Into You -yeonbin✔

By starlighttt-

582K 67.8K 5.8K

Soobin hanya berpikir jika Yeonjun datang ke rumahnya itu karena berteman dengan kakaknya dan menjahilinya, b... More

Prologue.
1. Hope.
2. Birthday.
4. Proposal.
5. Plan.
6. Triangle.
7. Ring.
8. Date.
9. Proof.
10. Past.
11. Fight.
12. Feeling.
13. Ex.
14. Choice.
15. Believe.
16. Little Things.
17. Night.
18. Breakfast.
19. Bouquet.
20. Fact.
21. Letter.
22. Friends.
23. Obsession.
24. Sorry.
25. Smile.
26. Flowers.
27. Wedding.
28. Love.
29. Home.
30. Us.
31. Clothes.
32. Call.
33. Fallin.
34. Talk.
35. Flight.
36. Honeymoon.
37. Gift.
38. Thanks.
39. Card.
40. Meet.
41. Library
42. Photo.
43. Girls.
44. Sick.
45. Weird.
46. Happy.
47. Kidding.
48. Angry.
49. Jealous?
50. Sensitive.
51. Holiday.
52. Stop.
53. Catchy.
54. Selfish.
55. Mood.
56. Priority.
57. Family.
58. Into Me.
59. Senior.
60. Enchanted.
61. Name.
62. Cosplay.
63. Comes.
64. Finally.
65. Happiness.
66. Rampage.
67. Always Together -END.

3. Rose.

10.8K 1.3K 168
By starlighttt-

Triple up!

Vote dan komennya, jangan lupa, thanks.

***
Semenjak perayaan ulang tahun kakaknya saat itu, teman-teman kakaknya jarang datang ke rumah.

Sebenarnya gak juga sih, mengingat hanya Yeonjun saja yang jarang ke rumah.

"Lagi? Yeonjun gak datang kesini?" tanya Yoobin saat melihat kearah teman-temannya yang datang ke rumah ini.

Ini sudah hampir 3 minggu, sudah lama juga, bukan? Biasanya mereka seminggu sekali itu pasti aja ke rumahnya.

Soobin sih senang ya, gak ada yang menganggu soalnya, dia tenang sekali, teman-teman kakaknya yang lainkan gak bakalan jahil ke dirinya kalau gak di mulai oleh Yeonjun duluan.

"Ekspresi adikmu malah senang ketika Yeonjun gak kesini."

Apaan sih, sampai ekspresinya aja di komentari, terserah dia dong mau berekspresi seperti apa.

Intinya dia senang karena gak akan di ganggu oleh Yeonjun lagi, apalagi sampai 3 minggu lagi.

"Kata Yeonjun sih, dirinya pergi keluar kota dari 2 minggu yang lalu."

"Masalah pekerjaan?"

Mereka mengangkat bahunya karena Yeonjun gak memberitahu detailnya, dia hanya bilang kalau dirinya di luar kota, saat di mintain bukti, Yeonjun benar-benar memberikan bukti yang mereka pinta.

"Tapi yang aku tau sih, Yeonjun pulang ke rumah orang tuanya," jelas mereka membuat Yoobin hanya mendengarkan saja.

Berbeda dengan Soobin asli gak peduli, tuh cowok mau kemana, mau jungkir balik, gak bakalan peduli dia, asal gak muncul di hadapan Soobin.

Apalagi dia senang ketika skripsinya sudah di acc oleh dosen pembimbingnya, tinggal sidang saja, itupun beberapa hari lagi, ah sial, dia terlalu senang sampai gak tau mau berekpresi seperti apa.

"Dia mau mengajak orang tuanya untuk melamarmu kali, bisa saja dia gak berniat mengajakmu pacaran, tapi langsung ngajak kamu nikah," goda teman-temannya yang membuat Yoobin langsung salah tingkah di sana.

Berbeda dengan Soobin yang melihat ekspresi kakaknya yang benar-benar tampak salah tingkah itu.

Apa-apaan, bukankah kalau terlalu berharap akan buat sakit hati? Kakaknya itu terlalu berharap dengan seorang cowok buaya seperti Yeonjun.

Lagipula emangnya kalau pulang ke rumah orang tua sendiri, dikata bakalan melamar seseorang? Teman-teman kakaknya terlalu berlebihan.

"Jangan ngomong gitu, aku gak bisa membayangkannya," balas Yoobin sambil menyenggol lengan temannya itu.

"Harus di bayangkan dong, bisa saja menjadi kenyataan, jujur saja kalau Yeonjun melamarmu, pasti kamu bakalan langsung terima, kan?"

Yoobin saat mendengar pertanyaan itu reflek mengangguk, siapa juga yang akan menolak lamaran dari Yeonjun, cowok yang dia taksir dari jaman kuliah dulu.

Mengingat mereka ini berteman dari saat masuk kuliah sampai sekarang.

Dan di saat itulah Yoobin selalu menunggu Yeonjun yang gak pernah membalas perasaannya, miris memang, padahal sudah lebih dari 5 tahun.

Kalau enggak di goda dengan makanan yang di bawa oleh teman-teman kakaknya itu, Soobin ogah sekali duduk disini bersama mereka.

Apalagi yang dari tadi membicarakan Yeonjun, karena kapan lagi membicarakan Yeonjun di saat cowok itu tidak ada disini.

"Soobin sudah punya pacar lagi?"

"Gak, lagian gak mikirin juga," balas Soobin langsung dengan nada datar karena gak tertarik dengan pertanyaan dari teman kakaknya itu.

Terdengar basa-basi sekali agar dirinya bicara, padahal biarkan saja dia diam begini sambil makan, Soobin lebih menyukainya.

"Sayang sekali, masih gagal move on dengan mantanmu yang selingkuh itu?"

"Apaan sih, gak jelas banget," jawab Soobin sewot karena ucapan mereka malah tambah membuatnya kesal saja.

Siapa juga yang gagal move on dari cewek yang selingkuh darinya itu, dia saja gak peduli sama sekali cewek itu mau selingkuh atau mau apa, intinya mereka sudah putus dan artinya gak ada hubungan lagi di antara mereka berdua.

"Sudahlah, jangan menganggu Soobin," ucap Yoobin yang mengalihkan pembicaraan yang di mulai oleh temannya tentang Soobin tadi.

Adiknya kan paling malas jika masalah privasi yang terus di umbar-umbar, mengingat Soobin seorang yang lumayan introvert.

Terbukti ketika biasanya anak seumuran Soobin itu suka kumpul bareng teman-temannya yang lain ke kafe atau kemana, Soobin malah memilih untuk tinggal di rumah dan mengerjakan skripsinya.

Intinya Soobin beda sekali dengan anak-anak seumuran adiknya itu.

"Yaudahlah, dek, mau hadiah apaan? Mumpung baru gajian nih."

"Oh? Boleh request ternyata," ucap Soobin saat mendengar tawaran dari salah satu teman kakaknya itu.

Mata Yoobin melirik kearah adiknya yang pastinya akan memberikan jawaban yang membuat terkejut teman-temannya.

"PS5," lanjut Soobin yang membuat teman kakaknya itu langsung tergelak.

Minta tuh yang benar dikit apa, itu mah sama saja langsung menghabiskan seluruh gajinya.

"Sudahlah dek, nanti kakak kasih buket aja ya."

Soobin langsung reflek memutarkan kedua bola matanya, terus buat apa tadi tanya-tanya.

Lalu Soobin kembali sibuk mengemil makanan yang ada di dekatnya, mungkin ada saatnya dia akan diet, sehabis sidang nanti mungkin.

***
Dan sekarang waktunya Soobin sidang, mama, papa, dan kakaknya rela datang ke kampus untuk menemaninya sidang.

Soobin sebenarnya gak gugup tadi, sekarang malah gugup sendiri, ayolah siapa juga yang gak takut dengan hal seperti ini.

"Semoga aja lancar ya adek jawab pertanyaan pengujinya," ucap mamanya yang membuat Soobin hanya membalas dengan anggukan.

Dia juga berharap yang sama, kalau bisa juga semoga gak ada revisi lagi, ayolah dia capek dengan revisi terus.

Saat itu saja revisinya dibenarkan oleh Yeonjun, entahlah ternyata cowok tampang playboy itu ahli merombak kata-kata yang perlu di revisi olehnya saat itu.

Papa dan kakaknya juga memberikan ucapan semangat kepadanya, Soobin hanya menghela nafasnya, apalagi dimana waktunya tiba, dia harus masuk ke dalam sana untuk melakukan sidang dan menjelaskan apa saja yang selama ini dia buat.

Soobin dalam keadaan cemas, bahkan dosen pembimbingnya terus bertanya apakah dirinya baik-baik saja dan Soobin langsung berkata iya, dia malah maunya segera cepat dilaksanakan dan dia lulus dari kuliah, itu saja harapannya saat ini.

Dirinya segera membuka laptopnya dan menjelaskan semua yang ada di file pptnya itu, mana mungkin juga dia bacain skripsinya yang sepanjang beberapa puluh halaman lebih itu, mau seratus malah.

Ekspresi Soobin tampak tegang ketika ada dosen penguji yang mulai bertanya, tapi untung saja pertanyaannya gak membuat Soobin mati kutu, jadi dia lancar saja menjawabnya.

Demi nilai A, dia harus sebisa mungkin untuk menjawab sebagus mungkin.

Siapa tau dia bakalan cepat dapat kerja, ah bodoh sih, ujungnya juga dia bakalan minta bantuan papanya untuk mendapatkan pekerjaan.

Mengingat Soobin berinteraksi sama orang aja susah, apalagi memasukkan lamaran pekerjaan ke kantor-kantor.

Soobin melirik kearah orang-orang yang ada di ruangan ini, setelah mendengar jawabannya tadi, mereka tampak berdiskusi begitu.

Yang ada Soobin di perbolehkan keluar dari ruangan ini, hei, dia lulus apa enggak sih?

Dia keluar dengan ekspresi bingung, tapi yang lebih membingungkan lagi adalah kenapa sudah ada banyak orang saja yang menyambut kehadirannya.

Tadikan hanya ada mama, papa, dan kakaknya, sekarang malah ada teman sekelasnya yang datang sambil membawa banyak sekali buket bunga.

Hei, dia tadi lulus apa enggak sih?

"Ekspresimu kenapa sih, dek?"

Soobin reflek menoleh kearah kanannya di sana ada Yeonjun sambil memegang buket bunga dan mengulurkannya ke Soobin.

Tangan Soobin dengan perlahan menerima buket tersebut, buket bunga mawar berwarna merah muda itu sudah berada di tangannya.

"Lagipula kamu sudah lulus, dosen pengujimu gak langsung terang-terangan untuk memberitahu nilaimu, intinya kalau kamu sudah di perbolehkan keluar, kamu artinya lulus," jelas Yeonjun yang tampak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Soobin.

"Eh, seriusan?" tanya Soobin sambil menoleh kearah cowok di sebelahnya itu.

Dan Yeonjun membalas dengan anggukan, buat apa juga dia bohong coba.

Soobin baru deh tersenyum senang saat ini sambil menerima banyak sekali buket bunga yang diberikan oleh anak-anak kelasnya.

Padahal dia gak memberitahu tentang masalah sidangnya itu ke grup kelas, kok mereka bisa tau ya dirinya sidang hari ini.

"Bisa-bisanya kamu memberi Soobin buket mawar warna merah muda begitu."

"Emangnya ada yang aneh? Mawarkan sama saja," balas Yeonjun saat mendengar ucapan teman-temannya itu.

Dia juga melihat Yoobin yang memperhatikannya juga, perasaan dirinya gak melakukan hal yang aneh juga.

Lalu semuanya langsung berfoto dengan Soobin yang tampak sekali ekspresi gak ada beban seperti sebelum sidang tadi, sekarang dirinya sudah terbebas dari kuliah yang membuatnya stress itu.

Soobin masih memegang buket yang diberikan oleh Yeonjun tadi, gak tau, dia hanya pegang saja, lagipula bunganya cantik, padahal yang diberikan oleh teman-temannya juga sama-sama cantik.

Teman-teman kakaknya saja memberikan buket bunga yang gak kalah cantik.

Sebenarnya ada banyak pertanyaan di benak Soobin, kenapa Yeonjun yang katanya di luar kota sudah kembali saja kesini dan malah ikutan datang ke acara sidangnya.

"Oh iya, Yeonjun doang yang belum foto dengan Soobin."

Yeonjun menunjuk kearah dirinya dan temannya mengangguk, dirinya lalu berjalan agar berdiri di samping Soobin yang masih memegang buket bunga yang diberikannya tadi.

"Eh, kenapa kalian gak ikutan foto juga?" tanya Soobin tiba-tiba namun mereka malah membalas jika, kan mereka tadi sudah buat apa ikutan foto lagi.

Soobin akhirnya tersenyum kearah kamera dengan Yeonjun yang berdiri santai di sebelahnya, tentu saja ikutan tersenyum.

Berakhir dengan Soobin yang berterima kasih kepada semua orang yang sudah datang ke acara sidangnya.

Dia mendapatkan banyak sekali buket bunga, bagasi mobilnya saja sampai penuh dengan buket bunga tersebut.

Ternyata introvert seperti Soobin saja masih mendapatkan banyak hadiah.

Soobin duduk di sebelah kakaknya yang sibuk bicara dengan mamanya.

Tangannya iseng mencari makna-makna dari mawar sesuai dengan warnanya.

Karena hampir semuanya memberikan dia buket bunga mawar merah, hanya Yeonjun saja yang memberikan bunga mawar berwarna merah muda itu.

Soobin hanya tersenyum miring, apa-apaan itu? Pasti ngaco nih, soalnya makna dari mawar merah muda itu cinta yang manis, kebahagiaan, dan juga keromantisan.

Ada-ada aja, palingan tuh cowok iseng milih saja atau enggak, buket yang ada hanya mawar merah muda, makanya langsung di beli oleh Yeonjun.

Soobin meletakkan handphonenya dan gak mau memikirkan apapun lagi.

Setidaknya masa kuliahnya sudah selesai dan katakan selamat datang ke fase yang lebih menantang untuknya.

Tbc.

Panjang ini tau, 1,5k kata, aku ngetik-ngetik aja eh ternyata sudah sepanjang itu, sudahlah, semoga gak bosen aja sih.

Ok, semoga suka, vote dan komen jangan lupa.

Sampai jumpa di part selanjutnya.
























Salam,







Anaknya Taekook.

Continue Reading

You'll Also Like

67.5K 7.2K 16
Yeji naksir teman sekelasnya. Namanya Yeonjun. Tampan, imut, baik, pintar, kalem, tapi pendiem. Sebut aja Yeonjun itu anak populer yang kalem dan ker...
347K 47.7K 53
Yeonjun miskin, Soobin kaya. Lalu, mereka berdua akan membuat sebuah surga bersama, yang isinya cuma mereka berdua. #1 in yeonjun || 050422 #1 in soo...
105K 7.3K 30
Yeonjun dan Soobin sudah bersahabat selama 5 tahun lamanya. Keheningan di dalam hidup Yeonjun, tanpa di sangka membuat cinta hadir di dalam hatinya. ...
587K 43.5K 49
Semua orang berpikir, Bagaimana cara meluluhkan Soobin yang merupakan seorang alpha dominan? Sampai dimana Soobin bertemu dengan Yeonjun yang membuat...
Wattpad App - Unlock exclusive features