☡DILARANG MENGCOPY CERITA INI
☡CERITA INI MASIH BANYAK TYPO NYA!
☡JANLUP VOTE DENGAN MEMENCET BINTANG DI POJOK KIRI!
HAPPY READING
~♡~♡~♡~♡~♡~♡~
Kini, terlihat seorang gadis cantik tengah memakai mukenah nya, ia sedang melaksanakan sholat subuh.
Ia terlihat sendirian melaksanakan sholat subub itu, tanpa ada nya anggota keluarga maupun kekasih nya.
Wajah wanita itu terlihat lebih bersih, dan cantik memakai mukenah itu.
"Andai...gue engga lakuin semua itu sama nara.." lirih wanuta itu dengan meneteskan air mata.
"Gue pengen ketemu mereka, tapi gue takut, jika mereka usir gue disana."
Wanita itu pun tengah berpikir sekarang, akhirnya ia mendapat kan ide untuk menemui wanita yang ia maksud.
Yaitu sanara, atau biasa dpanggil nara.
"Halo? Bisakah kau melacak nomor?"
"Saya bisa nona."
"Hm tolong lacak nomor atas nama sanara putri marhadika sekarang juga."
"Baiklah nona, tunggu beberapa menit."
"Baiklah saya tunggu."
Wajah bahagia terlihat pada wanita itu.
Beberapa menit kemudian, oramg suruhan wanita itu mengirimkan pesan dan mendapat kan nomor sanara.
"Aaa akhirnya, bissmillah, semoga sanara engga marah lagi sama gue.." lirih wanita itu dengan menambahkan nomor pada kontak nya.
Ia pun segera mengechat nomor sanara.
Nara><
Hai, naraa apakah kita bisa bertemu?
06.05 PM
"Semoga, nara mau dan nerima ajakan gue, aminn.."
Disisi lain, nara kini tengah memandikan anak nya.
Ya walaupun masih terbilang pagi, memang ini yang sanara lakukan agar tidak lupa dengan tugas nya.
"Nah anak mama udah wangi." Ucap sanara dengan melilitkan handuk pada anak nya, dan menciumi nya dengan gemas.
Reyga, balita itu pun tertawa dan mencium balik sanara.
Tentu nya, sanara pun terkejut dengan itu, ia pun ikut tertawa dan membawa reyga di ranjang.
Dari memakaikan minyak telon sampai memakaikan baju untuk reyga.
"Nah anak mama udah ganteng deh, ayo kita ke bawah sama kakek."
Memang sanara kini berada dirumah ayah nya, namun ini ayah mertuanya.
"Ayah? Em bisaa gendong atau ajak reyga jalan-jalan dulu?"
Ayah mertuanya itu pun menoleh kepada sanara.
Dengan senang hati, ia mengendong cucu pertama nya.
"Boleh, memang nya kamu mau kemana?"
"Kan nara punya 2 bayi, tinggal 1 bayi lagi harus aku bangunin."
"Ah iya ayah lupa, ya sudah,ayah sama cucu ayah jalan-jalan dulu, oh iya mama kamu lagi ada urusan jadi katanya pulang nya habis duhur."
Ucap ayah mertua sanara dan pergi meninggalkan sanara yang sedang berada diruang tengah.
Ia pun kembali kekamar dan membangun kan suami nya, berharap suami nya ini bangun dan cepat cepat kekantor.
"Bangun elan, cepet ih." Ucap sanara dengan menggoyangkan tubuh elandra.
Dengan perasaan yang sedikit terganggu, elandra pun bangun ia terlihat lucu muka bantal dan tengah duduk.
"Mandi aku capek, mau duduk sebentar, capek."
"Humm, siapin baju nya nanti." Ucap elandra dengan sempoyongan.
Bruk!
"Awh! Ck sejak kapan rumah gue ada tembok." Ucap elandra dengan memegang jidatnya yang terbentur tembok.
Sanara pun tertawa melihat itu, suami nya benar-benar prik.
Tak lama ia mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal.
+62890******
Hai, naraa apakah kita bisa bertemu?
06.05 PM
Maaf ini siapa? Sebelumnya kita pernah kenal?
07.15 PM
Sanara kini tengah terheran heran dengan nomor tak dikenal itu.
Siapa kira kira nomor itu, dan siapa orang yang mengirimkan pesan padanya?
Ceklek
Terlihat elandra memakai handuk yang melilit d setengah badan nya.
Elandra melihat, sanara tengah kebingungan dan melamun.
Entah lah, mungkin ia tengah memikirkan kebutuhan rumah tangga, pikir elandra.
Elandra pun memakai kemeja polos putih dan jas hitam nya ia mendekati sanara dan melambaikan tangan nya didepan wajah istrinya.
"Nara?kamu kenapa?kok ngalamun sih?"
Sanara terkejut, dan menatap suami nya dengan tatapan takut.
"E-eum engga papa kok, cumaa kecapek an aja tadi."
"Beneran?engga bohong kan?"
Sanara pun mengelengkan kepala nya, "Engga kok, mau sarapan dulu?"
Elandra menggangukan kepala dan mengambil jam tangan yang berada dimeja hias. Ia pun memakai nya dengan berjalan menuju dapur dan segera menyusul istrinya.
"Nah selesai deh, susu stawberry dan roti selai coklat."
"Nara?" Teriak elandra dan sanara pun segera menjawab.
"Didapur!"
Elandra pun duduk di kursi dan segera memakan roti selai coklat nya serta susu strawberry nya.
"Maaf nya aku engga sempet masak, jadi aku buat roti selai."
"Engga papa kok, yang penting perut aku keisi sebelum bekerja."
Sanara tersenyum manis atas perkataan suaminya ini. Ia benar-benar bersyukur mempunyai suami sepertinya.
"Nara?nak ini reyga nangis, sepertinya dia ingin minum asi."
Ayah mertua sanara pun memberikan reyga pada sanara, sanara pun segera mengendong dan menenangkan anak nya itu.
"Sttt sayang,, kenapa kok nangis? Kan udah minum susu tadi."
"H-huaaaa...hiks..hiks..ma-mam..."
Sanara pun melihat jam yang sudah menunjukan pukul 07.45 artinya ini sudah waktu nya anak nya makan atau sarapan pagi.
"Ah iya aku lupa maaf yah, udah jadwal nya dia makan, hehehe."
"Iya udah kamu suapin reyga, ayah mau keluar ada urusan."
Ayah mertua sanara pun keluar dan menyalakan mobil. Elandra kini tengah menatap sinis anak nya.
Dasar bocil seneng banget ambil kesempatan.-batin elandra.
Sanara pun mendudukan reyga dikursi duduk khuss bayi. Ia segera membuatkan bubur sun untuk anak nya.
Reyga, bayi mungil itu yang awal nya tertawa melihat ayah nya kini mata nya berkaca-kaca.
Bagaimana tidak?elandra menatap anak nya tajam dan julid.
"Heh bocil doyan banget ganggu papa tau ngga?"
"Pa-pa je-lek!" Seru reyga dengan berkaca-kaca, elandra pun melotot mendengar ucapan anak nya itu.
"Heh kamu yaa dasar." Elandra mencubit pipi anak nya dengan sedikit keras, tentunya reyga pun menangis.
"Hu-huaaa ma-maa!"
Tangisan reyga pun terdengar oleh sanara, ia yang baru saja selesai dengan pekerjaan nya pun terkejut mendengar anak nya menangis ulah suami nya.
"Hey kenapa sayang?"
"Pa-pa na-kal!"
Elandra pun menjadi gugup ia segera menghabiskan susu nya dan segera berlari untuk berangkat kerja.
"Aku berangkat! Assalamualaikum!"
Bruk!
"Huh aman, oke mari kita selesaikan berkas." Elandra pun keluar dari rumah dan segera menyalakan mobil nya berjalan menuju kantor nya.
Sanara masih terbinggung sekarang, suami nya kenapa? Apakah dia takut dimarahi oleh nya?
"Walaikumsalam, ck padahal gue nanya ke reyga kok dia yang pergi?
Sanara tak pedulikan itu, ia pun menyuapi reyga dengan bubur sun. Tangisan reyga kini sudah tak terdengar.
~♡~♡~♡~♡~♡~
+62890******
Ini gue nar, lexxa bisakah kita bertemu?
10.01
Sanara yang membaca pesan itu pun terkejut, sudah berbulan-bulan ia tak mendengar kabar dari lexxa, kini lexxa mengirimi nya pesan yang ingin bertemu dengan nya.
Lexxa
Online
Ah ternyata lu, em baiklah, jam berapa?
10.02
Sorean aja, sekalian liat sunset oke?
📍lokasi
Itu, kita ketemuan disitu aja yang deket sama rumah mertua lu nar, see u ya!
10.04
Baiklah, gue kesana nanti sore, see u juga lexxa!
10.10
Sanara pun senang, akhirnya dia akan bertemu lexxa kali ini. Sudah lama mereka tak bertemu setelah kejadian itu. Dan kali ini allah mempertemukan mereka kembali.
"Tapi, apakah dia udah berubah?" Lirih sanara dengan memandang ponsel nya.
TBC.
hola aku back!
jangan lupa vote ya sesudah membaca!
hargai lah...
☡TYPO MASIH BANYAK
☡DILARANG MENGCOPY CERITA INI
SEE U NEXT PART!