KANG MANTAN

By Warsinah219

101K 8.3K 546

no description More

🌜1πŸŒ›
🌜2πŸŒ›
🌜3πŸŒ›
🌜4πŸŒ›
🌜5πŸŒ›
🌜6πŸŒ›
🌜7πŸŒ›
🌜8πŸŒ›
🌜9πŸŒ›
🌜10πŸŒ›
🌜11πŸŒ›
🌜12πŸŒ›
🌜13πŸŒ›
🌜14πŸŒ›
🌜15πŸŒ›
🌜16πŸŒ›
🌜17πŸŒ›
🌜18πŸŒ›
🌜19πŸŒ›
🌜20πŸŒ›
🌜21πŸŒ›
🌜22πŸŒ›
🌜23πŸŒ›
🌜24πŸŒ›
🌜25πŸŒ›
🌜26πŸŒ›
🌜27πŸŒ›
🌜28πŸŒ›
🌜29πŸŒ›
🌜30πŸŒ›
🌜31πŸŒ›
🌜32πŸŒ›
🌜33πŸŒ›
🌜34πŸŒ›
🌜35πŸŒ›
🌜36πŸŒ›
🌜37πŸŒ›
🌜38πŸŒ›
🌜39πŸŒ›
🌜40πŸŒ›
🌜41πŸŒ›
🌜42πŸŒ›
🌜43πŸŒ›
🌜44πŸŒ›
🌜45πŸŒ›
🌜46πŸŒ›
🌜47πŸŒ›
🌜48πŸŒ›
🌜49πŸŒ›
🌜50πŸŒ›
🌜51πŸŒ›
🌜52πŸŒ›
🌜53πŸŒ›
🌜54πŸŒ›
🌜55πŸŒ›
🌜56πŸŒ›
🌜57πŸŒ›
🌜58πŸŒ›
🌜59πŸŒ›
🌜60πŸŒ›
🌜61πŸŒ›
🌜62πŸŒ›
🌜63πŸŒ›
🌜64πŸŒ›
🌜65πŸŒ›
🌜66πŸŒ›
🌜68πŸŒ›
🌜69πŸŒ›
🌜70πŸŒ›
🌜71πŸŒ›
🌜72πŸŒ›
73
🌜74πŸŒ›
🌜75πŸŒ›
🌜76πŸŒ›
🌜77πŸŒ›
🌜78πŸŒ›
79
🌜80πŸŒ›
🌜81πŸŒ›
82
🌜83πŸŒ›
🌜84πŸŒ›
🌜85πŸŒ›

🌜67πŸŒ›

842 74 13
By Warsinah219

Hai guys.... 🙋
Kang mantan kembali hadir menemani minggu kalian semua 🙂
Semoga suka dengan kelanjutannya ini ya.... 🙂
Terimakasih
Happy Reading 🤗🤗🤗

Berdebat dengan istri tentunya di hindari oleh semua suami. Mereka tidak mau berdebat atau mencari perkara yang akan membuat istri menjadi marah. Para suami pasti akan menuruti semua keinginan sangat istri demi terjaganya kenyamanan dan ketentraman rumah tangga. Hal itu tidak berlaku bagi Rama. Ia justru senang berdebat dengan istrinya. Ia menikmati momen-momen  itu karena dengan begitu Rama akan melihat wajah Syifa yang menurutnya sangat menggemaskan. Syifa yang ia kenal sebelum menjadi istri sangat berbeda dengan Syifa yang kini berstatus sebagai istrinya. Syifa yang dulu di kenalnya sebagai gadis yang lemah lembut dan penurut maka Syifa yang sekarang berbeda. Syifa berubah menjadi wanita yang cerewet dan suka mengatur.
Perubahan Syifa tidak mempengaruhi rasa cinta dan sayang Rama pada istrinya. Ia justru semakin mencintai dan menyayangi Syifa. Rama tidak peduli jika Syifa terus terus mengomel dan mengatur dirinya karena ia tahu apa yang di ucapkan istrinya itu untuk kebaikannya juga.

"Udah puas ke kamar mandinya? " Tanya Syifa dengan nada dan tatapan yang sinis pada Rama.

Rama baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengusap-usap perutnya. Dalam waktu 1 jam ia sudah beberapa kali masuk kamar mandi karena panggilan alam.

"Hehehe udah yank. Tapi nggak tau bakal masuk lagi apa enggak". Jawab Rama polos seperti tidak bersalah.

" Sakit gitu enak enggak? "

"Hehehe enggak lah yank".

" Udah tau yang namanya sakit itu nggak enak, makanya kalau istri ngomong di dengerin. Di bilangin jangan makan-makanan pedas, ya jangan di makan. Senengnya mendebat omongan istri terus. Nggak mau nurut. Jadinya begini kan".
Rama hanya diam. Ia seperti anak kecil yang di marahi ibunya karena telah melakukan kesalahan.

"Besok-besok jangan di ulangin! Kalau sampek kayak gini lagi, adek nggak mau ngurusin akang".

" Maaf sayang ". Ucap Rama penuh penyesalan.

" Sini duduk! " Rama menurut. Ia duduk di samping Syifa dengan tenang.

"Minum". Rama langsung meminum air yang di berikan istrinya. Belum sempat air itu masuk ke tenggorokan, Rama segera menyemburkannya.

" Kenapa malah di sembur! Di telan dong kang minumnya ".

" Enggak! Ini minuman apa sih? Manis dan agak asin dikit".
Rama memperhatikan air di dalam gelas yang ada di tangannya. Menurut pengamatan nya, air ini sama seperti air yang minum biasanya tapi kenapa rasanya berbeda.

"Itu oralit".

Rama mengalihkan pandangannya pada sang istri.
" Oralit? "

"Iya. Oralit ini bermanfaat untuk mengembalikan cairan di badan akang yang hilang akibat diare. Oralit ini bisa mencegah dan mengatasi dehidrasi ".

" Bukannya oralit untuk obat diare anak kecil? "

" Enggak. Orang dewasa juga bisa minum. Lagipula akang memang kayak anak kecil. Susah kalau di bilangin!"

"Sayang..... Jangan gitu lah. Akang nggak mau minum ini pokoknya. Nggak akan manjur".
Rama menyodorkan gelas itu pada istrinya.

"Belom di coba udah bilang nggak manjur. Coba dulu atuh". Syifa membujuk suaminya untuk mau minum.

" Kan tadi udah di coba. Sayang lihat sendiri kan". Rama berusaha menego.

"Apaan? Jelas-jelas yang tadi di sembur, ya nggak ke minum lah. Nggak masuk itungan. Ayo minum!".
Syifa mendekatkan gelas itu ke bibir Rama. Rama menutup bibirnya rapat-rapat.

" Minum enggak?! Kalau nggak mau minum, awas aja! Siap-siap puasa satu bulan! ".

Mata Rama membulat. " Sayang..... "

"Apa?! " Syifa menatap Rama dengan galak.

"Dikit aja tapi ya. Ini manis banget sayang. Bisa-bisa gula darah akang langsung naik kalau minum ini terlalu banyak". Ucap Rama memelas.

Hufttt.... Syifa menarik nafas dalam.

" Iya. Dikit aja. Ayo minum ". Tutur kata Syifa menjadi lembut lagi.

Rama menuruti perintah istrinya. Ia mendekatkan gelas berisi oralit itu ke bibirnya. Mulutnya langsung terasa manis saat cairan itu mulai di minum.

" Nggak enak yank. Manis banget".
Rama mengeluarkan lidahnya. Ia memang kurang suka sesuatu yang terlalu manis.

"Pilih yang manis apa yang pahit?".

" Nggak dua-duanya. Kalau bisa sih yang pas. Nggak terlalu manis dan nggak terlalu pahit ".

" Nawar! " Rama terkekeh mendengar nada sewot istrinya.
Rama mencoba mencairkan suasana dengan membuat istrinya tertawa karena sejak ia mulai terserang diare, Syifa terus saja mengomel dan memarahinya. Rama tahu Syifa sebenarnya khawatir dengan kondisinya karena ia terus bolak-balik ke toilet. Syifa menyarankan untuk memanggil dokter tapi Rama menolak. Ia terlalu gengsi untuk memanggil dokter dengan alasan terserang diare. Menurutnya itu tidak elegan.

" Oh ya, kok adek bisa dapat oralit ini darimana? ".

" Minta sama pelayan hotel di sini".

Kening Rama mengernyit. "Emang mereka punya obat kayak gini? ".

" Ya enggak lah. Adek minta garam sama gula ke mereka. Terus bikin sendiri. Bahan untuk bikin oralit kan cuma air, garam sama gula aja".

"Emang adek tau cara mintanya? "

Syifa menghela nafasnya kasar. Apakah bolak-balik ke toilet membuatmu isi kepala suaminya jadi bermasalah??

"Ya tinggal ngomong. Gitu aja nggak tau! ".

" Ckck ya akang tau. Maksudnya, gimana cara adek ngomongnya? Emang tau bahasanya".

"Google Translate kan ada" Jawab Syifa sambil tertawa.

Sebelum melakukan hal yang menurutnya konyol, Syifa tertawa sendiri. Ia meminta bantuan Google Translate untuk bisa berkomunikasi dengan pegawai hotel di tempat mereka saat ini.

"Celana akang mana? "
Syifa memberikan celana jeans warna hitam pada Rama.

"Adek udah searching apotik terdekat di sini dan ada. Sekitar 14 menit dari hotel".
Syifa memberi tahu Rama. Mereka akan pergi mencari obat untuk diare. Rama yang gengsi dan malu untuk meminta pada pegawai hotel, memilih untuk membeli sendiri.

" Ya udah nanti kita ke sana". Jawab Rama sambil memakai celananya di depan sangat istri.
Jika di tanya, apakah Rama tidak malu? Tentu saja tidak. Mereka sudah suami istri.

"Akang beneran bisa nahan? ".
Kening Rama mengernyit dengen pertanyaan istrinya. Seakan mengerti tatapan Rama, Syifa langsung menjelaskan ucapannya.

" Akang kan dari tadi bolak-balik ke kamar mandi terus. Belum sampai 10 menit udah lari lagi. Emangnya akang kuat nahan sampai 15 menit?"
Syifa ingin pergi sendiri tapi pasti Rama tidak akan mengizinkan.

"Di kuat-kuatin". Jawab Rama sambil tertawa.

"Hmmm gimana kalau pakai pampers aja? "
Rama kaget dan langsung menatap Syifa.

🍃🍃🍃

"Nah, ini baru namanya hidup. Enak. Nggak perlu kerja. Bisa dapat uang". Seorang laki-laki memegangi lima gepok uang senilai 50 juta.

" Iya bang bener. Setiap hari aja mama ngirim kita uang sebanyak ini. Pasti hidup kita sejahtera ". Sahut seorang perempuan dengan memegang uang dengan jumlah yang sama dengan milik si laki-laki.

"Iya dan kalau mama ngirim uang sebanyak ini setiap hari, lama-lama mama akan ketahuan".

" Nggak akan sayang. Nenek tua itu punya perhiasan yang banyak. Kehilangan satu atau dua tidak akan terasa".

"Iya kak. Bener kata abang. Kehilangan perhiasan satu,dua bahkan sepuluh sekalipun, dia tidak akan sadar. Perhiasannya itu terlalu banyak. Hampir setiap bulannya ia membeli perhiasan belum dari suaminya. Belum lagi dari anaknya".

" Ngomong-ngomong soal anaknya, dia udah pulang dari honeymoon nya? "

"Kata mama sih belum bang".

" Gila! Bulan madu hampir sebulan! Betapa duit yang udah keluar ".

" Pastinya nggak sedikit. Nyesek nggak kamu, nggak jadi sama dia? "

"Nyesel banget kak. Kalau nggak gara-gara si nenek itu nggak ngasih restu, gua pasti udah nikah sama dia dari lama. Gue udah bahagia dan bisa menikmati kekayaannya yang nggak akan habis tujuh turunan itu".

" Tenang aja! Kalau memang dia jodoh loe, pasti bakal balik lagi".

"Enak bener loe ngomong nya bang. Elo lupa kalau dia udah punya istri?".

" Masalah istrinya mah gampang. Bisa di selesaikan. Gue nggak suka sama istrinya itu. Terlalu muna! "


Continue Reading

You'll Also Like

270K 16.9K 30
Bukan apa-apa sih sebenernya, cuma cerita gaje tentang seorang Ceo muda dan Cewek petakilan yang menikah karna terpaksa. Pemaksaan dari masing-masing...
3.2M 119K 24
"Saya tidak akan mau menikah lagi, Ma.. Semua perempuan di dunia ini sama. Sama-sama mau mendapatkan yang sempurna" Davin Surya Ferdinand "Ma,, gak...
736K 39.2K 61
*Cukup baca dan nikmati alurnya, tidak perlu PLAGIAT* Mempunyai istri yang super kudet itu menyusahkan bagi gue. Dia itu bodoh, dia ceroboh, dia gak...
408K 15.9K 24
"Kakak akan menikahimu.kakak akan bertanggung jawab dengan semua kesalahan kakak padamu"kata kak Alvi berhasil membuatku kaget "Izinkan kakak ya? Kak...
Wattpad App - Unlock exclusive features