Sweet Ice Tea

Par rmotik

1.6K 440 44

Yang manis tak selamanya manis Seperti sweet ice tea yang semakin lama rasa manis itu memudar Namun berbeda... Plus

Pertama
2. Potong Bebek Angsa
3. Jatuh
4. Pukulan Perkenalan
5. Senja Bercinta
6. Kesialan
7. Sarapan Emosi
8. Bar-bar Kontoy
9. Nongki
10. Ketahuan
11. Gara-gara Handphone
12. Pusing?
13. Trio Kampvret Berulah
14. Zoo House
15. Seblak Challenge
16. Sakit Perut
17. Surprise
18. JamKos
19. Qurban Perasaan
20. Frindapan
21. Balapan liar
22. Frisky Again
23. Where am I?
25. Calon Mama Mertua
26. Tersadar
27. Salah Siapa?
28. Kakak-Adek
29. Ikut Bolos
30. Malam Minggu
31. Konser Frindapan
32. Frisky Mode Kalem
33. Datang Akan Pergi
34. Datang Akan Pergi 2
35. Takut Kehilangan
36. Excimer
37. Frisky Kemana?
38. Flashdisk to Flashback
39. Pengakuan Tian
40. Menepis Luka
41. Kejelasan Hubungan
42. Ezel Manfred
43. Belajar Bareng
44. Evaluasi Sore Hari
45. Mimpi Tian
46. Selamat Jalan
47. Isakan
48. Negosiasi
49. Rencana Bangsat
50. Kaget
51. Emotional Control
52. Memang Sesakit Itu?
53. Kesepian
54. Jujur itu Pahit

24. Yoii Cafe

7 3 0
Par rmotik

Aurel

Gua amatin keknya di bawah gagangnya ada tempat buat naruh batre. Gua buka bener dong, di bawah batrenya ada lobang kunci biasa. Gua terus nyoba buka pake jepit rambut yang kebetulan masih nempel di atas telinga gua. Akhirnya kebuka juga, seneng banget gua bisa keluar.

Pas gua keluar kamar itu, gua ngerasa ngga asing ama tempat ini. "Hah...ini kan tempat yang dipake Frisky ama Rafael maen billiard," ucap Gua pelan setelah nyopot plester di mulut.

Mumpung ngga ada orang gua langsung berjalan ke arah pintu keluar. Kaki gua malah pincang, mungkin karna digajul berkali-kali. Pelan-pelan gua menuruni anak tangga, tangan gua meraba-raba tembok dan pegangan tangga. Kepala gua mulai kerasa pusing. Sampai di tiga anak tangga terakhir gua denger beberapa orang ngobrol.

"what about that girl?" suaranya ngga asing di telinga Gua.

"Good, she is 4 s." jawab nya, kayaknya orang yang tadi nagkep gua.

"4s?"

"Yes 4s, she is strong, smart, sweet and sexy,"

Suara mereka makin jelas, kayaknya mereka berjalan ke arah gua. Gua bingung mau naik lagi tapi kaki gua sakit. Mau cabut tapi dijagain. Gua menghela nafas sejenak bersandar di tembok. Jantung gua berdetak kenceng. Gua lanjut turun ngintip situasi.

"Mau kemana sweety?" tanya cowok barusan yang ngomongin gua tersenyum.

Dia udah di depan gua mau naik. Kaget bukan main, jantung gua mau copot. Udah kaya liat setan, bedanya cowok ini ganteng. 'Daniel' cowok yang ngajak kenalan pas gua di bawa Trio Kamvret kesini.

"Hmm...mau ke toilet," jawab Gua panik.

"Toilet di atas juga ada kok, sini!" ajaknya menggandeng tangan gua.

"Bukan gitu maksud gua...ke toilet bablas pulang," jawab Gua gemeter.

"Enak aja pulang, main sama gua dulu baru pulang." ucapnya menyeringai. Daniel ngelepasin tangan gua, menarik tubuh gua cepet terus gendong gua kek karung beras.

"NGGA MAOK, GUA MAU PULANG HUAAA...LEPASIN GUA!" teriak Gua sambil memukul punggung nya.

Plak

Daniel bukannya nurunin gua malah nabok pantat dan terus naikin tangga. Dia sama sekali ngga dengerin gua yang udah berontak dan terus teriak.

"Daniel lu tuh budek apa gimana sih, lepasin gua. Gua mau pulang anjing!" maki Gua.

Dia bawa gua ke kamar itu lagi, diikutin dua cowok yang tadi nangkep gua. Salah satu dari mereka ada yang nenteng tas, gua mikirnya di dalem tas itu ada tas dora gua. Ternyata pas dibuka isinya tali doang.

"Tali segitu banyak buat apaan, lu mau pramuka apa, tas kecil gua mana ama hape?" tanya Gua pas di dorong ke atas ranjang.

"Ada kok, ini buat ngiket lu biar nggak kabur lagi Hehehe...." jawabnya terkekeh.

"NO! WAIT-WAIT GUA BENERAN KEBELET NIH, TOLONG JAN APA-APAIN GUAAA...!" teriak Gua panik, apalagi kedua tangan gua dipegang dua cowok itu.

"Yaudah cepet, gua kasih waktu tiga menit disitu ada kamar mandi," tunjuk Daniel ke arah pintu di pojok ruangan.

~ ~ ~

Rafael

Tiba di bandara, gua balik lagi ke Jogja di rumah kakek. Setelah melewati rangkaian acara melelahkan  kemarin, gua langsung balik kesini lagi. Kalau ngga pasti nanti papa nyariin di apartemen. Sampai di rumah gua disambut Mbok Yam.

"Kakek kemana mbok?" tanya gua to the point.

"Lagi cek kesehatan mas, kemarin kecapean olahraga." jawab Mbok Yam.

"Kakek pergi sendiri apa di temenin bang Daniel?" tanya Gua lagi.

"Sendiri, mas Daniel lagi pergi," jawab Mbok Yam sambil nyapu.

Mbok Yam balik lagi ke dapur, sedangkan gua masuk ke kamar merebahkan badan sejenak. Mata gua ngantuk banget. Gua kembali bangun membuka gorden karena gua denger suara motor terparkir di depan rumah. Frisky lari menuju rumah kakek. Gua ngecek jam tangan, jarum pendek menunjuk angka dua belas. Gua kembali duduk di atas ranjang. Menarik koper dan mengeluarkan semua isinya.

"RAFAEL!" panggil Frisky.

"RAFAEL PULANG BELOM?" panggil nya lagi.

"Mas Rafael baru saja pulang mas, jangan teriak," si Mbok membalas teriakan Frisky. Bikin stres aja, susah dibilangin biar nggak berisik sama aja. Semakin dilarang justru semakin dilakuin tuh bocah.

"Rafael nyaut ngapa, lu tidur yak?" tanya Frisky memasuki kamar Gua.

"Paan berisik?" balas Gua.

"Lu masih sakit el, badan lu utuh kan nggak ada yang ilang?" cerocosnya memegangi pipi Gua.

"Ish, lu bolos ky?" tanya Gua menepis tangannya.

"Nggak, emang udah boleh pulang gurunya pada pergi," jawab Frisky malah berantakin pakaian yang mau gua tata di lemari.

"Ganggu aja lu!" bentak Gua.

Frisky terus menyingkir dari ranjang gua beralih duduk di sofa kamar gua. Mukanya gelisah dan mengotak-atik handphone nya. Berulang kali dia menelpon seseorang tapi nggak diangkat. Menyedihkan.

"Lu kenapa?" tanya Gua.

"Pacar gua nggak ada kabar, hapenya nggak aktif mulu. Perasaan gua nggak enak el...gua takut dia kenapa-napa walaupun dia bisa jaga dirinya tetep aja namanya cewek lagi sendirian," jawab Frisky lesu.

"Emagnya udah lebih dari sehari nggak ada kabar?" tanya Gua memastikan.

"Belom sih, tadi pagi baek-baek aja." jawabnya.

"Lebay lu ahahaha," gua terkekeh dengernya.

Nggak lama handphone Frisky berdering. Setelah mengangkat telponnya dia langsung pamit pergi. Dia ngajakin gua pergi tapi gua tolak karena gua capek. Gua melanjutkan tidur siang, karena gua ngantuk berat.

~ ~ ~

Keesoknya gua kaget liat Frisky udah berdiri di depan pintu kamar lengkap seragaman dengan mata sayu. Muka galaunya nggak bisa ditutup lagi.

"El, ayo sekolah!" ajak nya.

"Yok, lu nggak tidur ky?" tanya Gua mendorong pundaknya menuruni tangga.

"Gimana bisa tidur pacar gua belom ada kabarnya. By the way abanglu pulang nggak?" tanya Frisky mencari Bang Daniel.

"Enggak," jawab Gua singkat.

Pasti dia mau ngajak adu panco lagi sama Bang Daniel. Padahal kalah terus. Dari kemarin gua sama sekali nggak liat Bang Daniel. Entah dia masih bernapas atau nggak.

Sampai di sekolah heboh terus tidak ada habisnya. Lagi-lagi gua disambut cewek-cewek begitu turun dari motor. Teriakan merek bikin pusing. Tapi tidak dengan Frisky yang tetap enjoy.

"Eh, Aurel nggak balik loh kemaren gua ikut nyari." kata Ivan bersama kerumunan cewek.

"Seriusan, Aurel ilang dong?"

"Aurel kemana?"

Seisi kelas heboh ilangnya cewek tomboy yang suka ngajak gua ribut. Semuanya ngobrolin cewek itu dengan serius.

Frisky

El

P

El, ayo bolos aja. Gua makin nggak tenang nih
08.00

Pelajaran mulai bego
08.01


Heran. Frisky tadi ngajak sekolah dan sekarang ngajak bolos. Gua sama Frisky langsung lari ke loby mencari guru piket meminta surat ijin. Guru piket sempat melarang. Tapi Frisky nggak nyerah negoisasi dengan guru piket sampai pegal gurunya menanggapi.

"Lu mau ajak gua kemana?" tanya Gua sesampai di parkiran.

"Gua mau ke kafe abang lu el, mau ngopi nenangin pikir," jawabnya memakai helm.

Tanpa pikir panjang Frisky beneran ngajak gua ke kafe barunya Bang Daniel. Padahal kafe masih tutup tapi sudah ada barista di dalamnya. Aneh, kafe ini dijaga lima bodyguard. Frisky masuk gitu aja lalu memesan kopi.  Gua menerobos naik ke lantai dua mencari abang gua. Tapi dicegat para bodyguard.

"What do you want Raphael?" tanya salah satu bodyguard. Mereka memang nggak bisa bahasa Indonesia karna mereka berasal dari jepang dan lebih sering berbahasa Inggris.

"I want to meet my brother," jawab Gua datar

"Your brother is sleeping, he doesn't want to be disturbed. Better go home and see him later." ucapnya menepuk pundak Gua.

"I don't care," balas Gua mendorong nya.

Gua mulai curiga, sebenarnya apa yang dilakuin Bang Daniel sampai bawa bodyguard nya. Gua tinggalin Frisky yang lagi ngopi di bawah. Gua masuk ke ruangan bang Daniel. Banyak tali beserakan di meja billiard, di lantai dan di sofa. Tapi Bang Daniel nggak ada sini.

Gua liat ada high heels di depan pintu kamar. Mungkin bang Daniel lagi enak-enak sama cewek habis mabuk. Gua membuka pintunya dengan menekan tombol yang ada di gagang pintu. Untungnya gua pernah masuk kamar itu jadi bisa buka pintunya.

Dan bener ternyata bang Daniel lagi meluk cewek. Tubuh cewek itu dibungkus bed cover. Cewek itu terus menggeliat dan menggigil tapi bang Daniel sama sekali nggak gerak. Gua menghampiri mereka.  Gua menyibakan rambut cewek itu yang menutupi mukanya. Mulutnya dilakban hitam sama Bang Daniel.

Ternyata cewek itu adalah cewek tomboy yang jadi bahan obrolan pagi ini. Gua pegang keningnya panas dan membuka lakbannya. Gua mengambil kunci mobil bang Daniel yang ditaruh di atas nakas. Perlahan gua singkirin kaki dan tangan Bang Daniel yang menindihi tubuh cewek itu.

"Dingin...."

"Hmm...dingin," ucap cewek itu mengigau.

"Dingin," ucapnya lagi, matanya masih terpejam.

Bang Daniel mulai sadar dan menggerakkan badannya. Matanya terbelak melihat gua menarik tubuh cewek itu. Dia mengucek matanya.

"Rafael," ucapnya kaget.

"Kok lu di sini?" tanya bang daniel.

"Ya, lu apain cewek ini bang?" tanya Gua sambil mengangkat tubuh cewek ini.

"Nggak gua apa-apain cuma gua ajak main hoaamm...Siniin tuh cewek!" jawabnya menguap.

"Nggak. Lu boleh mainin cewek asal jangan dia bang," tolak Gua segera keluar dari kamar menggendong cewek ini.

"Ow...adek kecil gua mulai suka cewek nih. Mau lu bawa kemana tuh cewek?" tanya bang Daniel mengikuti langkah gua keluar dari ruangannya.

Gua mempercepat langkah menuruni tangga dengan hati-hati. Di depan gua udah dihadang lima bodyguard. Bang Daniel juga udah teriak-teriak memanggil gua, tapi terus gua cuekin.

"Frisky, ini kan cewek yang lu cari?" tanya Gua ke Frisky yang lagi nyruput kopi. Sontak dia menyemburkan kopinya liat gua gendong cewek.

"Aurel," ucapnya menghampiri Gua.

"Rafael jangan bawa dia!" larang bang Daniel berdiri di belakang Gua.

"Lu apain cewek gua bang?" tanya Frisky emosi.

"Apa lu bilang, cewek lu?" tanya Bang Daniel balik.

"Udah ky bukain pintu mobil aja, kucinnya ada di saku gua," suruh Gua ke Frisky.

Dia langsung mengambil kunci dan lari ke mobil Bang Daniel yang terparkir di depan kafe. Frisky membuka pintu mobil, cewek ini gua dudukin di jok belakang sama Frisky. Gua yang nyopir, dan Bang Daniel ikut naik ke mobil duduk di samping gua. Gua nyalain mobil, tancap gas nganter tuh cewek pulang. Motor kami dititipin ke bodyguard.

"El, nanti kalo ada supermarket atau apotek berenti yak! Badan Aurel panas banget, gua mau beliin kopresan apa namanya itu?" suruh Frisky panik.

"Iya," jawab Gua

"Rel, Aurel bangun!" Frisky menepuk-nepuk pipi cewek itu.

"Di-ngin..." jawab cewek itu gemetar tampa membuka mata.

"Rel melek, buka mata lu!" Frisky heboh.

"Ini kenapa lu bawa bed covernya sihh, el? Kan ribet bawanya," tanya Frisky sibuk membuka bed cover.

"Bacot mulu ky," jawab Gua fokus nyetir.

"Astaga... bang ini kenapa di tali semua badan Aurel? Kan susah ngelepasinnya mana talinya banyak banget. Ini gimana bang?" tanya Frisky bingung.

"Huu bocah blo'on, lu pasti kagak pernah ikut pramuka?" ledek Bang Daniel

"Nggak pernah, ngapain ikut pramuka kurang kerjaan. Gunting ada nggak?" jawab Frisky

"Ya jangan digunting rusak tali gua," jawab Bang daniel.

"Rel, kok lu pake dress ketat gini sih pantes lu masuk angin. Gua jadi salfok sama body lu." sewot Frisky.

Continuer la Lecture

Vous Aimerez Aussi

735 63 11
"Attala,gua gak mau janji ke lo,tapi setidaknya gua akan buktiin bahwa gua bisa nepatin janji.gua gak mau cuma jadi tameng baja yang cuma melindungi...
My Prince Par TiaraAndiniati

Roman pour Adolescents

6.3K 312 37
"Lo tau gak? Gua Suka Sama Sahabat Cowok Gua, aneh ga? dia anak baru yang Dingin, Jutek, dan Dia gamau Ngomong sama siapapun selain sama gua. Dan Gua...
JUST ADMIRER Par nowvia

Roman pour Adolescents

4.3K 502 35
"Gua gak mau persahabatan kalian jadi rusak cuman gara gara gua. Cewek yg gak ada spesialnya sama sekali" -Irsya- Berharap gua anggap lo kaya keinda...
Application Wattpad - Déverrouiller des fonctionnalités exclusives