Monster In Me

Galing kay Cerifebruari

122K 18K 745

Why don't we kill each other slowly? Squeeze a little tighter 'til we can't breathe. "What can I say? what ca... Higit pa

Intro
1 : Jeffrey
2 : Rosseane
3: Hello, Stranger
4: I Want You
5 : I'm here, Don't worry
6 : Can i believe you?
7 : His Girlfriend
8 : Two sides
9 : His Eyes
10 : Close to you
11 : Come with me?
12 : Make me love you
13 : Rain
14 : Lie
15 : Jungkook and his feeling
16 : Her starring eyes
17 : About Jungkook
18 : The Clue
19 : The Answer
20 : The Fact
21 : About Rose
22 : Believe Him
23 : Sweden
24 : Accident
25 : Make Me
26 : A Promise
27 : With Me
28 : Meet Her?
29 : A Mess
30 : Pregnant
31 : Nauseous
32 : Bad News
34 : Anger
35 : Sorry, and I Love You
36 : A Hidden Fact
37 : Decision between us
38 : Indecisive
39 : Skepticism
40 : The Light in Her Eyes
41 : Last Sequence
42 : Gone
43 : What Actually Happen
44 : A Reason to Hold On
45 : It Will Rain
46 : Fire under the rain
47 : A Glimpse
48 : Stockholm
49 : Hopefulness
50 : Miracle in December
52: Let's not fallin in love again
51 : Falling
53 : A Happy Goodbye?
54 : Ending
Outro

33 : Bloody Night

1.8K 273 4
Galing kay Cerifebruari

Pukul 12 malam Jaehyun dengan keadaan gila dan setengah mabuk menyetir kemudi mobil miliknya sendiri diikuti oleh beberapa pengawal dan tentu saja Johnny.

Jaehyun berjalan ke suatu tempat asing tapi kalau boleh Johnny menduga, ia akan pergi ke markas atau rumah Erwin di Lagoa. Distrik yang berisikan pemukiman mewah itu menjadi tujuan Jaehyun malam ini.

Bayangkan saja dari Santo Cristo menuju Lagoa. Kalau Jaehyun tidak gila, ia tidak akan menempuh jarak itu hanya untuk bertemu dengan Erwin.


Brak!

Bugh! Bugh!

Seluruh anak buah Erwin jatuh terpental setelah menerima tinju dari tangan Jaehyun. Belum lagi dengan bantuan tinju Johnny yang lumayan membuat mata mereka bengkak selama berminggu-minggu.


"Kau bisa memanggilku dengan tenang, maka aku akan keluar. Kau mengganggu jam tidur ku Jeffrey Jung!" kata Erwin dengan nada bercanda berbuah cengkraman erwat oleh Jaehyun yang kini menatapnya tajam.

Cengkraman di baju milik Erwin semakin kuat. Mata Jaehyun memerah menatap tepat di kedua mata Erwin yang sayangnya pemuda itu malah tersenyum remeh.


"Kenapa? Pukul aku!" tantang Erwin yang dihadiahi pukulan keras di pipi kirinya oleh Jaehyun. Erwin jatuh tersungkur namun sial dia hanya menampilkan wajah sedikit kesakitan padahal Jaehyun yakin ia menghantamnya cukup keras.

"Cuih!" Erwin meludah setelah dirasa indra pengecapnya sedikit merasakan anyir karena darah disudut bibirnya.

"Aku tidak becanda saat meminta Amerika Utara menjadi wilayahku Jung, aku sungguh-sungguh! Dan kau lebih memilih melindungi wilayah itu ketimbang gadis itu kan?" ucap Erwin dengan sedikit sempoyongan mencoba berdiri kembali menghadap Jaehyun.


Nafas Jaehyun naik turun tidak beraturan. Semakin ia melihat Erwin, ingin rasanya ia mencabik-cabik habis tubuhnya. Tapi Jaehyun masih menyimpan sedikit kewarasan dan memilih untuk bersabar.

Erwin kembali tersungkur karena sebuah pukulan keras mengenai pipinya, lagi. Kali ini bukan karena Jaehyun, melainkan Johnny.

Johnny yang memukul Erwin.


"Amerika utara kau bilang? Kau tidak hanya menantang Jung disini tapi juga keluarga Suh, bodoh! Persetan dengan penawaranmu! Jika kau mengusik Amerika utara kau akan berhadapan denganku, dan jika kau meganggu Rose dan bayinya berarti kau berhadapan dengan Jaehyun. Apa kurang adil?"


Suara tawa Erwin menggema. Jaehyun dan Johnny sangat benci suara itu.


"Bayi? Ah aku lupa gadis itu sedang mengandung. Jeffrey Jung akan menjadi seorang ayah? Hm, sounds good. Tapi bagaimana ini? Rose akan dicap sebagai wanita murahan saat terungkap ia hamil dengan laki-laki lain sedangkan aku yang dikabarkan kencan dengannya."


Ah, sudahlah Jaehyun tidak ingin bersabar lagi.

Jaehyun datang dan mencengkram kerah baju Erwin yang masih tersungkur dilantai. Jaehyun layangkan beberapa pukulan tepat di pipi Erwin sampai habis sudah ketampanan wajah pemuda itu.


"Kau ingin segera mati rupanya. Jika kau menyinggung Rose dan bayinya lagi, akan aku buat mulutmu tertutup selamanya bangsat!"

"Bayinya? It's not your baby too?"

Satu tamparan dirasakan Erwin kembali.

"Lalu, apa tujuanmu kemari dengan emosi seperti ini Jaehyun? Karena aku menganggu Rose atau karena aku meminta Amerika utara? Ah, wait. I forgot, I haven't captured the territory yet. We're still in negotiating right? So, are you here for her?"

Tangan Jaehyun mengepal kuat, ia tahu Erwin hanya memprovokasinya. Tapi tetap saja, Erwin melibatkan Rose kedalam yang membuat Jaehyun tidak bisa tinggal diam.


"The last time you told me, she was nothing. Remember?" Ah Erwin sungguh pandai bermain kata.


Benar kata Krystal. Jaehyun salah karena meremehkan Erwin dan memprovokasinya.



|Monster in Me|



Jungkook sedikit berlari menuju tempat Jiho berdiri menunggunya.

"Kenapa lama sekali?" keluh Jiho.

"Ada beberapa berkas yang perlu aku tanda tangani sebentar. Oh ya, mana tiketku?"


Jiho membawa 2 buah tiket pesawat menuju Rio lalu menyerahkan satu ke Jungkook. Karena sebuah berita panas yang terdengar diseluruh penjuru Korea, pagi itu Jungkook menghubungi Jiho menanyakan kebenaran.

Tapi seolah kebetulan yang sempurna pagi itu saat Jungkook menelfon Jiho sedang berkemas menyusul Rose ke Rio. Dari situlah Jungkook memutuskan untuk ikut ke Rio mengabaikan teamnya sendiri menangani beberapa kasus.

Brengsek sekali Jungkook! Kemana perginya Jungkook si ketua team yang kompeten?

Jiho sungguh kelimpungan menangani gosip Rose. Tuntutan agensi, dan Rose yang sulit dihubungi membuat dirinya nekat pergi ke Rio seorang diri. Lalu merasa beruntung saat Jungkook berkata ia ingin ikut.

Karena jadwal penerbangan yang sudah dekat, Jungkook berniat mematikan hp nya sebelum panggilan dari Mingyu mengurungkan niatnya.


"Kook, Eunha sadar!" kata Mingyu disebrang sana.


Langkah Jungkook terhenti saat itu juga. Membuat Jiho berhenti juga. Menatap Jungkook dengan kesal karena gadis itu takut tertinggal penerbangan!

"Kook! Ayo, kau kenapa?" ajak Jiho diabaikan oleh Jungkook yang masih terdiam.


Suara Jiho dan Mingyu di telfon saling bersahut-sahutan. Ia bingung. Kenapa selalu ada Eunha diantara dirinya dan Rose? Atau sebaliknya? Jungkook tidak paham!

Dirinya selalu berada disamping Eunha kala gadis manis itu koma. Kenapa Eunha harus sadar saat dirinya tidak bisa ada disisinya? Kenapa juga Rose membuatnya khawatir disaat seperti ini? Kemarin ia berkata baik-baik saja bukan?


"Kook? Kau dimana? Kau akan datang untuk Eunha kan?" Lagi lagi suara Mingyu menyadarkan. Begitu juga dengan Jiho yang bertanya "Ayo berangkat Jungkook, astaga! Kau gila?"


"Sampaikan salamku untuk Eunha. Maaf, sekali lagi. Mungkin dia muak mendengar permintaan maafku, tapi aku harus pergi sekarang" Kata Jungkook sebelum memutuskan sambungan telfon Mingyu dan berlari menuju pesawat besama Jiho.


Di sisi lain, Eunha dengan serpihan harapannya berharap Jungkook lah orang yang berada disampingnya bukan Mingyu. Tapi ketika dirinya melihat bagaimana ekspresi Mingyu saat menelfon Jungkook, gadis itu tau.


Dirinya kalah lagi dengan Rose.



To be continued...




Selamat senin ya. Ya walau nih update  agak maleman, tapi masih senin kan? wkwkwk. Gimana pendapat kalian? Komen dong hehehe..

Ipagpatuloy ang Pagbabasa

Magugustuhan mo rin

88.5K 10.6K 18
"Would you be my second love?" She loves him and she will do anything to get him. Even though she must be the second for him. Start : 17/11/2019 End...
44.3K 6.1K 20
"Let me take your pain..."-LHC It's just them breaking the rules to be with each other. 🥀 • NOHYUCK • GENDERSWITCH • Fantasy, Romance A Story by Bee...
12K 1.1K 9
Can you love me ? - Rosella Anastasya Atmadhi ..... I don't know. - Jefarhan Haris Pratama
Wattpad App - I-unlock ang mga eksklusibong feature