Into You -yeonbin✔

De starlighttt-

583K 67.8K 5.8K

Soobin hanya berpikir jika Yeonjun datang ke rumahnya itu karena berteman dengan kakaknya dan menjahilinya, b... Mais

Prologue.
2. Birthday.
3. Rose.
4. Proposal.
5. Plan.
6. Triangle.
7. Ring.
8. Date.
9. Proof.
10. Past.
11. Fight.
12. Feeling.
13. Ex.
14. Choice.
15. Believe.
16. Little Things.
17. Night.
18. Breakfast.
19. Bouquet.
20. Fact.
21. Letter.
22. Friends.
23. Obsession.
24. Sorry.
25. Smile.
26. Flowers.
27. Wedding.
28. Love.
29. Home.
30. Us.
31. Clothes.
32. Call.
33. Fallin.
34. Talk.
35. Flight.
36. Honeymoon.
37. Gift.
38. Thanks.
39. Card.
40. Meet.
41. Library
42. Photo.
43. Girls.
44. Sick.
45. Weird.
46. Happy.
47. Kidding.
48. Angry.
49. Jealous?
50. Sensitive.
51. Holiday.
52. Stop.
53. Catchy.
54. Selfish.
55. Mood.
56. Priority.
57. Family.
58. Into Me.
59. Senior.
60. Enchanted.
61. Name.
62. Cosplay.
63. Comes.
64. Finally.
65. Happiness.
66. Rampage.
67. Always Together -END.

1. Hope.

14.2K 1.4K 156
De starlighttt-

Inspiration song : Into You - Ariana Grande.

***
Suasana rumah tanpa sunyi dan Soobin suka dengan hal ini, kakaknya dan teman-teman kakaknya itu pergi entah kemana.

Gak peduli juga asal jangan buat ribut saja di rumah, jadi Soobin bisa fokus dengan revisinya lagi.

Dengan di temani cemilan yang ada di dekatnya, dia sudah gak peduli dengan berat badannya yang terus naik.

Dirinya stress bukannya menjadi kurus malah menjadi gendut karena Soobin kan suka makan.

Orang-orang jika sedang stress itu suka ada di dua fase, pertama, gak nafsu makan, kedua, ya kerjanya makan terus, nah Soobin ada di fase kedua.

Mamanya juga setelah pergi ke kondangan anak temannya gak berniat pulang, pasti sedang bergosip atau belanja bersama teman-temannya yang lain.

Kalau papanya sedang ada di luar kota karena ada kerjaan di sana, Soobin juga sudah terbiasa untuk hal itu.

"Awas aja kalau masih di suruh revisi lagi," ucap Soobin saat melihat hasil revisinya sekali lagi.

Gak tau apa kantung matanya sudah bewarna hitam menandakan dirinya sudah capek sekali dengam kehidupan perkuliahan yang gak ada ujungnya.

Memang sih belum ada dari salah satu temannya yang lulus, tapikan buat apa Soobin mengikuti temannya yang mengundur-undur waktu.

Dia mau cepat selesai agar segera bekerja sama seperti kakaknya, itu saja tujuannya.

Tapi Soobin sadar sih jika bekerja akan lebih membuat stress di banding kuliah.

Di marahin dosen masih biasa saja di bandingkan di marahin oleh atas saat kerja nanti.

Soobin meletakkan kepalanya di atas meja ruang tamu, pusing sendiri memikirkan tentang kerja, sekarang dirinya mengantuk, rasanya mau tidur sebentar saja, 30 menit juga cukup untuk istirahat sebentar.

Mata Soobin baru saja mulai terpejam sebentar sebelum dirinya langsung terlonjak kaget ketika ada sesuatu yang dingin menempel di pipinya.

Lalu dirinya juga di sambut dengan tertawaan oleh orang-orang di sekitarnya.

Mata Soobin menoleh kearah Yeonjun, kakaknya, dan teman-teman kakaknya yang lain sedang memperhatikannya.

Dan yang dingin tadi adalah gelas berisikan minuman yang berada di Yeonjun saat ini.

"Apa sih? Gak bisa banget gak ganggu orang, buat kesal saja," protes Soobin yang kesal itu, apalagi raut mukanya tampak sekali kelihatan capek.

Yoobin menoleh kearah adiknya yang tampak mau menangis itu.

"Eh sudah jangan di ganggu, dia butuh waktu sendiri," ajak Yoobin yang mengajak teman-temannya untuk ke taman belakang saja.

Lagipula mereka tadi pergi hanya untuk beli makanan dan minuman lalu kembali lagi ke rumah mengingat cuacanya mau hujan.

Soobin mendecih sambil mengucek kasar matanya yang terasa pedas saat ini, ngantuk parah.

Dia itu mengantuk bukan mau menangis, walaupun sebenarnya dia capek sekali memang.

"Apalagi?" tanya Soobin dengan nada suara tinggi ketika melihat ada Yeonjun yang menghampirinya lagi.

"Biasa aja kali, dek," balas Yeonjun yang biasa saja mendengar bentakan Soobin tadi.

Baiklah, sepertinya gak ada waktu menjahili Soobin yang sedang badmood sekali saat ini.

Soobin menatap kearah gelas plastik berisikan minuman dan juga roti yang diletakkan di meja.

Matanya melirik sekilas kearah Yeonjun yang menaruhnya di sana.

"Di makan, jangan makan cemilan doang, yang ada kamu tambah gendut nanti," suruh Yeonjun yang membuat Soobin kesal sendiri mendengar ejekan Yeonjun barusan.

Lalu tangannya menunjuk kearah layar laptopnya, tampak mengarahkan jarinya ke salah satu kalimat di sana.

"Ini kalimatnya terlalu boros kata, nanti pasti di suruh revisi lagi, cari yang lain," ucapnya sebelum berjalan pergi meninggalkan Soobin yang menatap kearah kalimat yang setelah dibaca kembali memang sangat boros kata.

Soobin menoleh kearah belakangnya, "Kak."

Yeonjun yang sudah jauh namun masih bisa mendengar panggilan dari Soobin barusan.

Lalu Yeonjun menoleh dengan tatapan bertanya.

"Thanks," lanjut Soobin yang langsung menoleh kearah layar laptopnya lagi.

Yeonjun hanya memutarkan kedua bola matanya sambil berjalan pergi sebelum Soobin mulai memakan roti yang ada di atas meja tersebut.

Saat dia berjalan kembali ke taman belakang, matanya melihat teman-temannya malah berjalan masuk ke dalam rumah karena hujan deras.

"Ke ruang tamu aja, tapi jangan berisik, Soobin lagi sensitif," ajak Yoobin yang saat ini malah takut sama adiknya sendiri.

Semuanya menurut dan berjalan kearah ruang tamu.

Mata Soobin bisa memperhatikan teman-teman kakaknya yang sudah berkumpul di ruang tamu namun dalam kondisi diam.

Bagus deh kalau mereka tau adab, mereka itu tamu, janganlah buat keributan di rumah orang.

Lalu matanya melirik sekilas kearah kakaknya yang duduk di sebelah Yeonjun, cowok itu tampaknya memang berniat mendekati kakaknya.

Ah, tanpa di dekati juga, kakaknya itu sudah suka duluan dengan Yeonjun.

Masih dengan harapannya tadi, dia berharap kakaknya gak jadian sama Yeonjun apalagi menikah, sudah itu saja harapannya saat ini untuk kakaknya.

Soobin masih merevisi kalimat tadi dengan kalimat yang gak boros kata, sesekali melirik kearah teman-teman kakaknya yang ngomongnya seperti berbisik itu.

Dirinya langsung menutup layar laptopnya dan suasana di ruang tamu ini langsung berubah menjadi heboh, sialan sekali bukan?

Bodoamat deh, dirinya lebih baik memilih membawa laptopnya sekaligus gelas berisikan minumannya untuk ke kamar saja.

Roti yang diberikan oleh Yeonjun juga sudah habis, lagian rotinya enak, lain kali dia akan beli sendiri ke sana.

"Mau kemana, bin?"

"Kamar."

"Disini saja, lagian kamu mau ngapain di kamar, sendirian gitu, enakan juga disini," ucap kakaknya yang membuat Soobin sewot sendiri.

Dirinya mau tidur tau, lumayan bukan dia bisa tidur, apalagi gak ada mamanya, puas banget pasti dia tidur.

"Ngantuk."

"Tapi mama mau pulang sebentar lagi."

Saat mendengar itu Soobin reflek langsung, meletakkan laptopnya ke meja dan dirinya memegang gelas berisikan minumannya itu.

"Gimana rotinya tadi? Enak?" tanya Yoobin saat menyadari roti untuk Soobin sudah habis.

"Enak, aku akan beli lagi nanti."

"Itu dipilihin oleh Yeonjun sih," ucap Yoobin sambil tersenyum kearah Yeonjun lalu kembali menatap kearahnya.

"Oh, gak jadi, rotinya gak enak," balas Soobin yang membuat orang-orang disini hanya diam.

Soobin gak akan pernah akrab sama Yeonjun, kelihatannya sih begitu.

Yeonjun yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, adik temannya itu tentu saja akan selalu bertingkah seperti itu.

Mata Soobin melihat ekspresi kakaknya yang hanya tersenyum kecil di sana, kakaknya itu mau membuatnya akrab sama Yeonjun atau gimana?

Jangan berharap deh, dia gak mau akrab sama buaya satu itu, awas aja membuat kakaknya sakit hati oleh cowok itu.

"Daripada ribut masalah roti, sini aku lihat revisianmu," tawar Yeonjun yang membuat Soobin mengernyitkan alisnya, buat apaan tuh cowok menawarkan diri begitu.

"Buat apaan?" tanya Soobin yang sudah curiga duluan ke Yeonjun.

Cowok tampang buaya dan berandalan begitu mana mungkinlah paham dengan skripsinya.

"Tuh cowok dulu asisten dosen, terbukti pas skripsian dulu, dia minim revisi, mukanya aja berandalan, otaknya mah lancar," balas salah satu teman kakaknya membuat Soobin masih menatap heran kearah Yeonjun.

Gak meyakinkan sekali, yakin tuh cowok dulunya asdos? Soobin pada akhirnya mengulurkan laptopnya kearah Yeonjun.

Dan lagi-lagi dia bisa melihat kakaknya itu dekat sekali dengan Yeonjun, bahkan saling bicara juga di sana.

Sialan, gimana kalau mereka pacaran coba, membayangkannya saja Soobin sudah gak mau duluan.

Jangan sampai pacaran deh, kakaknya nanti akan mendapatkan yang lebih baik dari Yeonjun.

Tbc.

Karena book baru selalu ada idenya, makanya aku update langsung saja:)

Semoga suka ya, vote dan komen jangan lupa.

Sampai jumpa di part selanjutnya.
























Salam,







Anaknya Taekook.

Continue lendo

Você também vai gostar

121K 16.2K 30
Dari satu interaksi membuat mereka menjadi saling kenal dan juga saling menyukai satu sama lain. #1 in yeonbin || 020223 #1 in yeonjun || 060323 ➡️14...
347K 47.7K 53
Yeonjun miskin, Soobin kaya. Lalu, mereka berdua akan membuat sebuah surga bersama, yang isinya cuma mereka berdua. #1 in yeonjun || 050422 #1 in soo...
1M 132K 64
Hanya kisah dari Soobin yang sendirian karena dibully dan kakak kelasnya yang menjadi pacarnya secara tiba-tiba tanpa pendekatan apapun, jangan lupak...
338K 41.6K 40
Hanya satu kelemahan dari Soobin, kalo dia bohong pasti mukanya akan memerah. #1 in Yeonbin || 270819 #1 in Taegyu || 070320 ➡️17.03.19 29.06.19⬅️ ©2...
Wattpad App - Desbloqueie funcionalidades exclusivas