Berhubung masih bulan Syawal, maka dari itu aku mau ngucapin Minal Aidin Walfaidzin semuanya 🤗🤗
.
.
Tidak mau banyak bicara lagi.
.
.
Happy reading♥️
_____
Dua jam berlalu dan Alka masih setia di ruang UKS, duduk disebuah kursi dengan terus memandangi wajah Mawar, gadis yang sekarang tengah tertidur dihadapannya itu. Perlahan tangan Alka terulur untuk mengusap rambut gadis tersebut, hal itu membuat Mawar membuka matanya.
"Hey udah bangun?" Ucap Alka yang seharusnya hal itu tidak perlu ditanyakan lagi, namun entah kenapa kalimat itu meluncur dari mulutnya begitu saja.
"Hm, kamu dari tadi nungguin aku, Al?" Balas Mawar ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 14.00 .
"Aku khawatir sama kamu" jawab Alka
Mendengar itu Mawar terkekeh "Ini beneran Alka yang dulu aku kenal kan" ucap Mawar kemudian.
Alka menaikkan alisnya bingung, "Kenapa ada yang lucu?"
"Al, ayolah aku cuma pusing kamu gak perlu terlalu khawatir dan jagain aku sampai bolos kayak gini" jelas Mawar. "Sekarang ayo kita masuk kelas, lagian aku udah lumayan baikan kok" lanjut Mawar
"Nanggung bentar lagi juga bel pulang" ucap Alka.
"Jadi kita bolos sampai jam pulang?" Tanya Mawar memastikan
"Iya"
"Ihhh tapi aku udah ketinggalan banyak pelajaran Alka, masa sekarang aku harus bolos"
"Yasudah sana, kalau gitu kamu sendiri saja masuk, aku mau tetap disini" titah Alka
"Aishhh nyebelin, gak mau ahh. Lagian bolos satu kali gak bakal bikin aku bego-bego amat juga" sahut Mawar, membuat Alka tertawa.
Mawar, gadis itu memang sedikit tomboi dan juga keras kepala, tetapi di balik itu semua Mawar merupakan pribadi yang polos dan juga lucu, bahkan tak jarang setiap ucapan yang dilontarkannya itu membuat orang-orang yang berada disekitarnya selalu tertawa.
Hal itulah yang membuat Alka selalu nyaman ketika berada di dekat gadis tersebut. Mawar seperti mempunyai cara tersendiri untuk membuat Alka nyaman jika berada di dekatnya.
🍁🍁🍁
"Mi tadi lo berangkat bareng kak Alka kan?" Tanya Sabil setelah selesai memasukan semua alat tulisnya pada ransel.
"Iya, kenapa emang?" Jawab Almi
"Yaudah ayo, gue juga sekarang mau ke kelas Raka"
"Terus?" Tanya Almi yang masih bingung dengan penuturan sahabatnya itu.
"Terus sekarang kita kan mau pulang, nah maka dari itu, ayo kita ke kelas para suami-suami kita untuk minta diantar pulang" jelas Sabil.
Almi yang masih bingung dengan penjelasan dibuat sahabatnya itu nampak mengerutkan keningnya "Maksud lo apaan sih Bil?"
"Hadeuhhh, cantik-cantik loading lo" ucap Sabil dengan menghembuskan nafasnya.
"Intinya sekarang lo mau balik, kan?"
"Mau lah, masa iya nginep" jawab Almi
"Yaudah hayyuk balik" ajak Sabil yang langsung menarik tangan Almi begitu saja.
"Kemana ishhh"
"Kelas Raka"
"Ngapain?"
"Dangdutan" ucap Sabil jengah "Lo tuh, mentang-mentang tinggal di negara berkembang, begonya juga ikut berkembang ya"
"Sialan, gue gak bego ya"
Sabil tidak mempedulikan lagi perkataan Almi, dengan terus menarik tangan sahabatnya itu lalu berjalan menuju kelas Raka.
"Kak Eza,Kak Okta, Raka mana?" Tanya Sabil setibanya disana.
Mereka berdua yang ditanya Sabil pun langsung mengarahkan matanya pada kelas, seolah memberikan jawaban bahwa Raka masih berada di kelas.
"Kalau Gea kemana, kok gak barengan?" Tanya Okta
"Gea sudah pulang duluan, dijemput supirnya", setelah mengatakan itu dengan cepat Sabil pun langsung memasuki kelas, sementara tangannya yang masih saja menarik tangan Almi.
"Sayang, ayo pulang" ajak Sabil pada pacarnya itu.
Di kelas tersebut hanya ada Raka dan Alka, kedua laki-laki tersebut terlihat sedang mengobrol serius, namun terhenti karena kedatangan Sabil dan Almi.
"Gue harap lo pikirin kata-kata gue tadi. Al" ucap Raka mengakhiri pembicaraannya dengan Alka.
"Ayo" ajak Raka pada Sabil
"Bentar"
"Kak Alka lo pulang bareng Almi kan, lagian tadi pagi kalian juga berangkat bareng" ucap Sabil pada Alka
Namun bukannya menjawab Alka hanya diam, seperti sedang memikirkan kata-kata yang tepat untuk ia katakan.
"Gak usah, Mi mendingan lo pulang bareng Eza aja" ucap Raka
"Loh kok gitu sayang?" Ucap Sabil yang nampak bingung mendengar penuturan sang kekasihnya itu.
"Emangnya kak Alka mau kemana?" Tanya Almi yang sedari tadi diam.
"Sorry, Mi. Gue harus antar Mawar pulang, lo gak apa-apa kan pulang sendiri" ucap Alka, sebenarnya ia tidak tega pada Almi. Akan tetapi menurutnya sekarang Mawar jauh lebih penting dibandingkan dengan gadis dihadapannya ini.
"Iya santai aja kali, lagian gue bisa pulang naik taxi" ucap Almi diakhiri dengan senyuman.
"Nggak lo pulang bareng kak Eza aja Mi, gue yang bilangin" ucap Sabil
"Gak usah Bil, gue bisa sendiri" ucap Almi dan langsung pergi meninggalkan kelas tersebut.
Kenapa dirinya tiba-tiba kesal, saat mendengar bahwa Alka akan pulang untuk mengantarkan Mawar. Oh ayolah Almi kamu itu kenapa sih? Lagian Alka bukan siapa-siapa kamu.
🍁🍁🍁
"Dahhh nyampe" ucap Eza seraya menghentikan motornya tepat di depan pagar rumah Almi.
Dengan cepat Almi pun turun dari motor tersebut "Makasih Aa Eza, udah mau anterin gue pulang"
"Yaelah Mi kayak sama siapa aja, lagian gue udah anggep lo kayak saudara gue sendiri kali Mi"
"Uuuu sosweet". "Tapi maaf loh gue cuma anggep lo, Kang ojek" ucap Almi
"Gak apa-apa rela gue mah Mi, di anggep apa aja sama lo mah" jawab Eza
"Hahaha kasian amat, bercanda gue"
"Iya-iya tau kok gue, yaudah lah gue balik"
"Ehh gak mau mampir dulu?"
"Lo nawarinya serius, apa basa-basi?" Tanya Eza yang sudah hafal dengan sifat Almi
"Basa-basi sih. Udah ah sana balik buruan gue mau masuk" jawab Almi
"Ngusir nih ceritanya"
"Iya hushh hushh"
"Oke fine, kalau itu yang lo mau, gue balik. Bye" ucap Eza yang langsung menancap kan motornya dan meninggalkan Almi
"Hati-hati" teriak Almi, sebelum akhirnya membuka pagar rumahnya dan segera masuk.
Beruntung sekarang Ayah dan juga mamah tirinya Almi masih berada diluar kota, jadi sepulang sekolah seperti ini gadis itu bisa langsung beristirahat tanpa harus berdebat dulu seperti biasanya.
🍁🍁🍁
Disisi lain, Alka. Laki-laki itu sekarang sedang duduk di kursi taman rumah sakit bersama seorang gadis yang tak lain adalah Mawar.
"Kata dokter gimana?" Tanya Alka membuka percakapan
"Baik-baik aja kok, katanya aku cuma gak boleh berfikir terlalu keras ataupun kecapean, yang bisa mengakibatkan kepalaku sakit lagi" jelas Mawar
"Oh"
"Hmm, btw kamu masih suka balapan Al, kapan-kapan aku mau ikut dong"
"Udah lama juga aku gak turun ke jalanan,pake motor, ikutan balapan, ahh jadi kangen" ucap Mawar kemudian
"Maw, please..."
"Apa?"
"Lupain balapan, oke" ucap Alka sambil menatap Mawar lamat
"Kenapa?" Tanya Mawar
"Aku khawatir, aku gak mau kejadian itu terulang lagi"
"Pokoknya aku minta lupain jalanan, lupain motor, lupain apapun yang berkaitan dengan balapan" ucap Alka
"Termasuk kamu?" Potong Mawar
Mendengar itu Alka diam sejenak. "Kita pulang sekarang" ucapnya mengalihkan pembicaraan
"Al, kok kamu gak jawab pertanyaan aku?" Tanya Mawar
"Kecuali aku" jawab Alka kemudian, membuat Mawar tersenyum.
"Kamu terbaik Al dalam hidup aku" ucap Mawar
"Aku emang baik Maw"
"Emang siapa yang bilang aku penjahat"
"Ihhh maksud aku bukan itu, Alkaaaa"
"Hahaha, udah ah ayo pulang. Mendung tuh, aku gak mau kamu sakit karena kehujanan" ucap Alka
"Kalau kerena yang lain berarti boleh dong?" Tanya Mawar
"Nggak boleh, pokoknya aku gak mau lihat kamu sakit lagi, paham" jawab Alka sambil memakaikan helm pada Mawar.
"Iya siap bos Alka" ucap Mawar sambil memperagakan sikap hormat, membuat laki-laki yang dihadapannya itu tersenyum.
"Udah, ayo cepetan naik"
"Pegangan nanti jatuh"
"Iyaiya, bawel" ucap Mawar yang langsung memeluk pinggang laki-laki itu.
.
.
.
"Kamu terbaik bukan karena kamu baik, tapi karena sejauh ini kamu bersama ku, kamu selalu mengusahakan yang terbaik"
_Mawar Calista
.
.
.
.
.
.
Ini cerita hari ini, gimana kalau besok?
.
.
Penasaran?
.
.
.
Tunggu aja.
.
.
.
Jangan lupa tekan tombol bintang dan juga sisihkan komentar kalian ya biar rame😆.
Salam sayang dari Almika 🤗
.
.