Happy Reading
Jangan lupa vote + follow kalo suka
_________________________________________
"oh iya, gue harus beli peralatan buat besok nih" guman adel.
Setelah mengantarkan kathrin, adel pun kembali menjalankan mobilnya. Ia pergi menuju tempat alat-alat tulis, dan membeli beberapa bahan yang ia perlukan.
Setelah selesai, ia pun menuju ke depan kasir untuk membayar.
"Totalnya berapa mba?" tanya adel.
"25 ribu ka, bayar pake cash atau debit?" tanya kasir itu.
"Ini mba, kembaliannya ambil aja" ucap adel sambil memberikan uang 50 ribu.
Adel pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
Setelah sampai rumah, dan baru saja adel menginjakan kakinya di depan pintu. Tiba-tiba sepasang tangan kecil melingkar di pahanya, ya siapa lagi kalo bukan kevin yang memeluknya.
"Ehh, kevin" kaget adel lalu ia pun berjongkok.
"Selamat sore kevin" ucap adel dengan senyuman manisnya.
"AAAA" teriak kevin girang saat melihat senyum adel.
Adel memindahkan kantong belanjaan nya ke tangan kiri, lalu tangan kanan nya terangkat untuk memangku kevin.
"Tadi adel beli ice cream, kamu mau?" tanya adel dan hanya di jawab anggukan oleh kevin.
Adel pun berbalik badan, dan menoleh ke arah bi sri.
"Bi kaka tadi makan siang kan?" tanya adel.
"Makan ko non, bibi udah kasi obat nya juga" jawab bi sri.
"Sekarang kaka lagi ngapain?" tanya adel.
"Mungkin sekarang kaka lagi tidur non" jawab bi sri.
"Oh yaudah, kalo gitu aku sama kevin ke atas dulu ya bi" pamit adel lalu pergi bersama kevin menuju kamarnya.
Adel membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamarnya. Ia mendudukan kevin di sofa, lalu membuka satu ice cream dalam wadah.
"Ini ya, dimakan yang bener. Adel mau mandi dulu" ucap adel. Ia pun mencium kening kevin, lalu pergi meninggalkan kevin di sana.
10 menit lamanya adel di kamar mandi, ia pun menoleh ke arah kevin yang masih asik memakan ice cream nya.
Adel mengambil kantong belanjaannya, kemudian ia pun mulai merangkai topi kerucut sesuai perintah anggota OSIS di sekolahnya.
Cukup lama adel mengerjakan itu, akhirnya topi pun jadi. Ia membuat dua topi, satu topi ia simpan, dan satu lagi ia kenakan di kepala kevin.
"Wiss cakep juga kamu vin" ucap adel sambil tersenyum.
"jayan-jayan" ucap kevin sambil menatap adel.
"Adel cape, besok aja ya? janji besok kita jalan-jalan" ucap adel.
Kevin menatap adel dengan mata yang hampir mengeluarkan air mata. Tak tega melihatnya, adel pun menghembuskan nafasnya berat.
Huffttt
"yaudah, tapi kamu ganti baju dulu oke?" tanya adel.
"yeayyyy" girang kevin.
Adel beranjak dari duduknya, ia mengambil baju ganti kevin lalu mengganti kan baju kevin.
Setelah selesai, adel terlebih dahulu membereskan bekas makan ice cream kevin. Ia membuangnya ke tempat sampah.
Adel memakai baju oversize putih dan celana pendek se lutut warna hitam. Memang adel lebih menyukai outfit santai seperti itu.
Adel berjalan menuruni tangga, ia berpamitan pada bi sri, dan bertitip pesan padanya.
"Kalo ada apa-apa sama kaka, telpon aku aja ya bi. Aku mau ajak kevin ke mall bentar, mumpung masih jam 4" pamit adel.
"Iya non, siap" jawab bi sri.
Adel pun keluar dari rumahnya ia memasukan kevin ke dalam mobilnya, dan memasangkan kevin sabuk pengaman terlebih dahulu.
"Pake ini biar aman, oke?" tanya adel.
"o-othey" jawab kevin sambil tersenyum.
Adel sungguh di buat gemas dengan kevin. Entah mengapa dia sangat menyayangi kevin.
Adel pun masuk ke dalam mobil melewati pintu yang satunya.
Adel menjalankan mobilnya, kevin di buat senang oleh adel. Sedari tadi kevin terus melihat ke kanan dan ke kiri betapa indahnya jalanan di sore hari.
Tak lama, adel pun sampai di sebuah mall. Ia membuka pintu kevin dan menurunkan kevin.
"Sini adel gendong" ucap adel, namun dengan cepat kevin menggelengkan kepalanya.
"Mau jalan aja?" tanya adel dan kevin mengangguk-anggukan kepalanya.
"Tapi janji ya, jangan jauh-jauh dari adel" ucap adel.
Adel menutup kembali pintu mobilnya, ia menggandeng sebelah tangan kevin, dan berjalan mengikuti arah kevin.
Mereka berdua masuk ke dalam mall itu, adel berniat mengajak kevin bermain di Timezone.
"vin kamu mau mandi bola gak?" tanya adel saat mereka sedang menaiki eskalator.
"ental apin bacah" jawab kevin.
"Gak akan basah vin, kan mandi bola gak pake air. Jadi mau gak mandi bola" jelas adel.
"mau mau" jawab kevin.
Merekapun sampai di Timezone. Adel menemani kevin bermain mandi bola, dan mau tak mau adel juga harus melakukan hal yang sama dengan kevin.
Adel menaiki perosotan bersama kevin, hingga mereka terjatuh pada tumpukan bola.
Cukup lama mereka disana, kini waktu menunjukkan pukul 6 sore. Dimana adel harus dengan segera membawa kevin pulang agar tidak terlalu malam membawanya keluar.
"capee hufttt" ucap kevin sambil memegang pahanya.
"Kamu cape vin?" tanya adel yang di angguki kevin.
"Mau minum?" tanya adel lagi dan kevin mengangguk.
"yaudah kalo kamu cape, kamu duduk disini, jangan kemana-mana. Inget ya jangan kemana-mana, adel beli minum sebentar disana" ucap adel sambil menunjuk toko minuman.
"Tunggu ya" ucap adel, melihat kenanan dan ke kiri memastikan aman jika ia meninggalkan kevin untuk waktu yang sebentar.
Adel pun berjalan meninggalkan kevin di bangku mall sendiri. Yang namanya anak kecil, mungkin saja penasaran dengan tempat-tempat disana.
Kevin turun dari duduknya, dan berjalan menghampiri kerumunan orang-orang, yang tak jauh dari bangku itu.
Ia berjalan dan menyelinap pada sekumpulan orang-orang yang sedang melihat pertunjukan dance.
Kevin ikut bertepuk tangan menonton sampai pertunjukan itu selesai.
Adel kembali pada bangku dimana ia meninggalkan kevin. Namun, adel sama sekali tak melihat keberadaan kevin disana.
"Loh, kevin kemana?" bingung adel sambil memegang satu botol air mineral.
Adel melihat ke sekeliling mall, namun tak juga menemukan kevin.
"Masa sih kevin masuk ke kerumunan itu?" pikir adel melihat kerumunan banyak orang.
"Gue cari dulu, pasti dia gak akan jauh dari sini" guman adel lalu membereskan makanan milik kevin, dan pergi meninggalkan area itu.
Waktu menunjukkan pukul 6 lebih 30 sore. Pertunjukan dance telah selesai, dan kevin masih saja diam di tempat itu.
Tiba-tiba, seorang perempuan di samping kevin pun berjongkok.
"Dek, mama kamu mana?" tanya perempuan itu.
"a-aden ana" ucap kevin sedikit ketakutan.
"Adek, kaka gak galak ko. Kaka cuma tanya sama kamu mama kamu kemana?" tanya nya lagi dan pertanyaan itu justru membuat kevin menangis.
"aaaaaaaaaa adennn" tangis kevin sambil terus memanggil nama adel.
"Aduh ko kamu nangis sih, emm" ucapnya nampak berfikir, lalu ia mengambil sesuatu dari dalam tas yang ia gendong.
"Aku punya lolipop, kamu mau gak?" tanya perempuan itu.
Kevin pun akhirnya berhenti menangis, ia menggigit jarinya sambil menatap lolipop itu.
"Kamu mau?" tanya nya lagi dan kevin mengangguk.
"Aku bukain ya, tapi janji kamu gak nangis lagi" pinta nya.
"j-janji" jawab kevin.
"Pinter, nih ambil" ucapnya sambil memberikan lolipop itu.
"Kita kesana ya" ajak perempuan itu membawa kevin pergi dari tempat pertunjukan dance tadi.
Perempuan itu mengajak kevin duduk di bangku semula kevin terduduk.
Bingung harus bagaimana, akhirnya perempuan itu mengajak kevin untuk berbicara.
"nama kamu siapa?" tanya nya.
"apin" jawab kevin.
"Apin?" tanya nya lagi dan kevin mengangguk.
"Apin lucu ya, kenalin nama aku ashel" ucapnya.
"a—cel" ucap kevin.
"Bukan acel, tapi as-shel" eja ashel.
"a—cel aha~" ucap kevin di iringi tawa nya yang lucu.
"Iya deh, terserah kamu aja sebisa kamu manggilnya" pasrah ashel.
Ashel bingung harus memulangkan anak ini kemana, toh ia sama sekali tidak tau alamat anak ini. Lagi pula, anak ini mana bisa menunjukkan arah jalan pulang.
"kamu kesini sama siapa?" tanya ashel namun kevin tak menjawab dan malah fokus dengan lolipop nya.
"Apin" panggil ashel.
"heum" sahut kevin.
"Kamu tadi kesini sama siapa?" tanya ashel.
"aden" jawab kevin.
"Aden? aden siapa coba" guman ashel.
"KEVIN" panggil seseorang dengan suara ngebas dari kejauhan.
"Aha adennn" girang kevin sambil menepuk-nepuk tangannya.
"Aduh vin, kamu adel cariin ko malah ngilang sih? Tadi adel suruh kamu tunggu disini kan" omel adel.
"nyam nyam" jawab kevin sambil menunjukkan lolipop nya pada adel.
"Ish kamu tuh ya, ini permen dari siapa coba. Makan sampe belepotan kaya gini" ucap adel sambil memangku kevin.
Ashel yang tak asing dengan suara itu pun nampak mengenalinya. Posisi ashel, membelakangi adel.
"Mba, makasih ya udah jagain adek saya" ucap adel.
Ashel berdiri dari duduknya kemudian berbalik badan menoleh ke arah adel.
"Kamu" kaget ashel saat melihat adel.
_________________________________________
Si kutub up setiap hari senin atau selasa ya
See you next part...