Jangan lupa vote dan komen ya, bantu follow juga....
1 vote kalian sangat berharga buat aku, makasih buat yang udah nyempetin baca cerita aku.... semoga sukaaaa❤❤❤
~~~~
Sampai di depan rumah Riri. Kinaan menatap heran, ada sebuah mobil di depan rumah Riri. Apa ada tamu? Pikirnya.
Akhirnya setelah bergelut dengan pikirannya. Kinaan menekan tombol bell rumah Riri.
Keluarlah asisten rumah tangga keluarga Riri. "Ada apa ya den?"
"Saya mau ketemu Riri, ada?"
"Oh non Riri, ada den. Mari masuk" bibi mempersilahkan Kinaan untuk ikut masuk bersamanya.
Sampai di ruang tamu. Kinaan dikejutkan dengan kehadiran Dareen. Ia mematung memandang kearah Dareen dan Bhalendra.
"Permisi tuan, ada temennya non Riri." Ujar Bibi yang membuat Dareen dan Bhalendra mengalihkan fokusnya.
Bhalendra menatap bibi lalu menoleh kearah belakang. Terdapat Kinaan yang berdiri disana.
"Eh Kinaan, sini masuk."
"I-iya pak" Kinaan menatap tajam kearah Dareen. Begitupun dengan Dareen.
"Kenapa dia ada di sini sih" gumam Kinaan pelan.
"Mau ketemu Riri kan nak?"
"Iya pak"
"Panggil om aja jangan bapak kalo di luar sekolah."
"Iya om" Kinaan mengangguk.
"Yaudah om panggilin Ririnya dulu ya" Kinaan mengangguk.
"Kamu duduk dulu di sebelah Dareen, om mau keatas" Kinaan menurut ia duduk di sebelah Dareen.
Bhalendra pergi ke lantai atas menuju kamar Riri.
"Ngapain kamu di sini?" Tanya Dareen dengan sinis.
"Bukan urusan bapak" ujarnya dengan nada yang amat sangat dingin.
"Gak sopan kamu"
"Hm"
Dareen rasanya ingin membanting tubuh Kinaan saat ini juga. "Lagian ngapain sih ni anak segala kesini"
"Ini guru rese kenapa di rumah Riri segala sih. Gak tau apa orang mau ngapel"
"Apa liat - liat"
"Gr"
Tak lama Bhalendra turun bersamaan dengan Riri. Riri berdeham, keduanya menoleh kearah Riri dan Bhalendra.
"Riri" Kinaan bangun dari duduknya begitupun dengan Dareen.
"Ikut - ikut aja" sinis Kinaan kepada Dareen.
"Gr" ujar Dareen membalikkan ucapan Kinaan.
"Hm"
"Ngapain?" Tanya Riri saat melihat keduanya berantem.
"Mau ngajak kamu jalan" ujar Kinaan membuat lengkungan dibibir Bhalendra melebar.
"Oh, mau ngajak anak om buat jalan - jalan" Bhalendra mengangguk anggukan kepalanya seraya menggoda.
Kinaan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sepertinya ia salah bicara.
"Tunggu apalagi? Udah sana kamu ganti baju siap - siap" suruh Bhalendra kepada Riri.
Riri mendengus sebal. Jika bukan karena permintaan papahnya ia lebih memilih untuk rebahan.
Riri berjalan dengan malas menuju kamarnya. Bhalendra dan Kinaan tersenyum. Berbeda dengan Dareen, ia menatap tajam Kinaan.
Kinaan menoleh kearah Dareen. Ia menjulurkan lidahnya meledek Dareen.
"O-om" Bhalendra menoleh kearah mereka. Kinaan segera menormalkan kembali ekspresinya.
"Kenapa?"
"Tadi dia ngeledek saya om" adunya seperti anak kecil.
"Mana ada, orang dari tadi saya diam. Bapak jangan nuduh ya"
"Bohong tadi di---"
"Udah, udah, ayo Dareen kita kembali mengerjakan kerjaan tadi.
Hal itu membuat Kinaan tersenyum puas. Dareen menggeram rasanya ingin sekali mencakar wajah tampan lelaki itu.
Dareen kembali ke sofa bersama Bhalendra. Tetapi tatapann tajamnya ia berikan kepada Kinaan.
"Ayo, malah bengong"
"E-eh i-iya om" Dareen kembali memegang berkasnya.
Kinaan tertawa puas dalam hati. Ia menang melawan Dareen. "Sukurin, Kinaan dilawan" bangganya bersorak di dalam hati.
Riri turun menggunakan pakaian berwarna putih dan celana berwarna hitam. Ditambah dengan topi branded nya.
"Eh udah rapih" ujar Bhalendra melihat Riri.
"Hm"
"Kalian hati - hati. Kinaan bawa kendaraannya jangan ngebut - ngebut ya. Dan satu lagi pulang gak boleh larut malam" ujar Bhalendra panjang kali lebar.
Kinaan mengangguk. "Siap om" Ia hormat layaknya seperti kepada baginda raja.
Bhalendra terkekeh. Ia menepuk bahu Kinaan lalu berbisik ditelinganya.
"Jangain anak gadis om, lecet dikit abis kamu"
Kinaan tersenyum, ia mengangguk.
"Siap om aman" Bhalendra mengacungkan ibu jarinya kearah Kinaan.
"Yaudah om, Riri dan Kinaan pamit dulu ya" Kinaan mengambil tangan kanan Bhalendra, lalu ia menciumnya.
"Iya" Riri pun sama mengikuti Kinaan. Ia mengambil lalu mencium tangan papahnya.
Setelahnya mereka berdua keluar. Bhalendra dan Dareen menatap kepergian Riri dan Kinaan.
Dareen mengepalkan tangannya hingga kukunya menjadi putih. Rasanya sangat tidak ikhlas melihat Riri jalan berduaan dengan Kinaan.
"Dasar anak muda" gumam Bhalendra.
xxxx
"Mau kemana?" Tanya Kinaan saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"I don't know" balas Riri, Kinaan berpikir untuk menentukan tujuan mereka.
"Taman mau?" Tanya Kinaan hati - hati. Ia takut Riri tidak suka jika ia mengajaknya ke taman, tapi sungguh di luar dugaan Kinaan, Riri justru mengangguk meyetujui.
Kinaan tersenyum, ia menjalankan mobilnya menuju sebuah taman.
Sampai di taman, mereka mengelilingi area taman, ada beberapa anak yang sedang bermain disana.
Mata Kinaan melihat sebuah bapak - bapak yang menjual es krim, ia segera menarik lengan Riri pelan menghampiri bapak - bapak tersebut.
"Permisi pak, es krimnya harganya berapa?"
"Dari yang 5 ribu sampai 10 ribu mas"
"Saya beli yang ini ya 2"
"Jadi 20 ribu mas"
Kinaan mengeluarkan uang berwarna biru satu lembar. "Ini pak"
Bapak bapak itu mencari uang kembalian untuk Kinaan di dalam tasnya. Kinaan yang melihat itu segera menahan lengan bapaknya.
"Gak usah pak, kembaliannya buat bapak aja"
"Serius mas?" Kinaan mengangguk.
"Alhamdulillah ya Allah, Ma sya Allah. Terima kasih ya mas"
Riri dan Kinaan segera pergi mencari kursi taman, setelah mendapatkannya mereka duduk dengan melihat pemandangan di depannya banyak sekali anak kecil yang sedang bermain.
Kinaan tersenyum melihat anak - anak itu, lalu ia memandang Riri. Terlihat Riri sedang memakan es krim miliknya.
"Anak - anaknya lucu ya?" Kode Kinaan melirik Riri. Sedangkan Riri dia tak merasa jika Kinaan sedang mengkode dirinya.
Ia hanya mengangguk, hal itu membuat senyum Kinaan Denta Aazraqi mengembang lebar.
xxxx
Saat ini Lia sedang berada di dalam kamarnya. Ia sedang menghubungi seseorang, ya siapa lagi jika bukan kekasihnya.
"Sayanggg"
"Iya?"
"Kamu kapan sih ada liburnya?" Tanya Lia sembari berguling - guling di kasur.
"Belum tau sayang"
"Aaaaaaaa akuuu kangennnnnnn" rengek Lia, Al tersenyum gemas mendengar sekaligus melihat kelakuan sang kekasih.
"Sabar ya sayang, nanti kalo aku udah libur kuliah kita jalan - jalan, mau?"
"Mauuu, mau banget sayanggg"
"Yaudah ditunggu ya cantik" pipi Lia bersemu merah mendengar penurutan Al.
"Ahh dasar buaya darat" gumam Lia membuat Al yang mendengar terkekeh.
"Kamu udah makan?"
"Kalo belum emang kenapa? Kayak mau ngajak makan aja" ujar Lia dengan pedas.
Bukan marah, tetapi sebaliknya. Al justru tertawa mendengarnya, karna apa yang diucapkan kekasihnya memang benar.
Lia terpaku melihat ketampanan Al, bahkan ia sampai mengaga saat melihat ketampanan Al yang naik 100% dari biasanya.
"Hufhhh" Al menormalkan nafasnya, ia kembali melihat layar laptopnya yang menampilkan wajah imut Lia yang sedang menganga.
Al tersenyum gemas, kalo berada disana mungkin ia sudah mencubit dan mengunyel - unyel pipi Lia.
"Aku ganteng ya? Sampe bengong gitu liatnya?"
xxxx
THE DEVIL'S RIDE
Saat ini, Mytha dan anggota inti lainnya sedang berada di basecamp. Biasalah nongkrong - nongkrong anak motor.
"Woii tolongin guee" teriak Beni heboh saat ia dikejar dengan anjing tetangga.
Awalnya ia ingin membeli cilok yang sedang berhenti di depan basecamp. Tapi sialnya ia malah bertemu anjing milik bu Ncum.
Rumah bu Ncum longkap 2 rumah saja dari basecamp The Devil's Ride. Bu Ncum memiliki 3 ekor anjing galak yang terkenal oleh warga setempat.
Saat selesai membeli cilok, Beni melihat anjing - anjing bu Ncum sedang di keluarkan.
Dengan segala kebranian, Beni justru sengaja meledeki anjing - anjing itu. Sampai akhirnya ia dikejar oleh para anjing bu Ncum.
"Woii tolonginnnnn" Beni teriak - teriak sambil berlari - lari kesana kemari.
"Liat HAHAHAHHAAHAHAHHAA"
"ANJIR DIKEJAR ANJING HAHAHHAA"
"MAMPOS KAUU HAHAHHAHAHHA"
"ADOHHH KASIAN TAPI LUCUUU HAHAAHAHA"
"BUSET SREPET TETEWWW" Beni sempat - sempatnya melawak. Anggota inti TDR semakin tertawa saat melihat celana Beni hampir tertarik oleh anjing bu Ncum.
"AURORA GUE WOYYYY" Teriak Beni.
"Kasian banget" guman Eva, Eva adalah anggota terpolos di inti TDR.
"BuLe, tolongin Beni kasiann" Eva menggigit kuku nya, ia menatap Beni ngeri.
"Biarin" ujar Mytha.
"HAHAHHAHAHAHAHA" Tawa menggema dari para anggota inti TDR.
"BuLe jahat gak nolongin babang benii WHHAAAAAAAAA" Teriak Beni berakhir histeris saat celana robek akibat anjing bu Ncum.
"Buset HAHAHHAHAHAHAHA" tawa mereka pecah saat melihat celana Beni bolong.
"HUAAAAAAA CELANAAA KESAYANGG BABANG BENI ROBEKKKKKKKKK" Teriak Beni tak terima, ia segera mengambil sebuah balok kayu lalu diarahkan kepada anjing - anjing yang tadi mengejarnya.
Anjing - anjing itu segera berbalik arah kearah rumah bu Ncum. Beni tak tinggal diam, ia mengejar para anjing itu sembari membawa balok kayu tadi.
Jika tadi Beni dikejar anjing, sekarang sebaliknya. Beni lah yang mengejar anjing.
Beni saat ini persis seperti orang gila. Celananya yang robek, membawa kayu, rambut acak acakan, baju tidak rapih, dan sekarang, ia mengejar 3 ekor anjing.
Banyak sekali orang yang memperhatikan Beni, ada yang menertawai dan ada yang merasa kasihan karena mereka pikir Beni adalah orang gila.
Saat sedang berlarian, Beni terpaduk dengan kakinya sendiri. Karena tak seimbang Beni terjatuh mencium aspal.
Tawa anak TDR semakin keras. Bukan membantu justru menertawai, memang dasar teman laknat.
"Awwwww HIKS HUAAAAAAA BUNDAAAAA" teriak Beni saat melihat lututnya berdarah.
Saat sedang menangis, ada uluran tangan. Beni mendongak melihat siapa orang tersebut.
Ternyata orang itu Riri. Saat sudah pulang jalan bersama Kinaan, gadis itu segera pergi menuju markas atau biasa disebut oleh mereka basecamp
Tapi saat akan sampai beberapa meter lagi. Ia melihat Beni yang terjatuh, ia segera menghampiri Beni. Beni menerima uluran tangan Riri.
Ia segera bangun lalu memeluk Riri dan menangis dipelukan Riri. "HUAAAAAAA BUKETU BEBEN JATOH DIKEJAR ANJING, ANJINGNYA NAKALLLL" Teriak Beni tepat samping telinga Riri, membuat telinga Riri merasa berdengung.
"Syuttt, pulang" Riri melepaskan pelukannya. Ia menarik lengan Beni menuju motornya.
"Hiks" Beni menghapus ingusnya dibajunya, jika dibaju Riri bisa kick dia dari anggota inti TDR.
•
•
•
•
•
•
Bersambung.
Ngakak sama Beni😭🤣
Tetap tertawa meski celana dirobek karena anjing - anjing kesayangan bu Ncum♥︎
Bang Beben passwordnya?? HUAAAAA BUNDAAAAAAA
Info.
Instagram.
@ririzaaa_
TikTok.
@ririzaa_
Instagram rp.
@Kinaan.Aazraqi
@Ayyara.Fariza
Terima Kasih sudah membaca... Jangan lupa vote dan komen ya, bantu follow juga....
~~~~
Sabtu, 18 - Juni - 2022.