya, mengenai jenjang pendidikanku dia akan mengaturnya denga HRD yang ada di perusahaan itu, aku sangat bahagia saat itu, ditambah lagi dengan informasi gajih yang akan aku dapatkan itu lebih dari cukup untukku bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus untuk bayar kuliah nanti. saat itu tekadku sudah bulat, sebelumnya juga sudah aku bicarakan dengan kakakku, bahwa jika aku diterima di perusahaan ini, aku akan mengundurkan diri di tempat saat itu aku dan kakakku bekrja dan kakakku tidak keberatan.
memang aku akui beberapa kali Wisnu kedapatan memandangiku dengan tatapan yang menurutku gak gak biasa, tapi karena waku itu aku belum tahu sama sekali tentang dunia gay, aku gak begitu mnghiraukan dan memperdulikannya, sampai tiba di Apartment milik Aini kami turun bersama dan sesuai janjinya dia mengantarku sampai di tempat pacarku, karena pada saat itu sepedah motorku aku tinggalkan di apartement itu maka aku juga harus kembali ke situ kemudian setelah itu dia pamit pulang kepadaku dan juga pacarku.
hari itu hari sabtu dan seperti biasa jika malam minggu aku memang biasa menginap di rumah pacarku kemudian minggu sore aku baru pulang ke rumah kakakku, sudah beberapa bulan seperti itu, malam itu juga kami berncana keluar makan seperti biasanya dan sambil merayakan kebahagiaanku atas diterimanya aku di perusahaan real estate asing yang populer di jakarta, kami makan di sebuah rumah makan yang berada tidak jauh dari tempat tinggal pacarku.
pada saat kami sedang makan,ponsel pacarku berdering,tanda panggilan masuk, dan rupanya panggilan itu dari Wisnu, dia menyampaikan kepadanya bahwa besok hari minggu dia ingin bertemu denganku, namun hanya berdua saja tanpa Aini, alasannya logis karena ingin lebih akrab denganku, ini sangat berhubungan dengan tugasku nantinya, Personal Assistant adalah pekerjaan di mana nantinya aku harus mengurus segala keperluan Manager, mulai dari jadwal meeting, menginap di hotel mana, Apointment pertemuan dengan siapa saja, tiket pesawat, dan keperluan mobile lainnya dan karena hari hari Rabu aku sudah harus kerja di sana,awalnya Wisnu meminta hari senin sudah mulai bekerja namun karena aku belum membuat surat pengunduran diri di tempat kerjaku yang lama maka dari itu aku meminta waku dua hari, lagi- lagi aku gak menaruh pikiran yang aneh-aneh. dan pacarku pada saat itu juga setuju, jadi untuk malam minggu kali ini aku gak bercinta dengan pacarku, energiku sudah kusiapkan untuk hari minggu esoknya, karena aku yakin pasti sedikit melelahkan.
Waktu menunjukan pukul 10 pagi, aku sudah diantarkan oleh Aini di tempat di mana aku dan Wisnu mengatur pertemuan, karena Aini juga ada keprluan mendadak dia tidak bisa menemaniku saat itu,setengah jam lebih aku sudah menunggu kedatangan Wisnu, namun tak juga kulihat kedatangannya, sebetulnya aku ingin menelponya dan memastikan namun aku merasa gak enak nanti terkesan aku seperti memburu-buru jadi kutunggu dengan sedikit rasa tidak sabar, akhirnya setelah agak lama menunggu Wisnu datang juga, dengan mengenakan kaos polo putih dan jeans biru dia tampak begitu tampan, aku yakin sekali banyak orang yang menginginkan dia. bahkan aku yang pada saat itu masih berstatus pria normal saja merasa kalo dia itu ganteng.
" So Sorry for waiting so long,....tadi macet banget di jalan, maaf ya bi...baru nyampek jam segini.." katanya sambil menduduki tempat duduk di sampingku.
" gak papa kok mas Wisnu, saya juga baru dateng kok.." jawabku sedikit berbohong...
" ohh ya udah..kamu sudah pesen makan.." tanyanya..
" Gak mas tadi udah sarapan di tempat Aini, ini juga barusan udah ngopi, oh iya, mas Wisnu mau minum apa..?" tanyaku
" sepertinya gak usah, gimana kalo kita mulai jalan aja,ehhh maksudku kita cari baju buat kamu dan keperluan kamu buat besok rabu kamu ngantor setelah itu saya ajak kamu di Hotel tempat saya biasa menginap dan mengadakan pertemuan rutin dengan beberapa divisi yang lain, saya mau nanti kamu terlihat perfect di manager divisi yang lain, biar mereka pada iri saya punya PA setampan kamu..hahaha" ajaknya sambil bercanda.
" ehhh..tapi saya sepertinya gak bawa uang cukup pak, mohon maaf apakah bisa nanti saja atau gak papa tapi nanti dipotong gajih setelah saya bekerja pak, soalnya terus terang saat ini saya gak bawa uang cukup sepertinya.." jawabku berterus terang,
karena memang sebenarnya saat itu saya belum gajian, waktu itu tanggal 25 dan saya gajian pada tanggal 28 jadi saya benar2 belum punya uang cukup, kalo harus membeli semuanya sekaligus.
" gak usah dipikirkan, saya yang mau kamu terlihat perfect jadi saya yang akan bertanggung jawab atas semua, kamu jangan kawatir...ohh iya..nanti sekalian kalo waktunya cukup mau kan kita mampir ke rumah saya, istri saya mau kenalan sama kamu, PA yang dulu juga selalu seperti itu, biasa orang rumah selalu takut suaminya yang ganteng ini macem-macem jadi dia memastikan dan mau kenal Assistentnya secara langsung supaya kalo dia tau kalo saya pas keluar kota atau pulang telat dan tlp saya gak diangakt biasanya dia telp PA saya untuk memastikan" jawabnya sambil tersenyum manis.
" iya mas...pulang jam berapapun saya gak masalah kok, saya juga biasa pulang malam, jadi kalo toh agak malam ke rumah mas Wisnu juga gak masalah saya rasa.." tambahku meyakinkannya..
Kesan pertama waktu itu aku bertemu Mas Wisnu, aku langsung mendapat kesan bahwa dia orang baik, di tambah lagi dengan apa yang diceritakan Aini tentang dia, jadi aku benar-benar berfikir Mas Wisnu adalah calon boss ku yang sangat baik, bahkan belum apa-apapun dia mau membelikan segala keperluan yang menyangkut dengan pekerjaanku. setelah semua keperluan sudah kami beli sekitar pukul 5 sore kami mulai jalan pulang ke rumah mas Wisnu di kawasan Pantai Indah Kapuk di daerah jakarta Utara, sbenarnya jarak temput tidak seberapa jauh, hanya saja ini adalah kota yang tidak pernah luput dari kemacetan sehingga kami sampai di rumahnya sekitar pukul 8 malam.
Ketika di dalam mobil terlihat beberapa kali dia mencuri pandang kepadaku, entah apa yang dipikirkannya, saat itu aku belum seberapa mengerti, yang aku tahu mungkin ya wajar saja karena aku dan Mas Wisnu juga baru sama-sama kenal,
Sesampainya aku di rumah mas Wisnu, aku dikagetkan dengan pemandangan yang cukup indah, rumahnya begitu besar dan megah, bergaya modern pada saat itu, dan yang ku lihat memang dia tinggal di kawasan perumahan elite di kawasan itu, di rumahnya aku diperkenalkan dengan istrinya yang menurutku sangat cantik, dengan bentuk badan yang menurutku sempurna bahkan dulu aku sempat berpikir dan berfantasi aneh2 tentang istrinya, maklum dulu aku merupakan pria normal pada umumnya yang selalu kagum jika melihat wanita cantik, orangnya juga ramah dan mudah akrab, banyak sekali pembicaraan yang kami lakukan, di sana aku juga melihat beberapa asistent rumah tangga tapi aku gak melihat anaknya, pikirku saat itu pasti sudah tidur karena kami sampai juga sudah cukup malam, tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam dan aku berpamitan untuk pulang sebenarnya sudah ditawarkan untuk menginap saja namun karena besok pagi aku harus menyerahkan surat pengunduran diriku di tempat kerja yang lama terpaksa aku harus pulang, mas Wisnu juga menawarkan diri untuk mengantarku pulang tapi aku menolak karena merasa tidak mau merepotkan, jadi aku memesan TAXI lewat telpon, karena pada saat itu belum ada aplikasi onine lewat hp, sepertinya jaman dulu juga belum ada hp android, mas Wisnu aja dulu menggunakan hp sejenis kominikator keluaran merk Nok*a,
**********************************************************************************************
Hari Rabu pun tiba, hari dimana aku masuk kerja pertama kali di tempat kerjaku yang baru, segala urusan pengunduran diriku di tempat kerja yang lama pun sudah aku selesaikan,ku kenakan pakaian dan semua atribut kerja yang kemarin dibelikan Mas Wisnu, aku merasa jadi orang paling ganteng jadinya😄 sengaja aku berangkat lebih awal menggunakan sepedah motorku, aku tak ingin terlambat di hari pertamaku masuknkerja, aku bekerja di kawasan MH. Tahmrin Jakarta Pusat, di kawan perkantoran yang menurutku cukup elite, kantorku berada di lantai 34 di sebuah gedung tower B** yang tidak jauh dari Kawasan Hotel Indonesia ( sekarang Grand Indonesia), aku bekerja di sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang Real Estate yaitu penjualan Lahan Tanah Kosong yang ada di negara Canada untuk ditawarkan ke investor yang ada di Indonesia, tugasku di sana sebagai Personal Assistant dari mas Wisnu, yang mengurusi segala urusan Administrasi dan segala keperluan yang berhubungan dengan pekerjaannya di kantor itu, aku diperkenalkan dengan beberapa Personal Assistent dari divisi lain dan juga dengan Manager2 dari negara lain, seperti Singapur, malaysia,Canada dan juga Manager lain dr Indonesia yaa..di sana ada 6 divisi manager hanya ada dua yg berasal dr Indonesia ya itu Mas Wisnu dan Ghani, dan di sana aku diajarkan bagaimana cara kerja yang sebagian sudah mas Wisnu jelaskan kepadaku sebelumnya, aku sangat senang berada di sana dengan keramahan senior2ku dan juga staff-staff yang lain. Ruangan kejaku juga tergabung jadi satu dengan PA lain yang hanya disekat dengan partisi-partisi, sementara ruang Mas Wisnu berada tidak jauh dari ruang kerja kami, namun sebetulnya sebagian dr kami lebih sering bekerja di ruang Manager masing2 termasuk aku.
Seminggu sudah aku bekerja di sana, tidak ada yang aneh dengan keseharianku, aku berangkat kerja dari rumah pacarku, ohh iya dulu aku memang sementara waktu tinggal di Apartment tempat pacarku tinggal sementata aku mencari tempat Kos atau Kontrakan terdekat, karena jika aku harus Pulang pergi dari Rumah kakak ku, aku takut telat masuk kerja, aku masih ingat sekali hari itu hari minggu pukul 9 pagi aku terbangun dan kulihat Aini sudah tidak ada di rumah, aku yakin dia suda pergi ke tempat Gym di mana kami sering menghabikan waktu pagi kami di hari minggu, tapi entah kenapa hari itu seperti nya aku malas sekali, sehingga aku memilih untuk bersantai2 di rumah, saat aku sedang nonton TV tiba2 ponselku berdering, kulihat siapa yang telp ternyata Bosku, Mas Wahyu. Pikirku ada apa pasti ada hal yang penting sehingga hari liburpun dia menelponku, maka buru2 aku angkat.
"..Halo..Pagi Pak Wisnu..ada apa ya pak, tumben hari minggu telp.." tanyaku
"..gak papa..ohh iya, saya dr tadi telp Aini kok gk diangkat ya, sebetulnya saya mau ngajakin kalian berdua makan siang hari ini, makanya saya telp kamu menanyakan dia dmn.." jawabnya..
"..oh Aini lagi pergi ngeGym sepertinya pak...soalnya tadi saya bangun pagi juga tau-tau dia gak ada di rumah.." jawabku..
Pak Wisnu memang tahu kalo untuk sementara waktu ini aku tinggal bersama Aini karena dia tahu aku belum mendapat tempat tinggal yang cocok dan dekat dengan tempat kerja.
"..ohh ya sudah..deh..tapi kalo kamu gk keberatan dan gk ada acara, gak papa juga sih kalo kamu aja yang sayabajak makan siang, itu juga kalo kamu bisa dan boleh sama Aini..gimana.." tanyanya...
"..baik pak..saya bisa..tapi nanti saya coba pastikan apakah Aini bisa ikut atau gak..." aku jawab tanpa pikir panjang karena memang bagaimanapun dia boss yang baik, bahkan di luarbjam kerjapun kalo seandainya dia membutuhkanku dengn senang hati aku akan melaksanakannya..
"..ohh ya sudah..kalo kamu udh siap atau Aini bisa kabari saya secepatnya ya, karena skrg saya sudah di parkiran Apartement kalian.." jawabnya sambil menutup telp nya..
Waduuuh....aku kira masih jauh perjalanan, mana aku blm mandi lagi kok bisa sih sepagi ini Mas Wisnu sudah di sini, tak begitu lama aku telp Aini, dia mengabarkan kalo gknbisa ikut karena selesai Gym dia juga mau pergi belanja bulanan untuk keperluan kami, jadi dia mempesilahkan kami untuk pergi berdua saja.
Tidak selang berapa lama aku kembali menelpon Mas Wisnu yang sedang menunggu kabar dr kami..
"...pak sepertinya Aini gk bisa ikut, gak papa nih kalo kita cuma berdua aja makan siangnya, atau ada perlu lain biar nanti saya sampaikan ke Aini..ini juga saya blm mandi, baoak gak papa menunggu saya sebentar" tanyaku di telp
"..oke ..gak masalah, tapi saya gak ditawarkan menunggu di dalam nih, apa saya suruh nunggu di mobil di dalam parkiran.." tanyanya sedikit serius..
" ohh..iya pak..maaf..silahkan pak, naik ke atas, maaf ya pak tadinsaya belum sempat menawarkan masuk..nanti telp aja pak kalo sudah di depan pintu saya akan mandi sebentar.." jawabku gugup karena aku takut membuat boss ku kecewa,
Buru2 aku mandi dengan membawa ponselku ke kamar mandi, aku takut sewaktu2 Mas Wisnu menelponku dan harus menunggu lama untuknkubukakan pintu.
Benar saja, belum selesainaku mandi hp ku berdering kulihat panggilan dr mas wisnu, tanpa waktu lama aku langsung mengenakan handuk dengan masih banyak shampo yang ada di kepalaku, dengan hanya bebalut handuk dan memegang pinsel aku membukakan pintu untuknya, dan keika dia melihatku dalam kondisi yang seperti itu di tersenyum, mungkin pikirku karena masih banyak busa shampo yang masih ada di rambutku.
Dengan agak tergesa-gesa ku persilahkan Mas Wisnu untuk duduk di Sofa tempat di mana aku tadi menonton TV, karena sedikit tergesa-gesa dan saat itu tanganku licin karena sabun, ponselku terjatuh dan secara refleks kakiku bergerak seperti menendang untuk menghalangi ponselku jatuh ke lantai, tapi brakkk...apa yang terjadi hp tetap terjatuh dan yang paling parah dan memalukan handuk yang kukenakan juga ikut terlepas, bagai di sambar petir rasanya saat itu aku malu sekali, bagai mana tidak, aku dalam kondisi telanjang bulat di depan boss ku yang saat itu duduk tepat di depanku😔😳,
Entah berapa detik aku meras blank dan tediam, saat itu juga kulihat Mas Wisnu melihat bagian Vitalku beberapa saat, setelah sadarbaku langsung mengambil handuk dan segera berlarinke kamar mandi, kulihat wajah Mas Wisnu juga terlihat seperti merasa gak enak kepadaku, entahlah kupikir dulu itu hanya perasaan kaget dia karena berhadapan dengan sesama lelaki namun telanjang bulat di depannya.
Tanpa memikirkan hal yang baru saja terjadi aku lekas menyelesaikan mandiku, dan bergegas berpakaian untuka menemui mas Wisnu di sofa tamu tadi.
"..mohon maaf pak..jadi membuat menunggu, dan maaf tadi jadi ada kejadian yang gak mengenakan.." kataku sedikit malu-malu
"..santai aja bi..lagian tangan masih licin kamu pegang handphone, untung hp mu gak kenapa2 tadi.." jawabnya
"..iya pak..tapi maaf pagi2 bapak harus melihat sesuatu yang bikin bapak mual..hehe.." candaku kepadanya
" ..siapa bilang bikin mual, di tempat Gym saya sering liat yang begituan, jadi sudah biasa kok,.." jawabnya sedikit menggodaku
"..ohh iya pak ngomong2 ada hal penting apa pak yang mau dibicarakan, sampai2 bapak dateng ke sini pagi2 dan mengajakku untuk makan siang bersama bapak.." tanyaku sedikit dengan nada ragu
"...emangnya gak boleh..kalo gk boleh ya gak papa, saya pulang nih.." Jawabnya dengan nada serius
" bukan begitu pak...maaf jika menyinggung bapak, maksudnya saya kira ada pekerjaan saya yang salah dan gk beres makanya bapak dateng ke sini.." kataku gugup dan merasa takut salah bicara tadi.
"..santai aja..tadi saya cuma bercanda..saya cuma pengen aja lebih dekat dengan Assistant saya boleh aja kan, lagian istri dan anak lagi pergi ke bandung hari ini pulang ke rumah orang tuanya ada perlu, jadi saya kesepian sendiri di rumah.." katanya dengan sedikit tertawa kecil.
"...ohh gitu ya pak..hehe..ngomong2 bapak mau minum apa, biar saya buatkan, bapak mau ngopi..?"tanyaku kepadanya.
"...boleh.." jawabnya singkat
Dengan segera aku pergi ke dapur dan membuatkan kopi serta beberapa makanan kecil untuknya,untuk beberapa saat kami terdiam sambil nonton TV, sebetulnya aku ingin menanyakan apakah akan langsung pergi keluar atau menunggu di sini, soalnya waktu itu masih sekitar jam setengah 11 siang, tapi aku gk enak kalo menanyakan itu terkesan seperti ingin buru2 dia pergi..
"..beneran kamu gak ada keturunan Arab, itu bulu dada kamu lebet bgt, apa lagi di tempat dedeknya tadi...waduh kayak hutan..haha.." tanyanya dengan tertawa agak lepas.
Deg..saat itu juga saya merasa malu karena ingat kejadian tadi, tapi lagi2 saya gk merasa aneh dengan pertanyaan Mas Wisnu, krn memang sebelumnya dia pernah menanyakanku apa aku memang ada keturunan Arab, krn memang dr postur serta bentuk wajahku juga mirip2 orang Timur Tengah, itu kenapa dulu teman2ku memanggilku dengan sebutan ARAB.
" gak kok pak, orang Indonesia asli.." jawabku seenaknya
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 kurang, banyak pembicaraan yang membuat kami semakin Akrab, dr sini aku semakin tau kalo Mas Wisnu orang yang gak kaku dan enak diajak bicara, walaupun terkadang aku merasa agak sedikit canggung karena biar bagaimanapun dia Tetap Bos di tempatku bekerja.
"..ohh iya..ngomong2..siang ini kamu maunya makan apa.." tanyanya tiba2 kepadaku
"..terserah bapak aja pak, saya ngikut aja, katanya kan Assistant harus ikut apappun perintah Managernya..hehehe.."candaku memecah suasana..
"..mmhh..oke kita makan sushi aja yuk, doyan kan.." tanyanya kepadaku
"..boleh pak.." jawabku singkat, sbenarnya aku doyan2 aja tapi kurang seberapa suka makanan jepang, apa lagi yang mentah tapi gak papa lah demi bosku
"..coba mulai saat ini pas kita lagi gk di kantor, bisa gak kamu panggil saya mas aja, jangan pak..supaya kamu gk gerogi seperti tadi, sampai handuk terlepas.. lagian usia kita sebetulnya gak seberapa jauh hanya selisih 8 tahun kan" katanya sambil tersenyum2
"..ehh siap pak..eh maksudnya mas Wisnu,.." jawabku singkat
Seharian itu aku jalan berdua bareng mas Wisnu banyak sekali yang sudah dia ceritakan,mengenai backround pendidikan,keluarga, dari mana dia berasal, sama sepertiku akupun juga menceritakan hal yang sama dan juga keinginanku untuk kuliah karena sempat menolak beasiswa masuk PTN negri di jakarta hanya krn orang tua gak sanggup membiayai biaya hidupku di sini , sebetulnya aku agak merasa aneh, biasanya kami jalan berdua hanya urusan kantor, kalo jalan di luar urusan kantor selalu ada Aini diantara kami, tapi karena aku menganggap mas Wisnu Bos sekaligus teman jadi aku gk merasa terlalu aneh juga sih.
Waktu menunjukan pukul 3 sore dan kami segera masuk ke tempat parkir di mana mobil mas Wisnu di parkirkan, saat itu aku yang mengemudikan karena aku merasa gak enak kalo pergi tapi bossku yang jadi supir.
"..jadi mas wisnu mau pulang atau mau ada pergi ke mana lagi mas?" Tanyaku
"..mmmh..coba kamu telp Aini..bilang sama dia malam ini kamu lembur di rumah saya, sekalian saya mau menyerahkan Laptop untuk kamu kerja yang ada di rumah, di sana sudah ada file2 dr PA Saya yang lama, nanti kamu bisa gunakan itu untuk acuan kerja kamu.." pintanya.
" ..tapi mas...kalo saya harus menginap, saya belum ambil baju dan keperluan lain buat besok hari senin masuk kerja .." kataku
" yang minta kamu nginep siapa, nanti kalo seandainya kemaleman biar supirku yang nganter kamu pulang.., gk papa kan.." tanyanya sambil memegang paha kiri ku.
Saat itu sebetulnya ada perasaan yang gak biasa, tapi perasaan itu aku tepis karena ya wajarlah mungkin dia merasa sudah dekat denganku, dan sontak mas Wisnu menarik tangannya dari pahaku, mungkin dia melihat dr raut wajahku yang sedikit kurang nyaman.
Tidak terasa kami sudah sampai di rumah Mas Wisnu, ku parkirkan mobil di garasi, dan kamipun turun dan masuk ke rumah beriringan, tampak seorang ibu2 paruh baya yang aku tahu dia adalah ART di rumah itu membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk, lalu akupun dipersilahkan duduk oleh Mas Wisnu di ruang tamu dan diapun masuk ke salah satu ruangan yang mungkin saja itu kamar tidurnya, lalu ART yang tadi membukakan pintu menawarkan ku minum..
"..permisi..mas Arbi mau minum apa.." tanya ibu itu memecah keheninganku
"...Lohh ibu kok tau nama saya.." jawabku balik bertanya
"..ohh Ibu Linda tadi sudah telp dan kasih tau bahwa ada tamunya pak Wisnu yg mau nginep di sini, namanya Mas Arbi, saya disuruh untuk mempersiapkan kamar dan keperluan Mas Arbi.." katanya menjelaskan.
"...ohh gitu ya buk...ehh ngomong ibu namanya siapa.." tanyaku kepadanya
" ..nama saya Kawitri, biasa kalo di sini di panggil mbok wit, mas juga bisa panggil saya mbok wit aja, biar lebih akrab, soalnya kata bapak sampean bakal sering nginep di sini kalo lagi lembur.." katanya ibu paruh baya itu
"..eh mas Arbi tadi mau minum apa..." tanya nya lagi
"..ohh..iya mbok wit, air putih aja mbok..makasih ya mbok"..jawabku
Kemudian ibu paruh baya yang kupanggil mbok wit itu berlalu untuk mengambilkan aku segelas Air putih, sepeninggalnya aku berpikir, tadi kata Mas Wisnu dia tidak menyuruhku menginap, karena memang aku tidak membawa keperluan untuk besok kerja, lagian aku juga gk bawa pakaian ganti baik untuk tidur ataupun besok untuk pergi kerja.belum selesai aku dengan pertanyaanku, mbok Wit sudah datang dengan membawakan air putih dan beberapa makanan kecil.
" silahkan di minum mas, kalo sudah selesai nanti saya tunjukan kamar sampean, saya juga sudah menyiapkan pakaian bersih dan alat2 mandinya di kamar.." katanya menjelaskan
"..ohh iya mbok..makasih banyak..maaf merepotkan, sepertinya nanti aja saya ke kamarnya, saya mau nunggu Pak Wisnu dulu.." kataku
"..ohh..baik mas..kalo gitu saya mau permisi dulu ke belakang.." katanya berpamitan kepadaku..
Tak lama Mas Wisnu sudah keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu di mana aku sedang duduk kebingungan,
"..kok gk langsung ke kamar aja, kamu gk mandi, itu Mbok Wit udh siapin semua,." Kata Mas Wisnu
"..Ehhmmmh..Mas Wisnu..bukanya tadi mas bilang saya gk perlu nginep ya, lagian saya gak bawa..." belum selesai aku berbicara dia sudah memotong
" udah kalo untuk urusan itu semua ada di kamar, saya sudah belikan kamu beberapa pakaian, baik untuk di rumah ataupun untuk ngantor semoga pas dan kamu suka, sengaja sudah saya suruh mbok wit siapin semua, trus alat2 kerjamu juga semua sudah ada di kamar termasuk Laptop juga sudah saya taruh di kamar itu, kalo kamu setuju, kamu gk usah nyari kos, tinggal aja di rumah ini, sekalian jadi kamu hemat ongkos kan uangnya bisa kamu tabung buat biaya kuliahmu, kalo kita mau ngantor kita berangkat bareng dr sini, jadi kamu juga gk perlu kawatir telat..ya kan..? " kata Mas Wisnu menjelaskan dengan panjangnya.
"...mohon maaf mas..emang Ibu Linda gk masalah kalo saya tinggal di sini.." tanyaku kepadanya
"..justru ini idenya dia, dan semua keperluanmu dia yang memilihkan dan membelikannya..entah lah mungkin dia berharap kamu mau tinggal di sini, supaya dia bisa mudah mengorek2 informasi kalo kita sedang keluar kota, mungkin karena ketampanan saya,dia takut banget kalo saya selingkuh.. sepertinya..hahahaha.." katanya menjelaskan dengan sedikit guyonan.
"Tapi kamu mau kan..?" Tanyanya menambahkan
"..ya saya seneng banget sih Mas..saya sangat berterima kasih, tapi saya kawatir kalo harus merepotkan orang lain, apa lagi saya sebagai staff mas merasa gk enak jika sampai keperluan saya semua ditanggung sama mas, padahalkan saya bekerja memang digajih..jadi saya merasa gk enak aja mas.." kataku
"..gk kok, saya sama sekali gk merasa terganggu ataupun terbebani, PA saya yang dulu juga sebetulnya pengennya saya tinggal di sini, berhubung PA saya dulu wanita, gak dibolehin sama istri saya..hehehe..ehh trus Aini juga sebetulnya sudah tau ttg ini, saya udh ngobrol sama dia kemarin dan dia setuju banget, saya yang minta dia untuk gk ceritain ini ke kamu dulu.." katanya
"..udah sekarang kamu saya antar ke kamarmu, mandi trus nanti kita langsung coba buka file2 kerja kita berikut kamu coba cek scedule kita untuk minggu depan termasuk kamu atur jadwal pertemuan2 kita sama klien nanti coba sama2 kita kerjakan.." Tambahnya.
"...ehh..iya mas.." jawabku sambil berjalan beriringan dengannya menuju kamar yang disediakan untukku.
Sesampainya aku di kamar itu, begitu herannya aku, di kamar itu ada semua fasilitas, TV, Lemari pakaian, kamar mandi, meja kerja lengkap dengan komputer dan Laptop, serta Ranjang berukuran King size,gila gede banget ini mah lebih mirip hotel pikiru waktu itu.
"....sepertinya pakaianmu ada di dalam lemari itu, trus besok pulang kantor kamu bawa aja barang2 dan keperluanmu dr rumah, bawa aja semua ke sini supaya kamu gak repot bolak balik nantinya, ya udh sekarang sana buruan mandi.." katanya sambil mengarahkan pandangannya ke kamar mandi yg ada di kamar itu.
"...iya mas.." jawabku langsung menuju ke kamar mandi,
Luar biasa beruntungnya aku, seumur hidup belum pernah merasakan punya tempat tidur seluas dan senyaman itu, ya tentu saja aku tidak akan menyia2kan kesempatan itu, dengan senang hati aku akan tinggal di rumah mas Wisnu, hitung2 juga hemat dr pada Kos, walaupun konsekuensinya mungkin aku jadi sering lembur karena tinggal di rumah bossku, tapi tak apalah, demi biaya yang aku siapkan untuk kuliahku aku akan bernjuang apapun resikonya.
Setelah selesai mandi ku bebatkan handuk saja untuk menutupi bagian bawah tubuhku karena memang aku tak membawa baju ganti dan kata mas wisnu semua sudah ada di lemari, namun begitu aku keluar dr kamar mandi betapa kagetnya aku melihat Mas Wisnu sudah tetidur pulas di Ranjang tempat tidur di kamar itu, waduh..aku malu jika aku harus ganti pakaian di situ, aku takut sewaktu2 mas Wisnu terbangun. Maka dengan pelan2 ku buka lemari, ku lihat beberapa baju dan celana santai ada di situ, tidak berpikir panjang aku langsung mengambil sepasang, ketika aku sedang menuju kamar mandi untuk ganti pakaian tiba Mas Wisnu terbangun.
"..ganti di sini aja, ngapain ke kamar mandi, kita kan sama2 laki2 gk usah malu lah.." katanya singkat..
Entah apa yang kupikirkan saat itu , akupun langsung memakai baju dan celana di depan mas Wisnu, tanpa menggunakan celana dalam langsung ku kenakan celana tidur pendek santai itu, karena memang di dalam lemari tidak di sediakan celana dalam.
"...celana dalam bawa dari rumah aja ya bi, saya mau belikan takut kekecilan, soalnya punyamu gede kayaknya..hahaha.." katanya sambil tertawa
"...ehh iya pak, saya jadi malu pak, tadi kalo tau saya mau tidur di sini pasti saya sudah siapkan semuanya pak.." jawabku
Selapas itu aku berjalan menuju meja kerja yang sudah tersedia laptop di atas meja, kuhidupkan dan ku cek file2 yang ada di dalamnya, beserta file2 berisi tentang semua pekerjaanku berada di sana, rupanya PA terdahulu sebelum aku sudah menatanya dengan begitu rapih, aku tinggal meneruskan tabel2 dan mengisi dan menyesuaikan format-format ketikan rutin jadwal mas Wisnu dan segala keperluan kantornya yang memang sudah aku tulis di buku agenda, ini benar-benar mempermudah pekerjaanku.
Tidak terasa 40 menitan sudah aku menginput data, dan kulihat jam sudah menunjukan pukul 10.15 malam, saking seriusnya aku bekerja sampai aku lupa kalo mas Wisnu memang masih berada di kamar itu dan kulihat ternyata dia sudah tertidur pulas di tempat tidur. Aduh gawat pikirku saat itu, padahal aku benar2 sudah mengantuk, tapi apa iya aku mau tidur satu ranjang dengan bossku, saat itu bukan aku berpikir yang macam2 hanya saja seperti itu tidak sopan, saya ini kan cuma bawahan bosku, pikirku saat itu, maka terpaksa aku tidur dengan duduk di kusri kerja dan menaruh kepalaku di atas meja, bagaimanapun aku harus tidur karena besok aku harus berangkat kerja pagi-pagi pikirku saat itu.
Entah berapa lama aku tertidur tiba2 aku sedikit terbangun ketika aku merasakan sesuatu ada yang menyentuh leherku, sesuatu yang hangat dan lembut, diantara tidur dan tidak aku terkejudndan terbangun, kulihat mas Wisnu sudah di belakangku dengan sedikit raut wajah yang juga sepertinya agak kaget.
"...hei..kok tidur di sini bi, gk tidur di tempat tidur aja tadi.."katanya sedikit gugup
"..gak enak tadi mau bangunin Mas Wisnu, sepertinya mas tadi capek banget, aku takut kalo tidur di situ bakalan membangunkan mas tadi.." jawabku
"..ohh gitu..ya udh kerjaan kamu udh selesai kan, kamu pergi tidur aja biar saya cek file2 yang kamu isi tadi..aku tau kamu pasti capek.." katanya menyentuh pundakku menyuruhku untuk tidur
"..iya mas..Ya udh saya tidur duluan ya mas, ngantuk banget soalnya.." jawabku
Tanpa berfikir panjang aku langsung menuju tempat tidur dan merbahkan tubuhku di sana.
Sekitar pukul 5.30 pagi aku dibangunkan oleh suara Alarm handphone ku yang memang ku seting agar aku tidak bangun kesiangan, tapi betapa kagetnya aku saat melihat mas Wisnu tidur di sampingku, hanya mengenakan celana pendek yang tipis dan kaos putih lengan pendek, terlihat jelaa tonjolan yang ada diantara selangkangannya, entah sebrapa besarnya hingga tercetak jelas bentuknya, tapi sebagia pria normal saat itu, ya aku tidak punya perasaan apapun, hanya kagum aja dengan onderdil mas Wisnu yang besar, aku yakin istrinya bahagia, lagian sudah sewajarnya saat bangun pagi pasti begitu.
Selesai mandi kulihat mas Wisnu masih berada di tempat tidur, aku sedikit tidak begitu menghiraukannya, kupilih pakaian yang sudah di siapkan untukku pergi ke kantor, setelah semua sudah ku kenakan aku memberanikan diri membangunkan mas Wisnu.
"...Mas..mas Wisnu bangun...sudah hampir jam 7.30, takutnya nanti macet kalo kita kesiangan.."kataku sedikit menggoyangkan tubuhnya dengan pelan.
Betapa canggungnya aku saat melihat apa yang dilakukan mas Wisnu sesaat setelah saya bangunkan, dia memasukan tangannya ke dalam celana pendeknya dan menusap2 batang kemaluannya, namun beberapa saat dia tersadar bahwa aku yang membangunkannya, cepat2 dia menarik tangannya dan bergegas pergi meninggalkanku keluar dari kamar itu. Kejadian itupun tidak membuatku ambil pusing. Krn memang seperti itulah kebiasaan laki-laki pada umumnya.
****************************************************************************
Minggu berlalu bulan berganti, tidak terasa aku sudah bekerja dan tinggal di rumah mas Wisnu selamat lebih dr 3 bulan lamanya, aku menjadi semakin akrab dengan keluarga mas Wisnu, dengan Linda istri mas wisnu aku juga semakin akrab bagaimana tidak setelah pulang dr kantor atau tugas keluar kota, aku selalu diberondong dengan banyak pertanyaan, hehe,terutama dengan Felly, gadis kecil anak Mas Wisnu yang memang senang sekali jika bermain denganku,
2 minggu sekali aku pergi ke apartment Aini , sekedar jalan dan kadang-kadang berhubungan sex, sekedar melepas kerinduan.
Selayaknya orang yang tinggal di rumah orang lain, aku tidak mau terlihat hanya berdiam diri dan berpangku tangan, terkadang aku bantu2 membersihkan kamarku dengan menyapunya dan membersihkannya dengan vacum cleaner, walaupun sering sekali di larang sama mas Wisnu, bahkan Mbok Wit pernah bilang padaku, bahwa aku gk boleh ngapa2in kasian katanya aku sudah capek seharian di kantor, dan mbok wit takut dimarahin mas Wisnu kalo saya kedapatan ikut bantu2 mengerjakan pekerjaan rumah.
Akupun menjadi semakin dekat dengan mas Wisnu dia begitu baik dan perhatian kepadaku, timbul perasaan yang tidak biasa rasanya seperti aku punya sahabat atau apalah itu, yang jelas ketika saat aku tidak bersama mas wisnu dan keluarganya ada rasa rindu yang tidak biasa, bagiku dia juga seperti sosok kakak krn bagaimana tidak kemana2 kami selalu berdua makan siang, lembur di kantor apapun itu, namun memang aku akui terkadang aku agak sedikit risih dengan kelakuan mas Wisnu yang sering bercanda dengan cara mencubit paha atau perutku bahkan pernah sekali dia menepuk pantatku ketika mengagetkanku dari belakang, beberapa kali kami tidur dalam satu kamar hotel ketika aku menemani tugas keluar kotanya, dan tidak pernah terjadi apa-apa selama itu.
Jum'at sore, waktu itu memang pekerjanku banyak sekali, ditambah lagi hari senin mas Wisnu ada jadwal pertemuan dengan klien di bandung, segala keperluan seperti tiket dan agenda meeting serta bahan2 presentasi sudah aku buat, aku tahu hari ini pasti akan pulang larut maka aku meminta mas Wisnu pulang duluan, karena memang selama ini kami selalu pulang dan berangkat kerja bareng, biasanya hanya hari jum'at aja aku menggunakan sepedah motor, karena biasanya sepulang kantor aku langsung pulang ke rumah pacarku. Namun krn aku tahu senin jadwalku padat aku tidak pulang ke rumah Aini minggu ini.
"..mas Wisnu pulang duluan aja, nanti biar saya pulang naik taxi." Kataku
"...gak ah..kita bareng aja, gak papa kamu selesian kerjaanmu dulu..kamu mau makan apa,? biar nanti saya suruh Ari (Office Boy) beli makan" katanya menawarkanku
"..gak usah mas...aku masih blm laper,kl mas mau makan duluan gak papa..nanggung nih bentar lagi selesai.." jawabku
" kerjaan gak akan selesai kalo kamu kena sakit magh, lambung atau tipes.." katanya dengan nada datar dan tampak sedikit marah.
Kulihat raut wajahnya yang memang tampak serius, krn aku takut dia marah makan kuterima saja tawarannya. Jam sudah menunjukan pukul 09 malam dan pekerjaanku akhirnya selesai.
"..kerjaanmu udh kelarkan ..?" tanyanya kepadaku
"..udh mas..tinggal tiketnya aja yang belum saha booking, untuk bahan prosentasinya semua sudahnsaya buat mas.." jawabku
"...kita gak usah pulang dulu yuk, kita pergi ke club, udh lama juga kita gak refresh otak..saya juga udh telp Linda, saya bilang kita lembur, kemungkjnan nginep di kantor, nanti kalo dia telp kamu bilang hal yang sama ya.."ajaknya
"..beneran gak papa nih pak.." tanyaku meyakinkannya
"..udah kamu tenang aja..pokoknya malam ini saya pengen happy.." katanya
Akupun lantas mengiyakan permintaan mas Wisnu, karena aku pikir aku juga butuh hiburan karena penat dan padatnya pekerjaan selama ini.
Tiba kami di club malam di daerah Kemang, dengan didiiringi hentakan musik dan beberapa teguk minuman serta sesekali kami turun ke lantai dansa saat DJ mulai memainkan beat musiknya, entah berapa teguk minuman yang sudah aku minum hingga aku merasa benar2 seperti berputar2, saat akan keluar dari club itu aku sampai di papah masuk mobil oleh mas Wisnu,
"..Sepertinya kita gak bisa pulang ke rumah dengan keadaanmu yang begini, kita cari penginapan aja ya buat kita tidur malam ini, toh Linda taunya kita sedang di kantor.." katanya
Aku hanya menjawab dengan anggukan, karena memang kepalaku saat itu benar2 terasa pusing dan mual. Aku akui aku memang lepas kontrol pada saat itu, tidak seperti mas wisnu yang hanya meminum beberapa teguk saja sehingga ia tamoak baik2 saja,
Sesampainya kami di hotel aku langsung menjatuhkan diri di atas tempat tidur tanpa melepas pakaian ku.kulihat sekilas Mas Wisnu masuk ke kamar mandi untuk mandi,namun setelah itu aku langsung terlelap dan tidak menghiraukannya,
Kurasakan belaian lembut dan sesuatu sedang menyapu bibirku dengan lembut, betapa terkejudnya aku saat aku setengah tersadar, ku lihat mas Wisnu sudah di atas tubuhku dan sedang melumat bibirku, kemejaku pun sudah setengah terbuka serta ikat pinggang dan resleting celanaku sudah terbuka.
Dengan rasa tak percaya dengan apa yang terjadi, kudorong badan mas wisnu sekuat tenaga yang masih tersisa, namun bukannya dia sadar malah semakin brutal melumat bibirku bahkan menggigit kecil bibirku serta menahan tanganku dan mendekapnya sekuat tenaga. Dengan sekuat tanaga aku kembali mendorongnya, tapi apa yang terjadi selanjutnya aku sungguh tidak percaya, dengan sekencang2nya dia melayangkan tinju di wajahku, hingga membuat aku sempoyongan dan setengah tak sadarkan diri.
Saat aku sedang terkulai lemas tubuhku dibalikan paksa olehnya sehingga berada posisi tengkurap, dan dia menurukan celana serta celana dalamku, bisa kurasakan dia mengoleskan semacam cairan pelicin di daerah belakangku, tak lama kemudian aku merasakan benda yang sangat besar itu mencoba menerobos masuk ke bagian belakangku, aku merasakan sakit yang luar biasa, aku benar2 menangis kesakitan dan memohon kepada masa Wisnu untuk mengasianiku dan melapaskanku, tapi sepertinya setan telah mengendalikannya, bahkan dengan kondisiku yang setengah sadar seperti itu, dia mencoba memperkosa ku, yaa aku tahu ini adalah pemerkosaan.
"..aku mohon mas..lepasin aku, please mas sadar..."pintaku lirih dengan sisa2 tenaga yang hampir hilang
Aku tahu permohonan ku itu hanya sia2 belaka saat aku merasakan betapa sakitnya anusku, saat itu rasanya aku mau pingsan, sakit benar-benar sakit, hingga aku menjerit dan memohon..
"..Arrrgghhh....Mas tolong mas hentikan, sakitttt mas.!!"...jeritku meronta
Bukanya dia menghentikan aksinya malah ditekannya kepalaku diatas bantal hingga kurasakan leherku seperti mau patah, dia terus melanjutkan permainannya hingga aku merasa mati rasa dibagian belakangku karena ulahnya. Entah berapa lama permainan itu dia lakukan hingga saat dia mempercepat frekuensi tekananya dan kurasakan lubang anusku seperti berdenyut dan semakin ditekan olehnya, Yaahh...aku tahu itu adalah puncak dr permainanya, aku tahu itu adalah semburan sperma yang dia tumpahkan ke dalam anusku,
"...Aaarhhh...Arbi..ohhh sayang..aku benar-benar mencintaimu sayang..Arrggghhhh...shhh.." gumamnya sambil memeluk tubuhku dengan erat dan menekan kemaluannya dalam-dalam.
Saat itu mungkin sesaat aku tak sadarkan diri, seluruh badanku rasanya sakit semua seperti tertimpa benda yang berat atau seperti terjatuh dari ketinggian, sulit mendeskripsikan rasa sakitku saat itu, hingga aku biarkan tubuhku terkukai lemas dan tertidur beberapa saat.
Saat aku tersadar, kulihat mas Wisnu sedang duduk di sampingku di atas tempat tidur dengan wajahnya yang sangat sedih dan menyesal..
Saat itu darahku seperti mendidih, dengan sisa tenaga yang ada refleka kulayangkan tinjuku ke wajah dan perutnya beberapa kali hingga hidungnya mengeluarkan darah.dia sama sekali tidak melakukan perlawanan.
"..Homo..najis..Bangsat...kamu Wisnu..teganya kamu lakukan ini sama saya, bahkan saya menganggap kamu sudah seperti kakak saya sendiri, teganya kamu Wisnu..!!!!!! Anjing...binatang kamu Wisnu.. saya salah apa..hahhhh salah apa saya sama kamu ????!!!" Umpatku saat itu meneriakinya,
dia tak bergeming, dia hanya tertunduk dan mencoba meminta maaf kepadaku..
"...maaf bi..aaa....aaaku benar-benar minta maaf , sebetulnya sudah lama aku memendam ini, aku benar2 mencintaimu bi.." katanya lirih
"...cinta..cinta katamu... kamu menyiksa saya, memukul saya..dan..anjiiiiing..kamu memperkosa saya kamu bilang itu cinta....?????!!!! Bajingan kamu Wisnu, saya kira kebaikanmu itu tulus.., detik ini juga saya mengundurkan diri..!!!" Teriakku saat itu.
Bergegas aku memakai pakaianku, aku sudah tidak memperdulikan lagi rambutku yang acak2an dan bibirku serta pelipisku yang robek saat Wisnu memukulku tadi, yang aku pikirkan hanya keluar dr kamar itu..
Secepatnya aku memesan TAXI lewat telpon sambil berjalan ke lift untuk keluar ke loby, kutinggalkan dia sendiri di kamar itu yang tertunduk menyesali perbuatanya. Entah kenapa hatiku sakit sekali saat itu, aku merasa benar2 tertipu dan dikhianati, aku merasa orang terbodoh dan terkoror di dunia. Aku merasa jijik dengan diriku sendiri.
Sesampai di dalam TAXI, pak suoir bertanya tujuanku, saat itu aku memintanya untuk jalan terus, saat itu aku bingung mau pulang ke mana, aku merasa malu dan takut jika ada orang lain yang mengetahui hal ini, aku bingung akan kuceritakan hal ini kepada siapa, ingin rasanya kulaporkan kepada Polisi, tapi aku juga tidak mau menanggung malu..
Saat itu berpikir untuk pulang ke rumah kakakku, ntah apa yang dipikirkannya nanti urusan belakang, yang jelas aku hanya ingin pulang dulu ke sana.
****************************************************************************
Bersambung di part 2
mohon maaf jika terlalu panjang dan agak detail dibagian pertama ini, karena bertujuan untuk menggambarkan kejadian yang sebenarnya pada saat itu dan juga mohon maaf jika ada beberapa kata yang typo🙏