GIRL ON FIRE [ ON GOING ]

Da AinurRohmah270

12K 7.6K 3.1K

GIRL ON FIRE (Dream chaser girl) SMA itu masa terakhir menjadi remaja, dimana masih memikirkan, besok main ke... Altro

Anggota Girl On Fire
Mantan Geng Kandita
Trouble Maker
Nonton Yuk
Kerja Kelompok
Vidio Syur?
Panti Cinta Kasih
Mata-mata
Kita Sedih
Vidio Aib
Ikan Pesut VS Mak Lampir
Wyne disandera
MR. J?
Duet
Rahasia Bonita
Tolong Gie Mah!
Rahasia Gie
Kambing Hitam
Korban
Titik Awal
Bujuk Rayu
Pensi : Indah Berpisah
Pensi : How You Like That
Pensi : Give
Pensi : Cinta Sejati
Pensi : For You
Teman Berkedok Musuh
Teman Cinta
Ramu Nostalgia
Senjata Makan Tuan
Hukuman Kita
Maggie's First Love
Get Out Of Trouble
Rival
Rembulan
Balasan
Denial
Terpaksa Memendam
Plan Again
Rival 2
Rival 3
Bestie
Sempurna atau Terbaik
Pertaruhan
Kebenaran Yang Menyakitkan
Kavin Atau Kazza?
Merasa Indah
Ini Ujian
Penantian
Badut
Tak Istimewa
Penbelaan
Kotak Biru Muda
Rahasia Liora
Seni Sederhana

Dibawah Langit Bali

148 100 88
Da AinurRohmah270

"DALAM DIAM KU TERDAPAT RINDU YANG TAK PERNAH TERUNGKAP"
-anonim

〜(꒪꒳꒪)〜

Ternyata tanpa sadar Kavin dan Putra telah menguping pembicaraan Gie, Liora dan Wyne dari tadi namun mereka bersembunyi ditempat yang berbeda.

Lantas Kavin dan putra keluar dari persembunyiannya masing-masing dan menghampiri Gie.

"Gue ikut" ucap Kavin dan Putra yang membuat Gie, Liora dan Wyne terkejut.

"Hantu, harus banget ya ngagetin?" Tanya Gie.

"Lagian Lo berdua gak boleh ikut karena Julian bareng Bonita dan misalkan gue ajak cowok pasti Kazza yang gue ajak bukan Lo"

📍Hari Sabtu siang di Bali

"Ihh, kenapa tu orang bisa ada disini?" Gie melihat Kavin dan putra sedang berdiri di tepi pantai dengan melihat kearahnya.

Karena setahu Gie yang ikut hanya Julian, Bonita, Liora, Wyne dan Kazza saja sebab mereka menggunakan penerbangan yang sama, sedangkan Kavin dan putra mereka terbang setelah jam penerbangan Gie.

Kavin dan putra mendekat ke arah Gie masih dengan memakai ransel dipunggung nya.

"Kenapa ngikut?" Tanya Gie

"Tadi gue gak mau Gie, setelah Raka info ke gue kalo Putra ngebuntutin Lo, gue langsung ke bandara, gue takut Putra ngelakuin hal buruk ke Lo" ucap Kavin.

"Enak aja, justru tujuan gue buat lindungi dia" ucap Putra.

"Terserah kalian ngomong apa, gak mungkin juga kan gue usir kalian tapi jangan sampe kalian sewa villa deketan sama gue" ucap Gie sambil mengarahkan jari telunjuknya pada mata Kavin dan Putra.

Lantas Gie langsung pergi dan menuju villa nya. Villa yang disewa nya terdiri dari 3 kamar yang diisi hanya 2 kamar, Julian bersama Kazza dalam kamar yang sama sedangkan Gie, Liora, Wyne dan Bonita mereka berada di kamar utama yang ukurannya paling besar.

"Baru nyampe udah kelayapan, besok aja jalan-jalannya" ucap Julian yang sedang menyiapkan perlengkapan untuk barbeque-an di halaman villa.

"Kazza mana?" Tanya Gie.

"Dikamar kayanya"

Gie langsung bergegas menuju kamar Kazza.

"Etss, mau kemana?" Tanya Julian.

"Kamar Ke Kazza lah"

"Ngapain?" Tanya Julian.

"Gak bakal ngapa-ngapain, rempong banget sih" tanpa ragu Gie bergegas menuju kamar Kazza dan masuk kedalam setelah melihat pintu kamar itu terbuka sedikit.

"Kak"

"Iya" Kavin memalingkan wajahnya kearah Gie sambil membereskan buku yang iya bawa.

Gie mendekati Kazza "buku kayak gitu kamu baca? Mau jadi dokter" ucap Gie karena melihat buku yang di pegang oleh Kazza.

Kazza tersenyum "do'ain ya"

"Emang gak susah?"

"Awalnya sudah tapi karena nyokap dokter juga jadi bisa saling sharing"

"Owhh, by the way kita udah kenal lama dan lumayan akrab jadi aku boleh minta nomer telpon kakak?" Ucap Gie berdiri tepat dihadapan Kazza.

"Kenapa enggak?" Ucap Kazza. Lalu Gie memberikan handphone nya kepada Kazza untuk menuliskan sendiri nomor teleponnya.

"Nih udah" ucap Kazza dengan mengembalikan handphone Gie.

"Thanks kak, aku langsung miscall ya"

"Dreeeet,, dreeeet,, dreeeet"

"Oke udah ada nih, aku nama-in ya" ucap Kazza setelah meraih handphone nya dari atas meja.

"Nanti malem bisa ke pantai kan?" Tanya Gie.

"Bisa, tapi Julian ajak kita barbeque-an disini"

"Udah lah, palingan Julian mau berduaan sama Bonita, mending kita pacaran aja" ucap Gie.

"Hah?"

"Emmm, maksudnya berdua ke pantai gitu kak heheh" ucap Gie gugup sambil menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.

"Oke"

Hari pun sudah mulai gelap, suasana pantai green bowl terlihat sangat cantik, lampu pantai yang menerangi deburan ombak malam, terdengar hembusan angin yang dapat masuk dalam helaian kain hingga tubuh merasa dingin.

Gie berada di kamar villa nya sedang bersiap untuk menikmati malam di tepi pantai bersama Kazza.

"Udah cantik, touch up mulu, padahal cuma barbeque-an doang" ucap Liora yang dari tadi memerhatikan Gie sedang make-up.

"Mau Gie buatin bunny ban gak?" Tanya Wyne sambil membelai rambut Gie.

"Gak lah, itukan Lo"

Bonita masuk kedalam kamar "guys, Julian suruh kita keluar, yuk!"

"Ayok Gie!" Ajak Liora.

"Duluan aja"

"Yaudah gue sama Wyne duluan"

Setelah 5 menit akhirnya Gie keluar dari kamar dan bergegas menghampiri mereka yang tengah barbeque-an di halaman villa.

"Hi Abang" ucap Gie menghampiri Julian yang sedang mengoleskan bumbu pada daging yang ia panggang.

"Gue ke pantai ya"

"Ngapain?"

"Jalan-jalan aja, bareng Kazza kok" ucap Gie sambil melirik Kazza yang sedang memotong-motong sosis.

"Yaudah, jangan pulang malem-malem"

"Iya bang, thank you" Gie bergegas menghampiri Kazza.

"Kak, yuk! Udah izin sama Julian"

"Oh yaudah, aku cuci tangan dulu"

Singkat cerita Gie dan Kazza telah sampai di pantai dengan berjalan kaki karena letak villa dan pantai sangat dekat.

Beberapa menit pertama mereka saling terdiam hanya menyusuri bentangan pasir dan deburan ombak yang mengenai kakinya.

"Pernah ke sini?" Tanya Gie membuka pembicaraan.

"Dulu sering bahkan pernah tinggal disini"

"Kok bisa?"

"Bokap orang Bali, terpaksa pindah karena nyokap harus move-on" jawab Kazza.

Gie menghentikan langkahnya diikuti dengan Kazza "kalo boleh tau orang tua kakak kenapa?"

"Bokap meninggal jadi kita harus survive dengan cara pindah dari Bali"

"Aku salah banget dong ajak kamu ke sini, sorry banget, aku gak tau kak, sumpah" ucap Gie merasa bersalah. Gie mencoba menggenggam tangan Kazza untuk meminta maaf.

"Udah udah, gak papa kok, aku udah bisa berdamai sama masa laluku, malah dengan kamu ajak aku ke sini jadi bisa ngobatin kangen aku ke bokap" ucap Kazza dengan tersenyum agar Gie tak merasa bersalah.

Mereka saling menatap. Rambut Gie yang tergerai tertiup angin sehingga membuat Gie terlihat cantik malam itu.

"GIE" teriak dua orang dari kejauhan.

Gie menoleh kearahnya, tentu saja itu adalah Kavin dan Putra. Kavin dan Putra pun menghampiri Gie dan Kazza.

"Kamu ajak mereka juga?" Tanya Kazza bingung.

"Hah, enggak kok"

"Hi Gie, gue udah tungguin Lo dari tadi" ucap Kavin.

"Gue malah dari tadi sore belom balik, jadi gue kan yang paling setia" ucap Putra.

"Kalian ngapain sih gangguin aja" ucap Gie.

"Gak papa Gie, seru ramean, kita mending duduk sini aja yuk! Aku capek dari tadi jalan" ucap Kazza.

"Cowok kok lemah" ucap Putra.

"Bisa diem gak! Lagian gue juga capek" bela Gie.

Mereka pun duduk dibawah langit Bali dan diatas pasirnya yang halus.

Gie duduk diantara Kazza dan Kavin sedangkan putra duduk di samping kiri Kavin.

"Kayaknya kita kemaleman deh Gie, coba kesini nya pas ada sunset pasti bagus banget ya?" Tanya Kazza.

"Iya, next time kita harus kesini lagi sih kak"

Kavin menatap Gie, dengan sadar Kavin berfikir untuk memberikan jaketnya sebab Gie mengenakan baju yang sedikit terbuka bisa saja Gie masuk angin atau kedinginan.

Kavin membuka jaketnya lalu memberikannya pada Gie "Gie pake nih! Pasti Lo kedinginan banget"

Tak ada penolakan dari Gie, ia langsung memakai jaket dari Kavin.

"Thanks" ucap Gie.

Tak mau kalah dengan Kavin, Putra pun memberikan kupluk berwarna biru muda yang ia kenakan pada Gie bahkan sampai memakaikannya pada kepala Gie.

"Nah tambah anget kan?" Tanya Putra.

"Makasih Put"

"Sorry aku gak kasih apa-apa buat kamu" ucap Kazza.

"It's oke, dengan kamu ada disini, kamu udah kasih aku semuanya" ucap Gie.

"Uhukk,,, uhukk,,," batuk yang dibuat-buat oleh Kavin. Lalu Gie menatap sinis Kavin.

Tak ada obrolan, semuanya terasa canggung.
Gie melihat gelagat Kazza yang sangat aneh, Kazza terlihat gelisah seperti tidak nyaman dengan keberadaan Kavin dan Putra.

Kazza berdiri "Gie, kayaknya aku harus balik ke villa sekarang"

Gie pun ikut berdiri "kenapa? Karena ada mereka ya, aku masih pengen berdua disini"

"Gak bisa, udah waktunya aku balik, kamu tetep disini sama mereka, aku pulang sekarang" tak perlu menunggu penolakan dari Gie, Kazza langsung pergi untuk pulang ke villa.

"Pasti gara-gara kalian berdua nih, dia jadi gak nyaman" ucap Gie pada Kavin dan Putra.

"Gue bisa bikin Lo nyaman kok" ucap putra.

"Gie, gue mau Lo ikut gue!" Ajak Kavin.

"Kemana?"

"Gak bisa, Lo gak liat ada gue disini?" Ucap Putra.

Ringtone handphone Putra menyala, panggilan masuk dari sang ayah.

"Anjir, bokap kenapa telfon sih?" Dumel Putra karena tak izin sebelum pergi ke Bali.

Akhirnya Putra mengangkat telepon dari ayahnya.

"Gie ayok, udah tinggalin aja" ucap Kavin langsung bergegas ke tempat lain dan meninggalkan Putra.

~×××~

Kira-kira Kavin bakal ngapain ya? Dan Gie bakal diajak kemana sama Kavin? Terus mereka bakal ngomongin apa ya?
Tunggu besok lusa untuk tau jawabannya.

Bekasi, 14 April 2022

Continua a leggere

Ti piacerΓ  anche

5.7K 340 15
β—β—π™‹π™‡π˜Όπ™‚π™„π˜Όπ™ π˜Ώπ™„ π™‡π˜Όπ™π˜Όπ™‰π™‚ π™ˆπ˜Όπ™ˆπ™‹π™„π™β—β— 𝙁𝙀𝙑𝙑𝙀𝙬 π™¨π™šπ™—π™šπ™‘π™ͺ𝙒 π™—π™–π™˜π™–β— π™…π™žπ™ π™– 𝙖𝙙𝙖 π™ π™šπ™¨π™–π™’π™–π™–π™£ 𝙩𝙀𝙠𝙀𝙝, 𝙖𝙑π™ͺ𝙧, 𝙑𝙖𝙩...
152K 21.1K 55
RANK #1 comingofage [25.08.2020] RANK #1 mentalhealth [30.08.2020] RANK #1 ambis [02.10.2020] RANK #1 olimpiade [17.10.2020] Gimana rasanya suka sama...
135K 7.6K 60
"π‘¨π’π’…π’‚π’Š π’˜π’‚π’Œπ’•π’– π’π’ˆπ’ˆπ’‚π’Œ 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 π’Žπ’†π’π’†π’Žπ’‘π’‚π’•π’Œπ’‚π’ π’Œπ’Šπ’•π’‚ π’…π’Š π’”π’Šπ’•π’–π’‚π’”π’Š π’Šπ’•π’–." : ft. Jeno Bercerita tentang Arzio dan...
2.1K 168 24
Banyak Typo dimana-mana πŸ™ Lagi proses Revisi √ Kita sama, hanya nasib kita yang berbeda _____________________________________ ________ Menceritakan...
App Wattpad - Sblocca funzioni esclusive