PERNIKAHAN KONTRAK

Oleh IU_2493

397K 10.1K 34

(End) Rheazura Keisha Radhisty, seorang gadis cantik yang di paksa menikah oleh kedua orangtuanya. Rhea yang... Lebih Banyak

PROLOGUE
PK : Part one
PK : Part Two
PK : Part Three
PK : Part Four
PK : Part five
PK : Part Six
PK : Part Seven
PK : Part Eight
PK : Part Nine
PK : Part Ten
PK : Part Eleven
PK : Part Twelve
PK : Part Thirteen
PK : Part Fourteen
PK : Part Fifteen
PK : Part Sixteen
PK : Part Seventeen
PK : Part Eighteen
PK : Part Nineteen
PK : Part Twenty
PK : Part Twenty One
PK : Part Twenty Two
PK : Part Twenty Three
PK : Part Twenty Four
PK : Part Twenty Five
PK : Part Twenty Six
PK : Part Twenty Seven
PK : Part Twenty Eight
PK : Part Thirty
PK : Part Thirty One
PK : Part Thirty Two
PK : Part Thirty Three
PK : Part Thirty Four
PK : Part Thirty Five
PK : Part Thirty Six
PK : Part Thirty Seven
PK : END
EPILOGUE

PK : Part Twenty Nine

7.7K 219 0
Oleh IU_2493

Rhea mengusap air mata di kedua pipinya kasar, "Ada apa dengan mu akhir-akhir ini, hm?"

"Aku perlu bicara dengan mu sebentar, kamu menolak, aku ingin berkomunikasi seperti dulu tapi kamu nampak menghindar, saat di tanya kenapa, selalu jawab tidak apa. Setiap hari pulang larut, saat aku ke kantor di sambut dengan kejadian seperti siang tadi? Memuakkan!"

"Sayang, dengarkan saya dulu," ujar Arsyah sambil menarik kedua bahu Rhea untuk menghadapnya.

"Alasan apa lagi yang ingin kamu berikan? Aku tidak peduli!"

Oke, Arsyah memilih untuk diam untuk saat ini. Rhea sekuat hati membuat dirinya tenang terlebih dulu, lalu menarik Arsyah untuk duduk di tepi ranjang beriringan dengannya.

"Tahun pertama sebuah hubungan, pasti di awali dengan rasa cinta, namun di tahun berikutnya hanya ada rasa respect satu sama lain. Aku minta kedepannya atau mungkin sekarang jika kamu merasa bosan dengan ku, maka bilang. Tidak usah ada rasa tidak enak, atau apalah itu, bilang saja apa adanya, bilang jika kamu merasa bosan, bilang jika sudah tidak ada rasa cinta di hati mu, bilang jika kamu risih dengan kehadiran ku, aku lebih baik sakit mendengar hal itu, dari pada melihat mu selingkuh secara langsung," ujar Rhea.

"Tapi maaf, jika kamu menjauhi ku belakangan ini karena merasa bosan, aku akan marah sekali."

"Bosan adalah sebuah pemikiran yang timbul karena kamu menginginkan sesuatu yang baru dari aku, kamu menginginkan aku sedikit berubah."

"Kamu bisa saja memilih selingkuhan mu itu, tapi aku tidak bisa menjamin kamu tidak akan merasa bosan juga kedepannya, untuk menanggulangi hal ini, kamu hanya perlu melakukan dua hal, mengganti aktivitas mu bersama ku, atau mengganti ku dalam aktivitas mu," timpal Rhea.

"Aku lelah jika terus-terusan di diami, kamu selalu sibuk akan kantor mu itu, hingga tidak ada waktu untuk ku dan juga Azzam," ujar Rhea lagi.

"Jika begini terus, aku tidak bisa menjamin kedepannya akan sanggup terus bersama mu," pungkas Rhea, isakan kecil mulai terdengar lagi dari kedua bilah bibirnya.

Grep!

Arsyah memeluk Rhea tiba-tiba, mengusap kepala itu dengan lembut. Beberapa saat kemudian Arsyah melepaskan pelukannya dan menatap manik mata Rhea.

"Kamu tersiksa? Maafkan saya, akhir-akhir ini saya menjadi super sibuk karena banyak masalah di kantor, masalah intinya adalah saham kantor menurun hingga 20%, saya bingung harus berbuat apa, hal itu menyebabkan para investor ingin mencabut saham mereka secara serentak, saat itu juga peran saya sangat penting untuk kembali meyakinkan mereka, di sinilah sebabnya saya menjadi sibuk, karena saya harus menemui mereka satu persatu untuk meyakinkan, dan melakukan banyak sekali meeting penting yang wajib saya hadiri, untuk kejadian tadi siang saat di kantor, saya minta maaf jika membuat mu kurang nyaman. Setelah kepergian mu saya langsung memecat sekretaris saya saat itu juga karena berlaku kurang sopan pada mu. Saat itu, pasti kamu berpikir jika saya tidak perduli akan kehadiran mu, sejujurnya saya senang kamu bersedia datang untuk yang pertama kalinya, saya hanya tengah melihat sebuah email yang masuk, itu berisi pelaku dari turunnya saham kantor, dan terima kasih karena mau mengantarkan cookies buatan Bunda untuk saya, maafkan saya, dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan saya, maaf sayang maaf," ujar Arsyah kembali merengkuh Rhea dalam dekapannya.

Isakan Rhea mendadak berhenti ketika mendengar cerita Arsyah, ternyata kesetiaan Arsyah memang tidak perlu di ragukan lagi.

Rhea merasakan pundaknya lembab, apa Arsyah menangis? Oh my, sejak kapan Arsyah bisa menangis? Pertama dan terakhir kali Rhea melihat Arsyah menangis adalah ketika kelahiran Azzam.

"Kamu pasti sangat tersiksa, maaf," ujar Arsyah lagi.

"Mas tidak salah, ini sebenarnya salah aku, karena salah paham. Mas maafkan Rhea karena tidak mengerti, maaf hiks." Pecah kembali tangis Rhea.

"Sudah lah."

"Makanya lain kali cerita sama Rhea, Rhea akan siap mendengarkan, Rhea juga akan memberikan saran yang terbaik jika Rhea bisa, Mas tidak perlu memendamnya sendiri!"

"Iya baiklah," sahut Arsyah sambil tersenyum lalu mengusak rambut Rhea pelan.

***

"Pak Arsyah, tolong maafkan saya," ujar seorang pria yang tengah bersimpuh di belakang Arsyah, namun Arsyah nampak acuh saja.

"Pak, itu juga bukan murni kesalahan saya, saya masih ingin bekerja di sini, pak. Tolong beri saya kesempatan sekali lagi dan saya akan memanfaatkannya dengan baik."

"Di video itu sudah jelas anda yang melakukannya, jadi silahkan keluar dari ruangan saya, kemasi barang-barang anda dan jangan pernah kembali ke perusahaan ini lagi esok hari!"

"Pak, jika saya tidak bekerja bagaimana menghidupi keluarga saya, di rumah nasih ada wanita yang saya cintai dengan setia selalu menunggu kepulangan saya setiap harinya, jika saya pengangguran bagaimana istri saya bisa makan?"

"Saya tidak perduli tentang kehidupan anda, Pak Vicky. Anda telah berbuat kesalahan fatal yang memaksa saya untuk memecat anda, jadi silahkan keluar sebelum kesabaran saya habis dan memanggil security!"

"Pak ...."

"Saya minta sekali lagi dengan segala hormat, silahkan keluar dari ruangan saya, Pak!"

"Pak Arsyah, saya mohon ...."

"Security!"

***

Setelah kepergian Vicky, Arsyah duduk di kursi kebesarannya, menekan pelipisnya kasar, rasa pening di kepalanya yang di sebabkan oleh kantor itu sudah hal yang biasa, namun kali ini rasa peningnya berkali lipat.

Ah, mengingat kejadian kemarin, Arsyah seketika tersenyum sejenak, Arsyah menjadi merindukan istri manisnya itu. Arsyah mengambil ponselnya dan menghubunginya dengan segera.

"Iya Mas?"

Suara lembut itu kembali mengalun di telinganya, Arsyah sadar, dulu saling menolak kehadiran masing-masing, sekarang malah enggan untuk melepas, cinta memang suka datang tiba-tiba.

"Saya tuh rindu tidak sih sama kamu?"

"Lho, kok nanya ke Rhea, sih!"

Arsyah tertawa pelan mendengar cibiran Rhea di seberang sambungan.

"Azzam dan kamu baik-baik saja di rumah?"

"Tentu saja, Apa menghubungi ku karena sedang bosan? Oh ayolah, kenapa para pria terlihat sama saja, mencari pelampiasan di saat bosan?" gerutu Rhea sambil tertawa pelan.

"Saya benar-benar merindukan mu, apa saya terdengar sedang bercanda?"

"Awas! Astaga! Mas sudah dulu ya, nanti kita bicara lagi, Azzam jatuh dan menangis, aku harus menenangkannya."

Pip!

Arsyah mendengus pelan ketika sambungan di putus secara sepihak.

Tok! Tok!

"Masuk."

"Selamat siang, Pak. Ini ada beberapa berkas yang perlu anda periksa dan tanda tangani, dan ini jadwal anda hari ini, saat jam makan siang nanti, ada pertemuan dengan Mr. Rio di restoran dekat kantor. Dan setelah itu, menjelang sore, ada pertemuan dengan salah satu klien Bapak di Cafe Brendy, menjelang malam tepat pukul tujuh ada jadwal makan malam sekaligus meeting bersama beberapa manager kantor untuk membahas mengenai perkembangan saham kita, setelah kejadian kemarin," jelas seorang wanita dengan detail.

Arsyah mendengarkan sekretaris barunya itu dengan teliti, bahkan kedua matanya juga masih bekerja membaca kata demi kata pada berkas di genggamannya. Sekretaris barunya bekerja sangat kompeten dan Arsyah menyukainya cara kerjanya.

"Jadwal besok?"

"Saya belum merekapnya, Pak Presdir, namun saya sudah punya planning untuk besokn."

"Kalau tidak salah, besok hanya ada meeting dengan kolega saya, hubungi beliau dan jadwalkan hari ini setelah pulang dari pertemuan dengan Mr. Rio, di tempat yang sama. Kosongkan jadwal saya untuk besok," titah Arsyah.

"T-tapi Pak, jika seperti itu bisa bentrok dengan dengan acara pertemuan dengan Klien Bapak," peringat wanita itu.

"Untuk itu saya bisa mengaturnya, lakukan saja."

"Baik Pak."

Arsyah mengembalikan berkasnya dan wanita itu keluar setelah mendapat izin dari Arsyah. Hari ini jadwalnya super padat.
















Tbc

Lanjutkan Membaca

Kamu Akan Menyukai Ini

12.8K 228 25
#TakdirKetapang1 Samudra Fernandi, seorang dokter jantung muda yang tampan dan cerdas, memiliki hidup yang nyaris sempurna-kecuali dalam urusan cinta...
131K 3.8K 25
Elezza Elysia Atharrayan dan Aksara Naradhipta Atmaja adalah pasangan sempurna di mata orang orang, terikat dalam pernikahan yang lebih didasari oleh...
1.2M 104K 42
TAMAT May contain some mature convos. Menjadi janda selama bertahun-tahun membuat Rhea menjadi nyaman untuk sendiri. Terlebih, kehadiran Aksara memb...
Aplikasi Wattpad - Akses fitur eksklusif