LANGIT BIRU

By Penulis_Senja2002

3.8K 161 1

~TAMAT~ Lukas tumbuh menjadi seorang pemuda kasar yang masih memendam kebencian terhadap kakaknya, entah peny... More

BERITA DUKA
HARTA BERHARGA
KEPUTUSAN LUKAS
MENGUNJUNGI BUNDA
TAMU YANG TAK DIHARAPKAN
PAGI YANG ANEH
KEHILANGAN AKAL
HUJAN DAN AMARAH
MENINGGALKAN MEDAN
MENINGGALKAN MEDAN (2)
MEMBUTUHKANMU
HATI YANG SEDIKIT LUNAK
HARI PERTAMA
MANAJER YANG SOMBONG
DEMAM
MALAM YANG INDAH
BERTEMU MANTAN
UNDANGAN
ARTI SEORANG TEMAN
UNDANGAN YANG BERANTAKAN
VASYA
PERMINTAAN MAAF
TERLAMBAT
WAKTU BERSAMA
ORANG BAIK
FLASHBACK : LUKAS & AZKA
FLASHBACK (2) LUKAS DAN AZKA
FLASHBACK (3) AKHIR DARI PERSAUDARAAN
MAAF DARI LUKAS
TEMAN LAMA
PERSEPSI MANUSIA
KEBENARAN YANG TERUNGKAP
PENYESALAN
LANGIT BIRU

SENYUMAN PALSU

32 2 0
By Penulis_Senja2002

Hubungan antara lukas dan para karyawannya telah membaik semenjak pertemuan hari itu, ia bahkan mulai membiasakan diri berbaur dan menyempatkan diri untuk datang ke acara yang diadakan perkebunan, sama halnya seperti hari ini , yang mana pada hari ini perumahan staff merayakan acara makan besar di aula yang berada di ujung perumahan staff, biasanya acara ini hanya mengundang para staff seperti asisten kepala , manajer , general manajer dan jajarannya . Acaranya juga berupa makan bersama , bakar- bakar dan mengobrol bareng sambil menikmati musik yang dimainkan di latas panggung yang ada didalam aula.

Mungkin bagi ibu-ibu staff adalah kesempatan yang bagus untuk menggosip ataupun mengobrol ria dengan teman arisannya , sedangkan para bapak - bapak akan mendengarkan musik sembari mengobrol masalah pekerjaan ataupun dunia olahraga dengan yang lainnya , berbeda pula dengan anak - anak para karyawan staff yang lebih memilih bermain di lapangan futsal ataupun basket dan ada juga yang memilih menghabiskan waktu sendirian sembari memainkan handphone.

Segalanya terlihat sangat sibuk malam ini, acaranya diadakan memang setiap malam sehabis isya sampai 02.00 subuh.

Namun tidak dengan lukas yang sedang duduk bersebelahan dengan pak baim di sudut lapangan, alasannya semata - mata karena memang hanya pak baimlah yang dikenal oleh lukas sebagai sesama karyawan yang tinggal di perumahan staff, Selain itu ia juga merasa tidak terlalu nyaman didalam aula karena memang tempat itu sangat bising saat ini karena musik yang dinyalakan kuat dan beberapa bapak - bapak yang berkaraoke ria disana. Selain itu ia juga tak ingin membangunkan abil yang sudah tidur di sofa panjang yang ada disebelahnya dengan posisi kepala diatas paha lukas, Ia tahu kalau didalam terlalu bising dan membuat abil tidak akan bisa tertidur .

" Acara kayak gini biasanya diadakan setiap kapan ?" Tanya Lukas, pak baim saat itu sedang menyantap sate yang diambilnya dari dalam aula.

"Setiap bulan sih pak, cuman kadang bisa siang dan kadang juga bisa malam acaranya"

"Oh, saya mengerti"

"Lalu , gimana perkembangan belajar Abil ? Apakah bagus menurut bapak?"

"Lancar.." Lukas mengangguk dengan penuh yakin, "Ibu Vasya menggunakan kemampuan menghafal abil sebagai metode belajar mereka, jadi kalau gak salah dia bakal menjelaskan tentang sejarah dengan metode ceramah atau memutarkan rekaman sejarah gitu baru nanti abil disuruh mempresentasikan kembali materi tersebut, dan menurut saya itu metode yang cukup bagua buat abil yang senang menghafal"

"Wah, baguslah kalau gitu. Setidaknya abil punya motivasi belajar kembali ya"

"Iya" Jawab singkat Lukas , lalu ia memandangi pak baim.

"Lalu, bagaimana dengan anda ? Mungkin bapak bisa cerita tentang kehidupan bapak?"

"Memangnya boleh ? Saya takutnya malah membuat baoak risih" Canda pak baim sembari tertawa kecil.

"Boleh, lagian saya gak punya kesibukan apapun saat ini " Lukas mengelus rambut abil.

"Saya tahu bapak punya sesuatu yang sangat sulit diceritakan, mungkin tentang anaknya bapak ? "

"Iya, saya selalu menyesal tentangnya" Baim meletakkan piringnya dimeja dan tatapannya mulai sendu.

"Itulah kenapa bapak selalu membayangi saya sebagai dirinya, kan ? Saya memang gak terlalu perduli urusan orang lain ataupun masalah orang lain, tapi mungkin bapak bisa mengeluarkan segala hal yang masih tertahan didasar hati bapak selama ini dan... mungkin untuk hari ini, sepertinya saya bakal berpura - pura menjadi pendengar yang baik"

"Terimakasih ya..." Ucap Pak baim yang lumayan tersentuh dengan kejujuran lukas.

"Andai waktu bisa diulang, Saya bakal mengatakan kata cinta, rindu dan sayang lebih banyak padanya" Ia memastikan tak ada air mata yang turun dari wajahnya, senyumannya masih terus mengukuir disudut bibir .

"Saya dan istri saya cuman punya satu putra, dia adalah anak tunggal kami dan satu - satunya orang yang paling kami sayangin. Mimpinya itu sepertimu loh, dia ingin jadi manajer diperkebunan besar lalu kelak ia ingin menjadi general manajer dan membahagiakan kami" Sejenak pak baim menjeda perkataannya .

"Lalu apa yang membuat anda menyesal ?"

"Harusnya waktu itu saya pensiun saja, supaya kami bisa tinggal bersama menjadi keluarga yang bahagia. Tapi saya malah lebih memperdulikan pekerjaan saya disini dan membiarkan istri menyusulnya ke Kalimantan, ya sejak hari itu kami tak pernah berjumpa sama sekali, kira - kira ada sekitar 2 tahunan kami gak berjumpa dan kalau masalah komunikasi itu sangat jarang dan bisa dihitung jari, soalnya saya jarang bermain handphone dan malah sibuk kerja" Ia mulai menangis dan buru - buru menghapus air matanya dan tetap mempertahankan senyumannya.

"Sampai hari dimana ia mengirimkan email ke saya kalau ia mendapatkan promosi kenaikan jabatan, sebenarnya alasan dia ngirim pesan ke email itu karena memang saya lebih suka ngebaca email daripada pesan soalnya email kan memang bagian paling penting buat pekerja kayak kita"

"Lalu ?" Tanya lukas yang sebenarnya tidak terlalu memperhatikan , tetapi ia berusaha untuk bersikap perduli pada pak baim.

" Saat itu saya cuman membaca pesannya saja, gak sempat balas karena saya lagi sibuk kerja diluar kota dan sulit dapat jaringan, Tapi pas saya pulang kesini mendadak saya dapat pesan kalau bus anak saya dirampok pas mau kekebun cuman buat nyampein kabar itu dan akhirnya dia ...anda pasti tahu maksud saya kan?" Lukas cukup paham dan mengerti betapa hancurnya hati pak bima saat ini.

"Sejak saat itu istri balik kerumah mertua dan akhirnya saya sendirian selamanya, jujur saya sangat menyesal... harusnya saat itu saya membalas emailnya supaya dia gak perlu repot-repot datang kesini, dan setidaknya sejak dulu saya lebih sering mengungkapkan perasaan saya padanya, harusnya saya bilang kalau saya sangat menyayanginya dan saya bangga padanya"

"Bapak gak perlu terus - menerus memaksa tersenyum, kalau memang mau nangis yaudah silahkan menangis saja pak. Gak perlu malu buat menangis, setidaknya bapak tahu siapa yang berhak anda tangisi saat ini " Ucap tajam lukas, ia tidak suka melihat pak baim masih saja memaksa tersenyum padahal jelas - jelas hatinya sedang bersedih.

" Saya merasa gak pantas saja menangisi anak saya, padahal saya saja selalu mengacuhkan keberadaannya "

"Saya tahu kalau anda sangat menyayanginya, sama seperti anda menyayangi pekerjaan anda. Jadi saat ini gak ada yang berhak menghakimi anda hanya karena anda kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan dirinya, itu menurut pandangan saya" Perkataan Lukas membuat air mata pak baim mulai berjatuhan, kali ini ia menangis sejadi - jadinya tanpa dibaluti senyuman palsu lagi.

Ia menangis sekuat - kuatnya sembari diiringi oleh musik pop tang sengaja diputar kencang oleh lukas agar pak baim bisa lebih leluasa memperlihatkan emosinya dan tak perlu takut menganggu orang lain.

Mungkin hanya itulah yang bisa dilakukan lukas untuk membantu pak baim, sebagai bentuk balas budi atas kebaikan dan keramahan beliau kepada lukas yang selalu saja bersikap kasar padanya dan lukas berharap setelah malam ini pak baim tidak perlu lagi menahan tangis didalam hatinya yang malah bakal membuatnya semakin rapuh .

***

"Siang semuanya.." Kali ini pak baim mulai terlihat lebih natural dan bertambah ekspresif dalam memperlihatkan emosional yang dirasakannya. Ia terlihat membagikan sekotak kue kepada para anggotanya dan tak lupa juga ia menghampiri ruang kerja lukas . Sepertinya ia menyempatkan diri untuk datang kekantor meskipun saat ini ia sedang ada tugas dilapangan.

Lukas saat itu sedang membuat pendataan yang membuatnya seharian didalam ruangan, sampai - sampai melewatkan makan siang karena harus membagi waktu untuk mengantarkan abil ke perpustakaan sekolah untuk belajar dan mengerjakan tugasnya.

Untungnya kedatangan pak baim yang membawa makanan sedikit melegakan Lukas, ia langsung mengambil tiga potong kue dari kotak dan memakannya lahap.

"Untung anda datang bawa makanan, kalau anda datang cuman buat ganggu saya bakal saya bentak anda" Ujar Lukas sambil menyantap kue tersebut, pak baim cuman bisa tertawa geli saja. Baru kali ini dia lihat lukas bertingkah seperti saat ini, biasanya ia selalu bersikap dewasa dan profesional sampai - sampai para karyawan masih saja ada yang canggung bila berhadapan dengannya walaupun ia tahu kalau lukas sudah berusaha untuk sedikit ramah pada mereka tapi lagi - lagi hanya keluhan canggung yang didengarkan baim mengenai lukas.

"Kayaknya tangisan tadi malam benar - benar ampuh, saya lihat suasana hati anda sudah membaik dan lebih ringan" Kritik lukas yang selalu saja mengalihkan pandangan setiapkali ingin berkata jujur ataupun saat akan memuji orang lain.

" Anda benar, sekarang saya sudah mulai memaafkan diri saya sendiri dan rencananya juga saya ingin mulai besok buat cuti beberapa hari untuk berziarah ke makamnya. Saya tahu pasti dia sangat kesal dialam sana karena saya gak pernah berziarah di makamnya hanya karena merasa gak pantas dan takut"

"Bagus kalau anda mau berbaikan dengan diri anda sendiri" Ucap Lukas, ia langsung menyalakan kembali laptopnya dan kembali melanjutkan pekerjaan.

"Ya udah kalau gitu saya mau balik ke lapangan ya pak, makasih sekali lagi" Lukas hanya menunjukkan jempol pada baim, lalu ia bisa mendengar suara pintu yang ditutup perlahan - lahan.

" Semoga aja dia selalu bahagia seperti itu " Gumam lukas yang sebenarnya cukup senang dengan pak baim yang sudah lebih baikan, walaupun ia tahu kalau apa yang terjadi pada pak baik cukup bertolak - belakang dengannya, bila pak baik memiliki penyesalan yang mendalam pada seseorang yang sudah meninggal berbeda pula dengan lukas yang memiliki kebencian yang sangat mendalam pada seseorang yang telah meninggal.

" Aku mulai penasaran bagaimana rasanya kehilangan dan merindukan orang lain ?" Tanya lukas lagi sembari mengerjakan pekerjaannya, ia memang lebih senang bergumam sendiri dan berlarut-larut dengan berjuta pertanyaan yang mengusik pikirannya.

Pernah sekali saat masih kecil, ia tidak bisa tidur hanya karena bingung ingin membelikan hadiah yang bagus untuk azka padahal saat itu uang tabungan lukas tidaklah terlalu banyak dicelengan tetapi semua pilihan yang ada dipikirannya cukup mahal.

Lukas juga pernah bertanya - tanya bagaimana rasanya dicintai oleh sang ayah, sebab saat itu ia merasa ayah tidak pernah sekalipun menatap matanya dan hanya bersikap dingin terhadap Lukas.

Continue Reading

You'll Also Like

1.2K 319 34
Cerita yang terinspirasi dari sebuah mimpi. Cerita ini diangkat dari sebuah mimpi Namanya Dian Vranasta, laki-laki berperawakan tinggi dan berparas t...
24.5K 3.4K 34
Luka tak harusnya ia miliki. Sebagai satu-satunya anak yang diperhatikan ayahnya, seharusnya Halilintar merasa bersyukur. Namun tidak dengan Halilin...
594 88 5
🚫⚠️ 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡𝗗𝗨𝗡𝗚 𝗔𝗗𝗘𝗚𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦𝗔𝗡 𝗗𝗜 𝗕𝗘𝗕𝗘𝗥𝗔𝗣𝗔 𝗣𝗔𝗥𝗧, 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗗𝗜 𝗠𝗢𝗛𝗢𝗡 𝗕𝗜𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗖...
Wattpad App - Unlock exclusive features