POV
Aku terbangun dengan kondisi yang agak kacau, yah aku kacau karena tidur yang begitu sangat membuat orang lain merasa jijik, jika orang lain melihat ku bangun dengan kondisi seperti ini aku yakin mereka akan menganggap ku seorang laki² daripada menganggap ku seorang gadis.
Hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku, kalian tau apa? hari ini adalah hari dimana aku akan bertemu ayah kandung ku, mamih kadang suka melarang ku jika aku membahas ayahku , aku tau mamih dan ayahku adalah seorang pria tapi aku tidak masalah akan hal itu yang ku permasalahan sekarang kenapa mamih selalu menolak untuk melihat dan membahas tentang ayah.
Aku pernah bertemu ayahku saat aku berumur 13 tahun saat itu kakek mengundang seluruh sekte untuk datang ke acara ulang tahun ke 16 tahunnya jin ling , jangan ditanya jin ling seorang cucu kesayangan jadi ulang tahunnya selalu dirayakan, saat itu aku sangat mengagumi sekte lan karena sekte lan sangat sopan santun.
Saat aku melihat saudara dari lan wangjin aku langsung menarik mamih ku dan bertanya siapa namanya bukannya menjawab mamih malah menatap pria lan itu tanpa berkedip, dan saat itu aku baru menyadari bahwa dia adalah ayah kandung ku darimana aku mengetahuinya aku mencocokkan ciri² ayahku saat dulu aku bertanya pada mamih, dan ciri² itu sangat cocok pada pria itu
Senyumku langsung mengembang saat mengetahui bahwa ayah ku sangatlah tampan dan sangat pintar,baru saja senyum ku muncul mamih langsung menarik ku menjauh dari acara itu aku sontak kaget dan menarik tangan ku dari genggaman mamih tapi tenaga mamih cukup kuat , dan aku berakhir dikurung dikamar sendirian karena mamih menyegel pintu itu dari luar.
POV END
"Huhh apakah hari ini aku akan benar-benar bertemu ayahku dan apakah ia akan menganggap ku anaknya" Helaan dan ucapan gadis muda itu cukup membuat kita tau seberapa beratnya , rindunya pada sang ayah
Saat ia sedang merenung dan bimbingan tiba-tiba pintu kamar terbuka memperlihatkan seorang pria manis berlesung pipi menghampiri nya, yah dia adalah jin guangyao, ibu/mamih dari gadis muda itu
"Jin sayang , kamu tetap disini yah jangan pernah keluar dengarkan kata mamih yahh" Ucap guangyao terdengar sedih bercampur khawatir
"Tapi ma-" Belum selesai gadis itu berbicara jin guangyao sudah berlari kearah pintu sambil menutup pintu itu dan menyegel nya dari luar
"Jin maafin mamih, mamih tidak ingin kamu menanggung rasa sakit lagi" Ucap guangyao matanya sudah dipenuhi oleh air mata yang begitu deras, dalam isakannya dia menggumam kan nama seseorang yaitu (lan xichen).
Hehe maaf kalau ada ceritanya agak pendek dan kebanyak di pov nya maaf yah, aku minta maaf kalau ceritanya agak tidak seru kami mohon maaf jika cerita kami ada kesalahan
( SELAMAT BERPUASA BAGI UMAT ISLAM ) ❤❤❤
_jangan lupa vote dan komenannya_
Jangan lupa saksikan chapter selanjutnya.........