The Fairy and The Witch In Th...

By MACISHITAM

355 36 0

Negeri Delios terancam bahaya karna ulah penyihir jahat. Bagaimanakah cara para peri menyelamatkan negerinya... More

Prolog
Berry Caius
Kekuatan Air
Aqua Azuera
Lacustris Ladermaniella Maturiniana
Perang Dimulai

Pertemuan

39 5 0
By MACISHITAM

~~~~~ Med 'Pangeran Gazelle' ~~~~~
'Author POV'
Para peri telah berkumpul di aula kerajaan. Conetta memulai pembicaraan. Dia memulai dengan salam dan maksudnya mengumpulkan kami disini yaitu masalah bola crystal keberuntungkan yang tiba tiba timbul bercak. Seruluh peri kaget dan pergi keatas langit untuk melihat.
"Apaa?!! Bagaimana bisa" seru Caius dengan nada tinggi.
"Ya bagaimana ini bisa terjadi" kata Azuera binggung sambil memandangi cystal keberuntungan yang berada dilangit.
"Bisakah kau menjelaskannya Astra?" Tanya Conetta pada Cirrus Astra sang peri langit.
"Entahlah.. mungkin ada benturan benda langit atau sebagainya. Aku bahkan baru menyadarinya". Jawab Astra.
"Bagaimana pendapatmu Favian? Kaukan yang seharusnya menjaga bola keberuntungan ini"  Kata Azuera sambil menajamkan matanya.
"Sebenarnya..." Jawab Favian sambil menunduk.
"Kenapa kenapa?" Kata Balbo penasaran.
"Aku tak tahu" Lanjut Favian.
"Bohong!!!" Bentak Errol.
"Tenang Errol" kata Caius sambil menahan bahu Errol.
"Bagaimana mungkin kau tak mengetahuinya. Kau kan yang bertugas untuk menjaga crystal ini". Kata Azuera semakin menajamkan mata.
"Ya yaa.. bagaimana mungkin!!" Kata Errol seperti tak tahan melihat Favian.
"Tenang Errol.. tenang!!" Kata Caius dengan nada tinggi.
Akhirnya Favian seperti tak sanggup lagi karna terpojokan. Akhirnya Favian pergi.
"Semuanya tenang!! biarkan Favian pergi dulu.." seru Balbo dengan wajahnya yang nampak sedih.
                          >>>°
Azuera berjalan ditepi sungai samping rumahnya dia nampak binggung. Lalu datanglah pangeran Gazelle menemuinya.
"Azuera.." sapa pangeran.
"Ohw pangeran ada apa kau datang kesini?".
"Aku hanya ingin berkunjung" sahutnya dengan senyumnya yang manis. Azuera membalasnya dengan senyuman yang nampak tersipu malu.
" Lihatlah Azuera bulan dan bintang nampak indah diatas sana" katanya sambil menoleh kearah Azuera.
"Yaa... mmm ku rasa para peri langit memang hebat". Jawab Azuera.
"Namun rasanya semua ini tak akan indah bila tak ada kau Azuera".
Mendengar perkataan itu, Azuera makin tersipu malu melihat sang pangeran sedangkan pangeran melihat Azuera dengan tatapan yang tajam.
"Azuera.. bolehkan aku memandingi langit dan dirimu sambil tiduran diatas rumputmu yang empuk ini?" Pinta pangeran
Deg
Azuera mengangguk kecil.
Azuera menjadi sangat deg degan tak kala sang pangeran mengatakan hal itu.
"Azuera entah mengapa semenjak aku tau dirimu. Aku selalu ingin bersamamu. Kaulah seorang yang telah membuatku merasa senang kembali semenjak ibuku meninggal dunia satu tahun yang lalu. Azuera seandainya saja kau adalah seorang manusia". Kata pangeran Gazelle sambil memegang bahu Azuera yang kecil.
Tiba tiba Azuera meneteskan air mata.
"Ohhh jangan menangis Azuera.. aku tak ingin melihatnya". Kata pangeran Gazelle sambil mengusap air mana Azuera.
"Maafkan aku pangeran. Aku menangis karna bahagia. Tapi kita ada didunia yang berbeda. Kau.. manusia dan aku peri. Tak mungin kita bersatu. Apalagi kau adalah seorang pangeran. Ini sangat mustahil pangeran".
"Aku tau ini sangat konyol.. tapi... "
Sontak pangeran meneteskan air matanya. Azuera segera terbang mengampiri wajah pangeran dan mengusap air matanya.
"Pangeran... pernahkan kau mendengar cerita seorang gadis yang menikah dengan peri lelaki. Konon..."
Azuera bercerita untuk menghibur pangeran.
"Heyy... apakah mereka hidup bahagia?" Tanya pangeran.
"Yaaa tentu saja. Beberapa tahun kemudian mereka memiliki anak. Yaitu seorang fay. Dia bisa berubah menjadi manusia ataupun peri ketika dia mau".
"Lalu bagaimana dengan kau?". Tanya pangeran menatap mata Azuera. " Apakah kau seorang fay?". Lanjut pangeran.
"Tidak.. bahkan aku tak tau siapa orang tuaku". Sahut Azuera menampak wajah murung.
"Ohh.. aku minta maaf. Tapi bisakah kau menceritakan tetang masa lalumu dari kecil".
"Baiklah.. kata bibi cessy (ibu Caius) malam itu aku ditemukan dibawah pohon maple yang ku tinggali sekarang, saat aku masih bayi. Lalu bibi cessy mendengar tangisanku saat itu, dia tak melihat seorang pun disana. Tapi saat dia melihat keatas ada seekor burung merpati terbang dari atas pohon. Dia berwarna putih dengan mahkota emas dikepalanya. Bibi cessy rasa itu burung kerajaan. Bibi cessy tak pernah bertanya pada burung itu, sampai aku dewasa. Karna bibi cessy ragu untuk menanyakannya. Hingga akhirnya bibi cessy menceritakan semua hal itu kepada ku saat ku dewasa. Namun... saat aku ingin bertanya pada merpati itu. Merpati itu sudah tiada karna tersangut dibebatuan saat dia sedang terbang. Makanya hingga saat ini aku tak pernah mengetahui siapa orang tuaku",
"Azuera.. kau harus kuat" kata Pangeran sambil mengusap bahu Azuera.

{Mohon kritik dan sarannya ;) Maaf kalo ceritanya absurd}

Continue Reading

You'll Also Like

1.1K 9 40
Dunia di ambang kehancuran ketika iblis yang telah lama tersegel kembali bangkit, membawa kehancuran yang melanda surga dan bumi. Para dewa yang dian...
69.8K 3.9K 61
Penulis: Ruxue Li Huan dipindahkan ke naskah pertarungan istana . Dia terlahir kembali sebagai ibu tiri seorang tiran kecil, dan dikirim untuk membaw...
200 44 7
Di dunia asalnya, Arian hanyalah seorang pria hina, tak berarti, terinjak martabatnya, dan terbuang dari harapan. Namun takdir menuntunnya melangkah...
Wattpad App - Unlock exclusive features