VAMPIRE | SungJake

By JakeuPouh

33.1K 2.9K 181

Dimasa kini apakah manusia masih mempercayai keberadaan Vampir? Mungkin sebagian orang mempercayai nya sebaga... More

O1 | beginning
O2 | allium sativum
O3 | yuwaraja
O4 | prima zi
O6 | încerca
O7 | who's there
O8 | story of the past
O9 | accusation
1O | tragic
11 | the book
12 | biertan village
13 | we need blood
14 | bite me
15 | go home
16 | almost clear

05 | finding out

2.4K 241 10
By JakeuPouh

CHAPTER : 5

"kenapa bisa seperti ini?" jake menatap sunghoon dengan tatapan tajam nya sambil membalut tangan yang terluka itu dengan kain kasa setelah membersihkan nya dengan air mengalir

"nanti sembuh sendiri" ucapan santai sunghoon itu dihadiahi pukulan kecil dari jake. "iya, jika kau mau tangan mu hilang diamputasi!"

jake memajukan bibirnya kesal, membuat lelaki itu terlihat semakin menggemaskan. sunghoon mengulum senyuman nya berusaha tetap menjaga ekspresi wajah nya

"selesai!" lelaki manis itu tersenyum puas melihat kain kasa yang menempel ditangan sunghoon, hasil kerja kerasnya. "jangan terlalu digerakkan, nanti susah keringnya"

"tidak bisa" ucapan singkat sunghoon membuat jake kembali menatapnya dengan tatapan garang

"aku menunggangi kuda, kuda tidak akan jalan jika aku tidak menarik tali kekang nya" lagi-lagi sunghoon menjawab dengan santai, membuat jake merasa sangat kesal

"baiklah lakukan sepuas mu" jake mengambil benda-benda yang digunakan nya untuk mengobati lelaki keras kepala itu kemudian meletakkan nya dengan rapih. jake mengalihkan pandangan nya dari sunghoon karena merasa jengkel. namun sepertinya sunghoon tidak menyadari suasana hati jake saat ini

"aku ada urusan, jangan kabur" sunghoon melangkah kaki panjang nya keluar dari kamar yang saat ini ia dan jake tempati, sambil merapihkan pakaian yang membalut tubuhnya

"jangan kembali lagi, dasar lelaki bodoh" jake menatap kesal pintu yang baru saja tertutup itu dan mengucapkan kalimat-kalimat kutukan untuk sunghoon

ia mendaratkan bokong nya pada kursi yang berhadapan dengan jendela kamar. menatapi burung-burung terbang melewati pepohonan tinggi ditengah hutan





suara ketukkan pintu terdengar, menyadarkan jake yang tertidur diatas kursi. ia bergegas menuju sumber suara dan membuka benda datar itu untuk melihat siapakah orang dibalik sana

seorang wanita berdiri tepat didepan pintu dengan senyuman cantik diwajah nya. itu madeline, ibunda sunghoon. "apa kau merasa bosan?"

"ah iya lumayan" jake tersenyum canggung, ia merasa bingung harus memanggil madeline dengan sebutan apa setelah mengetahui bahwa wanita itu adalah seorang ratu

"bolehkah aku masuk?"

"ah tentu saja!" jake membuka pintu kayu itu lebar-lebar membiarkan madeline melangkahkan kaki nya memasuki kamar megah milik sunghoon

melihat perlakuan jake membuat madeline terkekeh gemas. "akhirnya aku memasuki kamar ini lagi setelah bertahun-tahun, biasanya sunghoon tidak mengizinkan oranglain masuk"

"eh kenapa?" jake menatap madeline penasaran sambil menuntun sang ratu untuk duduk diatas kursi yang sedari tadi ia tempati

"dia lelaki yang tertutup, tidak ingin oranglain ikut campur dalam urusannya" ucapan madeline dibalas anggukan kepala dari jake

ruangan itu kembali sunyi, hanya dihiasi beberapa suara kicauan burung dari luar. madeline membawa mata nya menelusuri kamar yang terasa berbeda setelah bertahun-tahun tidak ia masuki. sedangkan jake menundukkan kepala canggung sambil memainkan jari-jari tangan nya. sampai akhirnya madeline pun mengakhiri suasana sunyi itu

"aku membuat kukis untuk mu, apa kau mau mencoba nya?" madeline meletakkan sebuah kotak makan diatas meja lalu membuka nya, membuat aroma menggugah selera berhamburan memenuhi indra penciuman jake

"yang mulia membuat nya untuk ku? terimakasih! boleh aku mencoba nya?" jake menatap madeline dengan mata berbinar, membuat wanita didepan nya tertawa senang. "tentu saja"

jake memasukkan kukis cokelat itu kedalam mulutnya, membiarkan kukis itu mulai memanjakan lidah nya. lelaki itu menggerakkan kaki nya semangat dan memberikan kalimat-kalimat pujian pada madeline

madeline tertawa senang melihat reaksi yang diberikan jake. "kau lelaki yang manis ya, sangat cocok jika berdampingan dengan sunghoon"

jake terbatuk mendengar ucapan tiba-tiba diucapkan madeline, ia menggaruk leher nya canggung

"maaf membuatmu merasa tidak nyaman, sepertinya kau sudah mendapatkan tawaran pernikahan dari sunghoon ya" madeline memberikan senyuman nya untuk menenangkan jake, lelaki itu hanya mengangguk sebagai jawaban

"menikahlah dengan nya, aku memohon"

"apakah itu harus? ramalan itu bilang aku harus menikah dengan nya ya?" ucap jake dengan suara nya yang mengecil bahkan hampir tidak terdengar

madeline mengelus kedua tangan milik jake kemudian menghela nafasnya. "tidak, tetapi kau sudah berjanji dikehidupan sebelumnya"

"kehidupan sebelumnya?" jake menatap madeline dengan wajah kebingungan. sungguh, semua informasi yang ia dapatkan hari ini sulit untuk dimengerti otak nya

"kau akan mengetahui nya sendiri"

__________


jake melangkahkan kakinya menikmati pemandangan kastil setelah mengitari beberapa ruangan kastil ditemani dengan pelayanan suruhan madeline

"apa tuan ingin melihat taman kastil?" tanya pelayan itu dengan ramah dan dijawab dengan anggukan semangat dari jake

pelayan itu menunjukkan jalan menuju tempat yang mereka tuju, diikuti jake disamping nya. tak lama mereka sampai disebuah taman yang lumayan luas

jake menarik nafasnya, merasakan udara sejuk dan angin yang bersentuhan langsung dengan kulit putih nya. hal itu tentu saja tidak bisa ia rasakan saat berada dikota

jake menatap pelayan itu dengan beberapa pertanyaan yang memenuhi kepalanya. sepertinya ia bisa menanyakan nya pada pelayan itu

"apa ditempat ini hanya ada kerajaan ini saja?" tanya jake dengan wajah penuh penasaran nya

"ah tidak, tempat ini berbeda dimensi dengan dunia manusia. terdapat 5 kerajaan, termasuk kerajaan bran. itu belum termasuk dengan warewolf"

jake membulatkan matanya kaget setelah mendengarkan penjelasan dari pelayan itu. "sungguh? ada warewolf disini?"

pertanyaan bertubi-tubi dari jake membuat pelayan itu terkekeh. "tentu, tetapi mereka tidak terlalu dekat dengan kaum vampir. beberapa dari mereka berfikir kita adalah kaum yang menyeramkan"

jake mengangguk-anggukan kepala nya menandakan bahwa ia mengerti

"apa ada pertanyaan lagi, tuan?" tanya pelayan itu sekali lagi. jake berpikir sejenak, memikirkan pertanyaan apa lagi yang ingin ia tanyakan pada pelayan itu

"umm, apa kau bisa menjelaskan tentang ramalan yang orang-orang sebutkan itu?" pertanyaan jake kali ini sepertinya sangat sulit untuk pelayanan itu

"bisa saja, tapi saya takut jika salah menyampaikan. sepertinya tuan bisa menanyakan langsung pada tuan sunghoon" jake menggigit bibir nya gugup saat mendengar jawaban dari pelayan itu, ia tidak yakin sunghoon akan menjawab pertanyaan nya

"sekarang sudah pukul lima sore, saat ini tuan sunghoon sudah selesai dari pekerjaan nya" sambung pelayan itu sambil tersenyum meyakinkan jake

"sunghoon punya pekerjaan?" tanya jake sedikit penasaran dengan kegiatan lelaki menyebalkan itu

"tuan sunghoon bekerja sebagai putra mahkota, ia ditugaskan untuk mengurus daerah bagian kerajaan"

_________

jake membuka pintu besar didepan nya kemudian melangkahkan kaki-kaki mungilnya memasuki ruangan megah yang berfungsi sebagai perpustakaan kastil

lelaki itu menelusuri seluruh ruangan, hingga mata bulat nya menemukan sosok yang ia cari sedari tadi. siapa lagi kalau bukan sunghoon

jake terpaku pada lelaki tampan yang tengah sibuk menuliskan sesuatu dalam secarik kertas. entah mengapa ia ingin berteriak saat ini juga saat melihat sunghoon yang berkali lipat lebih tampan saat menampilkan wajah tegas nya

"kau tau aku ada disini?" suara berat itu berhasil menyadarkan jake kembali. sunghoon menatap jake yang saat ini mulai memerah seperti kepiting rebus

"aku tau dari pelayan" jake duduk dikursi yang bersampingan langsung dengan sunghoon. lelaki manis itu menundukkan wajah nya yang terasa memanas itu, ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya

tentu saja sunghoon menyadari wajah jake yang memerah. ia mengangkat dagu jake dengan jari nya kemudian tersenyum mengejek. "kau merona, siapa yang membuat nya?"

"t-tidak, ini karena sinar matahari!" jake membulatkan matanya lucu. namun reaksi itu malah membuat sunghoon semakin menggoda nya

"cuaca hari ini berawan, apa kau jalan terlalu jauh?" ucapan sunghoon semakin membuat muka jake memerah

sunghoon tersenyum gemas melihat wajah jake yang semakin memerah. jake menatap sunghoon dengan mata bulatnya. pertama kali ia melihat sunghoon tersenyum, selain senyuman miring dan mengejek

"manis"

jake terbatuk dan melihat lelaki didepan nya itu tidak percaya. "apanya?!"

































©JakeuPouh
Januari, 2024

Continue Reading

You'll Also Like

374K 25.4K 41
"Bisa gak lo berhenti merokok?" "Gak bisa, lo tau seberapa candu nya gua sama rokok. Kemarin gua nyoba ganti pakai permen tapi hasilnya nihil" "Ganti...
13.4K 1K 31
Heeseung, seorang artis muda yang terkenal, merasa terjebak dalam dunia gemerlap yang penuh ekspektasi dan tekanan keluarga. Hidupnya berubah saat ia...
63.8K 5.1K 23
Apa jadinya jika masa mudamu dihabiskan untuk mengurus vampir? Sunoo beserta teman-temannya hanya berniat membuktikan kebenaran lagenda tentang desa...
Wattpad App - Unlock exclusive features