He Cares The Most || DoyRen

By kachiadh_

18.2K 2K 94

Renjun yang sangat-sangat peduli dengan kakaknya yang baginya adalah seorang pahlawan. "Ngapain lo peduli ban... More

Cast
Prolog
1. Unexpected event
2. Smile back
3. The first meeting
4. Starting a new life?
5. Careless
6. Bad things really happen
7. Hobby
8. Parents
9. Unlucky
10. Wedding
11. Calling
12. Late
13. Curious
14. Depraved behavior
15. That figure
16. Doyoung
17. Who else?
18. Cake
19. Past
20. BK
21. He's back?
22. Problem
23. Drunk
24. Him Again
baca ya!!!
26. Renja

25. accident

498 53 2
By kachiadh_

Karena banyak yang komen tetep lanjut jadi aku lanjut hwhhw

Pukk

Astaga, Renjun berasa ingin jantungan sekarang kenapa sih Yangyang suka sekali menepuk pundaknya tanpa bilang?

sementara yang menepuk mengangkat sebelah alisnya, "ditungguin Jeno tuh lama banget keburu dingin corndognya." Renjun hanya membalas dengan deheman.

Sekarang mereka menikmati makanan mereka sendiri, tanpa disadari Renjun melamun tidak jelas membuat Jeno dan Yangyang bingung dengan tingkah Renjun.

"Lo kenapa dah Ren?"

"Oi!"

"Astaga.... kalian ngagetin tau! Kebiasaan!"

"Lah elo diomongin plonga plongo bae!"

"Ya... gapapa." Ia memakan kembali permen kapas yang sempat ia telantarkan tadi.

"Ada sesuatu yang ngeganggu fikiran lo?" Ini Jeno yang bertanya.

"Ada, kira-kira lo percaya nggak kalau gue ada kembaran?"

"Gue ga percaya, tapi mungkin emang ada? Emang mirip banget?"

"Mirip Jen, lo kalau ketemu dia bakal shock sih cuma tingkahnya agak beda."

"Kalau gue sih percaya ya njun, sementara rumornya tuh kita bakal ada tujuh kembaran."

"Bener juga, gue tadi ketemu dia pas beli permen kapas, gue mau nyamperin dia eh malah ngilang."

"Yah lo suka ngebug sih, sat set kek."

"NAMANYA JUGA KAGET JEN!"

"Kan mulai marahnya." batin Jeno.

"Tenang deh, gue sama Yangyang bakal bantu nyoba cari itu kembaran lo siapa tau nemu kan? Atau jangan-jangan lo punya saudara kembar?"

"Hahah ngelawak lo, gue gaada wkwk."

Mereka masih asik berfikir apa kira-kira orang yang mirip dengan Renjun masih ada di sini? jika memang iya mereka ingin sekali bertemu dengannya.

"Udah deh kita di sini kan buat have fun ngapain mikirin kembaran lo itu." Renjun diam benar apa yang dibilang oleh Yangyang, tidak seharusnya ia memikirkan hal semacam ini niatnya datang ke pasar malam untuk sekedar bersenang-senang bukan mencari masalah.

Doyoung baru saja keluar dari minimarket membawa kaleng karena ia sangat haus jadi ia mampir ke minimarket. Matanya tiba-tiba menuju ke arah dua orang yang salah satunya ia sangat kenali.

"Sejeong." gumamnya.

Tangan Doyoung mengepal ia menghampiri mereka berdua dengan amarah yang membuncah. Darahnya seketika mendidih melihat lelaki itu dengan seenaknya menyentuh istrinya.

BUGH!!!!

"Doyoung?!" Sejeong berusaha melerai tetapi usahanya sia-sia, Doyoung seperti kesetanan menghajar pacarnya. Sejeong tentu malu karena ia sedang berada di tempat umum, dan dengan seenaknya Doyoung datang menghancurkan semuanya.

Tidak ada pilihan lain, Sejeong menampar pipi lelaki yang disebut suaminya itu. Doyoung melirik Sejeong dengan tawa mirisnya.

"KAMU BIKIN AKU MALU DOY!!!"

"Aku bertanya, kenapa kau bisa-bisanya melakukan perbuatan yang keji seperti ini? Apa aku kurang di matamu Sejeong?"

Sejeong tertawa dia tersenyum remeh, "aku memang memandangmu sempurna dahulu, tetapi ketika aku melihatmu sering menangis tidak jelas di kamar aku berubah fikiran kau seperti orang gila." Walau sebenarnya bukan hanya itu alasan Sejeong berbuat seperti ini, bahkan lebih dia hanya mengatakan kebenaran yang terjadi akhir-akhir ini pada Doyoung.

"Aku menangis bukannya aku gila, kau yang gila berani-beraninya kau berselingkuh sementara aku memikirkan bagaimana caranya aku bisa kembali diterima kerja hahah kau gila kau tidak memikirkan perasaan suamimu Se."

"Memang aku tak memikirkan! Aku tak perduli!" Sejeong mengajak pacarnya pergi dari tempat itu, membiarkan Doyoung yang tidak tau harus berbuat apa.

Doyoung hanya melihat mereka berdua dengan tatapan nanar, sejahat itukah?

Yang Doyoung harapkan mereka memiliki buah hati, layaknya seperti keluarga lainnya tetapi semua itu hanyalah angan-angan Doyoung saja. Bagaimana bisa ia memiliki buah hati jika Sejeong suka tidak berada di rumah?

"Aku yakin kau masih mencintaiku Sejeong, tolong jangan begini. Aku membutuhkanmu."

Malam tiba, Doyoung lelah dengan semua yang menimpanya hari ini ia ingin segera pergi untuk tidur tetapi sebuah surat terlempar ke arahnya, ia melihat siapa yang melempar ternyata Sejeong ia membuka isi surat itu membacanya dan tak lama kemudian matanya membulat saat mengetahui apa isi dari surat.

"Cepat tanda tangani, aku tidak ingin berbasa-basi."

"Kenapa kau berubah begini?"

"Apanya yang berubah?"

"Kau, kau tidak seperti Sejeong yang aku kenal dulu."

"Kau ingin aku mencintaimu? Memenuhi segala perintahmu? Layaknya seorang istri? Kau bermimpi Doyoung."

"Itu memang kewajibanmu sebagai seorang istri, kenapa? Apa karena lelaki itu?"

"Aku tidak ingin berbasa-basi apapun itu! Cepat tanda tangani Doyoung!"

"Aku tidak akan mau."

"Kaparat kau Doyoung! Jangan berharap jika aku akan berbaik denganmu setelah ini." Sejeong mengambil tas lalu berlari keluar ia muak dengan respon Doyoung yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Sementara Doyoung mencoba untuk mengejar Sejeong, ia berteriak memanggil nama istrinya menjelaskan jika ia memang tidak ingin hubungan mereka berakhir secepat ini ia juga bertanya mengapa sikap Sejeong berubah.

Percuma Sejeong tidak akan merespon.

Tinnnn!!!!!!

Brak!!!!

Mata Sejeong membulat, ia takut sekarang tidak ada pilihan lain selain ia menaiki taxi yang sudah berada didepannya. Ia meninggalkan Doyoung begitu saja yang berlumuran darah akibat kecelakaan beberapa detik yang lalu.

Salah satu warga datang lalu berteriak meminta tolong agar yang lainnya juga membantu Doyoung, sayangnya orang yang menabrak tidak mau bertanggung jawab dia main kabur begitu saja.

Pyar!!!

Jantung Renjun berdetak dengan cepat tidak seperti biasanya ia merasa ada sesuatu yang buruk tetapi apa?

Ia tiba-tiba menangis ia takut, takut sesuatu yang tak terduga menimpa sang kakak.

Renjun mencoba menetralkan nafasnya lalu membersihkan pecahan gelas yang sempat ia pakai untuk membuat teh. Lalu ia berjalan ke arah meja makan dan duduk sembari menggigit bibir bawahnya.

Tidak ada siapa-siapa di sini Yangyang pergi keluar sebentar karena ada urusan, jika ada Yangyang pasti dia sudah menghampirinya lalu mencoba menenangkannya.

Ponselnya bergetar, Renjun melihat nomor tidak dikenal terlihat jelas di layar ponselnya ia ragu untuk mengangkat panggilannya. Renjun mencoba meyakinkan diri lalu mengangkat panggilan itu dan benar perasaan yang ia rasakan sekarang tidak salah,  kakaknya kecelakaan.

Tidak membutuhkan waktu lama ia bergegas menuju rumah sakit di mana Doyoung dilarikan

"KAKAK!!!" Renjun menangis kencang lantas memeluknya ketika melihat Doyoung. Waktu Renjun sampai ia berpas-pas an dengan Doyoung yang tergeletak tak berdaya di atas bed rumah sakit.

Badan Doyoung yang berlumuran darah itu membuat tangis Renjun semakin kencang, apa yang sudah terjadi? 

"Maaf pasien harus segera ditangani, anda bisa tunggu di luar."

Jujur Renjun tidak rela tapi ia harus bagaimana?

Renjun menunggu Doyoung dengan cemas, ini sudah dua jam dan sang dokter belum memberitau kabar apapun.

Ponsel yang ada di saku celananya bergetar ah ternyata Yangyang ia lupa memberitau kepada temannya itu jika ia di rumah sakit.

"Hallo Yang."

"Lo di mana Ren? Udah malem banget nih masih keliaran aja lo."

"Gue di rumah sakit Yang."

"Loh ngapain di sana?! Lo sakit?!"

"Bukan.. abang gue..." suara Renjun terdengar bergetar kali ini.

"Hah? Gue ke sana ya!"

"Ngga usah Yang gapapa lo kalo udah capek t-tidur aja."

"Gue belum ngantuk, gue ke sana sekarang gausah nolak." Sambungan diputus oleh Yangyang, Renjun menghela nafas berat ia begitu khawatir jika- ah.. ayo Renjun lo harus positive thinking!

Ia menggelengkan kepala ribut, ia beranjak ingin keluar sebentar tetapi matanya membulat ketika ada seseorang di hadapannya.

Dia kan....

Bersambung

Hayolooo siapaaa wkwkwk

Continue Reading

You'll Also Like

190K 13.3K 60
Bebas satu kata yang menemani Kala dari kecil, hidup tanpa orangtua membuatnya bebas melakukan apapun tanpa ada yang menegur. Segala pahit manisnya k...
829K 43.3K 57
[BROTHERSHIP STORY] 🚫 Bukan bxb, yaoi, ataupun bl Update sesuai mood dan kalau lagi ada ide ‼️ Ceritanya cuma oneshoot-twoshoot, tapi kadang lebih
21.2K 1K 42
(FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA^^) Kisah ini tentang dirinya. Yang dulu selalu ada bersama ku. Selalu ada saat aku sedih maupun senang. Selalu mengapre...
Pedih || RenDoy By dhila

General Fiction

24.3K 2.2K 23
[SELESAI] Kehidupan sosok kedua anak yang sederhana setelah kepergian sang ayah dan ibu dan.. di suatu kejadian mereka berpisah. Doyoung kakak dari a...
Wattpad App - Unlock exclusive features