VAMPIRE FATHER [JiChen] END √

Por Gftngood

285K 20.9K 1.2K

FOLLOW SEBELUM BACA! [CHENJI/JICHEN][NOMIN][OMEGAVERSE/ABOUNIVERSE] {SLOW UPDATE} Jisung yang tak menyadari k... Más

Prolog
VF01
VF02
VF03
VF04
VF05
VF06
VF07
VF08
VF09
VF10
VF11
VF12
VF13
VF14
VF15
VF16
VF17
VF18
VF19
VF20
VF21
VF22
VF23
VF24
VF 25
VF26
VF27
VF28
VF29
VF30
VF 31
VF32
VF 33
VF34
VF35
VF37
VF38
VF39
VF40
VF41
VF42
VF43
VF44
VF45
VF46
VF47
VF48 End
ABO Vampire Universe Feromon
PENGUMUMAN
S2 VF 01
S2 VF 02
S2 VF 03
S2 VF 04
S2 VF 05

VF 36

3K 247 19
Por Gftngood

Holla!


Buat nemenin malming kalian



JISUNG terbangun dengan Chenle yang berada di pelukannya. Tersenyum ketika mengingat omeganya sangat manja sebelum tidur tadi. Jari-jarinya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi kening Chenle.

Sungguh, sebenarnya Jisung mengira jika Chenle bukanlah takdirnya, tapi sekarang, Chenle berada di genggamannya. Omega yang satu tahun lebih tua dengannya itu telah mengambil hatinya yang sudah lama di simpan. Sejujurnya Jisung belum pernah menjalin hubungan sebelumnya, alpha itu hanya akan menyukai dalam diam setiap kali menyukai seseorang. Tapi Chenle berbeda, entah mengapa dia menjadi seberani itu untuk mendekat dan menjalin hubungan yang serius dengan Chenle. Rasa takut untuk di ambil oleh orang lain jika dirinya tidak segera maju.

Jisung bangkit dari tidurnya, menatap gorden yang tertutup dan menghalau sinar matahari masuk kedalam kamarnya. Tentu saja dia tidak akan membukanya, ada Chenle selaku vampir murni disini.

Jisung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasrat buang air dan membasuh mukanya.

Alpha itu menatap dirinya di pantulan kaca yang ada di hadapannya. Pupil matanya yang berwarna coklat menarik atensinya. Jisung tahu jika sebagian besar tubuhnya adalah vampir, daya tahan tubuhnya juga akan berkurang jika dia tidak meminum darah, maka selama beberapa bulan di Jepang, Jisung merasa sangat lelah karena tidak di perbolehkan untuk meminum darah.

Walau begitu ada yang lebih penting, umurnya tidak sepanjang vampir pada umumnya. Untuk umur, Jisung seperti manusia pada umumnya tidak akan sampai pada 100 tahun.

Jisung memakai bajunya, karena terlampau tanggung akhirnya Jisung memutuskan untuk mandi.

Jam menunjukan pukul 9 yang artinya penghuni rumah ini belum melakukan aktivitasnya, kecuali para kepala keluarga yang harus bersisian dengan para manusia yang bekerja di bawahnya. Pasti ibunya juga masih tidur atau baru tidur.

Sejujurnya Jisung tidak ingin meninggalkan Chenle yang masih nyenyak tidur, tapi dia sangat ingin melihat keadaan ibunya setelah kemarin dia terlihat tidak baik-baik saja.

Jisung menutup pintu dengan pelan-pelan, di luar dugaan di lorong lantai dua terlihat beberapa pelayan yang berlalu-lalang, perhatiannya teralihkan ketika melihat seorang pelayan keluar masuk kedalam kamar yang di ujung lorong.

Jisung berjalan mendekat dan mendengar suara tangisan bayi yang samar-samar. Dengan rasa penasarannya, Jisung membuka pintu berwarna putih itu dan mendapatkan seorang bayi yang sedang di tenangkan oleh pelayan dengan darah di botol susu yang di paksa dimasukan ke mulut kecil sang bayi

"Apa yang kau lakukan? " tanya Jisung merasa heran dengan upaya menenangkan bayi yang menangis karena kelaparan.

"Tuan Jisung, maaf mengganggu pagi anda, saya hanya menjalankan tugas yang di perintah oleh tuan Jeno. " ucapnya dengan gusar, wanita itu khawatir jika bayinya akan jatuh sakit bahkan baru lahir kemarin.

"Jeno yang menyuruhmu? "

"Tuan Renjun tidak ada, jadi tuan Jeno memilih memberinya darah yang tidak terlalu kental untuk sementara sebelum dokter moon datang, karena ibu pengganti untuk menyusui bayi ini terluka karena taring tuan muda yang menyakitinya" jelas wanita itu sambil mengayun-ayunkan gendongannya, berharap bayinya akan berhenti menangis.

Jisung menatap bayi itu dan menatap taring kecil yang keluar dengan tajam. Jisung tahu jika bayi itu hanya ingin ibunya, bukan ibu pengganti ataupun karet dot yang mungkin akan langsung putus.

"Tuan Jisung tidak perlu khawatir, dokter Moon akan segera datang nanti siang karena tuan Jeno tidak ingin menunda terlalu lama untuk bayinya"

Jisung hanya mengangguk dan keluar dari kamar itu, alpha itu akan pergi mencari ibunya karena sebenarnya dia tidak tahu di mana letak kamar ibunya, jadi Jisung bertanya kepada kepala pelayan yang berada di ruangannya. Wanita alpha itu mengatakan kamar ibunya masih berada di lantai dua hanya beda lorong dengan kamar milik Jisung, kamar ibunya dekat dengan kamar Renjun, hanya selisih 3 kamar dari kamar ibunya, bedanya kamar Renjun berada lebih Jauh dari letak tangga. 

Tok tok tok

Walaupun Jisung tahu jika ayahnya tidak ada di dalam, dia harus tetap mengetuk pintu karena ibunya sangat menjunjung etiket, ya walau terkadang sembrono.

Hening menghampiri, tidak ada yang membuka pintu walau Jisung sudah menunggu beberapa saat hingga akhirnya pintu itu terbuka menampakan ibunya yang masih mengenakan kimono dengan wajah yang terlihat agak bengkak, mata sebelah kanannya di kompres oleh air dingin.

"Momma? " panggil Jisung.



°_________________^

Jisung duduk di kursi sofa kamar ibunya, sejujurnya hal ini tidak sopan karena ini adalah kamar orangtuanya, Jisung bisa menunggu ibunya selesai berbenah diri untuk berbincang bersama, dari pada ikut masuk dengan keadaan ibunya yang masih menggunakan kimono. Ya.. Jisung memang normal untuk tidak menyukai ibunya.

"Bagaimana keadaan mom? " Tanya Jisung yang mana membuat Jaemin yang sedari tadi hanya diam dan melamun di tempatnya.

"Mom baik-baik saja, ada apa yang membuatmu menemui mom? "

Jisung terdiam beberapa saat, "bagaimana keadaan mom? " ulang Jisung untuk memastikan jika ibunya benar-benar baik-baik saja.

Jaemin tersenyum, "tentu saja baik, terimakasih apalagi setelah melihatmu, aku merasa lebih baik, " jawabnya yang dapat membuat Jisung tersenyum pula.

Sungguh, dia sangat menyayangi ibunya lebih dari apapun, mungkin jika dia tahu semua akan seperti ini, dia tidak akan mencari ayahnya.

"Jisung" panggil Jaemin.

"Do'aku menyertaimu, aku percaya kau bisa"

°_________________^

Seorang pria berpakaian rapih terlihat masuk kedalam rumah Jeno dengan sebutan hangat dari beberapa pelayan, kedatangannya sangat di nanti-nanti oleh semua orang terutama Jeno.

Jeno di temani oleh Jaemin untuk mengobrol dengan dokter yang sudah mengabdi puluhan tahun kepada keluarga Jung. Jisung hanya melihat di atas pijakan tangga, dia hanya penasaran dengan teknik kerja seorang dokter yang akan memeriksa adiknya.

Setelah Jeno beserta dokter itu pergi menuju kamar bayi Logan, Jisung turut mengikuti hingga ambang pintu.

Dokter Moon mengambil darah bayi itu untuk sampel, juga memijat beberapa bagian tertentu tubuh bayi itu, Logan menangis dengan sangat kencang, disisinya ada dua pengasuh yang salah satunya dia temui tadi siang yang di percaya oleh Jeno.

Dokter itu mengambil darah dengan telunjuknya lalu mendekatkannya kepada mulut kecil sang bayi yang masih menangis. Bayi itu melahap tangan sang dokter dan menyedotnya seolah-olah sedang menyusu. Lalu dokter Moon mengulanginya sampai tangisan bayi itu reda.

Setelahnya dokter Moon menyerahkan bayi itu kepada seorang pengasuh. Dokter itu langsung duduk di kursi yang telah di sediakan dan membuka kopernya. Koper itu berisi beberapa alat yang Jisung sendiri tidak tahu.

Dokter Moon mengambil sampel darah menggunakan pipet dengan ujung runcing. Pipet itu digunakan untuk mengambil darah melalui sebuah mangkok kecil yang sudah di isi dengan suatu cairan.

Jisung ingin tahu cairan apa itu, tapi sayangnya pengasuh itu menutup pintu dengan alasan kenyamanan dokter tersebut.

Jisung memutuskan untuk ke ruang keluarga yang berada di lantai satu. Langkanya tinggal beberapa anak tangga lagi dirinya sampai tapi pendengarannya menangkap kedua orangtuanya sedang bertengkar.

"Kau masih mempercayai dokter itu setelah membuat kita seperti ini? " tanya Jaemin kepada Jeno yang menatap Istrinya dengan tak suka.

"Dia satu-satunya dokter kandungan dan anak yang keluargaku percayai" Jeno menjawab dengan sedikit memelankan suaranya.

"Apa? Percayai? Setelah menuduh Jisung seorang omega? Kau masih mempercayainya? " tanya Jaemin dengan memandang Jeno dengan tidak percaya. Setelah apa yang dokter itu katakan dahulu yang menyebabkan alpha itu kehilangan anak dan istrinya dan alpha itu tetap percaya kepada dokter itu? Agaknya memang Jeno bodoh.

"Bodoh, pantas ayahmu tidak memilihmu untuk menjadi seorang pemimpin, untuk hal seperti ini saja kau gegabah" perkataan Jaemin membuat Jeno naik pitam, alpha itu menatap Jaemin dengan tajam.

"Apa maksudmu? Kau menghinaku? "

"Menurutmu? "

"Jung Jaemin!"

"Apakah setelah ini kau akan mencelakai ku lagi? Kau berubah Jen, mana janjimu untuk membahagiakanku? " Jaemin mendekat kearah Jeno, dan sedikit membisik di akhir pertanyaannya.

"Kau menanyakan hal itu setelah kabur dariku? " Jeno membalas menyeringai.

Jeno merasa Jaeminpun turut berubah, bukan hanya secara fisik tapi juga dari cara bersikap kepadanya. Jaemin sudah beberapa kali menantang dirinya untuk bertengkar, bukan hanya tentang Jisung yang kurang di terima olehnya, tapi juga dengan Renjun yang notabenenya adalah seorang musuh besar Jaemin terdahulu, apalagi setelah Logan lahir, Jaemin semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.

"Omega? " Jisung terus berfikir, dia bukanlah seorang omega, melainkan seorang alpha dominan yang kekuatannya tidak terlalu jauh berbeda dengan ayahnya. Apakah itu alasan ibunya kabur? Kesalahan pahaman?

"Aku tidak akan kabur jika dokter itu tidak salah dalam meneliti gender kedua anakku, bagaimana bisa aku diam saja saat anakku akan di bunuh karena dia seorang omega, Jeno. Di saat anakku dalam bahaya, aku tidak peduli jika kau adalah suamiku." balas Jaemin.

Jeno terpaku beberapa saat, yang di katakan Jaemin memang benar, dokter itu salah dalam meneliti tentang gender kedua Jisung saat bayi.

"Maafkan aku" Jeno meruntuhkan harga dirinya, sebagai seorang suami dan ayah, Jeno hanya terbakar emosi karena Jaemin pergi tanpa mendengar ucapan Jeno dahulu.

Jisung terdiam melihat kedua orangtuanya yang sedang berbagi kehangatan dengan pelukan. Mengetahui jika sebenarnya ada alasan di balik dirinya hidup berdua dengan ibunya. Dokter itu, dokter Moon yang terlihat sangat mencurigakan dalam sekali lirik olehnya.

Netra sang ibu menangkap buah hatinya yang tengah diam berdiri di ujung tangga. Matanya melebar mengetahui jika Jisung mendengar percakapannya dengan suaminya.

"Jisung? "

Jeno turut membalikan badan untuk melihat Jisung, memang mungkin sudah seharusnya Jisung tahu, keadaannya sekarang dikarenakan dokter Moon yang salah dalam meneliti gender keduanya.

Jisung berjalan mendekati kedua orangtuanya saat Jaemin melambaikan tangannya untuk menyuruh Jisung mendekat.

Ketiganya sudah duduk di sofa ruang tamu, dengan suasana canggung meliputi ruangan itu.

"Ehem, maaf sebelumnya aku telah lancang karena telah menguping pembicaraan kalian" ucap Jisung berusaha untuk mencairkan suasana, tapi karenanya suasana semakin canggung. Terlebih Jaemin yang masih berpikir akan di mulai dari mana ceritanya.

"Tidak apa-apa, kau memang harus tahu hal ini "

"Tentang aku yang seorang omega? Memangnya kenapa dengan omega? "

"Jisung.. Pelankan suaramu" tegur Jaemin, Jeno sedang ingin mendekati anaknya, tidak baik jika Jisung meninggikan suaranya.

"Tidak ada yang salah dengan omega, yang salah adalah aku yang menyetujui perjanjian dengan papa, maafkan aku"

Jisung terbelalak mendengar Jeno meminta maaf kepadanya. Apa maksudnya? Kenapa ayahnya tiba-tiba bersikap baik?

Ditengah pikirannya, dokter moon datang bersama kopernya dan kertas kecil hasil tes. Dokter itu tersenyum dan mendekati ketiga nya.

"Tuan, maaf mengganggu waktu berbincang dengan keluarga anda, hasil tes menyatakan jika tuan muda Jung Logan adalah seorang alpha dominan. " ucap sang dokter yang membuat Jaemin terkejut.

Tbc

Masih ada yang nunggu cerita ini? ^^

Seguir leyendo

También te gustarán

148K 7.9K 24
⚠️🔞⚠️ Chenle yang kaget saat dimana sang ayah membawa dua orang asing ke dalam rumah nya yang dimana mengaku kalau mereka adalah ibu tiri dan kakak...
435K 45.4K 58
"Daddy." "DADDY?! Sejak kapan aku memiliki seorang anak?! Jangan panggil aku dengan sebutan mengerikan itu!" "Dia benar anakmu." "SEJAK KAPAN?!" Hi...
1.3M 143K 20
TERSEDIA VERSI PDF + Season 2 (Cek chp terakhir) 💸PDF Only 10k (jangan beli bajakan ya🤍) Na Jaemin, pemilik brand fashion terkenal tiba-tiba mengal...
719K 52.9K 30
[END] Follow Vi oke! Kisah perjalanan cinta King Alpha dan Queen Omega. Dimana seorang King Alpha dan Queen Omega adalah sepasang mate yang...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas