Yuusuatouri: Founder III

By LegendaNgawur

1.2K 605 206

Setiap dunia gelembung memiliki keunikannya masing-masing dalam segi sejarah dan juga cerita yang terkandung... More

Chapter 2401 - Useless
Chapter 2402 - Jantung untuk Kesembuhan Dirinya
Chapter 2403 - Perjuanganku Tidak Dihargai
Chapter 2405 - Semuanya akan Menerima Kerendahan
Chapter 2406 - Orang Asing di Matanya
Chapter 2407 - Dimanapun itu Selalu diberikan Perlindungan
Chapter 2408 - Kasus Besar dengan Harga yang Besar juga
Chapter 2409 - Terpisahkan
Chapter 2410 - Mengecil
Chapter 2411 - Mimpi yang Terkabulkan
Chapter 2412 - Identitas yang langsung Diketahui
Chapter 2413 - Keluarga itu Berarti Baginya
Chapter 2414 - Menginginkan Keturunan
Chapter 2415 - Kejadian Paling Mengerikan
Chapter 2416 - Keanehan Versi Lain
Chapter 2417 - Ratu dan Putri
Chapter 2418 - Pembalasan dapat Menghasilkan Kecanduan
Chapter 2419 - Tidak ada yang Namanya Superhero dan Supervillain
Chapter 2420 - Menjelajahi Ingatan
Chapter 2421 - Merendahkan Suatu Keturunan
Chapter 2422 - Obat yang Harus Dia Rasakan
Chapter 2423 - Ingatan yang Aneh
Chapter 2424 - Beban Tambahan
Chapter 2425 - Semua Keturunannya harus Dibinasakan
Chapter 2426 - Bangun kembali pada Kenyataan
Chapter 2427 - Lebih Baik Membunuhnya Saja
Chapter 2428 - Masalah tentang Dirinya
Chapter 2429 - Mengetahui Versi yang Lain
Chapter 2430 - Kulakukan Demi yang Terbaik untuk Kedepannya
Chapter 2431 - Keluarga Sehat dan Palsu
Chapter 2432 - Setengah Kenyataan itu adalah Kebohongan
Chapter 2433 - Dia juga Memperjuangkan Kepercayaan Dirimu
Chapter 2434 - Eldritch yang Diperkuat Ilmu Hitam
Chapter 2435 - Menuju Celah yang Terbuka
Chapter 2436 - Dunia Gelembung yang berada Dalam Posisi Rendah
Chapter 2437 - Keseimbangan dan Kesederhanaan dalam Segalanya
Chapter 2438 - Nasehat dari Senior
Chapter 2439 - Kau harus Mengeksekusinya Sendiri
Chapter 2440 - Pertemuan dalam Keadaan Berbahaya
Chapter 2441 - Kita Mengetahui yang Terbaik untuk Cucu kita Sendiri
Chapter 2442 - Jalan Keluar dari Hasil Kombinasi
Chapter 2443 - Dimanakah Kepercayaan dan Kebohongan itu
Chapter 2444 - Mertua dan Menantunya
Chapter 2445 - Tidak Pernah Merasakan Lampiasan itu Lagi
Chapter 2446 - Yang Ingin Aku Rasakan
Chapter 2447 - Tidak ingin Bangun
Chapter 2448 - Bukannya Kebahagiaan itu Simpel?
Chapter 2449 - Menantu Melawan Mertuanya
Chapter 2450 - Semua ini Adalah Kesempurnaan Suatu Nilai
Chapter 2451 - Naskah yang Mengerikan
Chapter 2452 - Merasakan Apa yang Dirasakan Versi Lain
Chapter 2453 - Bertarung Seperti Ayahnya
Chapter 2454 - Neutron Death
Chapter 2455 - Kau tidak akan Bisa Merendahkan Siapapun
Chapter 2456 - Kau tidak Pantas Memiliki Shinichi
Chapter 2457 - Niat yang Kuat untuk Membunuh Mertua
Chapter 2458 - Akan Aku Rebut Paksa Cintaku
Chapter 2459 - Tidak Berdaya di Hadapan Menantu Durhaka
Chapter 2460 - Kematian yang Terus Mendekati
Chapter 2461 - Hanya kau yang Bisa Memperjuangkan Masa Depan
Chapter 2462 - Dia adalah Gadis yang sangat Hebat
Chapter 2463 - Tidak Perlu Mendengarkan Orang Lain
Chapter 2464 - Hanya Ibu Sendiri yang Bisa Dipercaya
Chapter 2465 - Memperebutkan Pria yang Dicintai
Chapter 2466 - Dark Rune Sphere
Chapter 2467 - Kesakitan Kekal
Chapter 2468 - Apakah Kau ingin Diatur juga?
Chapter 2469 - Aku akan Selalu Menyayangimu
Chapter 2470 - Soul Link
Chapter 2471 - Mengambil Sudut Pandang Lain
Chapter 2472 - Naskah Masa Depan
Chapter 2473 - Ini adalah Jalan Kehidupanku!
Chapter 2474 - Aku, Shinichi, Seorang Anak Durhaka
Chapter 2475 - Naskah yang Hancur Total
Chapter 2476 - Kehancuran dan Kekacauan adalah Makanan
Chapter 2477 - Rencana Kita Gagal Total!
Chapter 2478 - Invasi Total
Chapter 2479 - Cinta yang Palsu dan Penuh Kebohongan
Chapter 2480 - Pemikiran Licik
Chapter 2481 - The Celestial Dark Elf
Chapter 2482 - Queen of Hell Vs The Celestial Dark Elf
Chapter 2483 - Pertarungan Dahsyat untuk Memperebut Cinta
Chapter 2484 - Sampai Merebutnya!
Chapter 2485 - Menuju Naskah yang Dianggap Buruk
Chapter 2486 - Terasa Damai
Chapter 2487 - Tahu Siapa yang Cocok Dijadikan Senjata
Chapter 2488 - Memanipulasi Gadis yang Masih Kecil
Chapter 2489 - Jangan Panggil Aku Anak Kecil
Chapter 2490 - Imajinasiku
Chapter 2491 - Tidak Perlu Munafik
Chapter 2492 - Kesucian dalam Kesederhanaan
Chapter 2493 - Sampai yang Bertahan Menang
Chapter 2494 - Mampu Bertahan sebagai Manusia
Chapter 2495 - Tidak Ingin Kembali untuk Merasakannya
Chapter 2496 - The Omega
Chapter 2497 - Tidak ada lagi Rasa Hormat
Chapter 2498 - Kita Selesaikan Dengan Baik Setelah Ini
Chapter 2499 - Hanya satu Serangan
Chapter 2500 - The True Abomination
Chapter 2501 - Betapa Menyenangkannya
Chapter 2502 - Kehormatan untuk yang Gugur
Chapter 2503 - Keguguran Seorang Anggota
Chapter 2504 - Kenyataan Perlu Dibangun dengan Baik
Chapter 2505 - Masalah seperti Pohon Bercabang
Chapter 2506 - Nasehat seorang Council
Chapter 2507 - Manusia Dibalik Semua Ini
Chapter 2508 - The Councils of Celestial
Chapter 2509 - Tugas para Councils
Chapter 2510 - Sudah Saatnya Bertindak sebagai Celestia Being!
Chapter 2511 - Homunculus
Chapter 2512 - Kita Bertindak Sekarang Juga!
Chapter 2513 - Semua Orang Memiliki Pandangannya Sendiri
Chapter 2514 - Mengeksekusi Celestial Human
Chapter 2515 - Usahakan untuk Tidak Membunuhnya Dulu
Chapter 2516 - Tertangkap karena Pelanggaran
Chapter 2517 - Hukuman untuk Meringankan Pelanggaran
Chapter 2518 - Gladiator
Chapter 2519 - Aku tidak Ingin Kau Dicintai oleh Gadis Lain
Chapter 2520 - Superiority Order yang Berbeda
Chapter 2521 - Pertarungan Gladiator yang Brutal
Chapter 2522 - Pertumpahan Darah untuk Harta
Chapter 2523 - Pengganti Dirimu
Chapter 2524 - Tujuan yang Belum Tersampaikan
Chapter 2525 - King of Black Kingdom
Chapter 2526 - Kerajaan yang Dipertaruhkan
Chapter 2527 - Aku tidak ingin Menjadi Raja
Chapter 2528 - Kerajaan yang benar-benar Kacau
Chapter 2529 - Kerajaan ini sudah Tidak Tertolong lagi
Chapter 2530 - Tidak Semuanya Buruk
Chapter 2531 - Kerajaan yang akan Diambil Alih
Chapter 2532 - Bersiaplah untuk Menghadapi Kekerasan
Chapter 2533 - Pangeran baru telah Tiba
Chapter 2534 - Membangun Kerajaan yang Lebih Baik
Chapter 2535 - Memulai Kehidupan Baru sebagai Raja
Chapter 2536 - Untuk Membuatnya Lebih Menarik
Chapter 2537 - Semakin Dikenal
Chapter 2538 - Bertemu Kembali dengan Orang Tua
Chapter 2539 - Mengatasi Sesuatu Lebih Cepat dan Simpel
Chapter 2540 - Lebih Kasar dan Mengerikan
Chapter 2541 - Lebih Cepat Berbaikan
Chapter 2542 - Saling Memaafkan
Chapter 2543 - Menahannya Beberapa Hari
Chapter 2544 - Rasa Trauma yang Sulit Disingkirkan
Chapter 2545 - Miskin
Chapter 2546 - Keuntungan yang Kita Dapatkan
Chapter 2547 - Naga Bersejarah
Chapter 2548 - Hanya mendengar Namanya Saja
Chapter 2549 - Proses yang Kita Lalui di dalam Sana
Chapter 2550 - Kekuatan Militer Kita
Chapter 2551 - Persenjataan dan Perlengkapan Kita
Chapter 2552 - Beberapa yang Layak jadi Kesatria
Chapter 2553 - Pasukan baru untuk Nanti
Chapter 2554 - Ide Cemerlang Sang Raja
Chapter 2555 - Hiburan Mendebarkan
Chapter 2556 - Kenyataan Disebut Hiburan
Chapter 2557 - Jatuh Sakit
Chapter 2558 - Menjadi Shinichi
Chapter 2559 - Memanfaatkan Tubuh Shinichi
Chapter 2560 - Reputasi yang Hancur
Chapter 2561 - Dibalas dengan Tantangan
Chapter 2562 - Satu Lawan Satu
Chapter 2563 - Hanya ingin Nama Buruk yang Dibersihkan
Chapter 2564 - Kerajaan yang Semakin Dikenal
Chapter 2565 - Apakah ini Puncak Masalahnya?
Chapter 2566 - Stres Besar
Chapter 2567 - Tidak ada Waktu untuk Putus Asa
Chapter 2568 - Waktunya Membuka Gladiator!
Chapter 2569 - Agar Terlihat Tidak Mengambil Keuntungan
Chapter 2570 - Semuanya Kita Lakukan dengan Penuh Usaha
Chapter 2571 - Selama Masih ada Waktu Kualitas
Chapter 2572 - Tali
Chapter 2573 - Bergantian
Chapter 2574 - Rasa Lelah hilang dengan Cinta
Chapter 2575 - Aku ingin Kebahagiaan ini Tidak Berakhir
Chapter 2576 - Tidak Semudah yang Diperkirakan
Chapter 2577 - Lakukan Apapun demi Keberhasilan
Chapter 2578 - Masalah Lama dapat Menyelesaikan Masalah Baru
Chapter 2579 - Aku Berhenti menjadi Pangeran
Chapter 2580 - Aku tetap Gagal
Chapter 2581 - Mengamankan Sesuatu dalam Perang
Chapter 2582 - Fisik dan Tenagaku
Chapter 2583 - Kehilangan dari Sisi yang Berbeda
Chapter 2584 - Apakah Masih ada Opsi Lain untuk Bisa Melawannya?
Chapter 2585 - Aku Hanya Membutuhkan Satu Benda Darimu
Chapter 2586 - Hanya Sebuah Pengalihan Kecil
Chapter 2587 - Kemunculan yang Bertambah Lagi
Chapter 2588 - Tamu yang Tak Diundang
Chapter 2589 - The Lost King's Tragedy
Chapter 2590 - Apa yang Terjadi Setelah Drama Itu
Chapter 2591 - Masalah yang Belum Terselesaikan Berdatangan
Chapter 2592 - The Anti Authority
Chapter 2593 - Sudah Terlambat untuk Mengubahnya
Chapter 2594 - Puncaknya Cabang Masalah
Chapter 2595 - The Council akan Mengurusnya
Chapter 2596 - Sang Ketua bertemu dengan Sang Pangeran
Chapter 2597 - Buktikan Jika Kau Layak untuk Berada Dalam Kenyataan
Chapter 2598 - Hak Milikku Semua
Chapter 2599 - Mencabut Semuanya dari Kenyataan
Chapter 2600 - Sampai di Titik ini Saja

Chapter 2404 - The Reaper

5 4 0
By LegendaNgawur

Shuan menghabiskan keseluruhan tubuh Kou dengan memakannya, dia tidak memperlihatkan emosi apapun setelahnya bahkan menangis saja tidak bisa.

Yang dia rasakan saat ini hanyalah sebuah kenikmatan, namun ia tidak bisa menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik karena tubuhnya dapat merasakan sesuatu tang tidak bisa disamakan seperti sebelumnya.

Rasanya dia ini adalah seorang arwah yang berkeliaran, memakan apapun demi bisa mengembalikan tubuh ya ke awal semula.

Tetapi Shuan bisa merasakan kedekatan dirinya dengan Kou, seperti tali yang mulai terikat dengan sangat ketat hingga dirinya selalu saja tahu Kou selalu ada di dalam tubuhnya.

Shuan hanya menyisakan otaknya saja dimana dia mengetahui otak milik Kou adalah sesuatu yang bisa dibilang sangat berbahaya.

Berbahaya dalam arti sumber kekuatan dan juga kemampuan yang tak terbayangkan di dalamnya dimana ia pernah melihat dirinya bertarung tanpa harus menggerakkan tubuhnya.

Memanipulasi pikiran yang berada di luar logika itu sendiri, tidak terdapat dalam suatu batasan tertentu hingga Shuan merasakan dorongan penuh untuk menghabiskan sisanya.

Shuan memakan otak itu dengan sekali gigitan hingga kedua matanya langsung bersinar cerah sampai dirinya dapat merasakan sesuatu yang begitu enteng di dalam pikirannya.

Kedua telinganya menangkap suara Kou yang menyemangati dirinya untuk tetap maju, ia juga langsung memberikan suatu izin yang begitu jelas...

Izin untuk memilih jalan apapun demi bisa meraih keinginannya sendiri, sebagai Legenda pelarian yang hanya mementingkan dirinya sendiri agar bisa memperlihatkan hasilnya kepada semua orang.

Beberapa menit kemudian, Korrina memasuki ruangan itu dengan ekspresi yang terlihat ketakutan.

Penglihatannya tidak mempercayai apa yang baru saja dia lihat, kamar Kou yang dipenuhi dengan dekorasi indah yaitu warna-warni telah dikotori dengan banyak sekali warna merah dari darah.

Korrina menutup mulut dan hidungnya sendiri karena aroma di dalam kamar Kou tidak bisa ditahan sama sekali, pada akhirnya dia tak sengaja muntah ketika melihat Shuan yang sedang mengambil sisa dari daging Kou.

"A-Apa yang...!? Apa yang telah kau lakukan...!?"

Shuan langsung mengangkat tangannya ke atas sehingga keseluruhan tubuh Korrina langsung berada dalam kendalinya seketika.

Dikarenakan dia sudah tidak memiliki apapun dalam dunia itu, yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah memberikan beberapa percobaan pada kekuatan barunya itu.

Pengangkatan tangan yang dia lakukan oleh dirinya itu sebenarnya tidak diperlukan karena apa yang dia pikirkan saat ini langsung terealisasi secara langsung di hadapannya.

Yang dipikirkan oleh Shuan adalah kesendirian dimana ia tidak ingin diganggu, dan ketika Korrina datang untuk melepaskan amarahnya.

Dirinya tidak bisa mengeluarkan suara apapun yang dapat mengganggu Shuan, "The Mind..."

"...jadi seperti ini kemampuan dengan mekanisme yang tinggi itu." Shuan langsung menarik Korrina secepat mungkin.

"Tanggung jawabmu sebagai seorang Ibu... sangat menyedihkan..."

"Kau sendiri bahkan tidak bisa menjaga dirinya..."

"...sekarang anakmu sudah menerima kedamaian yang dia butuhkan karena diriku."

Shuan memejamkan kedua matanya hingga keseluruhan tubuh Korrina langsung pecah sampai memenuhi ruangan itu dengan darah tambahan.

Dikarenakan sekarang ia mendapatkan kemampuan sehebat itu, Shuan memutuskan untuk mengasahnya lebih jauh lagi dimana ia langsung melanjutkan perbuatannya itu.

Perbuatan yang bisa dibilang sama seperti sebelumnya yaitu seorang buronan, hanya saja sekarang dia akan memperlihatkan dirinya secara langsung.

Shuan memanfaatkan The Mind sepenuhnya hingga ia tidak perlu membutuhkan beberapa hari untuk menaklukkan semua alam semesta yang ada di dalam Touriverse.

Satu per satu berada dalam kendali Shuan dimana pengendalian yang dia lakukan itu demi bisa merendahkan mereka semua agar bisa merasakan perasaan yang sama ketika dirinya direndahkan.

The Mind berhasil Shuan kuasai hanya dengan menghabiskan waktu satu hari saja, dia juga tentunya mendapatkan tuntunan dari suara Kou yang selalu ia dengar.

Dengan kemampuan seperti itu, Shuan meyakinkan dirinya bisa melakukan apapun sampai ke sebuah titik dimana ia mengunjungi dunia gelembung berbeda.

Semakin lama dia memiliki The Mind, semakin banyak juga informasi baru yang dia terima hingga ia sendiri tahu bahwa dunia yang ditinggali oleh dirinya tidak begitu cukup baginya untuk terus direndahkan.

Ketika ia berencana untuk pergi meninggalkan dunia gelembung itu, ia masih mengingat Rokuro dan juga beberapa kenalannya yang belum direndahkan.

Shuan mengepalkan kedua tinjunya itu dimana ia langsung terbang ke atas langit hanya untuk diberhentikan oleh sesosok makhluk kegelapan yang muncul tepat di hadapannya.

Tubuh Shuan berhenti dengan sendirinya karena ia sendiri tahu sesosok makhluk yang muncul di hadapannya itu sangat kuat, "Tidak cukup..."

"Kau masih harus menguasai dunia gelembung ini terlebih dahulu dengan membayar sesuatu yang belum kau bayar dengan nyawa dan harga dirimu sendiri."

"Aku melihat dirimu..."

"Kau berpotensi..."

"Potensi yang ada di dalam dirimu itu cukup menjanjikan karena tekadmu yang sudah direndahkan oleh mereka semua."

Shuan mengepalkan kedua tinjunya, ia ingin mempengaruhi makhluk tersebut tetapi efeknya malah terbalik sampai ia sendiri yang menerima pengaruh itu.

Ia langsung meraba kepalanya sendiri dengan ekspresi yang terlihat kesakitan, Shuan menatap makhluk itu yang mulai menampakkan dirinya sendiri sampai tubuhnya terlihat sangat mengerikan.

Dari kulitnya saja ia terlihat seperti sangat kering, wajahnya saja dapat dideskripsikan sebagai seorang pria tua yang sudah sangat tua dimana hanya keriput yang bisa dia lihat.

Pria tua itu langsung mengusap janggutnya sendiri yang berwarna putih lalu ia mengajak Shuan ke dalam sebuah ruangan yang dipenuhi dengan kegelapan.

Shuan dapat merasakan banyak sekali arwah yang beterbangan di sekelilingnya itu, "Dia melihat dirimu sebagai seseorang yang cukup unik..."

"Siapa yang kau maksud dengan dia...?"

"Superiority Order. Kau telah dipilih sebagai seseorang yang sangat istimewa dari segi mistis dan spiritual." Jawab pria tua itu secara langsung.

Shuan mengerutkan dahinya, "Aku tidak mengenalnya..."

"Tentu saja. Tidak ada yang mengenal siapa Superiority Order sepertinya."

"Tetapi The Mind dalam dirimu bisa memberikan jawabannya."

Shuan melebarkan kedua matanya, dia ditimpa dengan banyak sekali informasi tambahan yang muncul dengan sendirinya dimana ia langsung teriak ketakutan.

Pria tua itu mulai memindahkan kedua lengannya ke belakang selagi memperhatikan Shuan yang terus melepaskan banyak sekali jeritan sampai ia mencakar wajahnya sendiri hingga hancur.

Informasi mengenai Superiority Order sangatlah rahasia, mengetahuinya sedikit saja dapat membuat seseorang gila.

Pria tua itu datang memberitahu Shuan bahwa dia adalah seorang utusan yang diturunkan untuk memberikan puncak potensi bagi seseorang yang mampu membuat Superiority Order tertarik.

Dikarenakan pesan itu sudah tersampaikan secara langsung ke dalam pikirannya, yang perlu dilakukan oleh pria itu hanya mengeluarkan sebuah cincin.

"Derajatmu telah dinaikkan berkat dirinya, dan sekarang kau bisa memperlihatkan kepada mereka secara langsung apa arti dari kerendahan yang sebenarnya."

"Jika kau memang adalah orang yang sangat rendahan, kenapa tidak membuat mereka sebagai salah satu darimu hanya saja lebih buruk?"

Pria tua itu langsung mencabut sesuatu di dalam dadanya sendiri hingga mengeluarkan semacam aura putih yang mengandung esensi spiritual dan juga mistis.

Semua itu langsung dipindahkan secara instan kepada Shuan dengan melemparnya sampai ia langsung melepaskan raungan yang sangat keras.

Tubuhnya mulai membesar dalam sekejap tetapi kembali semula, rambutnya mulai berubah menjadi warna putih sampai memanjang.

Penampilannya mengalami perubahan total dimana kedua matanya langsung memecahkan sedangkan mata satunya lagi tertutup dengan penutup mata untuk menghalangi sesuatu.

"Merasa terhormat, kau harus."

"Itu adalah sebuah hadiah dari Superiority Order itu sendiri yang mengakui dirimu."

"Dia mengharapkan banyak sekali hal darimu, semoga saja kau tahu jalan yang sebenarnya untuk menggunakan berkah itu."

Shuan menatap kedua telapak tangannya itu, lagi-lagi dia menerima tambahan kekuatan yang sangat bermanfaat untuk dirinya sendiri ke depan.

"Aku harap kekuatan instan itu tidak menjadi bermasalah bagi dirimu."

"Hmph... Legenda pelarian sudah seharusnya tidak mementingkan apa itu latihan atau perbedaan antar harga diri..."

"...yang terpenting adalah Legenda itu bisa mendapatkan apa yang selama ini diinginkan."

Pria tua itu mendekatinya lalu ia memperlihatkan cincin itu kepadanya, "Ini adalah cincin yang dapat menekan kekuatanmu ke titik penyeimbangan."

"Semua yang kau rendahkan sampai ke titik kematian... mereka adalah bawahanmu... kerendahan mereka bisa dibilang sama seperti budak."

"Kau lebih cocok dalam menggunakan kekuatan mistis dan spiritual... sesuatu yang bisa aku namakan sebagai ilmu hitam."

"Ketika kau memakan cincin ini... ilmu akan bertambah untuk dirimu sendiri."

"The Mind akan mengolahnya demi dirimu..."

"...ketika kau sudah berubah menjadi seseorang yang berbeda..."

"Seorang rendahan yang siap merendahkan orang lain dititik kerendahan yang lebih bawah..."

Shuan langsung mengambil cincin itu hanya untuk dipasang pada jari tengahnya sampai batu pada cincin itu langsung bersinar cerah hingga melepaskan banyak sekali petir putih.

Shuan langsung menutup wajahnya sendiri dengan telapak tangannya hingga ia bisa merasakan banyak sekali arwah yang terlepas keluar dari punggungnya.

Arwah itu menampakkan dirinya sebagai tengkorak yang sangat besar, "Mulai dari sekarang..."

"...Aku, The Reaper..."

"...akan memberikan titik kerendahan yang jauh lebih rendah dibandingkan diriku sendiri."

"Bersiaplah, Rokuro..."

"...kau akan direndahkan."

Continue Reading

You'll Also Like

18.3K 2.3K 77
✦ π‘Ίπ’Šπ’π’π’‘π’”π’Šπ’” ✦ πŸ“– π…πšπ§πŸπ’πœ π›πšπ¬πžπ 𝐨𝐧 Moriarty the Patriot 🎭 π˜”π˜Ίπ˜΄π˜΅π˜¦π˜³π˜Ί γƒ»π˜—π˜΄π˜Ίπ˜€π˜©π˜°π˜­π˜°π˜¨π˜Ί γƒ»π˜šπ˜­π˜ͺ𝘀𝘦 𝘰𝘧 π˜“π˜ͺ𝘧𝘦 γƒ»π˜—π˜°π˜­π˜ͺ...
2.1K 545 11
Sejak tenggelamnya seluruh daratan, berbagai peristiwa aneh pun mulai bermunculan. Di antaranya adalah kedatangan para Monster laut dan Armada mister...
672K 85.9K 60
Local au Blue Lock characters x Fem!reader Maybe... It's a harem fanfic? :D Warning! Harsh words, adult, kinda lgbt, toxic relationship, abuse, daddy...
307 33 31
Setahun setelah era Kuroda Ren berakhir, SMA Renshou kembali ke titik nol. Tak ada satu pemimpin pun yang bisa menguasai semua fraksi, karena bayanga...
Wattpad App - Unlock exclusive features