Happy reading!!
.
...
.......
"Gue harus kasih pelajaran buat Wonyoung pokoknya!!" Ucap Sullyoon yang kesal kepada kedua temannya.
"Gue sih ikut aja" Sahut Haewon.
"Gue juga" Sahur Jinny juga.
"Jadi Lo beneran kemaren tuh mau di jodohin sama Haruto?" Tanya Haewon yang masih penasaran.
"Ck iya, Tapi ga jadi karena bokap nyokap gue tau Haruto udah punya pacar makanya di batalin perjodohan itu" Jawab Sullyoon dengan nada kesal.
"Gue kira ortu Lo bakal maksa kaya orang tua yang di film² gitu loh" Ucap Jinny sambil menopang dagu nya.
"Nyokap gue emang gitu orang nya ga mau maksa orang" Ujar Sullyoon malas..
"Heran deh gue nyokap sama bokap Lo orang baik, Tapi kok punya anak yang kelakuan nya Dajjal kek Lo sih" Ucap Haewon santai sambil memainkan ponsel nya.
"Maksud Lo?"
"Canda nyet serius amat"
Sullyoon hanya melirik Sullyoon sekilas "Tauah kesell gue kesell! Padahal itu satu² nya cara biar gue bisa dapetin haruto! Tapi gara² pacar sialan nya itu bikin gue ga jadi sama dia!"
"Lo berdua harus ikut gue kasih pelajaran ke Wonyoung!" Ucap Sullyoon sambil menunjuk kedua temannya.
"Boleh aja, Tapi kalo ada apa² kita ga tanggung jawab ya"
"Santai aja si sama gue"
....
Di kelas yang tumben emm maksud nya jarang sekali kelas itu tenang, Biasanya kelas Wonyoung itu sangat berisik apalagi kalo tidak ada guru seperti sekarang ini. Bahkan ketua kelas nya pun 11 12 kelakuan nya sama murid yang lain. Tapi sekarang tumben pake banget kelas itu tenang tentram dan damai Padahal lagi nggak ada guru, Tapi bagus lah Wonyoung jadi bisa menyandarkan kepalanya di atas meja dengan tenang.
Brak!
Nggak ada angin nggak ada hujan tiba² Liz menggebrak meja nya dengan Kencang membuat Wonyoung terkaget hingga membuka matanya.
"Gila Lo Liz! Kenapa si, Ganggu aja gue mau tidur!" Komplain Jungwon si ketua kelas yang kelakuan nya 11 12 dengan kera di kebun binatang, Yap bener memang tidak bisa kalem anak nya.
"Liz anjing gara² Lo gue kalah main Uno!" Kali ini komplain dari Suno.
"Apa hubungan nya sat!" Jawab Liz ikutan sewot.
"Ya gara² itu gue jadi salah nguarin kartu nya!"
"Derita Lo itu sih!"
Benar² baru saja Wonyoung memuji kelas nya yang tadi mendadak jadi tentram damai sejahtera sentosa Tapi seperti nya pujian itu ia tarik kembali, Dan sekarang Wonyoung benar² ingin pindah kelas. Pliss ia hanya ingin tidur dengan tentram!!.
"Cape ya nyong? Sama kok gue juga" Bisik Yujin yang kini tengah duduk di samping Wonyoung.
"Bacot!"
"Galak bener si Anjing, Gue aduin Haruto tau rasa" Ucap Yujin seolah olah mengancam.
"Ga peduli gue" Ketus Wonyoung.
"Permisi...."
Sontak membuat seisi kelas langsung menoleh ke arah pintu kelas.
"Emm a-anu Ka Wonyoung nya ada ga?" Tanya murid itu yang seperti nya itu adik kelas karena memanggil Wonyoung dengan embel² 'Ka'.
"Tuh nyong di cariin" Ucap Yuna.
"Woi Lo semua biasa aja liatin nya dong! Kesian tuh dia jadi takut begitu liat muka Lo pada yang nyeremin kek Bu Wendy!" Celetuk Yujin membuat mereka semua mengumpati nya.
Wonyoung berdiri dari tempat duduk nya dan mendekat pada adik kelas itu yang Wonyoung sendiri tidak mengenalnya.
"Kenapa nyari gue?"
"Kakak di cariin pacar kakak, katanya suruh temuin dia di taman belakang" Ucap Adik kelas itu yang sedikit gugup.
"Ooh oke makasih ya" Balas Wonyoung dengan tersenyum ramah.
"Sama sama ka"
'gue kira ka Wonyoung jutek, ternyata baik!' Puji adik kelas itu setelah meninggalkan kelas Wonyoung.
Wonyoung langsung buru² menuju taman belakang takut kalo nanti² Haruto menunggunya lama dan malah membuat nya marah, Bukan apa² Haruto kalo marah itu serem apalagi kalo udah masang wajah dingin nya!! Beuh yang ada malah bikin Wonyoung mleyot di tempat wkwk.
"Loh mana di Ruto katanya nungguin di sini" Gumam nya sambil melihat lihat ke arah lain.
"Apa gue di kerjain ya sama tuh adkel? Tapi masa iya sih segabut itu"
"Ruto!!" Teriak nya tapi tidak ada sahutan balik dari Cowok itu.
"Bukan Ruto kok yang manggil Lo tapi gue" Ucap Sullyoon yang entah dari mana sudah ada di depan Wonyoung dengan melipat kedua tangannya di depan dada, Dan tidak lupa di belakang nya itu terdapa dua dayang² nya.
'dih ni cewek kan yang suka caper itu Sama Ruto' Batin Wonyoung sambil menatap Sullyoon.
"Lo siapa? Gue ga kenal sama Lo"
Sullyoon tertawa remeh "Gue tau Lo kenal sama gue"
"To the point aja Lo mau ngomong apa sama gue?" Tanya Wonyoung malas.
"Udah si Yoon kasih tau aja biar dia cepet patah hati" Celetuk Haewon sambil tertawa dan di ikuti Jinny.
"Maksud Lo?"
"Sst Lo berdua diem aja" Ujar Sullyoon melirik sekilas kedua temannya.
"Mending Lo jauhin Haruto, Karen gue sama dia bakal tunangan" Ucap Sullyoon yang tentu saja berbohong ia hanya ingin membuat hubungan Wonruto hancur.
"Lo pikir gue percaya?" Jawab Wonyoung dengan senyum nya.
Dengan cepat Sullyoon menyodorkan ponselnya dan memperlihat kan kedua orang tua nya dan kedua orang tua Haruto yang sedang mengobrol.
Tentu saja foto itu Sullyoon foto diam² kemarin pas di rumah Haruto.
Wonyoung menatap ponsel Sullyoon dan kaget karena benar ada kedua orang tua Haruto ia melihat sakura dan Yuta yang tampak sedang berbincang di foto itu.
"Sekarang Lo percaya?" Wonyoung terdiam.
"Gini deh gue jelasin, bokap gue sama bokap nya Haruto itu temen bisnis jadi bisa aja mereka jodohin gue sama Haruto"
"Karena Lo udah tau jadi mendingan Lo jauhin Haruto karena cepat atau lambat Haruto juga bakal mutusin Lo" Tambah Sullyoon.
"Gue ga percaya sama Lo!" Sela Wonyoung sedikit menaikkan nada suaranya.
"Haduhh Lo tuh pala batu banget sih" Ucap Jinny.
"Mending Lo jauhin Haruto dari pada Lo makin sakit hati" Timpal Haewon yang memang sudah mereka rencanakan untuk memanas manasi Wonyoung.
"Gue bakal jauhin Ruto kalo bener Lo mau tunangan sama dia." Ucap Wonyoung dengan wajah datar nya lalu pergi meninggalkan ketiga orang itu.
Sullyoon tersenyum senang karena seperti Wonyoung terhasut oleh omongan Palsu nya.
"Hahahaa ngakak banget gue pas liat ekspresi Wonyoung mendadak sad gitu" Ucap Haewon.
"Sama anjir! Mau aja di bego begoin tuh orang" Timpal Jinny.
"Gimana? Lo udah puas belom?" Tanya Haewon pada Sullyoon.
"Belum sih, Tapi lumayan lah ya haha"
...
Wonyoung tidak langsung menuju kelas melainkan ia pergi ke Toilet Tau lah dia mau ngapain, Pasti nya Wonyoung nangis di toilet itu. Iya merasa di bohongin oleh Haruto karena tidak memberitahu nya dari awal.
"Hiks kenapa ga bilang coba" Ucap Wonyoung di sela² tangis nya.
"Ruto jahat tau ga...."
"Hiks!"
Beberapa menit kemudian Wonyoung langsung membasuh wajah nya yang sembab itu ia tidak mau sahabatnya curiga karena kalo sampai kedua sahabatnya tau bisa² Sullyoon langsung di labrak Liz dan Yujin.
"Lama banget Lo Nyong! Dari mana si?" Tanya Liz dengan tidak santai nya.
"Boker" Singkat Wonyoung yang sudah duduk di tempatnya.
"Mata Lo kok sembab gitu? Abis nangis Lo ya?" Tanya Yujin penuh curiga.
Wonyoung menggeleng "Gue cuma ngantuk"
"Ga tidur berapa hari si Lo? Sampe segitu ngantuk nya" Tanya Liz.
"Berhari hari."
"Iya aja"
Detik berikut nya Wonyoung menaruh kepala nya di atas meja dan memejamkan matanya ia berniat untuk menghilangkan ucapan² Sullyoon tadi.
"Wonn! Ada Cowok Lo tuh!" Teriak Yuna membuat Wonyoung lagi² teringat oleh Ucapan Sullyoon.
Haruto mendekat ke meja Wonyoung ia melihat gadis nya tengah memejamkan matanya sambil melipat kedua tangannya sebagai bantalan untuk kepala nya.
"Hei..."
"Ngantuk banget ya?" Tanya Haruto lembut sambil mengusap rambut Wonyoung.
"Ruto balik aja sana, Wony ngantuk" Usir Wonyoung yang sebenarnya gadis itu berniat untuk menjauhi Haruto meskipun sangat sulit.
Setelah 3 Minggu gue Hiatus akhirnya bisa up lgi hehe, tpi jujur smpe skrng jg gue masih blm bisa ikhlasin Mashidam:(( susah yaa wkwk.
Oiyaa sarann dong kalo kangen harus ngapain tanpa harus nangis😔?
Stay healthy smuanyaa!
VOTE NYA JANGAN LUPA!!
Makasiee