Suasana dikediaman megah keluarga Sabaku terlihat meriah pagi ini.
Orang-orang sibuk mendekorasi rumah megah itu menjadi sebuah ruang dansa yang sangat indah.
Terlihat dua orang wanita paruh baya sedang bercanda ria satu sama lain.
"Wah lihatlah menantuku itu Nyonya.Haruno, bukankah dia akan sangat cocok dengan putraku yang tampan?"
"Kamu benar, aku sungguh tidak sabar menimang cucu pertamaku dari mereka berdua. Eh, tapi bukankah Nyonya.Sabaku sudah punya cucu dari wanita itu?" Bisik wanita paruh baya itu sambil mengeluarkan mimik rubahnya.
" Sudahlah, dia dan anaknya hanya benalu dikeluarga kami" dengusnya.
" Dan juga, jika bukan karena hari itu dia datang meminta tanggung jawab pada putraku dengan cara mengancam. Sudah dari dulu kusingkirkan dia dan anak haram itu" lanjutnya sambil melirik wanita yang dimaksud calon besannya itu.
"Nyonya.Sabaku tak usah dipikirkan, mari bersulang. Bukankah malam ini kita akan merayakan pernikahan anak-anak kita?"
" kamu benar nyonya.Haruno, mari"
Kedua wanita paruh baya itu kemudian berlalu pergi ke dalam ruangan tempat ruang dansa.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Didalam sebuah kamar kecil dan sedikit lusuh, terlihat ibu dan anak sedang berbincang serius.
"Ibu, apa papa membenci ken?" Tanya pria kecil itu sendu.
"Tentu saja tidak, papa sangat menyayangimu sayang" jawab ibunya lembut.
"Tapi papa tidak pernah berbicara kepada Ken, ayah dan nenek juga sering memukul mu" mata arangnya berkaca-kaca menatap sang ibu.
"Seorang jagoan, tidak boleh menangis sayang. Ayo kita ganti pakaianmu, malam ini kita akan sibuk" bujuknya lagi.
"Siap kapten" katanya sambil berlari masuk ke kamar mandi.
'Mama minta maaf ya sayang' tak terasa air mata mengalir dipipi tirus wanita cantik itu.
...........................................................
"Mari kita sambut bintang utama kita malam ini, Calon Presdir, Sabaku Gaara dan Nyonya muda Keluarga Haruno, Haruno Sakura. Silahkan naik ke tempat yang sudah disediakan" sambut MC diikuti suara meriah para tamu.
"Wah betapa sempurnanya, aku sangat iri" bisik para tamu mengagumi pasangan itu.
"Hari ini saya MC, menerima tugas dari Presdir Sabaku untuk memberitahu bahwa hari ini tuan muda Gaara sah sebagai Direktur baru perusahaan SK group" ucap MC itu tegas mengundang kekaguman seluruh tamu disana.
" Dan tuan putri kita telah lulus dari Sekolah tinggi Luar negeri, Amerika dengan nilai tertinggi tahun ini di bidang kedokteran" lanjutnya lagi.
"Betapa beruntungnya jadi keluarga ini" decak kagum dan pujian memenuhi ruangan itu.
Disudut ruangan, pasangan ibu dan anak yang sedang menyaksikan kemeriahan itu tampak terdiam.
"Ibu, ayah sedang apa disana?, tante itu kenapa memeluk papa?" Dengan polos ditatapnya ibunya dengan heran.
"Papa sedang sibuk, ayo kita pergi" ajak ibunya lembut.
Belum sempat mereka pergi, tak sengaja dia menabrak pelayan yang sedang membawa minuman.
Semua mata tamu sontak menatapnya seolah menjadikannya tontonan.
"Maaf" dengan cepat dia beberapa kali membungkuk meminta maaf.
"Bukankah orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk kesini?" Seru seseorang dari belakang.
"M-maaf" ucapnya sambil menatap sang empunya suara.
Betapa terkejutnya dia setelah melihat Sakura berdiri dan menatapnya remeh.
"Wah wah ternyata Hinata, buat apa disini bukankah kamu hanya jalang yang ingin merebut posisiku disini?" Matanya melirik Hinata hina.
"Kamu yang jalang" balas Hinata tak terima.
'Plak' tamparan keras itu membuat tubuh rapuh Hinata terjatuh hingga mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
"Gaara?" Lirihnya tak percaya.
"Siapa yang menyuruhmu kesini, semua acaraku hancur gara-gara jalang sepertimu" Pria itu dengan sengaja menginjak tangan Hinata dilantai.
"Sa-sakit"ringisnya sambil berusaha menarik tangannya dari pijakan itu.
" Papa, jangan sakiti ibu" triak seorang anak kecil dari arah kerumunan.
"Cih dasar anak haram" decih Sakura dingin.
"Siapa yang kau pangil ayah?" Tatap Gaara dingin.
"Dasar papa jahat, mama slalu bilang kalau papa baik, tapi kenapa harus memukul mama?" Tantangnya tak mau kalah.
"Kau bukan anakku, kau itu hanya pembawa sial bagiku. Sekarang pergi dari sini" usir Gaara sambil berbalik pergi.
"Aku membencimu" teriak anak kecil itu sambil berlari mengejar Gaara dan memukuli kaki pria itu.
"Ken kemari sayang, kita pulang yuk" ajak Hinata lembut dan mengulurkan tangannya yang mulai membengkak.
"Lepaskan aku dasar sialan" murka Gaara dan menepisnya dengan kasar.
Tanpa sengaja Gaara mendorong Ken hingga membentur tembok sampai pingsan.
"K-KEN?" Teriak Hinata sambil berlari menghampiri tubuh Kecil Ken yang sudah berlumuran darah.
"Panggil ambulan, to-tolong putraku. Siapapun tolong hiks hiks"tangis Hinata pecah seperti orang gila.
Seketika semua panik dan riuh, tak terkecuali Gaara yang langsung menghampiri tubuh Ken.
Sebelum tangannya berhasil menyentuh tubuh putranya itu, dia dikejutkan dengan seseorang yang menggendong Ken dengan cepat diikuti Hinata yang sudah menangis terisak.
'Siapa dia?' Batin Gaara penasaran.
............................................................................................................
Suasana diruang rawat Ken terlihat mencekam.
Hinata hanya duduk diam dan mengelus kepala putranya dengan sayang, matanya tak berhenti meneteskan air mata.
"Ibu mohon, bangunlah"ucapnya lirih.
Suara monitor diruangan itu seolah-olah tak mendengarkan tangisan Hinata yang semakin mengeras.
"Bukankah kamu mau makan coklat, ibu janji akan membelikannya" racaunya lagi seolah membujuk Ken untuk segera menyahutinya.
"Dia baik-baik saja, makanlah. Aku baru saja membelikan makanan dari luar, dan juga ganti bajumu ini sudah terlalu dingin. Aku sudah menyiapkannya" Kata seorang pria jangkung yang baru saja masuk keruang rawat Ken.
"Bagaimana bisa aku makan, disaat anakku belum makan apa-apa" gelengnya lemah.
"Setidaknya mandilah dan ganti pakaianmu" perintah pria itu kesal dan mulai menekan suaranya.
Dengan lelah diambilnya pakaian dari atas meja dan segera masuk ke kamar mandi.
"Bangunlah Ken, ibumu sangat menghawatirkan mu" ucapnya sambil mengelus kepala Ken lembut.
Setelah Hinata keluar dari kamar mandi, pria itu ijin pamit keluar.
"Aku ada pekerjaan, istirahatlah. Aku akan kesini besok siang" dipeluknya tubuh wanita itu dengan lembut.
"Trimakasih Sasuke-kun, maaf sudah merepotkan mu" balas Hinata sambil terisak pelan.
"Jangan bodoh, kau adalah wanita yang ku cinta. Apapun akan kulakukan untukmu" ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Maaf" jawab Hinata sambil menunduk.
"Sudahlah, aku pergi dulu. Bye" sebelum keluar dia melambai dan tersenyum lebar.
"Sasuke-kun, kau pasti bisa mendapat wanita yang lebih baik dariku" sendunya sambil duduk disamping ranjang putranya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Setelah dirawat selama seminggu, akhirnya Ken diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit hari ini.
"Mama, Ken sudah sembuh. Apa sudah bisa makan coklat?" Wajah lugunya membuat Hinata tersenyum lebar.
"Asalkan Ken mau mencium mama" goda Hinata.
"Mama, Ken sudah besar" rengutnya tapi tetap mendekat dan mencium pipi Hinata.
"Sudah" sungutnya berpura-pura kesal.
"Wahh trima kasih pangeran, ayo keluar paman Sasuke sudah menunggu kita" ajak Hinata dan menenteng Tas tempat baju Ken selama dirawat.
"Iya" dengan antusias Ken berlari keluar diikuti Hinata yang hanya terkekeh kecil.
Sesampainya dikoridor Sasuke menghampiri ibu anak itu, dan mengambil tas kecil itu dari tangan Hinata.
"Aku sudah membeli sebuah rumah di dekat rumahku, tidak besar tapi sangat cocok untukmu dan Ken. Jangan sampai menolak, kalau belum mau bercerai setidaknya jangan membuat dirimu ditindas seperti kemarin" jelasnya kearah Hinata.
"Ta-tapi?" sanggah Hinata tertohok.
"Dari kecil ingin membuka toko eskrim mu sendiri, wujudkanlah. Hanya ini yang bisa kubantu" tolak Sasuke sambil menyentil dahi Hinata gemas.
"Terimakasih kak, aku akan membalasmu suatu hari nanti" mata Hinata terlihat berkilat seketika.
"Menikah dan bergantung saja padaku, itu adalah balasan yang kuinginkan" jawab Sasuke sambil memasukkan tas jinjing kedalam bagasi mobilnya.
Hinata hanya tersenyum kaku dan segera berjalan masuk kedalam mobil sambil mengajak putranya bersenda gurau.
"Jangan terlalu senang, hari ini kita kerumah Sabaku dulu. Setengah jam kuberi waktu untuk membereskan barang-barangmu" jelas Sasuke tegas.
"Baiklah, tapi apa kakak tidak takut?" Tanya Hinata ragu.
"Mereka memang bukan lawan yang mudah, tapi aku tidak bisa diam jika mereka menindasmu lagi" tegasnya.
Setelah sampai didepan gerbang keluarga Sabaku, mereka keluar dari mobil dan meminta security membuka gerbang mewah itu.
"Ken, tinggallah disini. Jangan pergi ok?" Perintah Sasuke menyuruh Ken tetap didalam mobil.
"Ok paman" angguknya riang.
"Ayo, jangan lemah seperti kemarin" katanya sambil keluar dari mobil.
Rumah itu sangat megah dan indah namun menyimpan beribu kenangan buruk bagi Hinata sendiri.
"Wah siapa ini yang datang?" Sambut suara pria paruh baya menyambut kedatangan Sasuke dan Hinata.
"Paman Rei, aku Uchia Sasuke, putra Fugaku dan Mikoto Uchia. Kami kesini hanya ingin mengambil barang Hinata yang masih tertinggal disini" jawabnya sambil menyuruh Hinata segera menyusun barangnya segera.
"Pergilah, Ken akan marah jika kita tak segera pergi" ucapnya sambil berbisik kepada Hinata.
Hinata hanya mengangguk dan segera pergi kearah gudang.
"Bahkan tidur pun mereka harus ditempat seperti itu" tatap Sasuke dingin.
"Jangan terlalu banyak mencampuri masalah keluarga Sabaku, itu tidak baik" jawab pria paruh baya itu tak kalah dingin.
"Hanya tak mengerti saja dengan jalan pikir orang kaya seperti kalian, menindas yang lemah itu bukanlah suatu kebanggaaan" kekeh Sasuke.
"Dunia itu keras, yang lemah akan ditindas. Itulah hukum hidup" jelasnya sambil duduk di sofa putih yang berhiaskan mutiara maroon berharga.
"Kuharap wanita dan anak haram itu tidak muncul lagi dirumah ini" liriknya tajam dan meneguk kopi hitam dari mug mahal keluarga Sabaku.
"Tenang saja tuan Rei, urus saja keluargamu yang kurang kehangatan ini" lanjutnya dan berlalu pergi setelah melihat Hinata yang sudah keluar membawa dua koper.
.....................................................................................................................................
Nanti cocoknya Hinata sama Gaara atau Sasuke ya?
Btw ini awalnya mau dibuat cerita Genre Anime Naruto pair Sasuhina.
Cocoknya gimana nih, lanjut gini aja atau kita ubah tokohnya
Pleaseeee koment ok😄
Dan pada akhirnya aku buat genre NS character😂